
kenapa dari kemarin rezza sangat susah di hubungi..apakah ada sesuatu yg terjadi padanya..
nayla terlihat mondar mandir sambil memegang ponselnya..
aku telpon siapa ya..
ah..asistenya aja..
dipencetnya no asisten suaminya..ahh..ga bisa..
siapa ya...ah rio..
tut..tut..tut..ah..nyambung...rico melihat notif dihapenya..
"duh bro..istri mas rezza calling"
"angkat aja bro..mbak nay juga pasti khawatir kan dr kemarin suaminya ga bisa dihubungi"
.....
"assalamualaikum mbak"
"waalaikumsalam rico..apa kamu tau dimana masmu..dari kemarin ga pulang..ga ada kabar juga"
"oia mbak..anu..rico lupa suruh kabarin mbak..mas lagi ke luar negri kira2 semingguan gantiin rico mbak..mbak kan tau sendiri dina belum bisa ditinggal..dan di negara itu habis ada gempa jadi lagi susah jaringan..kalo dina sudah bisa ditinggal nanti rico susul mas kesana ya mbak..pinjam.mas dulu"
"ooo..gitu..ga papa rico..yang penting mas mu dalam keadaan sehat dan ga kurang kurang"
"iya mbak..mas pasti bisa jaga diri"
"ya udah..assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
....
"huff bro..hampir saja"
rangga sangat tenang membawa mobilnya..rico yg ada dibelakang tampak gelisah
"sebaiknya bilang sama mbak nay bro..agar vano off dulu..takutnya mereka mengintai keselamatan ibu dan anak itu..sekalian suruh orang jaga"
"heemm..thanks bro udah ingatkan..tapi kalo suruh vano off mbak bakalan curiga..kita suruh orang kawal dari jauh aja gimana"
"boleh..yg penting kita jangan lengah bro"
"rangga..tambah keamanan dirumah mas rezA..tugaskan beberapa untuk mengawal vano"
"siap bos"
rangga melihat betapa cemasnya bosnya..
rangga memarkirkan mobilnya..rico dan rio sudah keluar duluan..
saat rangga keluar mobil tak sengaja pintu mobilnya menabrak seseorang.
bruukkk
"ahhhh..."
rio dan rico menoleh ke belakang.
rangga terkejut dan langsung turun dari mobil..
"eh..maaf mbak ga sengaja"
"ahh..gimana sih buka pintu ga lihat lihat"
"lagian ngapain mbak jalan dekat dekat mobil saya"
"anda jangan nyolot ya...hah...elo lagi..astaga..mimpi apa gue semalem..ketemu elo 2x gue sial mulu"
cewek itu marah sambil merasakn sakit dipantatnya.dan mengibas ngibaskan tanganya membersikan kotoran dari tanganya.
"eh..mbak saya udah minta maaf ya..ga usah marah marah..orang saya ga lihat....dasar cewek bar bar.."
"heh..cowok sinting..bukanya minta maaf..nolongin malah ngatain..sial banget sih ketemu elo"
cewek itu pun pergi sambil melototin rio dan rico..rio dan rico yg merasa tidak bersalah pun merasa terintimidasi..
mereka berdua tersenyum..tapi heran
mata rio dan rico mengikuti kemana cewek
itu pergi.
"sial"umpat rangga
"siapa ga"
"ga tau bos..td pagi dia nabrak saya..bukanya bantuin mungutin berkas malah marah marah..dasar cewek bar bar"
"trs barusan lo nabrak dia lagi"
"kalian emang jodoh"ledek rio..
"ih..ogak..galak nya ga nguatin bos"
"jangan gt..siapa tau dia emang jodoh yg dikirim tuhan untuk elo"
"apaan sih bos..mending saya jomblo bos dr pada sama dia"
"awas ntar kalo lo sama dia ..bakal kita ketawain ya yo"
rio hanya tersenyum..
__ADS_1
*****
melihat kedatangan suami mereka sifa dan dina tersenyum..dina melirik sifa dan sesekali melihat rio.
"maaf din..kita lama"
"ga papa yo..saya suka kok ngobrol ama is...sekertaris lo"
rio tersenyum..rico menghampiri istrinya..
rangga duduk dimeja makan dan menyalakan laptopnya..
"dokter udah periksa mi"
"belum pi..mungkin bentar lagi"
"apa ada masalah pi"
"ga ada apa apa mi.."
"rangga..laper ni..diliveri order dong"suruh rico
"pengen makanan apa bos"
"apa aja..yg penting cepet"
"pi..kali ini mami boleh ikutan ga"
"boleh sayang..yg penting ga pedes"
"baiklah"senyum dina mengembang..
rangga pun memesan makanan kesukaan bosnya..
"bos..maaf ganggu bisa tanya ini"rico menghampiri rangga..
"bro..sini"panggil rico pd rio
"beneran ini...mereka mau main main ama kita"
"kamu chat bos kamu..coba kabari"
big bos calling...
"beliau telpon bro....bentar aku keluar dl"
rio hendak keluar ruangan..rio menatap sifa dan memberi kode bahwa dia mau keluar..sifa mengagukan kepalanya pertanda mengijinkan..dina yg melihat adegan itu langsung berkomentar.
"uwuuu..mesranya"sifa hanya tersenyum
rico yang mendengar bertanya
"apaan mi"
"ga ada apa apa pi"
rico dan rangga terlihat serius dengan pekerjaanya..
rio masuk..dan langsung memhampiri rico dan rangga.
"eemm..gini bro..sesuai rencana kita aja..saya dan big bos berangkat malam ini saja..untuk menghalau masalah serupa(pembajakan pesawat)"bisik rio
"baiklah kita mengerti..masih ada waktu kita makan dl..mas terlihat baik baik saja semoga anak buah davian bisa menjaga mas"
"bolehlah..mereka juga tidak terlihat membawa senjata"
"kita ga tau bro..mungkin disembunyikan"
"bisa jadi.."
tak lama makanan pesanan mereka datang..rico makan sekotak berdua dengan istrinya.
rio dan sifa duduk dimeja makan bersama rangga..rangga makan sambil fokus pada laptopnya.
sehingga tak melihat apa yg rio dan sifa lakukan saat makan.
tapi dina yg sudah tau hanya tersenyum memperhatikan rio dan sifa..
mereka menggemaskan batin sifa..
"ada apa mi..kok senyum.senyum"
"ga ada apa apa pi..mami.seneng aja"
"ohhh..kirain"
dina sudah janji pada sifa..kalo ga akan cerita cerita soal hubungan sifa dan rio pada siapapun..
sesekali sifa menyuapi rio makananya begitupun sebaliknya bahkan mereka minum satu botol berdua..anehnya hanya dina yg menyadari itu..
ah..mereka memang sweet batin dina.
"fa..ntar malem aku berangkat ya"
"katanya besok"
"bos ngajak ntar malem..kamu disuruh bos nemenin ibu bod selama kami pergi"
"kenapa..sifa nanti ngantornya dari sana"
"sifa ga usah ngantor..bawa aja peralatan kerjamu...nanti aku email apa apa yg mesti kamu kerjain"
"sifa kerja dirumah pak davian"
"he em..ga papa kan..sambil nunggu aku pulang"
__ADS_1
"he em ga papa pak"
rio mengelus kepala sifa..dan mereka tersenyum..sekali lagi dina melihatnya..dan dina pun tersenyum.
selesai makan rio dan sifa pun pamit..
"kita jalan dulu ya bro..ntar aku kabari..cepet sembuh ya din"
"he em..makasih yo..sifa"
"sama sama mbak.."
"oia fa..aku boleh minta nomer kamu"
"tentu mbak.."
sifa mengetik nomer hpnya dihape dina
"sudah mbak"
"sering kabar kabar ya fa"
"baik mbak..mari sifa balik dl ya"
"he em..dijagain yo"
rio hanya tersenyum dan melirik sifa..
sebelum rio dan sifa keluar ruangan ..ada yg mengetuk pintu..
tok..tok..tok..
rangga bangun dari duduk nya dan membukakan pintu..
terlihat dokter dan seorang perawat masuk.
"hah..dia.."rio dan rico saling pandang..itu kn
cewek tadi..ooo..dia perawat disini.
di tag namanya tertulis NISHA HUMAIRA.
muka rangga langsung berubah..rangga dan nisa saling pandang seperti menabuh genderang perang..rio dan rico ingin ketawa sebenernya..tapi ditahan karena ada dokter aditya disini..
"sus..mana hasil laporanya"tanya dokter itu pada nisa..nisa tidak memperhatikan..nisa masih asik komat kamit sambil melihat rangga..
dokter aditya memperhatika asistenya..
"eheeemmm..nisa"
"eh..saya dok maaf"rio dan rico terlihat menahan tawa..sifa memukul lengan rio..
dan menunjuk mulutnya supaya diam
"nisa..ada apa"tanya dokter adit..
"ga ada apa apa dok..saya cuma merasa ada mahluk halus disini"jawab nisa asal.
"hah..mahluk halus..ngayal kamu"
dokter aditya memeriksa hasil lap dan laporan keaehatan dina kemarin dan membadingkanya dengan hari ini.
"hasilnya sudah bagus bu..smg seperti yang kita inginkan ya bu..sementara ibu sabar dl dan istrirahatlah dengan baik"
"makasih banyak dok"
"sama sama..saya permisi dulu"
dokter itu menterahkan amplop ke nisa...dan pergi pamit dulu..
nisa terlihat masih mengecek infus nisa dan menuliskan sesuatu di laporanya.
lalu pamit..
"saya permisi dulu pak bu..makasih"
"hemm...ehh..tunggu tunggu sus"rico iseng
"nama kamu siapa"
"saya nisa pak"
"udah punya pacar belum"
"maaf pak saya tidak bisa memberi tau informasi pribadi saya"
"emm..kalo belum temen saya mau kenalan sus"
mata nisa melotot pada rico..woh..galak banget ni cewek..
"ga sus..ga..aku becanda aja"
"kalo gt saya permisi..selamat siang"
"heemmm"
sebelum keluar nisa melirik rangga dan seolah ingin menelanya..
rio dan rico ketawa ngakak...sifa dan dina heran.
"rangga...elo mahluk halus"
"apaan sih"
...
__ADS_1
**bersambung****