Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Pernyataan Cinta Rangga


__ADS_3

Lama Nisa dan Rangga saling menatap,Nisa ga habis pikir kenapa Rangga menawarkan dirinya untuk menjadi ayah dari babynya,


Nisa tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum Nis,apa aku boleh jadi papa babymu"


"Kamu jangan bercanda Ga"


"Nisa,tatap mata aku apa aku kelihatan bercanda heemm"


Nisa menunduk,Nisa bingung harus menjawab apa.


"Kalo kamu Ga jawab,aku akan cari jawabanya sendiri"


Nisa masih tak bisa bicara,seolah semua kata katanya tertahan ditenggorokan.


Nisa hanya menelan salivanya ketika Rangga semakin mendekatkan wajahnya.


Rangga sudah menempelkan hidung mereka.Nisa membuka matanya dan memalingkan wajahnya.


Rangga memegang tengkuk Nisa agar kepala nisa terkunci,Nisa menahan dada Rangga,namun seolah semua sia sia,Nisa tak mampu menahan tatapan mata hazel Rangga.


Sebuah ciuman lembut mendarat di bibir Nisa,mata Nisa terbelalak,Nisa terkejut dengan keberanian Rangga menciumnya.


Nisa tak membalas ciuman itu,Rangga melepaskanya,mata mereka saling menatap lagi,Rangga menyatukan bibir mereka kembali,kali ini Nisa berani membuka sedikit bibirnya sehingga Rangga leluasa memangut lembut bibir Nisa.


Nisa merasakan wajahnya menjadi panas,Nisa masih diam.mungkin ini pengalaman pertamanya batin Rangga.


Rangga melepaskan ciumanya dan memeluk Nisa erat,Nisa menyembunyikan wajahnya didada Rangga,Nisa menemukan ketenangan disana.mulut mereka memang tak berbicara,tapi tubuh mereka mengisaratkan mereka ingin saling memiliki.


Rangga menggendong baby Nisa masuk ke kamarnya.


mau ga mau Nisa mengikutinya.


Nisa ingin melarangnya tapi entah mengapa keberaniannya hilang.


Rangga membaringkan baby Nisa diranjangnya.menyusun bebeberapa bantal agar baby nisa tidak bangun.menyelimutinya agar sibaby merasa ada yg memeluknya.


Rangga menggandeng Nisa untuk duduk disofa,Rangga menatap intens ke wajah Nisa.jujur Nisa sangat gugup.


Nisa masih tidak berani protes,Nisa masih diam,Nisa tidak tau harus berbuat apa,tubuhnya terasa kaku,jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.


Rangga hendak melepaskan semua baju Nisa tapi Nisa menolak


"Ga..no..stop..plis"


Rangga tersenyum


"Apa.kamu takut"


"Iya Rangga,ga.aku ga mau kayak gini"


Nisa mulai gemetar,Rangga tersenyum nakal.


"Kamu mau apa ga"


"Aku hanya mau tau apakah kamu juga menyukaiku"


Rangga plis.jangan paksa aku..kamu membuatku takut


"Oke sekarang kamu jawab pertanyaan aku,kamu cinta ga sama aku"


"Rangga pliss,.ijinkan aku pulang"


"Ga,aku ga ijinin kamu pulang,kamu belum jawab pertanyaan aku"


"Rangga pliss..hiks..hiks.."


Rangga duduk didepan Nisa,memegang erat tangan Nisa,Rangga tersenyum.


"Kamu takut"


"Iya Rangga jangan seperti ini"


"Heemmm...aku hanya menciumu saja kamu sudah ketakutan begitu..apa lagi kalo aku nekat"


"Tidak rangga,jaangan,aku mohon"


Rangga bahagia,Rangga bangga pada Nisa,Nisa maampu mempertahankan sesuatu yang sangat berharga.


"Thanks u honey.aku sudah dapat jawabanya..besok kita nikah ya heemm"


"Kamu yakin ga"


"Hemm"


"kita baru kenal ga"

__ADS_1


"Tapi aku udah yakin sama kamu,aku mau jadi papa dari babymu Nis,dan anak anak kita kelak"


"Ka,apa ini tidak terlalu cepat kita baru kenal ga aku ga mau kamu cium cium aku lagi kayak tadi."


"aku tau Nis,maaf aku khilaf aku ga mau kejadian seperti ini terulang lagi makanya aku ngajak kamu nikah..biar kita nglakuinya halal kamu mengerti"


"he em"Nisa mengangukan kepalanya..


"Besok aku lamar kamu ke orang tua kamu ya"


"he em"Nisa mengangguk dan tersenyum.


"Sekarang mandilah ambil baju gantinya diruang ganti itu ya."


Nisa masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya,Nisa keluar menggunakan kimono handuk Rangga,Rangga tersenyum merasa lucu.


Rangga menghampiri Nisa dimeja rias.


Rangga menyalakan haidrayernya,dan mulai membantu Nisa mengeringkan rambutnya.


"Nah udah kamu masuk keruang ganti aja heemm cari baju yg bisa kamu pakai aku akan mencuci bajumu dan mengeringkanya"


"jangan ga kamu laki laki biar aku cuci sendiri aja"


"Aku memasukanya kemesin nisa"


"Kirain"


cup


Rangga mengecup bibir Nisa sekilas,Rangga gemas,Nisa menuruti Rangga masuk keruang ganti.


Nisa sangat kagum dengan baju baju Rangga,semua tersusun rapi.


Ketika Rangga masuk ke kamar ganti rangga tersenyum.


"Kok belum ganti.kenapa"


"Ga tau mau pakai yg mana"


"Kamu pakai baju bobo aku aja heem"


Rangga mencarikan cd untuk Nisa "nih pakai"


"Itu kan punya kamu.."


Nisa menutup dadanya"jangan.."seru Nisa.


"Makanya pakai"


"Nanti mlorot"


"Enggak ini kecil kok.aku ga muat.makanya ga aku pakai"


"Baiklah.."


Rangga mengambil kaos oblong dan trening lalu meningalkan Nisa sendiri agar nisa nyaman.


Rangga masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya..dikamar mandi Rangga tersenyum,mengingat kenekatanya sekarang.


Hah,ahirnya aku akan punya istri guman Rangga,Rangga keluar dari kamar mandi.


Rangga duduk diranjang sambil selonjoran,Rangga membuka ipadnya dan mulai mengerjakan tugasnya.


Nisa keluar kamar ganti dan menghampiri rangga.


"Naik sini Nis,bobo sini"


Nisa menurut,Nisa merebahkan tubuhnya di tengah tengah antara baby dan Rangga.


"Bobolah,aku akan menjaga kalian.."


"Apa pekerjaanmu masih banyak"


"Ga,aku hanya mengecek jadwal bosku.supaya bisa cari waktu buat ketemu orang tua kamu"


"Ga.kamu yakin"


"Tentu honey"


"Apakah aku masih boleh kerja kalo udah jadi istri kamu"


"Ga masalah Nis,yg penting kamu bisa ngatur waktu aku mau aku dan sibaby tetap jadi prioritas kamu"


"Mas"


"Hemm..kamu panggil aku apa"

__ADS_1


"Mas.."nisa tersenyum malu


"Aku suka panggilan itu,tapi aku lebih suka kalo kamu panggil aku pa agar kita sama sama merasakan kehadiran si baby"


Nisa tersenyum..


"Makasih ga,kamu sudah mau terima kami"


"Kok ga lagi,pa honey"


"Iya pah"


Cup,Rangga mengecup bibir Nisa gemes.


"Sibaby namanya siapa Nis"


"Aku memanggilnya baby oi"


"Loh emang namanya siapa"


"Bundanya namanya loli ga,aku biasa manggil bundanya kak oi"


"Oohh,nama lengkapnya"


"Aku belum memberinya nama aktenya juga aku belum bikin.aku belum sempet menggurusnya"


"Bolehkah aku yg memberinya nama"


"Apa kamu mau pa"


"Tentu.mulai hari ini aku papanya. emm aku kasih nama ALvaro daniswara,gimana kamu setuju..kita panggil dia baby Al heemm"


"Alvaro Daniswara.."


"Heemm,Daniswara adalah nama belakangku"


"Oh ya.."


"Iya..namaku Rangga Daniswara putraku Alvaro Daniswara oke"


"Baiklah pa,uka suka papa aja"


"Kamu menggemaskan Nisa.."


Nisa tersenyum.


"Apakah nanti orang tua papa akan setuju dengan kita"


"Mereka pasti merestui kita Nis..umi dan abiku sudah ga ada"


"Ya Allah,Nisa turut sedih pah"


Rangga tersenyum.."kamu manis sekali ketika memanggil aku pah,aku suka Nis"


"Nisa malu.."Nisa memukul dada rangga manja.


"Besok kamu siapkan berkas berkas pernikahan kita ya sama surat lahirnya baby Al nanti aku urus sekalian"


"He em"


"Ya udah sini aku peluk kamu bobo gi"


"Heeemmm,aku bahagia Nisa,aku mencintaimu honey aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu"


"Aku juga pa aku juga cinta sama papa cowok sinting ku hehe"


"Apa itu julukan kesayangan untuku"


"Hehehe..."


"Baiklah tapi aku tak mau memanggilmu cewek bar bar lag kamu hellokityku"


"Suka suka papa aja"


"Heemm,mari bobo sudah malam,aku takut nanti khilaf lagi"


"Aku yakin papa pasti bisa nahan sampai hari H ya pa"


"Insya allah sayang"


cup


Rangga mencium kening Nisa dan mulai memejamkan matanya.


Rangga memeluk Nisa dan mereka tidur bersama,saling memeluk,sekarang rangga mempunyai tanggung jawab atas mereka.


Semoga aku bisa membuat kalian bahagia,batin rangga.

__ADS_1


**bersambung***


__ADS_2