Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
first kiss


__ADS_3

rio sedang membuat sarapan..sifa baru keluar kamar..sifa sudah siap dengan kostum ke kantornya..kemeja marun dan rok motif putih selutut dengan motif kotak kotak..


dengan sepatu tingginya.


wow cantik batin rio...tapi salah kostum neng..


"pagi pak"


"pagi"


"alhamdulilah ga heemm lagi"


"emang kenapa..kan yg penting jawab"


"pak..ini tadi yg bikin bpk"


"lalu kamu pikir"


"masya allah pak..kalo sekarang saya ft bapak terus saya kasih ke temen temen saya pasti mereka heboh..haha"


"enak aja..emang saya apaan"


"bapak pangeran mereka"


"sembarangan"


"pak..saya boleh ft ya..1 kali aja...ya..ya.."


"kalo kamu dapet ft saya..


lalu saya dapat apa dr kamu"


"nanti saya traktir makan siang pak..serius..ya pak"


rio tertawa..


"sebenernya yg naksir saya itu kamu apa temen temen kamu sih..yg heboh kamu"


"ya kan kami perempuan normal pak.."


"oke..saya ijinin kamu ft saya..saya dapat kiss dari kamu gimana"


"hah...ga..ga..ga ga jadi"sifa menutup mulutnya..


"berat kan..sama saya juga..ya udah ayo jalan"


"baik pak.."


rio mengambil kunci mobil dan tas kerjanya..


rio berhenti mendadak..sifa menabrak punggung rio.


"aduh pak.."


"kita mau ke proyek..kamu yakin mau pakek baju itu.."


"ke proyek pak..kenapa bpk ga bilang dari tadi"


"5 menit..lama saya tinggal"


rio blm selesai ngomong sudah lari duluan.


rio menunggu sifa di mobil..sifa terlihat berlari lari takut di tinggal rio..rio senyum senyum..


kita buktikan nona apakah benar dihati kamu ga ada aku.


sifa membuka pintu mobil dan membukukan badanya.."maaf pak"


"ya"


sifa duduk dan merapikan rambutnya..


rio melirik sifa..dia menggemaskan..


"kamu siap"


"siap pak"


di proyek terlihat masih hamparan tanah..ya mereka akan mendirikan sebuah hotel mewah disini..


sifa terlihat memegang tab nya dan mencatat semua perbincangan rio dengan arsitek dan kontraktor mereka..


jujur sifa agak risih. ...kontraktor itu matanya jelalatan...badanya juga didekat dekatin ke sifa..rio yg melihat itu langsung mengandeng sifa..rio tau sifa tidak nyaman dengan kontraktor itu..


disela sela perbincangan mereka kontraktor itu meminta kontak pribadi sifa..sifa melhat ke arah rio seolah minta perlindungan.


"maaf pak..jika ada yg ingin anda tanyakan langsung ke saya saja..sekertaris saya tidak ada wewenang menjawabnya"


huff..trimakasih pak..batin sifa..


sifa dan rio pun pamit undur diri..


dimobil sifa berterimakasih pd rio karena telah melindunginya.


"makasih banyak pak"


"gitu tadi bilangnya perempuan normal..dipepetin cowok takut"


"ya kan lain pak..saya jg pilih pilih lah pak..mesti normalnya sama siapa"


"maksudnya"


"kalo ama cowok kayak gt saya ga bisa normal..pengen saya pukul aja tadi..kalo ga ada bapak udah saya injek kakinya"

__ADS_1


"knp ga kamu lakuin malah ngliatin saya"


"saya kan lagi kerja pak..ada atasan saya..saya ga mau bikin bpk malu..nanti bpk dikatain punya sekertaris bar bar gimana"


"hahaha.."


"kok bpk ketawa sih"


"kamu kalo marah lucu.."


sifa diam..."kita sholat dulu.."


rio memberhentikan mobilnya..


"kamu ga turun"


"ga pak..saya libur"


"oo..oke bentar ya"


10 menit kemudian..rio pun datang..


"pak..barusan pak davian tlp..beliau minta kita ke hotel xxx..klien dtg ke indo..pak davian minta pak rio mewakili beliau menemui klien itu"


rio mendengarkan dan sambil makai jas nya kembali..


"jam berapa beliau bisa ditemui"


"sekarang beliau ada pak ditempat"


"okey.."


rio melajukan ke tempat yg dimaksud sifa..mereka pun menuruni mobil..perasan sifa kurang nyaman..


saat di lif..sifa melihat pantulan dirinya dikaca..


"oh my god..tembus"


rio yg melihat sifa panik bertanya..


"kamu kenapa"


"anu pak"


"anu kenapa"


"saya..tembus"sifa malu mukanya sangat merah


"oohhh..coba lihat..banyak ga"


"gaaaa.."


rio tersenyum..


duhh...pak rio rio mau kemana..ya..hotel ini memang gabung dengan mall..ternyata rio membeli baju untuk sifa..beserta.dalemanya serta pembalut..


rio kembali membawa paper bag..


"ni kamu ganti"


sifa dari tadi tak berani duduk..tapi pelayan restoran itu ada yg mengerti dan memberikan koran padanya agar tidak tembus di kursi.


"kenapa ga bangun"


"toiletnya jauh pak"


"lalu"


"saya kan malu pak..tembusnya udah banyak"


"ya ampun kamu merepotkan sekali.."


"bangun"


sifa menurut dan bangun..rio membuka jas nya dan mengikatkanya di pinggang sifa..


"pergilah..ga pakek lama"


"baik pak..makasih"


rio menunggu sifa ganti pakaian yg dia belikan tadi..wow..dia cantik banget..batin rio.


"maaf pak lama..nanti saya ganti uangnya"


"ga usah..nanti pulang kamu kasih saya ciuman aja"


"ga..ga mau..ganti aja"


rio sangat senang menggoda sifa..


mereka pun bertemu dengan orang yg dimaksud bos mereka..rapat berjalan dengan lancar..


huff hari ini melelahkan sekali..malu juga iya..duh sifa sifa kamu bodoh sekali.


"pak..tadi bapak pilih pilih daleman buat saya"


"kenapa"


"malu pak."


"ga..tadi aku suruh mbak mbak kok beli..aku cuma beli dres nya aja"


"ooo..syukurlah..nanti sampai rumah sifa ganti pak uangnya..dan trimakasih banyak buat hari ini..bpk udah nglindungi saya dan membantu saya.."

__ADS_1


"sama sama"


mereka pun senyum senyum malu..dan sibuk dengan pikiran masing masing..


sampai rumah mereka pun masuk kamar masing masing..kenapa ini..barusan ketemu dia..tapi kangen banget rasanya..apakah aku jatuh cinta padanya...batin sifa..


huff..dia sangat menganggu pikiranku..apakah aku jatuh cinta padamu fa..


san..maaf kan aku..tapi sifa sudah mengantikanmu honey..apa kamu marah..


tiba2 terdengar seseorang mengetuk pintu rio..


rio membuka pintu dan melihat sifa memakai baju tidur.


"ada apa fa"


"saya mau bayar baju saya pak"


"masuk"


sifa pun masuk dan menaruh uang itu di meja kerja rio..


"permisi pak"


rio mencekal tangan sifa..rio memposisikan dirinya sangat dekat dengan sifa..rio ingin menyakinkan dirinya apakah benar dia sudah melupakan sandra.


rio memegang dagu sifa..mata mereka saling menatap..rio menatap binar cinta dimata sifa..


enteh keberanian dari mana. rio pun mendaratkan bibirnya ke bibir sifa..hanya sekilas..sifa memejamkan matanya seolah pasrah.


"pak..ini salah"


"kenapa"


"bukankah kamu bilang kalo normal"


"pak..jangan membuat saya takut"


"buktikan kalo kamu normal"


rio memeluk pinggang sifa dan membuatnya semakin dekat..rio memegang tangkuk sifa dan ya..


mereka berciuman..ciuman yg sangat dalam..sangat lama..saling memangut saling mengecup..seolah mereka mengatakan miliki aku.


rio melepaskan ciuman itu..


"mulai hari ini kamu miliku..apa kamu mengerti"


"iya pak"


"pergilah..jangan tidur malam malam"


sifa bejalan keluar...rio mencekal tangan sifa..


"kenapa pak.."


"ambil uangmu kembali"


"tapi pak"


rio menatap sifa..ada rasa lain..sifa menurut..


sifa menunduk dan melewati rio..


sifa membalikan badanya..dan memeluk rio..


"pak"


"hemm"


"bapak harus bahagia"ucap sifa sambil menangis.


"apa kamu bisa membuatku bahagia"


"saya akan berusaha pak"


"apakah kamu mampu menerimaku fa...sedangkan dihatiku ada wanita lain"


"aku tau pak..aku ga akan memaksa bapak untuk menerima dan mencintai saya..bapak mengizinkaan saya dekat dengan bapak sajaa itu sudah suatu kebanggaan tersendiri pak..kalo boleh saya sarankan bapak memang tidak harus melupakan kekasih baapak..tapi bpk harus mengiklaskanya..dia ga akan senang jika bapak begini..


dan yg harus bapak ingat..saya siap kapanpun bapak membutuhkan saya..saya akan selalu ada untuk bapak..bapak mengerti"


rio terlihat diam..mata rio berkaca kaaca..air mata itu ahirnya jatuh.sifa menghapus air mata rio..sifa menjijitkan kakinya dan mencium kening rio..mencium kedua kelopak mata rio..mencium pipi rio..lalu mendaratkan bibirnya ke bibir rio..mereka berciuman lagi dan lagi.


entah...dari mana sifa mendapatkan keberanian itu.


"bapak tidurlah dulu..saya akan keluar kalo bpk sudah tidur"


"ga fa..itu bahaya buat kamu"


"ga pak..saya percaya bapak bisa menjaga saya"


rio merebahkan tubuhnya ke ranjang..sifa pun baring di sebelah rio..sifa mengelus elus punggung rio..


"tidurlah pak"


"maukah kamu memeluku"


"tentu pak"


ahirnya mereka terlelap sambil berpelukan.


**bersambung**

__ADS_1


__ADS_2