
Dibutik Nayla sudah menyelesaikan deadline nya.
"Alhamdulilah Ya Allah,ahirnya selasai juga,huff...capeknya"Nayla ingat sesuatu,Nayla mengambil ponsel ditasnya.,Nayla tersenyum dia mau menghubungi adeknya dan menangih janji lintang padanya.
tut. tut tut.
Ah tersambung.
Nayla tersenyum dan setia menunggu.
"Hallo kakak ku yang syantik,apa kabar"sapa Lintang di ujung telpon.
"Kakak baik de,maaf semalem ga sempet bales chat kamu."
"Iya adek ngerti,gimana keadaan ibunya captain kak"
"Udah baikan,beliau udah sadar mungkin tiga atau empat hari lagi udah boleh pulang,gimana kamu dapat cuti kapan."tanya Nayla.
"Senin ini kak,tapi adek cuma dapat cuti empat hari."jawab Lintang.
"Ya udah kalo gitu kakak booking tiket pesawatnya sekarang ya"
"Ya kakak, adek ga mau naik pesawat,naik bis aja,kita bisa menikmati pemandangan alam kak."
"Oke kalo kamu mau nya gitu"
"Okesipp ,Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam"
Nayla tersenyum mendekap ponselnya,kali ini dia akan pulang bersama adeknya,pasti menyenangkan sekali batin Nayla.
**
Dirumah sakit.
Rezza terus melihat hape nya, dia menunggu pesan dari pemilik hati, tak lama yang dirindukan pun berkirim pesan.
Drrttt drrttt
Nayla
"Mas,aku udah sampai butik,tadi langsung ketemu klien dirumahnya,maaf lupa ngabari"
Rezza
"Iya ga papa.,paku nunggu nunggu dari tadi.."
Nayla
"Mas udah makan"
Rezza
"Belum,kamu udah belum.."
Nayla
"Udah mas,ya udah mas makan dulu gi,nanti sakit lagi"
Rezza
"Sekarang aku ga takut sakit,kan ada kamu yang jagain"
Nayla
"Dih,kan belum halal,dilarang deket deket atuh mas"
Rezza
"iya iya .kapan kamu siap dihalalin?"
Nayla
"Sekarang juga boleh"
tezza
"Bener nih"
nayla
"Au ah".
Rezza
"Loh,tadi nantangin kok sekarang ngambek"
Nayla
"Daa...see u"
Rezza
"See u too emuah"
Nayla ga membalasnya lagi.padahal Rezza menanti balasan ciuman nayla.
"Yah."batin rezza
Dasar aneh,lucu kamu,mami papi dan Rico memperhatikan tingkah Rezza yg senyum senyum sendiri.
"Asyik nya yang punya ayang beb"celetuk Rico.
"Apa sih kamu dek"
"iya iya,adek ngerti mas"
"Makanya sana cari pacar, jangan didepan laptop mulu"Tangkis rezza.
"Heeemmm, mi, pi, yang udah punya sekarang nantangin.."
Rezza hanya melirik adeknya sambil senyum senyum.
"Oia za,kapan kamu mau mulai bantu papi.."
"Eemm Insya Allah awal bulan depan ya pi,Ezza resagn dulu.."
"Oke papi pegang kata katamu"
"Asal Ezza boleh nikah bulan ini"
Hahahahahahaha, semua tertawa, terkejut atas permintaan rezza.
" Oke,siapa takut.,kita kan udah pengen punya cucu ya mi."jawab papi Rezza mantap.
"Eh mi,ngomong ngomong orang tua calon mantu kita tinggal dimana.."
"Mami ga tau pi,belum pernah nanya,tapi adeknya itu krunya Ezza dimaskapai.."
"Oo adeknya pramugari kamu za"
"Iya pi.."
"Oh.,mbak Nay punya adek,boleh tu mas buat aku hahaha"kata rico asal asalan.
"Deketin sendiri.."
"Haha ga mas adek nanti nanti aja"
Tak lama berselang terdengar bunyi pintu diketuk.
__ADS_1
tok tok tok
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Ternyata kru Rezza dimaskapai pada dateng.
Mata Rico jadi bening lihat beginian,Rezza langsung menyenggol sikut adeknya.
"Mata dikondisikan"
"Pantesan mas betah,temenya begianian semua"bisik rico.
"Diem kamu.."
"Heheh.."
Suara kakak beradek itu memang ga terlalu kedengeran.
"Sore om, tante mas, capt"Sapa mereka.
Mereka bergantian bersalaman.yang datang ada Lisa,Dewa,lintang dan Sania
"Maaf om tant,semua ga bisa ikut,mereka titip salam buat tante semoga cepet sembuh."kata Lisa
"Iya sayang ga papa.,kalian doain aja tante udah seneng"ucap ibu Sinta.
"Oia mana ni yang adek nya Nayla"tanya mama Rezza.
"Saya tant.."jawab Lintang.
Muka Rico langsung bersemu merah.
"Kamu mirip banget sama kakakmu"ucap mama Tezza.
"Namanya juga kakak adek mi.,mami ni bisa aja "celetuk papi Rezza.
"Serius papi,mami kira kembar lo"
"Hehe,ga tant, kami cuma beda tiga tahun."
"Ooo..."
"Ric,tu,katanya mau sama adeknya,udah sono deketin."ucap Rezza nantangin, Rico tersipu malu.
"Apaan sih mas.."
"Tadi nanyain,giliran ada orangnya malu"
"Isssss mamas"
Hahahahaha mereka tertawa bersama melihat kekonyolan kakak adek itu.
Selang setengah jam mereka pun pamit.
"Kami pamit dulu ya tant,jam enam nanti saya sama lisa harus terbang"kata Lintang berpamitan.
"Baiklah sayang hati hati kerjanya ya"mereka bersalaman bergantian.
Giliran rico dan Lintang bersalaman..cie babang rico,mukanya,hehehe
Rezza pun ikut berpamitan,dia mau pulang mandi dan berganti pakaian,papi ikut pulang juga,tinggal Rico yg menunggu ibunya.
Rico lagi bersantai disofa sambil memainkan ponselnya.ibu Sinta sudah terlelap,efek minum obat barusan
Rico mau memejamkan mata tapi laper,Rico mendengar ada yang mengetuk pintu,Rico pun beranjak membukakan pintu untuk tamunya.
"Assalamualaiku"sapa Nayla dengan senyum manisnya.
"Waalaikumsalam eh mbak Nay.."balas Rico.
"Rico kan"
"Tante gimana.."
"Kata dokter udah baikan"
"Tadi dari butik langsung kesini mbak"
"Ga Aku pulang dulu,oia Rico udah maem belum"tanya Nayla.
"Belum mbak nungguin mas,kata nya mau bawain sekalian baju ganti"
"Aku ada bawa makanan kamu mau."
"Boleh mbak rico dah laper banget ni"
"Oke,tunggu ya,aku siapin dulu"
Nayla pun menyiapkan makanan untuk rico,tiba tiba Rezza dateng.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.."
"Udah lama Nay"
"Belum mas,baru aja tante masih tidur kayaknya"
"Iya,kamu mau ngapain."
"Rico laper katanya,ni Nay mau siapin,mas Rezza mau juga"
"boleh kamu beli apa masak ni Nay"
"Nay beli mas,Ga sempet masak tadi"
"kamu dah makan belum.."
"Belum mas.."
"Ya udah bareng aja kita ni aku ada bawa juga"Rezza kenyerahkan bawaanya pada Nayla juga.
Mereka bertiga pun makan bersama.
Tidak ada suara hanya Rezza yang sering melirik pujaan hatinya.
Seandainya ga ada rico sama mami udah mas cium kaamu.batin rezza
"Alhamdulilaah.,kenyang enaak banget punya kakak ipar yang tau kondisi adeknya"
"Heemmm..modus"
"Mbak Nay...."
"Yaa..kenapa."
"Kan kitaa kenal duluan,kok mbak Nay pilih mas sih"
"Kamu masih belum cukup umur,kuliah aja ga kelar kelaar haha"ledek Rezza.
"Kuliahku belum ga kelar mas,tapi aku tunda, demi bantuin papi ntar kita gantian, mas bantuin papi aku kelarin kuliahku capek mas. bolak balik mau netep disana papi ga ijin,hah nasib "rico mengeluh Rezza hanya tersenyum.
"Iya iya bentar lagi mas
gantiin"
Lama mereka ngobrol.
Tak terasa udah menunjukan pukul 9 malem.
__ADS_1
"Mas,Nay pamit ya"
"Ya udah ayo mas anter"
"Tapi rico tidur tu mas"
"Ga papa nanti aku wa aja.."
"Oke.."
Mereka berjalan menuju parkiran.
"Mana kunci mobil kamu"
"Eh ga papa mas Nay bawa sendiri aja"
"Mulai nglawan mau mas hukum disini"
"Ah ga mas heemm kambuh"
Rezza hanya senyum senyum dan membukaan pintu mobil untuk Nayla.
Ahinya mobil Nayla meninggalkan rumah sakit,Rezza membawa mobil Nayla dengan kecepatan sedang.
" Nay boleh aku tau orang tua kamu tinggal dimana.."tanya Rezza.
"Ohh ayah sm mama tinggal dikota P mas,tapi mereka tinggal dipedesaan, mama sama ayah ga mau Nay ajak kesini, mereka lebih seneng di desa berdua duan gitu hehehe"
"Kapan kita mau mengunjungi mereka"tanya Rezza lagi.
"Aku sama Lintang Insya Allah senin besok mau pulkam mas"
"Hah..kok ga kasih tau.."
"La ini dikasih tau"
"Aku boleh ikut ga"
"Emang mas ga ada jadwal terbang.."
"Ada sih nanti gampang berapa hari kalian pulang"
" Empat harian paling mas"
"Naik apa rencananya"
"Lintang ngajak naik bis mas,katanya bosen dipesawat mulu hehe"
"Kenapa ga bawa mobil aja,kan kita bertiga bisa gantian nanti"
"Aku tanya Lintang dulu ya mas.."
"Oke.."
"Fix ni mas mau ikut.."
"Iya mau ketemu calon mertua kok"
Nay hanya senyum senyum mukanya memerah.
"Mas..."
"Heemmm"
"Maaf,tapi Nay harus jujur sama mas.."
"Tentang apa"
"Tentang rasa Nay ke mas"
"Kenapa kamu ragu"
"Iya mas"
"Ga papa mas siap kok nunggu mantep nya kamu"
"Mas,sebenernya.."
Tiba tiba ponsel Nayla bergetar.
Drrtt drrtt
"Ini Lintang mas"
"Ya udah angkat aja"
"Oke bentar ya"
"Heemm"
"Asslamualaikum dek,kenapa"
"Waalaikum salam kak.,kakak dimana..?"
"Kakak dijalan.,ni dari rumah sakit.."
"Kakak nyetir"
"Ga.."
"Loh sama siapa"
"Ada sama temen kakak ada apa"
"Ga adek cuma mau bilang adek ga bisa pagi cutinya kak jam empat sore baru bisa bebas tugas.."
"Ya udah ga papa kakak juga belum pesen tiketnya oia gimana kalo kita turing pulkamnya ada yang mau bantuin nyetir katanya"
"Siapa kak.."
"Ada ntar kamu juga tau"
"Oke deh adek lanjut kerja lagi ya honey dada kakaku sayang emuah Assalmualaikum"
"Heemm Waalaikumsalam"
Nayla tersenyum tak terasa mereka pun udah sampai rumah nayla.
"Oke Nay kita udah sampai"
"Thank ya mas,.mas bawa aja ntar mobilnya"
"Kenapa kamu takut aku ga bisa balik"
"Bukan gitu mas,kayak nya mau hujan kan"
"Iya mas tau,heemmm tadi mau cerita apa"
"Udah malem mas ga baik buat kita kalo lama lama berduaan"
"Iya kamu bener ya udah masuk gi.."
"Mas hati hati ya dijalan"
" Iya sayang..i love u"
"Love u too mas.."
Tak lupa Rezza memberikan kecupan dikening Nayla.,heeemmm bikin jantung mau copot aja mas mas.
Nayla masuk kerumah dengan berbagai pikiran yg melayang aku harus jujur sama mas Rezza,aku ga mau kedepanya nanti ada apa apa.
__ADS_1
Hufff capeknya
**bersambung***