Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
davian meminta mereka kembali


__ADS_3

ternyata sudah sebulan rio dan sifa tinggal di kota B...dan itu berarti sudah 2 hari rio menikah dengan sifa..


"huffff...ga ada rio repot juga saya..mending saya suruh balik aja mereka..saya comblangin disini"


okeeyyy...fix suruh balik aja.


tut...tut..tutt..


"hallo pak..selamat siang"sapa rio


"siang yo..aku mau kamu sama sifa balik ke jkt besok ya..disini banyak sekali pekerjaan..saya pusing ngatur waktunya"


"baik pak saya dan sekertaris saya akan balik besok"


"kalian ikut penerbangan terahir aja..masih ada satu meeting lagi kan dengan mereka"


"betul pak..sepertinya sifa sudah email ke ela..apa sudah sampai ke bapak"


"sudah...ada waktu 15 hari lagi yo..kamu balik dulu ga papa.."


"siap pak"


"kalian tidak berantem kan"


"maksud bpk..saya dengan sifa atau"


"iya..kalian"


"ga pak..kami baik baik saja..apa sifa mengeluh"


"tidak..saya tidak pernah tlp dia..kamu kabari saja dia suruh siap siap"


"baik pak..akan saya sampaikan"


davian agak lega..berarti mereka baik baik saja..bagaimana caranya bikin mereka jatuh hati ya...ah...nanti saja saya tanya sama sifa.


***


setelah menerima tlp dr big bosnya rio langsung menemui sifa dikamarnya..


dia tak ada didalem..kemana dia batin rio..terdengar gemricik air dari kamar mandi..ooo..dia sedang mandi..


rio berbaring di ranjang sifa..dan menutupi tubuhnya dengan slimut...semoga dia ga lihat aku.


sifa keluar dari kamar mandi..sifa hanya mengenakan handuk dan menggulung rambut panjangnya..sangat manis batin rio..dia selalu aja ceroboh..


aduh gimana aku bisa tahan lihat pemandangan kayak gini..andai dia ga lampu merah batin rio..


sifa tidak menyadari kalo rio ada dikamarnya..sifa melepas handuknya..sifa hanya memakai daleman saja..dia membuka lemarinya dan mencari piama tidurnya..lalu menjemur handuknya ditempatnya


sifa sudah memakai bajunya..melepas gelungan rambutnya..menyisirnya rapi..memakai handbody dan skincare nya..wangi batin rio..


sifa hendak bangit dari kursi dan merebahkan tubuhnya keranjang...sifa terkejut melihat suaminya sudah senyum senyum disana


"""aaaahhhhh..."""rio keluar dari selimut dan tertawa terbahak bahak.


"bapaaakkk...bapak nakal..ngagetin aja..kebiasaan"


sifa merajuk..


"maaf sayang" rio memeluk perut istrinya.


"tadi aku udah ketuk loh..ga ada jawaban trs ga dikunci ya aku masuk aja....lagian ceroboh mandi ga kunci pintu"


"au ah..lain kali ga ngagetin"


"iya sayang..sini peluk"


sifa pun memeluk suaminya..


"besok bos suruh balik..habis ini kamu packing gi..ntar aku bantuin"


"habis ini..ya sekarang aja napa"

__ADS_1


"kamu ga mau nyenengin aku dulu hem..hem"


goda rio sambil mengangkat alisnya..


"heemm..lagi"


"yes honey.."


"only kiss"


"baiklah.."


rio memeluk istrinya..kali ini rio ga nakal..dia menepati janjinya..


rio membantu istrinya packing..


"beb..daleman kamu lucu lucu"


"ih...ga boleh pegang..malu.."


"selera kamu manis"


"ga godain deh"


"besok kita balik..kamu ga pengen beli apa gitu disini"


"ga pak..saya sudah dapet yg saya mau"


"oh..ya dimana..perasaan kita bareng terus...aku ga pernah lihat kamu belanja tu"


"aku ga hobi belanja pak.."


"heemmm..kok aneh..biasanya cewek suka belanja"


"kalo saya suka belanja gimana saya bayar cicilan mobil pak..buat keperluan sehari hari juga kan..saya ga biasa kas bon"


"mulai sekarang semua kebutuhan kamu aku yg nanggung honey..kamu ga usah takut..ntar sampai jkt lunasi aja mobil kamu"


"ga ah pak saya bayar sendiri aja..lagian itu uang bapak..nanti bapak bisa pakai buat keperluan yg lain"


"istri bapak"


"jadi kewajiban saya ke kamu apa"


"iya iya..nurut..tapi ngomong 2 gaji bapak berapa..emang bpk punya tabungan banyak kok mau nglunasi mobil saya"


rio tersenyum..."kepo"


"lah..wajar atuh pak saya nanya..kan saya istri bapak"


"istri ya..kalo gt sini layani saya"


"ya kan..masih itu"


rio tersenyum..dan merapikan koper istrinya..


"kamu..mau atau pengen apa aja bilang..jangan ditahan ya..jangan takut..kalo saya bisa mampu saya pasti kasih"


"makasih pak..sifa sayang bapak"


"kira kira kapan. kamu bakal ubah kebisaan kamu panggil saya bapak"


"ntar kalo bapak udah bisa bikin saya mengandung buah hati kita"


"nantangin ya..sini"


"eeeiiittt...ga sekarang"


"makasih banyak honey..kamu merubah duniaku"


"sama sama pak..tujuan saya memang itu..saya pengen bikin bahagiain bapak.."


"kamu manis honey..rambut kamu harum"rio mengelus dan mencium rambut istrinya..

__ADS_1


"pak..kan lusa kita udah ngantor ni..apa sebaiknya kita rahasiai. hubungan kita dulu"


"boleh ga papa...ga enak juga saya sama pak davian..suruh kerja malah dpt istri..ntar kita kasih tau mereka pelan pelan gimana.."


"oke pak..saya juga ga mau kalo jadi bahan gosip"


"kamu..."rio mencolek hidung istrinya..


"pak..nanti dijakarta saya masih boleh kan hangout sama temen temen..saya ikut senam se minggu 3x pak..boleh ya"


"iya..ga papa..asal.kamu tau waktu aja"


"pak..nanti sifa masih ditempat sifa atau pindah ke tempat bpk"


"sementara kamu boleh ditempat kamu dulu..sambil mempersiapkan segalanya..nanti aku cari unit yg gedean..tempat aku yg sekarang sempit honey"


"pak..jangankan ditempat sembit..kita tidur dikarpet aja bapak ga bakalan sifa tinggalin"


rio tersenyum..rio beruntung dapat istri yg baik seperti sifa.


"makasih sayang..tapi aku mau tempat tinggal yg nyaman dan aman untuk istri dan anak anaku juga"


sifa memeluk suaminya..


"bapak harum..enak dipeluknya sifa suka"


rio tersenyum.


"sejak kapan kamu naksir aku"


"sejak saya lihat bapak pakai kacamata mungkin"


"hemm...benarkah"


"he em..bapak terlihat keren.."


"sama dia juga bilang begitu..kok saya jadi penasaran..sekeren apa saya dimata kalian kok kalian sampai ngomong nya sama"


"apakah kekasih bpk juga bilang bgt.."


"iya..dia sangat suka saya pakai kacamata"rio terlihat sedih mengingatnya..


"bapak ga boleh sedih..kasihan nanti dia beban..kami ga salah..bapak emang sangat tampan kalo pakek kacamata..tapi bagi saya bagaimanapun posisi bpk..bapak tetep tampan dimata saya"


"saya sangat mencintainya sifa saat itu..tapi dia pergi dan ga pernah kembali lagi..saya memimpikan hidup bersamanya..tapi dia melepaskan gengaman tanganya..bahkan dia sudah menyerahkan segalanya pada saya"


jederrr...bagai dihantam benda tajam..hati sifa sakit..ya sakit..berarti mereka sudah melakukan itu..


sifa tetap tenang..


"apa kalian pernah melakukanya.."


"apa kamu marah sifa..apa kamu menyesal sekarang..bukan hanya hatiku yg pernah ada orang lain..bahkan ragaku pun pernah dimiliki wanita lain..dan aku tidak jujur padamu sebelumnya."


"tidak pak..sifa tidak menyesal..tapi apakah kalian secinta itu sampai harus melakukanya diluar pernikahan"


"awalnya aku tidak berniat kearah sana sifa..tentu saja aku ingin menjaganya sampai kami benar benar halal"


"lalu.."


"apa kamu yakin ingin mendengarnya sifa"


"tentu saja"


"apakah tidak masalah"


"kita sudah sampai sini pak..ga ada gunanya lagi mundur"


"baik..saya akan kasih tau alasan saya melakukan itu padanya..."rio duduk bersila di hadapan istrinya


kalian tau..rasaku sekarang...aku sedang berperang dengan hidup dan mati..oh..rasanya sangat menyesakan..


**bersambung..**

__ADS_1


"


"


__ADS_2