Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
nayla mulai stabil..


__ADS_3

nayla masih nyenyak dalam tidurnya..ini adalah hari ke 3 dia tidur.


vano belum boleh menjenguk bundanya..daddy nya takut kalo vano ga aka kuat.


kondisi sangat memprihatinkan..kedua orang tua nay pun sudah ada dijkt..mama nya nay sangat shock..


orang tua mana yg tidak sedih melihat anaknya berjuang antara hidup dan mati..terlebih cucunya masih sangat kecil dan berbaring lemah didalam inkubator sama sama berjuang untuk hidup.


mama nayla menangis sesegukan.


dia selalu memanjatkan doa untuk anak dan cucunya..


selama nayla berada diruang icu rezza tak hanya tidur beberapa jam saja..itu pun dipaksa oleh davian dan rico..sedangkan istri rico.dina menjaga lintang.


dina bolak balik kerumah lintang untuk memeriksa anak anak lintang dan davian


davian juga tidak bisa meninggalkan istrinya..kadang mereka bergantian.


untuk urusan kantor mereka menyerahlan pada asisten masing masing.


"bro..sebaiknya kamu makan..nay ga akan suka kamu kayak gini"bujuk davian


"mana bisa nasi ini ketelen..lihat anak bibi gie gt bro"


"mas...ayolah...davian bener..dikit aja..yg penting mas makan.


biar kuat..biar bisa jagain mereka"ucap rico


rezza sangat kacau..terlihat rambutnya acak acakan..sama sekali jauh dari kesan keren yg selalu melekat pada dirinya.


dokter masuk ke dalam ruangan nayla..dan keluar dengan senyuman.


"keluarga ibu nayla"


"kami dok"jawab rico..


"suaminya"tanya dokter..


"saya suaminya dok"dokter menjabat tangan rezza dan tersenyum


"selamat pak..ibu sudah melewati masa kritisnya...tapi belum sadar..ini pengaruh obat yg ada didalam tubuh ibu pak..anda tidak perlu khawatir..mungkin 2 atau 3 jam kedepan ibu bisa sadar..jika ibu sadar tolong jangan terlalu diajak banyak bicara ya pak"


"baik dokter..trimakasih banyak"


jawab rezza sumringah..


"saya permisi.."


"baik dok silahkan"


rezza langsung memeluk rico dan davian bergantian..rezza ingin langsung masuk keruangan nayla..tapi rico mencegahnya..


"tunggu dulu mas..sebaiknya mas makan mandi dan ganti baju..mbak nay ga akan suka suaminya acak acakan kayak gini"


"iya iya baiklah"


rezza makan dengan lahapnya.


walau sedikit dipaksakan..rezza sangat bahagia dan menanti kesadaran nayla.


rico mengambilkan baju ganti untuk rezza..rezza mandi dan berganti pakaian di ruang vvip yg sudah dia pesa untuk istrinya.


rezza senyum sendiri..rezza tak sabar menunggu nayla sadar.


nayla menunggu diruangan nay..alat alat yg dipasang dituh nay sudah lepas.tinggal selang. oxigen yang maaih menempel di hidung nay.


"bun..bunda daddy kangen"ucap rezza sambil mengelus rambut nay..


"eemm..emmm"


terdengar suara nayla sedikit sadar..


"bun..ini daddy.."ucap rezza pelan..


nayla pelan pelan membuka matanya..rezza memberi kode rico untuk memanggil dokter.


dokter pun datang dan menanyai nayla.


"ibu nayla..benar'


"saya dokter"


"apa yg anda rasakan"


"ngantuk dokter"


"sebaiknya anda jangan tidur lagi oke..anda sudah 3 hari tidur"


"baiklah..saya ingin minum dokter"


"boleh..tolong beri dia minum"


lintang mengambilkan kakaknya minum dan memenerikanya pada rezza.dengan telaten rezza menyuapi nay minum


mereka semua sangat bahagia..nayla mampu melewati masa masa terberatknya.


"pak..bisa ikut ke ruangan saya"


"baik dok..lin titip kakakmu"


rezza mengikuti dokter ke ruanganya.


"silahkan duduk"


"pak..kami mohon maaf..kami benat benar minta maaf.."


"apa keadaan istri saya masih mengawatirkan pak"

__ADS_1


"benar pak rezza..kami harus tetap memantau kista yg ada dikandungan ibu.."


doktek memperlihatkan gambar gambar dikomputernya..


"apakah bapak mau berjanji pada saya.."


"janji apa dok.."


"jika luka ibu belum sembuh benar dan sehat betul tolong jangan berhubungan badan dulu dengan ibu"


"maksud dokter..saya harus puasa"


"betul pak"


"apapun dokter syaratnya..akan saya lakukan asalkan istri saya sehat dan selamat"


"anda yakin"


"maksud dokter"


"saya sudah tau anda sudah puasa selama 7 bulan ini hahaha"


"dari mana dokter tau..apakah istri saya yang memberi tau"


"tentu saja tidak..justru saya yang melarang nya..agar terhindar dari goncangan"


"astaga dokter..aku pikir itu pengaruh hormon kehamilanya tuhan bodoh sekali saya."


"bagaimana..anda bisa puasa sampai ibu benar benar pulih"


"baik dok"


"satu lagi pak...usahakan ibu tidak hamil lagi"


"caranya dok"


"anda bisa konsultasi lagi kesaya kalo udah siap"


"baik dok..terimakasih banyak"


nayla sudah dipindah ke ruang perawatan..disana sudah ada lintang dan suami.rico dan istri.


lalu rezza datang..


"gimana mas"


"alhamdulilah semua aman"


lintang davian rezza dan rico pamit..


rezza sangat berterimakasih karena mereka sangat setia memberikan dukungan padanya.


rezza menghampiri istrinya.


"bun..lain kali kalo ada apa apa cerita..daddy khawatir"


"iya dad..maaf"


"bunda...kamu cantik"


"makasih"


mata mereka saling menatap...


***dikantor rio sangat sibuk..davian menyerahkan hampir semua erusan kantor kepadanya..walau banyak yg membantunya..tetap saja dia haris memeriksa ulang..dia tidak mau bosnya kecewa.


rio ingin membuat kopi..pas sekali disitu ada sandra yg sedang membuat teh..


timbul ide iseng rio.


"hay"sapa rio


"hay juga.."


"mau dong kopi"


"boleh..gulanya seberapa"


"satu sendok setengah"


"oke"


"antar keruangan saya"


rio langsung pergi


dia kan bukan bos..nyebelin banget sih.


terpaksa sandra mengantarkan kopi keruangan rio..


begitu sandra masuk rio langsung menguncinya.


tentu saja itu membuat sandra ketakutan..sandra takut rio akan nekat seperti hari itu.


"yo..jangan macem macem..kalo ga aku treak"


"treak aja..paling kita langsung dinikahkan sa pak davian"


"rio plis"


"apakah kamu bener bener takut sama aku"


sandra diam dan masih berdiri di tempatnya..


rio mengandeng tangan sandra..rio menyuruh sandra duduk dikursinya.


sandra hanya menurut..

__ADS_1


"aku seneng san..kamu nurut sama aku..aku seneng dengan cara pakaianmu sekarang"


sandra hanya diam dan menunduk..sandra sangat gugup..terlihat sandra hanya memainkan ujung kemejanya.


"san...tatap mata aku"


sandra menatapnya..


"katakan apa kamu takut padaku"


"iya"


"apa yang kamu takutkan"


"aku takut..aku..aku.."


"apa kamu takut aku melecehkanmu lagi"


"ga"


"lalu"


"aku takut"sandra membuang pandanganya lalu menunduk lagi..


rio mengangkat dagu sandra..


"katakan..jangan takut...apa yang kamu yang kamu takutkan"


sandra menatap mata rio..


"aku takut..aku takut jatuh cinta padamu yo"


rio tersenyum..sandra bangkit dari duduknya..rio langsung memeluk pinggang sandra.


"san..apaah kamu merasakanya sekarang..apakah kamu.dengar detak jantungku"mereka terdiam dan saling menatap


rio menyatukan kening nya demgan sandra..sandra memjamkan matanya..


"i love u san...maukah kamu jadi kelasihku"


"haruskah aku menerimanya yo"


"ya honey.."


"tidak yo..aku tak pantas untukmu"


"why.."


"aku tak bisa menjaga kesucianku..bagaimana aku menjaga cintamu"


"bagaimana bisa"


"aku diperkosa kakak kelasku dulu waktu aku sekolah diamrik"


"itu sebabnya kamu takut ketika ku sentuh"


"ya..tolong sekarang lepaskan aku yo..aku takut"


"tatap mataku honey"


sandra menatap mata rio..


"aku menerima kekurangan dan kebaikanmu sayang...maukah kau menerimaku juga..dengan segala keburukanku"


"rio..pikirkanlah lagi..kamu berhak mendapatkan gadis yg baik dan masih suci"


"hatiku memilihmu sayang..bagaimana aku mencari yang lain..hemmm"


"rio..aku..


rio tak.mau mendengar jawaban apa apa lagi rio langsung mendaratkan ciumanya ke bibir sandra..sandra hanya diam menerima..rio melepaskan ciumanya..


"sayang..miliki aku"kata rio..lalu mendaratkan cimanya lagi..kali ini sandra membalasnya..


mereka saling mengungkapkan rasa cinta mereka liwat ciuman ciuman lembut itu..


ciuman itu berhenti ketika ada yg mengetuk pintu.


"rapikan rambutmu honey"


"ya"


rio mengecup kening sandra sekilas..lalu membukakan pintu untuk sekertarisnya.


"ya...ada apa"


"maaf pak..ini laporan yang anda minta.."


"baiklah"


rio menutup pintu nya lagi.


"baiklah honey..kembalilah bekerja..nanti pulang bareng ya.."


"iya"


sandra beranjak dari duduknya..dan hendak melangkah pergi..rio memeluknya dari belakang dan sandra menoleh kebelakang.


"katanya suruh kerja"


"kiss dulu"


"lagi"


"heem"


mereka pun berciuman lagi dan lagi..

__ADS_1


**huufff..lega batin rio"


**bersambung**


__ADS_2