
selesai merayakan pernikahan direstoran milik davian..nayla bersama kedua orang tua ..vano dan nay sendiri kembali kerumah lintang.
orang tua davian tidak mengizinkan mereka membawa lintang.
orang tua davian menyuruh davian membawa lintang ke resort mereka.
mereka akan menginap di resort pribadi bara yang sekarang menjadi milik davian selama tiga hari..henfon..laptop disita oleh orang tua davian.mereka benar benar diasingkan dari dunia luar..bahkan baju ganti pun mereka dibatasi.
"ya tuhan apa ini"batin lintang.
"kau gugup?"tanya davian pada lintang.
lintang duduk disofa kamar dan menatap davian.
"jangan melihatku seperti itu..aku tidak akan melakukan apa apa padamu..kau tidak perlu takut"
"kau sekarang punya hak atasku tuan bule"
"aku tau..tapi aku bukan tipe lelaki pemaksa"
"trimakasih jika itu benar"
davian duduk disamping lintang..davian menyederkan tubuhnya ke sofa.
"kau boleh tidur diranjang lin..biar aku tidur disofa"
"kau akan tidur disofa??yakin..kau tau kau sangat tinggi dan panjang..kakimu akan mengantung..apakah kau akan nyaman dengan posisi seperti itu"
davian tersenyum dan memainkan bibirnya.
"lalu aku harus bagaimana..?"
"ranjang itu besar..muat untuk kita berdua"kata lintang sambil melipat tanganya.
"kau yakin mau tidur seranjang denganku.kau tak takut"
"kau bilang tidak akan memaksaku kan..aku percaya itu..jadi aku tak akan takut padamu"
"oke..jika itu mau mu..gantilah bajumu dulu..nanti kita gantian"
lintang masuk ke kamar mandi dan mengambil kopernya..lintang sangat kaget karena disana hanya ada ligerli dan beberapa daleman..
"daviaaannnnn"teriak lintang.
"whyyy...ada pa"
"coba kau lihat isi koperku..siapa yang menggantinya"
"astaga kau membuatku kaget..hanya soal baju"
"davian aku serius...aku ga bisa pakai baju seperti itu..aku belum pernah memakainya..apa lagi harus memakai itu didepan laki kali"
davian tersenyum..
"dinegaraku banyak wanita memakai daleman saja..aku biasa aja"
"davian jangan becanda..pokoknya aku ga mau pakek itu..pinjami aku kaosmu.."
davian terkekeh..
"kau lucu..kau tau"
"aku ga mau tau..pokoknya pinjamin aku bajumu.."
"aku suamimu nona..harusnya kau tak malu padaku..lagian kan disini cuma ada kita"
"ga..pokoknya aku ga mau pakek baju itu..aku mau bajumu saja"
"jangankan bajuku..tubuhku pun akan kuberikan padamu.."
"davian plis..jangan becanda terus aku ngantuk oke"
davian tersenyum dan menatap istri kecilnya..
"itu koperku..kau pilih saja"
mereka membuka isi koper davian.mereka sangat terkejut karena didalamnya hanya ada kaos singlet dan beberapa boxer davian.
"astaga apa apaan mereka"
davian berkacak pinggang.
"mereka mempermainkan kita tuan bule..awas aja"kata lintang.
"jadi gimana dong"
lintang meniup poninya..."ga ada pilihan davian aku harus memakai mereka..kau mau menutup matamu sampai aku masuk kedalam selimut"
"oke"
davian duduk lagi disofa..davian tersenyum senyum sendiri mengingat tingkah koyol istrinya.
lintang mengeluarkan kepalanya..
"davian..aku mau keluar..tutup matamu"
"oke"
__ADS_1
davian menutup matanya..lintang berlari ke ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut..
"oke..kamu boleh buka mata"
davian beranjak dari tempat duduknya..davian masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
"semoga dia benar benar menepati kata katanya"batin lintang.
davian keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di pinggangnya..lintang melongo melihat pemandangan indah di depanya.davian cuek davian mengambil celana boxer dan baju singlet.davian terlihat sexy
"apa kau keberatan melihatku seperti ini"
kata davian ikutan masuk kedalam selimut lintang"
"tidak"
"jujur aku juga kurang nyaman..ini terlalu minim sekali"
lintang tersenyum..
lintang merasa agak kepanasan karena dia menutupi semua tubuhnya..tanpa sadar lintang membuka selimutnya sampai keperutnya.
davian melihat lintang dengan ligerli nya..sangat tipis..dada lintang yang tertutup bra berwarna hitam agak menyembul keluar..davian menelan ludahnya.
"ya tuhan kuatkan aku"pikir davian
"davian..apa aku boleh tau sedekat apa kau dengan bara"tanya lintang sambil memiringkan tubuhnya menghadap davian..davian ga sanggup melihat dada menantang itu..ingin rasanya davian meraihnya..mencium dan meremasnya..
"plis lintang..jangan menggodaku"
batin davian
"tentu..apa yang ingin kamu ketahui"
"berapa umurmu sekarang"
"kamu ingin tahu tentangku apa bara"
"dua duanya"jawab lintang
"sebelumnya tutup dulu dadamu"
"daviaaannnn..kau mesum"
lintang memukul lengan davian.davian tersenyum.lintang menutupi dadanya.
"oke oke..aku akan ceritakan"
davian melirik lintang.dan tersenyum nakal..mata mereka bertemu.
"oke...oke...umurku sekarang 28th..aku hanya beda 4 tahun dengan bara"
"kau sangat tinggi kau tau"
davian melirik lintang.
"kau sudah mengatakannya tadi..bukan aku yg tinggi..kau yang pendek"
lintang tersenyum
"kenapa kau memilih menjagaku..dibanding kekasihmu"
"adiku memberiku segalanya lin..dia memberiku keluarga yang utuh..bara datang padaku dengan keadaan sangat kacau..itu pertama kalinya dia mengetahui kalo dia sakit"
"lalu bagaimana sikapmu"
"awalnya aku terkejut..terkejut karena aku memiliki adek dan dia sedang melawan sakitnya.."
davian diam sejenak dan melanjutkan ceritanya lagi..
"bara menjemputku dan mengatakan semuanya..saat itu umurku 21 thn..aku hidup sendiri karena kakek dan neneku sudah meninggal..sedangkan daddy ku ga tau kemana..aku benar benar tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuaku..bahkan untuk makan dan membayar kuliahku aku harus bekerja.mengikuti beberapa olimpiade agar aku mendapatkan beasiswa.."
"kau pejuang yg keras davian..aku salut padamu"
"lalu bagaimana dengan kekasihmu..apa dia marah ketika kau memutuskan untuk bersama ku"
davian tersenyum dan memperbaiki posisinya..sekarang dia duduk bersila.
"kenapa kau penasaran padanya"
"aku kan istrimu sekarang..aku berhak tau tentangmu..tentang semuanya termasuk hatimu"
davian melirik lintang..
"jadi aku boleh meminta hak ku sekarang"
"tidak..kau sudah janji tidak akan memaksa"
"iya..iya..aku juga akan melakukanya jika kita sama sama menginginkanya nona"
"ayolah..ceritakan"
"namanya katrin..dia gadis sederhana lin..kami dulu saling mencintai..tapi kami beda kayakinan..mommy ga ijinin aku buat sama dia..itu sebabnya kami putus"
"jadi bukan karena aku kan"
"bukan"
__ADS_1
"lalu waktu itu kau bilang???"
"awalnya aku ingin memperjuangkanya..tapi bara malah memintaku menjagamu"
"apa kau menyesal sekarang"
"tentu saja tidak..bara memberiku berlian bagaimana aku menyesal"
"kalo aku sudah tidak gadis bagaimana"
"heh..memang kau pernah melakukanya dengan siapa"
"dengan bara lah..kekasihku kan cuma dia"
"kau yakin"
"tentu"kata lintang
"kau pikir aku tak mengenal adiku..aku tau semua tentang masa masa mu denganya.."
"dari mana kau tau"tanya lintang
davian tertawa..
"kalian berciuman 3x kan..di depan rumahmu..dikolam renang dan dirumahmu..hanya itu kan..,"
"davian..kau sungguh mengetahuinya"
"tentu..kau mau tau apa yang bara katakan tentangmu"
"apa"
"kau tidak bisa berciuman..kau sangat kaku"
lintang menutup wajahnya dengan selimut..karena malu.
"kenapa kau dan bara sangat jahat..kalian membicarakan aku.."
"kau tidak perlu malu..aku akan mengajarimu soal itu"
"davian..kau sangat mesum"
"aku cuma mesum sama kamu"
"davian..apa kau pernah melakukanya"
"melakukan apa"tanya davian pura pura bodoh
"itu"
"itu apa"
"davian kau pura pura bodoh"lintang menatap davian meledek
"pernah"
"dengan kekasihmu"
"iya"
"berapa kali"
"2x"
"kau sangat jujur davian"
"kau marah"
"untuk apa aku marah"
lintang membalikan tubuhnya dan memunggungi davian..davian masuk kedalam selimut lintang. davian memeluk lintang dari belakang..menyembunyikan wajahnya ke punggung lintang
"lin..maaf jika aku mengecewakanmu..tapi mulai sekarang aku tak akan melakukanya itu lagi dengan wanita selain dirimu.davian mencium punggung lintang.lintang merasakan sensani aneh ditubuhnya..
lintang diam saja..karena gugup
"lin..jangan diam saja..maafkan aku"
"kalo kamu melakukan itu dengan wanita lain awas saja.aku tak akan mengampunimu.."
"oke aku janji"
lintang membalikan tubuhnya dan membalas pelukan davian..
"tidurlah.."
davian mengelus rambut lintang..lintang tidur dipelukan davian..davian mendengar nafas lintang..terdengar teratur..davian mengecup kening lintang..lalu memberikan lumatan lembut dibibir lintang.."maaf jika aku hanya berani ketika kau terlelap honey"
davian membuka selimut lintang..davian melihat dada mulus lintang.davian meciumi dada lintang..davian senyum senyum sendiri.."kau harum..tapi juga ceroboh"
davian tersenyum dan mempererat pelukanya.
"aku akan sabar menunggu honey sampai kau benar benar menyerahkanya"
*abang davian curi curi ya.."
*bersambung***
__ADS_1