Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Rio yang Bijaksana


__ADS_3

Rio menunggu Sifa dikamar malam ini dia akan berterus terang tentang apa yang dia ketahui tentang istrinya.


Jika boleh jujur ada sedikit keraguan dihati Rio untuk memberi tahu kebenaran ini pada istrinya mengingat sifat Sifa yang sedikit tertutup jika diajak membahas orang tuanya.


"Mas kok belum bobo katanya ngantuk tadi ?"tanya Sifa ketika memasuki kamar dia masih melihat Rio sibuk dengan tab nya.


"Belum yank, sini cium dulu." pinta Rio.


"Boleh tapi ga yang lain ya." jawab Sifa.


"Kenapa?" Rio sebenernya sudah tau alasan istrinya ga mau disentuh apa lagi alasanya kalau lagi dapet.


"Lagi dapet." jawab Sifa. tu kan batin Rio.


"Yank mamas mau cerita sesuatu." ucap Rio mencoba membuka obrolan seriusnya.


"Apa mas?" ucap Sifa sambil masuk kedalam selimut Rio, sebelum melanjutkan kata katanya Rio mengecup kening istrinya.


"Kamu jangan terkejut ya yank." ucap Rio.


"Mamas jangan bikin penasaran ah." desak Sifa.

__ADS_1


"Ibu panti tadi cerita sesuatu sama mamas."


"Cerita apa mas?" tanya Sifa.


"Cerita tentang bapak sama ibu mu." jawab Rio.


"Ooo,"


"Kok o doang."


"Lalu suruh ngapain?" tanya Sifa sudah mulai malas menanggapi suaminya.


"Untuk apa mas, mereka juga ga nyari Sifa selama ini kan." jawab Sifa pelan, untuk memperjelas rasa protesnya Sifa melepaskan pelukan suaminya dan memilih memunggungi suaminya, Rio tak tinggal diam dia pun memeluk dan menciumi pundak istrinya.


"Yank sejelek jeleknya orang tua mereka tetap orang tua kita, ga ada ceritanya orang tua itu durhaka sama anak yang ada anak yang durhaka sama orang tua cobalah kita mengerti posisi mereka, kita temui mereka yuk siapa tau mereka punya alasan kenapa mereka menitipkanmu dipanti dari pada memilih membesarkanmu sendiri heemm." bujuk Rio.


"Sifa pikir pikir dulu mas, Sifa mau mamas ga bahas ini lagi." ucap Sifa sambil menyingkirkan tangan Rio yang memeluk mesra perutnya.


"Aku tau yank pasti kamu ga suka saat aku ajak kamu bahas ini tapi percayalah semua akan baik baik saja, aku ga ingin istri cantik ku gagal masuk surga gara gara masalah yang seharusnya bisa diselesaikan tapi malah sengaja dibiarkan berlarut larut." Rio masih gencar memberikan nasehat pada istrinya.


Sifa membalikan tubuhnya menatap mata suaminya yang begitu mengerti akan perasaanya.

__ADS_1


"Aku takut suamiku." ucap Sifa.


"Apa yang kamu takutkan heemm?"


"Aku takut jawaban mereka akan menyakitiku." jawan Sifa.


"Ada aku disampingmu sayang aku selalu ada untukmu lalu apa yang kamu takutkan?"tanya Rio.


"Mas kita periksa ke dokter yuk." ajak Sifa.


"Ngapain?"


"Kita uda setahun lebih nikah kok ga dikasih kasih keturunan ya." jawab Sifa takut Rio tau bahwa istrinya hendak mengalihkan pembicaraan mereka tapi Rio juga tak memungkiri bahwa istrinya juga mengkhawatikan keinginan orang tuanya.


"Hahaha kamu ini lo yang kebanyakan mikorin sesuatu yang belum jadi rejeki kitq, namanya belum dikasih kok maksa aneh." jawab Rio sambil menciumi kening istrinya.


"Seandainya seumur hidup Sifa ga bisa kasih mamas apakah mamas akan nikah lagi?" tanya Sifa, pertanyaan itu sangat mengejutkan Rio juga, Rio tak menyangka jika istrinya akan mengucapkan pertanyaan yang mengejutkannya.


"Sayang mamas ga bisa janji mama akan nikah lagi atau tidak karena yang memiliki hidup mati rejeki dan jodoh itu hanya illahi sang pemilik nafas ini, tapi jika boleh meminta mamas hanya mau cinta mamas hanya berhenti sama kamu, mamas ga mau yang lain kamu mengerti." ucap Rio, Sifa tersenyum dia sangat bahagia memiliki suami yangvsangat bijak sana sepeti Rio, Sifa mencium kening suaminya mencium kelopak mata yang indah itu, dalam hatinya Sifa mengucap syukur bahwa dia memiliki sosok pendamping dan pelindung yang sangat luar biasa, Rio adalah pria tampan idola para wanita dan Sifa beruntung bisa memilikinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2