
diluar ruangan sifa terlihat bahagia..ya allah semoga suamiku segera sadar..aku merindukanya..sangat rindu batin sifa..
tapi tak memungkiri bahwa sebenernya dia pun khawatir..karena dokter sangat lama di dalam..
"fa..sabar ya..berdoalah..semoga rio baik baik saja"
"iya mbak..tadi bapak udah gerakin tangannya kan"
"iya fa..aku tadi juga lihat"
dokter pun keluar dari ruangan..
"gimana keadaanya dok"tanya nayla..
"ini kabar yg menggembirakan bu..pasien sudah sangat stabil....kita tunggu beberapa ke jam kedepan bu..semoga pasien segera sadar seperti yang kita harapkan"
"kami boleh melihatnya dokter"tanya rico..
"tentu saja.."
"makasih banyak dok"
"sama sama..mari"
"silahkan dok"
sifa tersenyum..nayla juga terlihat bahagia..
mereka bertiga masuk ruangan rio lagi..
alat alat yg terpasang ditubuh rio juga sudah terlepas..
rio hanya masih menggunakan selang oksigen..
"sifa..aku ikut bahagia..tapi maaf sifa aku ga bisa lama lama..kamu tau kan mas rezza membutuhkanku..baby elery juga..vano"
"iya mbak..trimakasih banyak udah dateng"
"sama sama sifa..nanti kalo rio udah sadar kabari aku ya..mana ponselmu"
" ini mbak"
"heemm..ini aku udah kasih nomer aku ya..beneran kabari lo"
"iya mbak nanti sifa kabari"ucap nay pamit
"sifa..aku ketempat dina dulu ya..nanti aku kemari lagi"rico juga berpamitan..
nayla dan rico pun meninggalkan sifa sendirian bersama rio...karena sudah hampir magrib sifa pun mandi dan melaksanakan kewajibanya..
selesai sholat sifa melantunkan ayat ayat suci alquran..berharap Allah mengabulkan doanya.berharap rio segera bangun..
4 jam sudah sifa menunggu..tapi tak ada tanda tanda bahwa rio akan bangun.
sifa merasakan kepalanya sangat berat..karena sudah 2 hari ini dia sama sekali ga tidur...sifa meletakan alquranya..melepas mukenanya..dan memakai hijabnya kembali..
sifa sudah mencoba terjaga..tapi matanya tak kuat lagi menahanya..ahirnya sifa pun tertidur disamping ranjang rio..ya sifa tertidur sambil duduk..dan masih mengengam tangan rio.
.
dalam tidurnya rio bertemu sandra...rio ingin sekali ikut dengan sandra..rio bilang bahwa dia masih sangat mencintai sandra.
tapi sandra menolaknya..sandra bilang
"pulanglah rio..dirumah ada yg menunggumu"
"tapi aku juga mencintaimu san"
"aku tau..tapi.cintanya sangat besar padamu..kembalilah"
"san..aku sangat mencintaimu..ijinkan aku ikut bersamamu"
"tidak lihatlah dia..tataplah matanya..dia juga membutuhkanmu...selamat tinggal rio"
setelah itu sinar putih dari langit mbawa sandra entah kemana...
rio membuka matanya...rio melihat sifa tertidur disampingnya..rio tak tega membangun kan sifa.
saat itu ada seorang suster yang masuk ingin mengecek infus rio..
rio memberikan isyarat pd suster untuk pelan pelan..agar tidak membangunkan sifa.
"sus..aku haus..aku mau minum"
"ooo..iya pak..ini.."
suster itu menyuapi rio minum..
"saya akan penggilkan dokter untuk memeriksa bapak"
"tidak usah sus..aku baik baik saja...apa diluar ada orang"
"ada pak..sepertinya pengawal bapak"
"heemm..tlg suruh mereka masuk satu dan bilang jangan brisik..istri saya tidur ya"
"baik pak"
suster itu keluar dan memanggil salah satu ajudan yg menjaga rio..ajudan itu masuk dgn sangat pelan.
__ADS_1
"kamu tolong naikan istri saya ke ranjang..jangan sampai terbangun mengerti"
"baik pak"
ajudan itu mengangkat sifa dengan sangat hati hati..dan menidurkan sifa disebelah kanan rio
"trimakasih kamu boleh pergi..
rio tersenyum melihat istri mungilnya..
ingin sekali rio memeluk sifa..tapi tanganya masih berat untuk digerakan.
rio tersenyum.."dasar tukang tidur.."
guman rio..
"aku merindukanmu honey"
lama rio memandangi kekasih hatinya..
"maaf aku sudah membuat mu khawatir"
rio pun terlelap kembali..sifa seperti bermimpi..dia memeluk tubuh suaminya..tubuh rio yg kekar dan hangat..
sifa memeluk erat suaminya.
***
davian yg mendengar kabar bahwa rio sudah sadar sangat senang dan ingin segera kerumah sakit.tapi lintang melarangnya..
"dad..ini udah jam 3 pagi..ntar aja sebelum daddy ke kantor..tidurlah lagi daddy kan juga capek heemmm"
"baiklah mom"
davian pun tidur kembali..
...
"mom..pagi ini kita lihat rio dulu ya.."
"iya baiklah dad"
davian dan lintang pun berangkat kerumah sakit..sesampainya didepan kamar rio davian ingin langsung masuk..tapi dilarang oleh ajudan yg menjaga kamar rio.
"siapa kalian..berani sekali melarang saya masuk"
"bukan begitu pak..tapi..."
davian tidak mau mendengar alasan apapun..davian dan lintang pun masuk..
mereka sangat terkejut melihat sifa tidur diranjang rio..
"oh..dad"
"berani sekali mereka heh...beri mereka pelajaran mom..bangunkan"
"baik dad"
lintang membangunkan sifa
"sifa..fa..sifa..bangun"
"eemmmm...sifa masih ngantuk..5 menit lagi ya"
jawab sifa..sifa memeluk rio lebih erat..dan menyembunyi kan wajahnya diketiak rio.
"bener bener mereka"ucap davian agak geram..
"coba lagi mom."
sebenernya lintang ingin menertawakan suaminya..
"sabar atuh dad..mereka tidak sedang berselingkuh"
"enak saja..bagiku mereka pasangan yg sedang selingkuh mom..mereka belum menikah"jawab davian..
"oke oke..momi coba lagi"
...
"faa..sifa..bangun..rio sudah sadar"
"eemmm...benarkah"
sifa yg mendengar nama rio di penggil langsung bangun..sifa sangat terkejut..sifa melihat wajah rio yg masih terlelap..yang lebih membuat sifa terkejut adalah dia tidur diatas ranjang rio disaksikan oleh bos besarnya...muka sifa menjadi merah..karena malu.
"loh..kok...saya bisa disini"
sifa sangat malu..sifa turun dari ranjang dan masih menundukan kepalanya.
"bersihkan dirimu dulu..aku mau bicara"ucap davian dengan geram.
"baik pak..maaf.."
sifa masih menunduk..sifa mengambil baju ganti dan segera masuk ke kamar mandi..
lalu davian membangunkan rio.
"hay..bangun kamu..aku sudah tau kalo kamu dengar"
__ADS_1
rio tersenyum..
"kamu utang penjelasan padaku bodoh..jangan senyum senyum..aku tau kamu modus"
"maaf pak"
"bagaimana dia bisa naik keranjangmu hah"
"saya tidak tau pak..tanya saja sama anaknya"
terdengar pintu kamar mandi dibuka..rio memejamkan matanya kembali..
davian duduk disofa dan dengan muka agak marah..davian mulai bicara.
"sifa..sini kamu"
sifa masih menundukan kepalanya dan mendekati davian.
"oke sifa..jelaskan sama saya..bagaimana kamu bisa tidur di ranjang asisten saya"
"maaf pak sifa sungguh tidak tau"
"tidak tau kau bilang..kau peluk peluk gt..terlihat menikmati sekali"
"maaf pak..sungguh sifa ga tau..sifa merasa itu hanya mimpi"
"wah..wah..sifa..kau membuatku jengkel sekali..itu kenyataan sifa..kamu bener bener"
lintang dan rio yg melihat itu tersenyum.dan terlihat menahan tawa.
"baik..sekarang kamu jujur.."
"jujur apa pak.."
"kamu naksir sama asisten saya"
"ha...maaf pak"
"kenapa kamu minta maaf terus sifa..kamu jangan bikin saya tambah jengkel..mau saya laporin kepolisi kamu..kamu tau ini termasuk pelecehan sexsual sifa"
"jangan pak..sifa minta maaf..sifa bener bener ga tau kenapa ini terjadi"
"baik..aku akan tanya sekali lagi..kalo kamu ga jujur kamu tau sendiri akibatnya..kamu mengerti sifa"
"iya pak"
"oke..saya tanya sekali lagi...apa kamu suka sama asiaten saya"
sifa diam.."sifa.."
"saya pak"
"jawab"
"iya pak"duhh..mati aku batin sifa
"oke..besok pagi saya mau surat pengunduran diri kamu sudah ada dimeja kerja saya..saya memang hendak menjodoh kamu dengan ril..tapi tidak begini sifa..ini tidak pantas.."
"maaf pak..sifa minta maaf..sungguh sifa ga tau kalo sifa bobo disitu..seingat sifa sifa bobo dikursi itu.."
"ga ada alasan lagi sifa.."
"pak maaf.."sifa menangis..
lintang mencubit lengan rio..rio mengaduh dan tersenyum.
"mom..ayo kita pergi..sifa..hari ini kamu boleh jaga rio..tapi ingat yg saya katakan tadi"
"baik pak"
sifa menunduk dan bersedih..dia sudah dipecat..sifa menangis sambil melipat tanganya dan menundukan kepalanya..
"udahga usah nangis..kalo kamu ga kerja aku masih bisa kok menghidupi kamu"
sifa mendengar seseorang bicara..dan mengelus kepalanya..
"eh.."
"apa"
"bapak udah bangun..bapak udah sadar"
sifa mengusap air matanya dan memegang megang anggota tubuh rio.
"jangan pegang pegang..mau dilaporin kepolisi"
sifa menggeleng..
"bapak kapan sadarnya..kok sifa ga tau..padahal sifa ga kemana mana pak"
"ga kemana mana tapi tidur"
"ga..sifa ga tidur"
"oia pak..sifa kok bisa naik keranjang ya..bapak tau ga"
rio hanya tersenyum licik...
***bersambung****
__ADS_1