
Nayla dan Rezza menjenguk Rio,mereka sangat senang dengan perkembangan Rio,besok Rio sudah boleh kembali kerumah.
"YO,parah lo,berani lo ama Davian"ucap Rezza menakut nakuti.
"Bukan gitu mas,Rio ga enak ama pak bos,kita ga maksud rahasianin terus ya beb"Jawab Rio.
"Kita ga bisa belain ya bun kalo Davian marah ya bun"
"Jangan gitu lah mas bantuin kita"jawab Rio memohon.
Tak lama Davian dan Lintang datang.
Dengan muka masam nya Davian memasukin kedua tangan nya kesaku celana.
Rio dan Sifa terlihat tegang,,Rezza Nayla dan Lintang ingin ketawa melihat mereka.
"Sifa.."
"Saya pak"
"Mana surat penggunduran diri kamu"
"Kan besok pak"
"Ga ada,saya mau sekarang"
Sifa segera melangkah mau mencari kertas dan polpen.
"Mau kemana kamu"
"Mau bikin surat pak"
"Ga jadi duduk kamu"
Sifa duduk dikursi dekat ranjang Rio.
"Kapan kalian menikah dan apa alasanya"Rio menggaruk alisnya yang tak gatal,Rio melirik Sifa,Sifa terlihat ketakutan pada Davian.
"Pak,jangan galak galak atuh istri saya takut pak"
"Kamu saja dalam masalah masih sempet khawatirin orang lain heh.."
"Maaflah pak,dia istri saya pak bukan orang lain"
"Jawab pertanyaan saya jangan bertele tele"ucap Davian dengan nada agak tinggi membuat Sifa lebih takut.
"Kita menikah udah satu bulan pak dimasjid Al-malik di kota B pak"
"Heemmm terus alasanya apa kalian menikah"
"Ya saya cinta sama Sifa pak"
"Oo Sudah move on kamu"
"Sudah pak.."
"kamu Sifa"
"Saya juga cinta pak,sama pak Rio"
Rio tersenyum mendengar jawaban lugu Sifa.
Nayla,Rezza dan Lintang ingin sekali tertawa.
"Oke ga masalah alasan kalian bisa diterima apakah orang tuamu tau Rio"
"Tau pak mereka merestui kami,waktu kami menikah ibu sama ayah saya VC,mereka jadi saksi juga pak"
"Heemmm,lalu bagaimana denganmu Sifa apa orang,ahh maaf Sifa saya sudah tau lalu kenapa kalian tak memberi tau aku heh kalian anggap apa aku"ucap Davian meninggikan suaranya.
"Maaf pak,kita hanya ga enak sama bapak masak suruh kerja malah cari istri"jawab Rio.
"Ga masalah buat saya yang penting kerjaan beres."
"Maaf pak"saut sifa.
"Aaiiiissstttt saya pusing sama kalian mom kasih mereka hukuman"
"Hukuman apa dad"
"Kembali kalian ke kota B,jangan pulang sebelum kasih saya keponakan mengerti kalian"
"Baik pak"
"Mom kasih mereka tiket bulan madu..kasih kemana mereka mau"Ucap Davian sama lintang.
__ADS_1
"Baik dad"
"Seminggu aja mom jangan lama lama pusing saya kalo rio ga ada"suruh Davian lagi.
"Libur seminggu doang minta ponakan gimana sih pak"goda Rio
"Katanya kalian sudah nikah sebulan kan,jangan bilang kalian masih belum"
Sifa hanya tertunduk malu,Rio cengengesan.
"Iya pak iya kami terima hukumanya doain kami pulang bawa kabar baik"jawab Rio
"Heemm,bagus,Sifa masih mau kerja"
"Mau pak.."
"Heemm begitu Rio sembuh kalian boleh kerja kembali"
"Makasih banyak pak".
"Persiapkan diri kalian,pulang bulan madu langsung ke kota B,,ingat disana harus beres.."
"Siap big bos"
"Nakal kamu"umpat Davian..
Mereka pun tertawa.
*****
Malam ini banyak sekali pertanyaaan di benak Rangga,tapi Rangga ga tau harus mulai bertanya dari mana.
Rangga takut akan menyinggung perasaan Nisa.
Rangga mengantarkan Nisa disebuah rumah,rumah itu terlihat masih ramai,rumah itu semacam penitipan anak.
"Emm Ga by the way thanks ya.."
"Buat"
"Makan malem sama udah nganterin pulang"jawab Nisa.
"Ga papa Nis,kalo kamu butuh apa apa WA aja"
"Heemm aku turun dulu ya kamu pulang nya hati hati"
Nisa membuka setbelnya,dan menoleh ke arah Rangga.
"Ya"
"Ini rumah kamu"
"Bukan,aku nitipin anak aku disini kalo aku kerja"
"Ooo,.aku boleh ga kenalan sama anak kamu"
"Heemm,.kenapa kamu pengen kenal"
"Ya kali aja dia suka sama aku terus mau jadiin aku papa nya mungkin"
Nisa tersenyum.
"Kamu yakin"
"Iya"
"Baiklah tunggu sini..aku akan kenalkan anaku padamu"
Lalu Nisa turun dan masuk kerumah itu.
tak lama Nisa keluar dengan menggendong baby.
"Hah,aanaknya masih baby, tapi dia ga kelihatan seperti habis melahirkan"pikir Rangga.
Rangga pun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nisa.
"Aku ga usah naik lagi ga,rumah aku dah deket,di sebrang situ doang"
"Ga pokoknya kamu masuk aja"
"Eh ini udah malem ga.kasihan babyku"
"Udah masuk aja."
Rangga memegang pinggang Nisa dan mendorongnya pelan agar masuk kemobilnya.
__ADS_1
Lalu Rangga masuk kedalam mobilnya.
Nisa hanya diam dan fokus pada babynya.
"Tas nya mana sini"
Nisa memberikan tas babynya pada Rangga..
"Ga kamu kenapa"
Rangga ga menjawab.
Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,Rangga masih diam.
Nisa jadi bingung,kenapa dia batin Nisa.
"Ga,kamu mau bawa kami kemana"
Rangga masih diem.
"Rangga, aku ngomong sama kamu"
Rangga masih tak mau menjawab..
"Rangga plis,kamu kenapa"
"Nisa kita orang berpendidikan aku ga mau kita ribut dijalan"
"Ribut kenapa,ribut soal apa"
Rangga bertambah kesal,karena Nisa ga paham apa maksudnya,Rangga melirik baby nya Nisa,lalu ke Nisa.
Jalanan agak macet,membuat rangga semakin kesal.
Baby Nisa merengek,mungkin dia lapar.
Nisa minta tolong pada Rangga untuk menghentikan kendaraanya.
"Ga,bisa menepi sebentar,sepertinya dia haus"
"Kalo dia haus langsung kasih aja mimik"
"La ini mau kasih,makanya aku minta dipinggirin mobilnya"'
"Maksud kamu"
"Astafiruallah pak Rangga,mimiknya ada ditas, aduh, ayo lah pak, keburu nangis ni"
Rangga menepikan mobilnya dan mengambilkan tas baby nisa.
"Mau bantu?"tawar Nisa.
"Tentu"
"Bikinin susunya apa pangku babynya"
"Pangku babynya.."
Nisa memberikan babynya pada Rangga,tak sengaja tangan Rangga menyenggol payudara Nisa.
"Ups sory"
Nisa sedikit kaget,Nisa malu,tapi ya udahlah kan dia ga sengaja dan udah minta maaf kan.
Nisa mengelap tanganya dengan tisu basah dan membuatkan babynya susu.
"Nis,kok mimiknya ga asi,emang ga keluar asinya"
Nisa tersenyum,Nisa ga mau menjawab,Nisa membiarkan Rangga penasaran.
"Udah sini dedeknya"
Rangga memberikan babynya ke Nisa,kali ini Nisa lebih hati hati agar payudaranya ga kesenggol rangga lagi.
Nisa memberi kan susu pada baby nya,dan berusaha menenangkanya.
"Huss,huss sayang yuk mimik dulu ganteng,mama disini buat kamu,oke yuk,pinter"
Rangga tersenyum dan melajukan mobilnya kembali.
Ternyata Rangga membawa Nisa dan babynya ke apartemenya.
Rangga ingin meminta penjelasan pada Nisa soal babynya malam ini juga.
Rangga tak ingin menundanya lagi.
__ADS_1
Tapi kenapa aku bersikap seperti ini,apakah aku jatuh cinta pada Nisa, Rangga bingung dengan sikapnya, tapi dia juga ga bisa tidur dengan rasa penasaranya.
**bersambung***