Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
davian mengajak lintang ke makam bara


__ADS_3

"good morning baby"


lintang masih terlelap..davian mencium kening istrinya..


lintang membuka matanya..


"heemmm..kamu sudah rapi"senyum lintang malu.


davian tersenyum..


"apakah masih sakit beb"


"aku bisa menahanya"


"baiklah"


lintang mencoba bangkit..dia merasakan ngilu dikakinya dan nyeri diselangkanganya..lintang mencoba menurunkan kakinya.."ahhhh...ini sakit sekali"


davian tersenyum melihat istrinya..


"kenapa kau tersenyum"


"ga...mau aku bantu"


lintang melihat suaminya..tanpa bicara lagi davian menggendong istrinya dan membawanya ke bathub..


"mau aku bantu mandi beb"


"ga kamu keluar aja..aku bisa"


lintang menatap mata suaminya yg mesum..bantu mandi..aku tau kau modus batin lintang.


dengan susah payah lintang menetralkan jalanya.lintang memakai pakaian casual.


"istriku memang cantik"


davian memeluk tubuh istrinya manja.mencium pucuk rambut lintang.


"sarapan dulu yuk..nanti aku kan membawamu ke tempat adiku"


"baiklah"


"morning kiss baby"


lintang melingkarkan tanganya keleher suaminya..mereka menyatukan bibirnya.


davian melepaskan ciumanya.


"beb..apakah sebaiknya kita habiskan hari ini dikamar saja"


"no..kamu modus davian"


davian tersenyum


"ayolah baby...kalo tidak ntar malem aku mau lagi ya"


"ini masih sakit sayang"


"baiklah...kau menyiksaku baby"


lintang tersenyum dan berlalu..mereka menuruni tangga bergandengan.


terlihat ayah dan momi mereka sudah menunggunya di bawah


"morning yah..morning mom"


"morning sayang..apa tidur kalian nyenyak"


"nyenyak mom..aku merindukan kasurku"


ucap davian manja.


"yah..ayah harus jaga pola makan..kata momi tekanan darah ayah naik lagi"


"ah..kamu ga usah terlalu pikirkan ayah..segeralah kau kasih ayah cucu..nanti juga sembuh"


uhhukkk...


lintang tersedak makananya..davian memberinya minum.


"hati hati pelan pelan beb"


lintang tersenyum


"baiklah ayah..jika itu yang ayah mau..aku akan lebih rajin membuatnya..ayah doakan saja"


lintang memukul tangan davian..mereka semua tertawa kecuali lintang.


davian dan lintang pamit keluar..mereka menuju pemakaman s******** hill..dimana bara beristirahat..


"beb..are u ready"


"yes honey"


davian memeluk pinggang istrinya..mereka duduk bersebrangan..lintang menangis lalu membacakan doa untuk mantan pemilik hatinya.

__ADS_1


"bara...apakah kamu sekarang bahagia..aku sudah memenuhi permintaanmu..sekarang aku mencintai abangmu...aku telah menyerahkan semua kepadanya..beristirahatlah dengan tenang bara..doakan kami ya supaya langgeng..sampai kakek nenek oke"


lintangencium nisan bara..davian pun melakukan hal yang sama


"kamu oke beb"


"ya..aku sekarang tenang davian..aku bahagia menjadi milikmu"


davian dan lintang bergandengan meninggalkan pemakaman..mereka sama sama tidak mau menoleh kebelakang.


dimobil davian senyum.senyum


"why honey..kau terlihat happy"


"jika bertemu dengan temanmu lagi..aku akan berterima kasih padanya.."


"kenapa..bukankah kau cemburu dan marah padanya"


davian memang cemburu dan marah..dewa..sahabat lintang yang davian maksut sangat menyebalkan..didepanya berani memeluk dan mencium pipi lintang..bahkan memanggil sebutan honey dan baby.davian sangat marah..tapi kecemburuanya membawa mereka pada titik saling mengakui perasaan masing masing..dan malam itu lintang menyerahkan segalanya pada davian.


"beb..kau ingat dewa memberitahu kita bahwa dia kehilangan adeknya kan"


"heemmm"


"sepertinya aku pernah melihat seseorang memakai kalung yang mirip bahkan sama seperti yg adek dewa pakai"


"aku tidak melihatnya"jawab davian enteng..


"iya waktu itu kau marah...ditanya ga jawab..heeemmm...ngambeknya jelek tau"


"marah membawa nikmat"celetuk davian


"mesum"


hahahaha davian hanya tertawa melihat bibir manyun istrinya.


******


dikantor rico..


"rangga..bagaimana..apakah sudah ada kabar"


"belum bos..jejaknya susah dilacak..bahkan bang ezza sudah memblokir asetnya sendiri"


"astaga..kemana dia"


drrt..drrt..drrt..


livia calling...


ada apa denganya..bukankah hari ini dia memang libur"


"eemmm mass"


"ya ada apa"


"apakah aku menganggu"


"tentu tidak ..ada apa"


"mas..bolehkah aku meminjam uang mas"


"untuk apa vi"


"untuk biaya rumah sakit ibu mas"


"apa ibumu masuk rumah sakit"


"iya mas..saya membutuhkan biaya sekitar 10jt mas"


"dimana ibumu dirawat vi"


"di rs *******..diruang icu mas"


"baiklah saya segera kesana.."


rico melajukan kendaraanya kerumah sakit dimana orang tua livia dirawat.


livia melihat rico dan tanpa sadar dia memeluk majikanya.


"masss..ibu mass..ibu kritis"


""sttt...kamu ya g sabar ya vi..semua akan baik baik saja.."


"mass..aku takut"


"jangan takut ada aku bersamamu..semua akan baik baik saja"


dokter datang dan menyapa mereka


"keluarga ibu sifa"


"saya dok"jawab livia


"bisa keruangan saya"

__ADS_1


"bisa dok.."


"mari"


livia mengandeng erat tangan rico seolah bicara lindungi aku..bantu aku..rico hanya menurut.


"maaf kalo boleh tau anda siapanya nona ini"


"saya suaminya dok"


livia melongo..


"oke baik..saya akan mulai menjelaskan sakit yg ibu anda derita pak..bu"


"ibu saya sakit apa dok"


"maaf sebelumnya..ini diagnosa awal..apakah ibu anda sering merasa sakit kepala"


"betul dok"


"apakah ibu anda sering mengkonsumsi obat warung"


"maaf saya kurang tau dong..karena saya sering diluar untuk kerja dan kuliah"


"baiklah..eheeemm..begini bu..ini adalah sebeb ibu anda selalu mengalami sakit dikepalanya."


"itu apa dok"


"maaf bu..mungkin ini akan sedikit membuat anda shock..."dokter diam sejenak dan melanjutkanya.."itu kanker"


"astafiruahalazim.."livia menutup mulutnya dan menyembunyikan wajahnya didada rico.


"sabar ya vi"


"apakah ada cara untuk menyembuhkanya dok"


"jika kita melakukan oprasi kemungkinan sembuh hanya 25%pak..tapi jika kita maka..saya tidak berani menjamin"


"lakukan yang terbaik untuk ibu kami dok..kami akan membayar berapapun biayanya"


"maaf pak..ini bukan masalah biaya..tapi letak timornya sangat sulit dijangkau..jika kita nekat maka pasien akan mengalami kelumpuhan dan kehilangan penglihatan."


"baik dok..aaya akan bicarakan ini dengan istri saya..kami permisi..trimakasih banyak dok..selamat siang"


rico menggandeng tangan livia keruang tunggu..livia terlihat shock..


"kamu oke vi"


"iya mas.."


"kau bilang punya abang..apakah sudah kau kabari"


"sudah mas..dia otw"


rico menemani livia sampai malam.


bahkan mereka makan satu kotak bersama.entah mereka sadari apa tidak mereka melewati itu.


tak lama ada seorang laki laki yg gagah mendekati mereke.tingginya sama dengan rico.laki laki itu agak sedikit terkejut.karena mirip sekali dengan seseorang yang ia kenal.


"via"


"abang"


via memeluk abangnya.via menangis.."ssttt..gimana keadaan ibu"


sambil sesegukan via menceritaka. keadaan ibunya.


"kita doakan aja vi..semoga ibu baik baik saja..coba nanti abang bicara dengan profesor abang"


iya..abang nya via adalah dokter.walau hanya dokter umum.via juga kuliah kedokteran tp baru semester 4.


abangnya yg memberi motifasi sama via supaya dia juga menjadi dokter sepertinya.


"ini siapa dek"


"oia kenalin mas..ini mas rico dia bos via"


"oo..terimakasih mas sudah menjaga adik saya.saya deni abangnya via"


sepertinya abang via menebak bahwa itu bos pemilik kafe tempat via kerja.


"maaf mas..tadi pas saya ditanya dokter saya bilang saya adalah suami adek anda..maaf jika anda keberatan saya hanya ga mau ribet"


"oo..tidak apa apa mas..asal sesuai batasan"


"oia mas..untuk biaya ibu anda biar saya saja yg urus..anda tidak perlu khawatir"


"tidak mas nanti merepotkan"


"tidak apa apa mas..santai saja..lagian kan via kariawan saya"


rico pamit pulang.karena udah malam.danga enak juga disini udah ada abangnya.


eng ing eng.

__ADS_1


sepertinya ada udang dibalik bakwan babang rico..


**bersambung***


__ADS_2