
rezza curiga..tumben adeknya betah dibali..biasanya kalo ke bali paling selesai tugas langsung buru buru balik..
"dad...rico masih lama dibali"
"harusnya 2 hari yg lalu udah balik bun..kenapa"
"kalo belum balik bunda mau nitip sesuatu"
"bunda chat sendiri aja"
"okey.."
***
**nayla..
"ric..udah mau balik belum"
rico
"belum mbak....pengen liburan dulu"
nayla
"uihhh..tumben..roman2nya punya gebetan ni"
rico
"belum mbak..doain aja"
nayla
"pasti lah.."
rico
"ada apa mbak tumben chat"
nayla..
"aku mau nitip sesuatu kalo kamu ga keberatan..tapi ini agak susah..aku mau kamu carinya ditempat itu"
rico
"coba kirim aja..sekalian alamatnya.."
nayla
"oke..ntar aku kirim..uang nya ntar aku tranfer"
rico
"nyampek 1 m ga harganya"
nayla
"ga lah..paling berapa ratus rb aja"
rico
"hahaha..bayarnya kasih aku ponakan satu lagi aja mbak"
nayla
"au ah.."
rico
ππππππ**
***
sejak pertemuan pertama dengan dina rico sering diam diam melihat gerak gerik dina.
mengikuti kemanapun dina pergi..
dia lebih cocok disebut penguntit.
astaga..apa yg aku lakukan..
kenapa waktu itu aku ga minta nope nya.
bodoh sekali..rico memukul kepalanya sendiri
siang itu rico dateng ke kantor dina..dina terkejut dari mana dia tau kalo kantor aku disini.oh....dia kan masih sodaraan sama lintang.bodoh aku..
__ADS_1
rico masuk ke kantor dina..disana dia disambut oleh security..
"maaf pak..bisa ketemu sama bu dina"
"oo..sebentar pak.."
security itu menghubungi seseorang..
"maaf..dengan bapak siapa"tanya satpam itu sopan
"rico pak"
ga lama...
"ibu suruh naik aja pak..nanti tanya aja ruangan ibu"
"makasih pak"
disana terlihat hanya beberapa pagawai saja..
kantor itu memang ga besar..tapi disana banyak berjejer gaun gaun pengantin..dan dilantai atas ada seperti studio foto.
rico cuma melihat ada 2 ruangan selain studio ft ini.
rico mengetuk salah satu pintu..
dina seperti mendengar ada yg mengetuk pintu..tapi bukan pintunya.
dia udah tau kalo itu rico.
pasti dia salah ruangan.
dina keluar ruangan
"hayy...aku disini"
"ohh...hay...yang ini"
"itu gudang peralatan weding..mau masuk situ hihi"
"kamu"
dina membuka pintu ruanganya..dan mempersilahkan rico duduk..
"duduk mas"
"heem..kecil sih mas tapi lumayan"
hari ini dina terlihat sangat cantik..tidak seperti saat pertama bertemu.
dina memakai rok pensil selutut dan kaos berwarna putih yg dimasukan..simple tapi modis..
dina menguncir rambutnya rapi..
"din..kamu sibux ga hari ini"
"ga sih mas..klien barusan pulang..baru aja"
"oo.."rico melihat dina gemas..otak mesumnya dateng
"ada apa mas dateng"
"kalo kamu ga sibux mau ga nemenin aku ke sini"
dina membaca alamat yg diberikan rico di ponselnya.
"boleh...tapi bentar ya..aku kasih tau asistenku dulu"
"heemm"
dina menelpon asistenya dan memberi pesan.lalu dia memakai kaca mata nya..mengutak atik komputernya..hanya beberapa menit.
din..kalo kamu serius gitu manis tau..bikin aku gemes.
rico senyum senyum menunggu dina siap
"udah mas..mari..maaf lama nunggu"
"ga papa din..santay aja"
dimobil diina hanya diam.
"mata kamu min din"
"ga"
__ADS_1
"kok tadi pakek kacamata"
"oo..aku gampang lelah kalo urusan sama komputer"
"ooo...eemmm..din kamu punya cowok ga"
"ga.."
"bagus"
"kok bagus"
"ga...bagus aja"
dina melirik rico..rico terlihat senyum"
ada apa denganya..aneh
"din...aku mau nomer ponsel kamu dong"
"buat apa"
"ga ada..aku cuma mau temenan aja ama kamu"
"oo..oke"
uluuuhh...mas rico modus kambuh..
dina mengetik nomer hpnya ke ponsel rico.
"udah ni mas.."
"udah kamu misscall ketempat kamu"
"udah.."
"din..kamu tinggal dimana"
"dijln garuda perum angkasa no 34 mas"
"ooo..kapan kapan aku bolrh main ga"
"ngapain"
"kamu takut sama aku din"
"takut kalo mas mabok"
"sehabis itu aku ga pernah minum lagi din..aku kapok."
"emang sebaiknya jangan lah mas..ga bagus juga buat kesehatan mas"
"din boleh ga kamu cerita..kok aku bisa dikamar hotel"
dina menatap rico.
"maaf kalo aku ngingetin kejadian itu"
"ga papa mas..aku udah iklas kok"
"maaf ya din"
"heemmm.."
dina menceritakan kejadian malam itu dengan sangat detail..sebenernya rico ingat samar samar..tapi sekarang jadi lebih jelas
"niatnya nolong malah dimakan harimau"kata dina senyum senyum.
"harimaunya ganteng ya din"
"au ah"dina tersenyum.
rico berbelanja pesanan kakaknya..dia juga membelikan beberapa oleh oleh untuk mami dan papinya..asiatenya rangga dan sekertarisnya hana..
rico juga menawari dina untuk memilih apa yg dina mau
"din..kamu ambil aja apa yg kamu mau"
"ga mas..makasih"
"kamu menolakku din"rico mendekatkan tubuhnya ke badan dina..dina merasa terkunci.
"kalo kamu ga mau ambil..aku cium kamu sekarang disini juga."
"mas...ga boleh gitu..mas sekarang sadar kan ga lagi mabok...jangan bikin aku takut"ucap dina tegas.
__ADS_1
hufff..kenapa cewek ini susah banget ditaklukan.
**bersambung***