Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
gadis itu dia..


__ADS_3

"dad...ga ada jadwal ke bali"tanya nayla pada suaminya..


"kenapa bun...kalo mau ke lintang bunda pergi aja sama vano..ntar daddy cariin tiket"


"ga bisa dad...vano lagi happy happynya sekolah..mana mau dia libur"


"dia emang bener bener anak daddy.."ucap rezza sambil memasang dasinya..nayla menhampiri dan membatu memakaikan dasinya.


"emang kenapa bun kok tanya daddy mau kebali apa ga"


"si lintang pengen makan masakan bunda"


"ooo..lintang ngidam"


"iya..pengen makan pastel bikinan bunda katanya.."nayla tersenyum


"kayaknya rico deh bun yang mau jalan..soalnya untuk bulan ini dia yg akan melakukan perjalanan..."


"oh..ya kapan"


"belum tau..coba daddy tanya..ntar daddy kabari ya"


"jangan mepet mepet ya dad..bikinya kan lama"


"okey"


***


dikantor..


rezza melihat adeknya agak pendiam..sering melamun dan kadang kadang gugup.


"dek..lo kenapa"


"ga ada apa apa mas..emang kenapa"


"ooo..ga..kapan kamu ada jadwal kebali"


"besok kayaknya mas..kenapa..mas mau gantiin"


"enak aja..situ yang dipercaya papi...mas ntar bagian yg ke kota p aja"


"emang knp nanya nanya.."


"oo..itu mbak mu mau titip sesuatu buat lintang"


"boleh..besok pesawatku jam 10 kayaknya"


"oke entar aku kabari mbak mu"


****


rico melajukan mobilnya ke kediaman lintang...uhhh..bali..panas banget..


rico melepas jasnya dan mengendurkan dasinya.


dasar ibu hamil..mintanya aneh aneh..makanan aja mesti nyari nyari..kalo ga kenapa sih???


rico menggerutu dalam hatinya.


sebenernya lintang pengen makan apa sih...penasaran gue..


seketika rico ingat dengan gadis yang penah melakukan ONS denganya..bagaimana kalo dia hamil..siapa yang menjaganya..siapa yg akan mencarikan makanan kalo dia mau.


pikiran rico semakin kalut memikirkan itu.


rico sampai didepan rumah lintang..


semoga ini bener..


rico menelpon lintang


"lin..aku didepan rumahmu"


....


tuuut..


lintang terlihat membuka pintu dan menuju gerbang..


"masukin aja mobilnya mas.."


rico memasukan mobilnya"


"duduk mas..."


"heemm"


"laki lo kemana...sama siapa dirumah"


"davian ngantor lah..aku biasanya sama mbak..cuma mbak nya hari ini ijin"


"kamu lagi hamil..jangan sendirian.."


"ga mas..bentar lagi temen aku dateng..dia mau nemenin aku seharian ini.."


"sukurlah..."


"mas..thanks banget lo..maaf udah ngrepotin"


"ga lah lin..dia kan ponakan aku juga.."

__ADS_1


ting tung..ting tung..


"sepertinya temen aku dateng mas..bentar ya"


"heemm"


rico menunggu sambil memainkan ponselnya..sebenernya rico ga bisa lama lama.harusnya dia ada meeting siang ini. tp dia merasa ga enak kalo buru buru..makanya dia minta asistenya buat nunda pertemuanya jadi ntar mal3m aja.


"mas...ini temen aku yang aku bilang tadi"


rico melihat ke arah tamu lintang..rico tersenyum.


tapi tamu itu terlihat tegang ketika menatap rico..


"kenalin din..ini mas rico adeknya mas rezza..kamu tau kan mas rezza"


"ehh..iya..suaminya mbak nay kan"


"he eh"


rico dan dina bersalaman..rico merasakan tangan gadis ini dingin..gemetar..ada apa denganya.


rico melihat ke arah dina lagi..memastikan..apakah itu dia..bener dia gadis itu.rico masih tetap mengengam tangan dina..lintang yg melihat itu tersenyum dan mengetuk lengan rico.


"mass...tanganya dikondisikan"


"eh..iya maaf.."rico melepaskan tangan dina..


"duduk din..bentar ya mas aku h


bikinin minum"


lintang mengambil paper bag yg dibawa rico tadi membawa nya ke dapur.


tinggal rico dan dina di ruang tamu.


dina diam dan memainka jarinya..terlihat dina sangat ketakutan.rico semakin yakin.


rico terus memperhatikanya..membuat dina semakin gugup..keringat dingin keluar dari tubuh dina..mereka masih saja diam..pertanyaan yg pernah telintas di benak rico kini mincul lagi.


lintang datang dan memecahkan keheningan itu.


"maaf lama..ini din pastel bikinan kakak gue"


"heemm iya"


"lo kenapa din..sakit lo"


"ga..cuma pusing aja dikit"


dina melihat sekilas ke arah rico..rico masih saja menatapnya...tatapan matanya seakan ingin membunuhnya.


"istirahat aja din didalem..ntar gue nyusul"


"iya ga papa..tapi lo makan dulu ya.gue dah masak banyak"


"baiklah"


"yuk mas kita makan bareng.."


rico hanya nurutsama lintang..rico menggulung lengan bajunya dan berjalan mengikuti dua perempuan itu..lintang menyiapkan piring..dina berjalan ke arah wastafel..rico mengikuti dina..dina merasa ingin pingsan ketika rico sama persis disebelahny hanya berjarak sekitar 10cm saja.


rico mencium bau harum tubuh dina..ga salah lagi ini pasti dia batin rico.


mereka makan siang bersama..dina dan rico hanya diam.


cuma lintang yang bicara...sebenernya lintang curiga..cuma sudahlah..mereka kan baru kenal.ga mungkin kan ada apa apa..lagian rico kan naksir sama livia.


"mas..livia apa kabar"


"ga tau lin..aku udah lama ga ketemu dia"


"hemm knp"


"dia kan udah ga kerja ama aku lagi..udah koas dia"


"oo..dia calon dokter"


"he eh.."


"pantesan pinter bahasa asing"


livia itu kan gadis yg dia sebut sebut waktu iti..astaga jadi itu pacar dia.batin dina.


selesai makan dina membersihkan peralatan makan dan mengelap meja..


"thanks ya din..udah bantuin gue"


"yg thanxs itu harusnya gue lagi lin..dapet makan geratis dibungkusin pula"


"haha..bisa aja lo..gue tau kalo ahir bulan ini lo pasti malas masak..kalo udab pacaran ama laptop lo ga makan kan"


"hehe"


"apallah gue ama kebiasaan buruk lo"


dina duduk disebelah lintang..rico dari tadi diam..rico menunggu saat yg tepat buat bawa dina.


"din gimana pala lo..masih sakit.."


"dikit lin..tapi ga papa"

__ADS_1


"ya udah lo balik gi..gue ga papa.."


"serius.."


"hemm.


"ya udah gue cabut ya..bentar gue pesen taksi dl"


rico merasa ada celah


"bareng gue aja mbak..gue juga mau ada meeting bentar lagi"ucap rico boong


"ga usah mas nanti ngrepotin..ga papa gue jalan sendiri aja"aduh niatnya mau menghindar malah kejebak batin dina


"ga papa din..mas rico baik kok..lu ga usah takut"


dina ga mau lintang curiga..dina pun menghiyakan..nanti aku minta turun aja depan komplek.


dina dan rico ahirnya bersama satu mobil.dina berusaha tenang..agar rico tak tau dia sedang ketakutan.


"mas..saya turun depan komplek aja"


rico hanya diam..rico tak menjawab kata kata dina.


"mas..stop sini aja"


"kenapa..kamu mau menghindar dari saya"


"apa maksud mas..kenapa saya harus menghindar..kita kan ga kenal"


"kamu yakin"


dina diam..rico melanjutkan kata katanya.


"kenapa kamu ninggalin aku sendiri"


"apa maksud mas"


"kamu ga usah pura pura..kamu tau maksud aku"


dina diam..dina membuang pandanganya keluar jendela.


"mas...diantara kita ga ada apa apa..aku ga kenal mas dan kita ga ada masalah oke..jadi turunkan saya"


"aku akan turunin kamu..yg penting kamu jawab pertanyaan aku..kenapa kamu ninggalin aku malam itu"


"cukup mas...oke..aku ga mau ingat ingat lagi kejadian itu..jadi stop turunkan aku sekarang"


rico menepikan mobilnya..rico mengunci semua pintu..rico memukul stir..rico marah..


"kalo kamu terus minta turun..aku akan melakukanya lagi sekarang...oke..jadi diam"rico terlihat marah.


dina diam.dina merinding.


rico melajukan kendaraanya lagi.


"apa..selama ini kamu baik baik saja"ucap rico mulai lembut.


"tentu saja ga ada yg baik mas"


"aku minta maaf"


dina meneteskan air mata..


rico memarkirkan kendaraanya di sebuah restautan outdorr..tapi mereka memilih tidak turun.


"tidak ada yg perlu dimaafkan mas..semua sudah terjadi"


"kamu tau din..aku mencarimu kemana mana..aku takut kamu hamil"


"apa yg mas takutkan..mas takut aku akan datang minta pertanggung jawaban kah?"


"jika itu terjadi aku akan senang din..harusnya kamu laporin aku kepolisi waktu itu"


"waktu itu kamu sedang dalam masalah kan.


aku ga mau nambah masalah kamu lagi"


"kamu sangat baik din..bagaimana laki laki brengsek ini tega menghancurkan hidupmu...aku minta maaf din"


"aku udah maafin mas..lagian mas waktu itu juga ga sengaja kan"


"apakah waktu itu sakit din"


dina tersenyum


"pertanyaan apa itu"


"aku tau itu yang pertama untukmu"


dina diam.dan tersenyum


"udah tau nanya"


rico tersenyum..ada perasaan hangat disana.ingin sekali rico memeluk gadis disebelahnya..ingin sekali rico mengulang saat itu lagi..apakah dina mau? jika dina izinkan aku akan melakukanya dengan lembut..ah...apa yg aku pikirkan..kenapa aku jadi mesum gini.


tapi jujur..waktu bersama livia aku biasa biasa..lain ketika bersama dina..ada rasa ingin memiliki ya kuat..din..beri aku kesempatan...ucap panjang lebar rico dalam hatinya.


***habis ini kita saksikan seberapa gigih mas rico ngejar pujaan hati **


ditunggu like comen n vote ya ya..

__ADS_1


love love buat kalian readers ku


**bersambung**


__ADS_2