Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
pertemuan pertama nayla dengan mantan mertua


__ADS_3

rico memboyong keluarganya ke kediaman nayla..


orang tua nayla menerima baik kedatangan mereka.maminya rezza memangis menjadi jadi melihat mantan mantu kesayanganya..maminya rezza memeluk dan menciumi nayla...mata nayla masih kosong tidak merespos sama sekali..nayla masih saj diam.


"nak..sadarlah..kami semua menyayangimu..kami akan berusaha mencari mas ezza untukmu..bicaralah..kasihan vano"


bujuk mami rezza.


mendengar kata rezza..air mata nayla keluar.bibirnya bergetar..tapi tetap tak mau mengeluarkan suara.


"pak..bu..sebaiknya kita bawa nay kedokter..saya ada kenalan dulu..dokter yang menangani rezza waktu mereka cerai"kata papinya rezza.


"jika kalian setuju kami akan membawa nayla ke jakarta..biar kami yg merawat nya sampai sempuh"kata mami lagi


"piye pak"


"dia anak kami bu..kami ga mau merepotkan kalian..lagian kita sudah tidak ada hubungan"


ayahnya nay menjawab


"pak..sebaiknya kita jangan egois..mungkin rezza pernah menyakiti nayla..tapi lihatlah.cinta mereka begitu dalam..apakah kalian pernah melihat cinta seperti ini..saya sudah melihatnya dua kali pak..rezza ketika berpisah dengan nay juga seperti ini..sebagai ibu hati saya hancur pak..walau nay bukan mantu saya.


tapi saya sudah menganggapnya sebagai putri saya sendiri...ayolah pak cobalah mengerti keadaan putri bapak...sembari kita mencari tau keberadaan rezza"


ayahnya nay terlihat berfikir..


"baiklah bu..jika tidak merepotkan"


"tidak pak..semua akan baik..sekali lagi percayalah pada kami"


diiringi isak tangis ayah dan mama nayla..nayla pun dibawa orang tua rezza ke jakarta..vano bun dibawa ikut serta..karena vano bisa digunakan sebagai senjata untuk membuat nay sadar.


***nayla menempati kamar rezza..begitu masuk ke kamar nayla sedikit merespon..karena mencium bau harum kekasih hatinya.dituntun mami rezza nayla di dudukan ditepi ranjang rezza.


"nay mau minum"tanya mami


nayla melihat mami..mami mengerti berarti jawabanya iya.


mami membawa air minum dan menyiuapi minum nay.


mami membuka lemari pakaian rezza..baju baju nay masih tersimpan rapi disana..mami mau membatu nay mengganti pakaianya..tapi nay memegang kuat pakaianya..


"oh..mungkin dia ga mau pakai ini..."


lalu mami rezza membuka wodrop rezza..mengambil salah satu kemeja rezza..dan menyemprotkan sedikit parfum rezza disana..

__ADS_1


heemmm..bagaimana kalo ini..apakah kamu akan menolaknya sayang.ucap mami rezza sambil senyum.


mami rezza berjongkok di depan nayla.


"sayang...apakah kau mau pakai ini"


nayla mencium bau kekasihnya.lalu nayla melihat mata mertuanya.


berarti mau..pikir mami lagi..lalu mami membantu nayla mengganti pakaianya dengan kemeja rezza.


air mata mami menetes segitu besarkah cintamu pada rezza sayang.hanya memakai bajunya saja kamu terlihat senang..


nayla berbaring diranjang rezza.maminya menyalakan ac dan memberikan bantal kesayangan rezza.nay menerimanya..


"tidurlah dulu..nanti mami dateng lagi ya"


nayla melihat maminya lagi..pertanda dia bilang iya.


mami keluar kamar dengan isakan tangis..mami menceritakan kejadian itu sama papi dan juga rico.


"gimana nak..udah ada kabar tentang mas mu belum"


""belum mi..tapi rico yakin terahir dia dikota surabaya.."


"kita kerahkan semua detektif terbaik dek..kebiasaan dia sudah ..kalo kacau pasti sembunyi..akan aku hajar dia kalo pulang..bikin anak ora jadi kayak gitu"


"sabar pi sabar..gimana dokter davit sudah dikabari"


"sudah mi..besok pagi bisa mulai terapi"


****


rico sedang bermain sepakbola bersama vano dihalaman belakang vano terlihat sangat bahagia..mereka gerah..mereka duduk direrumputan.


"uncle....where is my daddy"


"daddy ada tugas keluar negri boy.. uncle sudah kabari..sebentar lagi daddy pasti pulang"


"apakah aku boleh telpon daddy"


"tentu..tapi untuk saat ini daddy lagi bersama orang orang besar..jadi ga bisa diganggu dulu"


"orang orang besar apakah seperti uncle davian"


ingin sekali rico tertawa..karena perawakan suami lintang jadi bahan lelucon sekarang.

__ADS_1


"heemmm...kamu benar"


"apakah..orang besar itu temenya uncle davian"


"uncle tidak tau boy"


"bicarakah pada mereka uncle..kasih daddy pulang..bilang bunda ga mau bicara sama siapa siapa..bunda marah.."


"okey boy..uncle akan usahakan.."


"kalo mereka ga mu nyetir pesawatnya..suruh daddy aja yg bawa..kata bunda daddy bisa kan bawa pesawat sendiri"


"kau pandai boy...apakah kau ingin melihat daddymu menerbangkan pesawat.."


"tentu"kata vano antusias..nanti kalo bunda vano udah ga marah..terus daddy dateng kita ajak daddy jalan jalan naik pesawat opa...suruh daddy yg terbangkan...oke"


"hah...opa punya pesawat..."


"ehemmm"


rico menunjukan foto foto jet pribadi milik keluarganya.disana juga ada foto foto rezza di kokpit..


"daddy terliahat sangat keren uncle..apakah vano boleh belajar membawa pesawat seperti daddy"


"tentu..tapi sebelumnya vano harus tinggi dulu seperti uncle..bisa berbhs inggris dengan baik"


"kenapa uncle"


"karena buku bukunya pakai bahasa inggris"


"apakah uncle pandai bahasa itu..bunda sering ngomong pakai bahasa itu dengan auty dan juga uncle davian..tapi vano malas mendengarnya"


"hahaha..sekarang ga boleh malas..mau keren kayak daddy kan"


"oke uncle..vano akan ngomong pakai bahasa itu mulai sekarang..mau kah uncle mengajariku lebih banyak lagi"


"okey boy..kapan mau sekolah"


"kata bunda waktu itu tunggu setahun lagi uncle..tapi vano sudah ingin..vano hanya belajar mengaji saja sama bunda"


"mulai sekarang belajar sama auty cantik..kamu mau uncle kenalkan"


"okey"


***heemmm...gadis..aku akan benar benar memanfaatkanmu sekarang..siap siap baby..pikir rico licik..

__ADS_1


**bersambung**


__ADS_2