
Hari yang mereka tunggu tunggu pun datang, Ibunya Rezza sudah diperbolehkan pulang, Rezza sudah mengantongi izin dari orang tuanya untuk ikut Nayla dan Lintang kekampung halamanya.Mobil yg mereka tumpangi sudah masuk ke tol luar kota.
"Nay, kira kira berapa jam dari jkt kekampung"tanya Rezza.
"Kalo naik bis sih dua belas jam mas, kalo naik mobil ini baru pertama kali"jawab Nayla.
"Ooo, Lint tumben diem kenapa?".
"Ga ada capt, aku seneng aja lihatin gunung sawah pantai ga melulu awan".jawab lintang.
"Kamu, bisa ga jangan panggil aku capt capt".Gerutu Rezza.
"Lah aku harus pangil capt apa?, mas, kan kakak udah panggil mas, ayang beb, honey, atau apa capt"Jawab lintang lagi.
"Samain sama kakakmu aja, panggil aku mas".
"Kirain minta dipanggil ayang beb"
"Kamu ya awas ya.."
"Hehe ampun capt, eh mas tapi kalo tugas tetep seperti biasa ya"
"Okey"
"Eh mas Lint penasaran deh kok mas bisa ikut kita pulkam emang hubungan kalian udah sedeket apa?".Tanya Lintang penasaran.
"Kepo kamu lint"kata Rezza.
Nayla hanya senyum senyum sendiri.
"Ya ga kepo mas biasanya kakak selalu cerita sama aku lah ini ga ada angin ga ada hujan kok tiba tiba ikut kan aku jadi curiga"
"Haha kamu anak kecil diem aja"
"Enak aja bilang aku kecil badan aja aku yang kurus mas umur ma udah boleh haha"Tambah lintang
"Ada kakak nya berani ya"
"Upss, maaf hehe"
Tak terasa mereka udah berkendara lebih dari 10 jam, sudah beberapa kali isi bensin dan berhenti di res area.
"Mas, kamu pasti lelah sini Nay aja yg nyetir udah deket kok paling dua jam lagi sampai"
"Beneran kamu ga papa kalo nyetir"
"Iya ga papa mas.."
Nay pindah ke tempat kemudi, Rezza di kursi penumpang.
"Disini enak ya Nay, masih asri, hutanya juga masih alami kayaknya".
"Iya mas, ditempat aku jg masih bangus kok masih asri pantainya jg keren keren ga kalah sama Bali"
"Boleh tu Nay kita entar kepantai".
"Kalo boleh sama mama ya".
"Loh emang kenapa"
"Aku sama Lint kan jarang pulang mas ini juga udah enam bulan baru bisa pulang jadi biasanya kami dikurung ama mama dirumah ga boleh kemana mana hehehe".
"Ooo, kirain"
"Lint".
"Ya mas, gimana hubunganmu dengan captain Yogi"
"Gosip itu mas, kami ma ga ada hubungan apa apa".
"Ah yang bener".
"Bener mas".
"Lah itu kenapa mukanya merah".
"Ga ada kok mas beneran".
"Bukanya mas ga ngebolehin kamu sama Yogi dek, tapi kamu hati hati aja kamu kan tau dia player skrg kamu kan mau jadi adek mas makanya mas ingetin"
"Ya mas Lint tau eh adek mas jadi kalian wah wah kakak, kakak hutang penjelasan sama adek".
"Ya nanti kakak jelasin"jawab Nayla.
"Sekarang mas kan udah resagn ga ada yang jagain kamu kamu jaga diri baik baik kalo kerja"
"Loh mas udah ga jadi supir lagi sekarang"tanya Nayla.
"Ga Nay papi minta aku gantiin Rico,biar dia selesain kuliahnya dulu".
"Ooo..."
Lintang ga bersuara, oh..mungkin dia tidur.
Pas azan magrib berkumandang mobil Nayla berhenti. Di rumah bercat kuning. Telihat disamping rumah ada mobil los bak yang tertutup terpal.
"Lin, bangun udah sampai"
"Ooo sampai ya kak".Jawab lintang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Heemmm, ayo mas"
"Rumah kamu gede juga ya Nay".
"Masih gedean mansion kamu lah mas, haha. Tapi Alhamdulilah semua harus disyukuri mas".
"Iya kamu bener Nay".
__ADS_1
"Ayo masuk mas".ajak Nayla.
Mereka pun masuk kerumah rumahnya sangat rapi dan bersih tak seperti yang Rezza pikirkan selama ini bahwa rumah dikampung itu kumuh dan kotor.
Buktinya rumah Nayla sangat bersih di pojok ruangan ada beberapa mesin jahit, oia ibunya Nayla kan penjahit.
"Assalamualaikum maaa ayahh Nay pulang"panggil Nayla pada orang tuanya.
"Waalaikumsalam"Tampak wanita yang agak tua keluar dari kamar dan masih mengenakan mukenanya.
"Ehhh ,anaku mantuk, kok ga ngomong ngomong to nduk lek mau muleh mama ga masak iki piye (kok ga bilang bilang to nak..kalo mau pulang mama ga masak ini gimana)"
"Ga papa ma tadi dijalan Nay ada beli sate sama tonseng kesukaan ayah".
"Ooo la iku sopo nduk(la itu siapa nak)"
"Oia lupa ma,mas sini ini mama ku ma ini mas Rezza atasanya lint dikantor ma".
"Saya Rezza tante, temenya Nay sama Lintang".
"Oo ya wis gek besih bersih kono, nanti mama siapin makanya sambil nunggu ayahmu mantuk dari masjid".
"Siap ma.."Lintang ga banyak bicara dia hanya memeluk pungung mama nya.
"Lint, kamu pinjemin kamar kamu buat mas Rezza ya nanti kamu bobo dikamar kakak"
"Ga bisa lah kak kan mas Rezza pacar kakak masak dikamar aku".
"Tadi bilang nya temen kok pacar".kata mama penuh selidik
"Itu calon mantu mama..ganteng kan ma"kata Lintang manja.
"Iya ganteng ya udah antar kekamarmu sana nay..yang baik kamu sama calon suami".
"Iya ma ayo mas".
"Misi tant, Rezza kekamar dulu".
Nay melangkah ninggalin Lintang dan mama nya diikuti Rezza menuju kamarnya.
kamar Nay tidak terlalu besar hanya berukuran 4x5 meter, disana hanya ada satu ranjang, meja rias dan lemari.
"Maaf mas, kamar Nay ga begitu besar, kamar mandinya jg ga ada di dalem, kamar mandinya hanya ada dua, di dekat dapur sama disebelah kamar aja."Nayla menjelaskan isi rumahnya.
"Ya ga papa aku suka kamar kamu"
"Ya udah mas bersih bersih dulu gi habis itu sholat nanti kita makan sama sama..bentar lagi ayah pasti dateng dari majid."
"Oke makasih ya nay"
Nay mau melangkah pergi tapi Rezza mencekal tanganya.
."Nay sekali aja boleh ya"
"Apa mas kan mas udah janji kan tunggu halal.."
"Mas mau apa"
"Kiss.."
Nay hanya diam seperti mendapat lampu hijau Rezza langsung memegang dagu Nay dan mendaratkan bibir nya ke bibir Nay, Nayla tidak membalas Rezza mengigit bibir bawah Nay, agar Nay mau membuka mulutnya Nayla pun tak kuasa menahanya lagi, Rezza mengeratkan pelukanya dan memperdalam ciumanya, lama kelamaan Nayla pun membalas ciuman itu hampir dua menit mereka berciuman.
"Mas udah ya nanti mama sama lintang curiga lagian ga baik kalo Nay lama lama disini"
"Iya makasih ya sayang.i love u.."
"Love u too mas"
Nay beranjak pergi tapi berbalik lagi dan memberikan kecuma sekilas dibibir kekasihnya. Mereka saling senyum
Ya Tuhan inikah rasanya saling mencintai manis sekali rasanya.
itu adalah ciuman pertama Nay dia memberikanya pada laki laki yang ia cintai ujur nay merasa berdosa tapi dia juga bahagia.
Ya Allah maafkan Nay.
30 menit kemuadian keluarga Nay sudah berkumpul ada ayah Nay mamanya dan Lintang..
"Kak panggil mas Rezza gi kaper ni adek"
"Iya bentar"
Nayla melangkah menuju kamarnya..
tok tok tok
"Masuk"
"Mas makan dulu yu ditunggu ama ayah tu"
"Oia mas lipet dulu sajadahnya"
"Sini biar Nay aja yg rapiin"
Mereka pun keluar dari kamar.
"Malam om tante.."
"Malam juga nak ayo duduk kita makan dulu nanti kita ngobrolnya.."
"Yah kenalin ini mas Rezza temen deket Nay".
"O.iya".
Suara hening hanya detuman sedok yg terdengar, dada Rezza bergemuruh.
Setelah selesai makan, ayahnya Nay mengajak Rezza ke ruang tamu.
__ADS_1
"Sudah lama nak kenal Nay sm Lintang"
"Kalo lintang sudah 1 tahunan om kami satu maskapai kami satu team"
jawab Rezza.
"Jangan panggil om lah, panggil aja pakde kalo dikampung rasanya aneh nak kalo panggil om"
" iya pakde"
"Eh tunggu dulu satu maskapai memang lintang kerja apa terus kamu jg kerja apa".
"Maaf yah sebenernya udah satu taun ini lintang jadi pramugari kalo Lintang ijin pasti ayah sama mama ga ijin maaf ya yah.."
"loh nduk ayah ga ngajari kamu berbohong loh itu saru loh ayah kecewa sama kamu"
"Maafkan lintang yah sebenernya waktu itu lintang hanya iseng iseng yah ee ketrima ya udah Lintang lanjut maaf ya yah"
"Ya udah ayah maafkan atau jangan jangan kakakmu pramugari juga"
"Ga yah kakak ma masih setia sama mesin jahit hahaha"
"Terus kok kamu bilang tadi satu team sama anak saya jangan jangan kamu pilot".
"Iya pakde dulu sekarang resagn dulu mau bantu papi kerja dikantor"
"Ooo aduh ayah jadi pusing sama kamu lint.."
"Ga papa lo yah kan pilot pilot nya handal yah ya kan capt.."
"ya penting kamu bisa jaga diri jangan terlalu bebas sama pergaulan.."
"Nanti selesai kontrak lint ga perpanjang kok yah, Lint mau kerja didarat aja.."
"Ya udah terserah kamu aja.."
Nay udah selesai membantu mama nya didapur Nay membawa nampan berisi teh dan beberapa cemilan.
"Kak aku ketahuan..hehe"
"Ya kan kakak udah bilang jujur aja ayah ga akan marah ya kan yah.."
"Diminum yah mas "kata lint mempersilahkan.
"Mas capek ga"tanya Nay.
"Belum.."
Suara hening beberapa saat tapi jantung Rezza berdetak tak beraturan lalu dia mulai mambuka suara.
"Eemmm maaf pakde.."
"Ya kenapa nak"
"Maksud Rezza datang kesini ingin meminang Nay untuk jadi istri sekaligus ibu buat anak anak Rezza nanti.."
"Piye ma.."
"Mama melu wae lah yah.."
"Kalo pakde sm budemu ya terserah kalian aja kami merestui.."
"Bener yah ma "Nayla ga bisa menyambunyikan rasa bahagianya dia langsung menghambur memeluk ayah nya.
"Ayah emang best i love u ayah ku sayang.."
Nay menciumi pipi ayah nya gantian juga menghambur kepeluakan mama nya dan Lintang cuma senyum senyum.
"Ya udah kalian istirahat sana pasti capek perjalanan tadi".
"Siap yah"
Lintang sudh pamit duluan kekamar mama dan ayah nya Nay jg udah masuk ke kamar tinggal mereka berdua diruang tamu.
"Mas mau bobo sekarang"
"Mas belum ngantuk"
"Terus mas mau apa"
"Mas mau bobo kalo dipeluk sama kamu"
"Mas ingat belum halal."
"Iya deh tapi kiss lagi boleh ya.."
"Heemmm mas jangan nakal deh"
"Iya iya ya udh mas masuk kamar dulu ya tapi temenin bentar ya"
"Iya tapi ga cari cari kesempatan ya"
"Ga janji deh"
"Ya udah kalo gitu ga jadi"
Mereka melangkah kekamar nay.
"Good night mimpi indah ya mas.."
Rezza tak menjawab sebaga gantinya Rezza memegang tengguk Nay dan mendaratkan bibirnya ke bibir Nay,kali ini ciuman itu ga lama tapi sudah bisa membuat mereka berbunga bunga.
"Good night juga sayangku..mimpiin aku ya.."
Nayla tersenyum dan melangkah meninggalkan Rezza.
*bersambung**
__ADS_1
"