
Davian masih terlihat geram dengan tingkah Rio dan Sifa.
"Dad, kenapa mukanya ditekuk gitu"Tanya Lintang.
"Aku ga habis pikir sama mereka mom, bisa bisa nya mereka seperti itu sama daddy, mereka anggap daddy ni apa"Ucap Davian kesal.
"Mungkin mereka ga enak kali sama daddy, masak suruh kerja malah nikah"jawab Lintang mencoba menenangkan suaminya.
"Ya kan ga mungkin dong mom daddy marah, kalo kayak gini namanya apa"
"He e, momi ngerti sayang, tapi percayalah, pasti rio punya alasan"
"Ntar sore kita kesana lagi mom, daddy mau mereka jelasin maksudnya apa"
"Iya dad, daddy yang sabar, daddy mau cepet tua marah mulu"
"Apaan daddy tua, momi aja nempel terus gitu ama daddy"
"Terus kalo bukan sama daddy momi suruh nempel ama siapa"
"Enak aja, momi punya daddy, jangan macem macem"
"Hehe, dad kalo diingat ingat lagi pertemuan kita lucu ya, eh daddy tau ga waktu pertama kali momi lihat daddy kerumah momi mikir apaan"
"Apaan emang?"Tanya Davian.
"Dalam hati momi bilang, Ya Allah mimpi apa aku semalem didatengin bule ganteng gini"ucap Lintang senyum senyum.
Davian tersenyum malu.
"Bule ganteng bawa kabar duka ya mom"
"He em, menyebalkan"
"Maaf ya mom, jujur aja daddy takut waktu itu"
"Tapi dad, momi ga menyesal, sungguh momi bahagia ketemu sama daddy, daddy sabar banget ngadepin momi, sampai kita bener bener jadi suami istri sungguhan"
Davian tersenyum, "daddy ga bisa berkata apa apa mom, daddy juga ga nyangka bakal punya istri wong jowo hahaha"
"Dapet dari mana itu kata wong jowo"
"Ya kan daddy bergaulnya sama wong jowo hahaha"
"Daddyyyyyyy"Lintang mencubit perut Davian manja.
"Hahaha"Davian tertawa lepas, lintang agak sedikit merasa tenang, paling tidak suaminya sudah ga marah lagi..
Ya begitulah Lintang, selalu punya 1000 cara
untuk menghibur Davian.
**
Dikediaman Rezza.
Rezza sedang mencoba untuk berdiri, Nayla melihatnya dan segera berlari membantu suaminya.
"Dad, jangan paksa dulu".
"Ga enak bun duduk terus"Ucap Rezza.
"Iya sayang, bunda tau tapi takutnya nanti retaknya tambah parah heemmm".
"Daddy ga mau ngrepotin bunda terus bun"
"Emang daddy anggap bunda ni apa dad, daddy tatap mata bunda" Rezza menatap sedu mata istrinya.
"Dad, aku mencintaimu, bagaimanapun keadaan daddy, percayalah daddy akan segera sembuh heemm nurut ya sama bunda"
"Daddy malu sama bunda"Nayla mencium bibir lembut suaminya, agar bisa memberi ketenangan dihati suaminya.
__ADS_1
"Apa sekarang daddy ngerti maksud bunda heemmm"
"Iya daddy ngerti"
"Sabar ya dad, bunda akan selalu ada buat daddy, oia Romi ada dibawah,bunda suruh naik ya, dia bawain kerjaan daddy"
"He em, ke ruang kerja aja bun"
"Baiklah sayangku"
Nayla hendak melangkah meninggakan suaminya, tapi Rezza memanggilnya lagi.
"Bun"
Nayla menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Heeemmm"
"Daddy mau cium bunda lagi"
Nayla tersenyum
"Janji ga coba berdiri sendiri"
"He em, daddy janji"
Nayla mendekatkan wajahnya, Rezza mulai menikmati bibir istrinya.,Rezza mulai merasa sedikit tenang.
"Makasih bunda"
"Sama sama daddy, daddy mau bunda anter keruang kerja".
"Ga daddy bisa sendiri".
"Baiklah"
Nayla melangkah meninggalkan Rezza dan memberi tahu Romi jika Rezza menunggunya diruang kerja.
***
Rangga sedang off sekarang, Rico tak memberinya pekerjaan, dia ingin menjemput teman barunya tepatnya pujaan hatinya siapa lagi kalo bukan sus Nisa.
Orang yg ditunggu tunggu pun datang, Nisa terlihat cantik dengan kaos berkerah warna hijau muda dan celana jeans hitam,memakai celana cat dan tas punggungnya, rambutnya diurai, santai tapi terlihat cute.
"Hay"Sapa Nisa.
"Hay juga"balas Rangga.
"Udah lama"
"10 menitan"
"Apa kamu ga kerja"tanya Nisa
"Sabtu neng, aku minta off"
"Emang biasa sabtu masuk"
"Aku ma ga ada liburnya"
"Oh ya, "Nisa melirik, Rangga menangkap mata itu, Rangga tersenyum, ih,gemes. batin Rangga.
"Masuk yuk, ga enak dilihat orang"ajak Rangga.
"Kita mau kemana"tanya Nisa.
"Makan mungkin, jalan aja"Jawab Rangga.
"Tapi ga bisa lama, anak aku nungguin"Pinta Nisa.
Hah, anak batin Rangga apakah Nisa istri orang atau dia janda.
__ADS_1
"Anak, kamu punya anak?"Tanya Rangga.
Nisa tersenyum.
"Kenapa, malu jalan ama janda"Goda Nisa.
"Ga yang penting bukan istri orang"jawab Rangga santai.
Nisa tersenyum, kita lihat bang Rangga masih mau lanjut apa ga kamu, setelah tau aku janda.
Nisa senyum senyum sendiri, Rangga terlihat tegang dan tidak senang.
Ah, mungkin dia kecewa.
Biarkan saja lah, toh kami hanya berteman batin Nisa.
Dimobil Nisa dan Rangga hanya diam,Nisa tak mau banyak bicara.
.Dia tau Rangga kecewa, tapi Nisa janji jika Rangga serius padanya maka dia akan menceritakan siapa dirinya sebenarnya.
Haruskah aku merelakanmu batin nisa.
Hissttt, emangnya dia siapa. Batin nisa berkejolak kesana kemari.
Ahh, ga taulah, jalani aja.
"Nis, Nisa Nis"Rangga memanggil Nisa tapi Nisa terlihat masih asik dengan pikiranya.Rangga memberanikan diri menyentuh lengan Nisa.
"Nis"panggil Rangga lagi.
"Heemmm, ya , apa"ucap Nisa kaget.
Rangga tersenyum lucu.
"Kamu mikirin apa?"Tanya Rangga.
"Ga ada"jawab Nisa.
"Kamu mikirin anak kamu"
"He em"
"Ya udah kita makan habis itu pulang, gimana"
"Oke"
Mereka pun turun dari mobil dan memasuki restauran siap saji.
"Mau makan apa nis"
"Samain aja"
"Samain, oke"
Mereka ngobrol sambil sambil menunggu makanan pesanan mereka datang.
"Umur kamu berapa Nis".
"21 tahun ini"
"Heemmm.."
"Kenapa, masih muda udah janda ya"jawab Nisa meledek.
"Maaf kalo aku lancang, emang suamimu kemana atau mungkin mantan"
Nisa tersenyum."ga tau"
"Loh kok ga tau"
"Kenyataanya aku punya anak tapi ga punya suami, apa namanya kalo bukan janda"
__ADS_1
"Maksud kamu"tanya Rangga penasaran.
**bersambung***