
Siang itu Sifa tak ada kegiatan apapun, Rio juga tak ada jadwal pergi kemana mana, hari ini mereka berencana menghabiskan waktu berdua, seperti biasa apa lagi kalo ga pacaran. heemmm dasar Rio manusia paling pandai memanfaatkan keadaan.
Sifa sedang sibuk didapur untuk menyiapkan makan siang mereka.
Sifa mendengar ponselnya berbunyi, Rio beranjak dari duduknya dan membantu Sifa mengangkat telpon Sifa.
"Beb, telpon dari bu panti"Ucap Eric.
"Angkat aja mas"Jawab Sifa.
Rio pun mengangkat panggilan telpon itu.
"Assalamualaikum bu"Jawan Rio.
"Waalaikumsalam, ini mas Rio ya"
"Iya bu, ini saya"
"Bisa bicara dengan Sifa mas"
"Sifa nya lagi masak bu, ada apa nanti saya sampaikan"
"Begini mas, duh, gimana ngomongnya ya, ibu jadi bingung"
"Ga papa bu, ngomong aja"
"Begini mas Rio, ini maaf ya sebelumya, tolong sampaikan ke Sifa nya nanti pelan pelan, sebenernya saya mau minta ijin mas sama mas Rio dan Sifa, Orang tua Sifa mencarinya mas"Ucapan ibu panti seketika membuat Rio menatap istrinya.
"Sebentar bu, saya kelur dulu,(Rio berjalan melangkah keluar, dia takut Sifa mendengar pembicaraan mereka), Sebelumnya saya minta maaf hu, setau saya istri saya yatim piatu kan"Ucap Rio.
__ADS_1
"Maaf kan saya mas Rio, ini juga saya baru dapar info tadi siang, ada seseorang mengaku orang tua mbak Sifa, saya juga kaget karena menurut identitas awal mbak Sifa memang sudah tak memiliki orang tua, tapi mereka menunjukan bukti bukti bahwa mbak Sifa putri kandung mereka"Jawab Ibu panti.
"Apakah mereka mengatakan tujuan mereka mencari Sifa bu?"Tanya Rio.
"Tidak mas, mereka hanya meminta alamat mbak Sifa, mereka ingin bicara langsung dengan mbak Sifa"Jawab ibu panti.
"Saya akan coba tanyakan pada Sifa ya bu, semoga Sifa mau bertemu dengan mereka"Ucap Rio.
"Saya tunggu kabarnya ya mas Rio"
"Baik bu, nanti saya kabari"
Rio dan ibu panti mengahiri obrolannya.
Rio masuk kedalam rumah.
"Ada apa mas, bu panti butuh sesuatu?"Tanya Sifa.
"Ga beb, bu panti cuma nanyain kabar kamu aja, kita makan dulu yu laper ni"Ajak Rio, Rio hanya mau mencari waktu yang pas untuk bicara pada istri cantiknya.
Rio memuji masakan sang istri.
"Beb, kalo kamu masak enak terus gini aku bisa gemuk lo"Canda Rio.
"Kamu mau gemuk mau enggak tetap ganteng lo mas,"Jawab Sifa tak kalah genit.
"Sini aku pangku"
"Nanti habis makan aja ya, habisin Dulu"
__ADS_1
"Baiklah sayangku, Beb makasih banyak ya udah masakin"
"Sama sama sayang"
****
Dilain tempat sebuah keluarga yang dengan gelisah menunggu kabar baik tentang anak mereka yang mereka telantarkan selama 24 tahun.
"Sabar ya bu, anak kita pasti mau bantu kita"Ucap si bapak.
"Bagaimana kalo dia ga mau bantu pak, sedangkan kita tidak pernah merawatnya"jawab Seorang Ibu.
"Kita kan terpaksa bu menyembunyikanya, kalo tidak nasibnya tidak akan sebaik ini"Ucap sang bapak.
"Ibu bener bener takut pak, takut kalo dia ga bisa menerima penjelasan kita"Jawab ibu lagi.
"Kita akan usahakan bu, bapak sama sekali tidak menyesali menyembunyikan anak kita dari rentenir itu bu, semoga dia mengerti ya bu"
"Semoga ya pak"Jawab ibu itu.
Dulu orang tua Sifa adalah seorang pengusaha mebel yang sangat kaya raya dan sukses dikota jepara, usaha mereka bangkrut karena persaingan bisnis, bahkan Toko mereka dibakar oleh pesaing mereka. Untuk membayar pinjaman mereka di bank, mereka terpaksa meminjam dari salah satu teman mereka, ternyata mereka menusuk orang tua Sifa dari belakang.Semua harta Orang tua Sifa terkuras habis tak tersisa, itupun masih kurang, teman orang tua Sifa terus menekan kedua orang tua Sifa, Jika orang tua Sifa tak mampu membayar hutang hutang mereka maka mereka menginginkan Sifa sebagai alat untuk membayar hutang mereka.
Pengusaha itu terkenal dengan kebusukanya, orang tua Sifa sangat tau bagaimana sifat pegusaha itu, jika mereka menyerahkan Sifa maka dia kan membesarkan Sifa dengan penuh tekanan, bahkan mungkin mereka akan mendikan Sifa sebagai budak mereka.
Sekarang orang tua Sifa tak seperti dulu, semua hartanya terkuras habis, mereka hanya mempunyai sebuah toko klontong kecil diota Surabaya,di area perumahan yang padat penduduk dikota asal bapak Sifa.
Bapak yang setengah tua itu termenung di teras rumah sakit, dia sedang berharap ada keajaiban untuk istri tercintanya, berharap anak semata wayang mereka bersedia membantu kesulitan mereka.Usia bapak itu terbilang tak muda lagi, terlihat kerutan kerutan didahinya, terlihat jelas saat ini beban pikiranya teramat berat, dia begitu takut jika seandainya istrinya juga pergi meninggalkanya nanti, wajah yang penuh kekawatiran itu menatap ke langit dan bicara pada angin, seoalah berharap pada angin sudi menyampaikan salamnya untuk putri tercintanya.
**bersambung**
__ADS_1