
Nayla kembali ke kamar setelah selesai merawat anak anaknya,Rezza yang duduk diranjang sambil mengerjakan pekerjaanya.
Nayla menghampiri suaminya dan duduk sisi ranjang.
"Udah bun"tanya Rezza
"Udah dad,Vano iseng banget sama elery,elery jerit jerit marah mau ngadu sama daddy"Cerita Nayla membuat Rezza tertawa.
"Hehe,anak anak kita lucu ya bun daddy bahagia punya kalian.."
"Hehe,Vano Nyembunyiin mainan Elery dad,biasalah si Vano iseng nya ga ketulungan"
"Terus ketemu ga, dikasih ga"
"Abang mau kasih tapi bobonya peluk abang ya,Elery kekeh ga mau,dia bilang Elery,ndak mau puyuk abang,sesak katanya"
"Iya bun,Vano bener bener lihat aja ntar kalo daddy udah bisa jalan normal,bakalan daddy gelitikin tu anak,terus gimana jadinya bun"Rezza ketawa denger cerita istrinya.
"Belum dikasih ampek sekarang,Vano masih ngeyel juga,pokoknya kalo ga peluk ga abang kasih"
"Ahirnya"
"bobo berdua aja,ga puyuk puyuk kata Elery"
"Ga peluk ga balik"
"Astaga,Vano heemmm terus bun"Rezza sangat senang jika nayla menceritakan kelucuan buah hatinya.
"Elery masih nawar ,puyuk dikit ya..,"
"Terus bun"Rezza tersenyum
"Ga ada,peluk banyak terus cium pipi ya kata Vano"
"Haha,Vano modus"
"Habis itu Elery naik ke kasur abang,dipeluk abang juga,dipuk puk pantatnya malah bobo sama Vano"
"heemmm..Elery."
"Vano bisa aja bujuk adeknya,padahal tadi udah digendong ama susnya ga merem merem,dipeluk abang malah teler"
"Haha,Vano ada aja akalnya ya bun"
"Jadi sekarang bobo sama abang"
"He em.,Abang pindah kekamar Elery..Elery sm susnya di kamar Vano"
"Hehehe,daddy bangga sama abang bun,dia sayang banget sama adeknya,bisa aja dia"
"Tadi pulang sekolah langsung minta makan kata bi Inah.."
"Lah tumben,biasanya langsung bobo"
"Laper katanya"
"Emang ga bawa bekel bun"
"Bunda bawain tadi,dikasih ke temenya,katanya temenya ga di sanguin.."
"Ohh..kenapa emang bun kok ga disanguin"
"Kata Vano temenya ga punya bunda,terus dia cuma sama ayahnya,ayahnya ga sempet masak,dibawain uang aja"
"La kan ga boleh sangu uangkan disekolah Vano"
"He em,mungkin ayah temen Vano ga paham kali dad.."
"Bundanya kemana emang"
"Kata Vano kabur,ga ngerti juga bunda"
"Ya udah mulai besok bawain dua aja bun,satu kasih temenya"
"Iya tadi bunda juga bilang gitu,eh dia malah nanya,emang boleh bun,ya Allah cuma makanan kata bunda.."
"Kita harus selalu ajarin anak anak kita berbagi ya bun"
"Iya,pasti dad,bunda yakin anak anak kita baik hati kayak daddy"
"Bunda juga baik hati,daddy tau itu"
"Heemm,daddy ngrayu"
"Serius bunda,oia bun,Rico nanya kemarin untuk uang bulanan buat panti udah ditranfer bun.."
"Udah dad,bunda juga udah konfirmasi sama ibu panti hari itu"
"Heemm baiklah."Rezza menatap Istrinya tatapan matanya mesum Nayla tau itu.
"Kenapa dad"
"Daddy ingin tapi gaa bisa aaaaagggghhhh"
"Hahaha,daddy mulai"
Nayla beranjak dari duduknya dan melangkah kekamar mandi untuk membersihkan dirinya,Nayla tersenyum selamat aku hahaha..
Maafkan bunda ya dad udah ketawain daddy ucap Nayla dalam hati.
***
Rio sudah di ijinkan keluar dari rumah sakit hari ini,Sifa membawa mobilnya dengan sangat tenang.
"Beb,mobilnya masih belum dilunasi ya"
"Belum pak,Sifa belum sempat"
"Loh kok emang banyak kerjaan kan aku ga ada kasih kerjaan ama kamu.."
__ADS_1
"Hehe, Sifa sibuk pak"
"Sibuk apaan"
"Sibuk mikirin bapak ga pulang pulang"Rio melirik Sifa dan tersenyum.
"Heemmm kan hari itu udah dipesenin"
"iya sayang ntar aku itungan dulu sama marketingnya"
"Coba ulangi lagi tadi panggil apa"
"Yang mana"
"Barusan"
Sifa tersenyum..
"Kok malah senyum"
"Bapak pernah pacaran ga,selain sama mbak mantan"
"Kenapa nanya gitu"
"Pengen tau aja"
"Ada dulu waktu SMA"
"Heemmm"
"Tapi sayang"
"Kenapa pak"
"Aku ditinggal pas sayang sayangnya.."
"Eemmmmppttt. hahahahahahah. seriusan pak,dia ninggalin bapak"
"Seneng kamu aku patah hati"
"Bapak lucu Astafiruallah..hahaha"
"Terus aja ketawa"
"Maaf pak..emang dia punya yang lain pak"
"Iya dulu aku kan ga kayak gini aku cupu dulu"
"Oh ya seriusan pak"
"He em masak aku bohong"
"Berarti Sifa dong pak yang hoki"
"Maksud kamu"
"Iya Sifa ga dapet cupunya dapet kecenya hahaha"
"Iyalah,tapi Sifa bakalan di bully ni pak sama temen temen sifa di club senam"
"Heemmmm,tu lagi"
"Hehe.."
"Kamu masih senam"
"Ga pak Sifa senam dirumah aja"
"Kenapa"
"Kalo ke club kan bajunya kebuka Sifa belum ada yg ketutup instruktur Sifa cowok"
"Ya udah tinggal beli baju,eeeehhh ga usah senam dirumah aja"
"Loh kenapa emang pak"
"Instruktur kamu cowok kan ga boleh"
"Uluuuuhhhh cemburu"
Rio cemberut Rio membuang pandanganya keluar jendela..l
Sesampai diparkiran apartemennya Rio masih diam.
Sampai masuk rumah pun masih diam.
Rio duduk disofa,Sifa mengambilkan minum.Rio mengambil gelas itu dan meminumnya.Sifa duduk disebelah rio.
"Pak,masih marah"
Rio ga menjawab,Rio langsung menerkam tubuh Sifa, dan menghujani Sifa dengan ciumanya,Rio melepas kerudung Sifa dan meleparnya kesembarang arah.
Ya Tuhan suamiku kalo cemburu nakutin.
Sifa hampir kehabisan nafas begitupun Rio,Rio menyembunyikan wajahnya di leher Sifa.
Sifa ga berani bicara.
"Kamu miliku aku ga ijinkan laki laki lain melihat anggota tubuhmu kamu ngerti"
Sifa tersenyum dan membalas pelukan suaminya.
"Bapak tenang aja,Sifa buat bapak seutuhnya,sampai kapanpun.
heemm"
Rio hanya diam.
"Bapak istirahat dikamar ya,sifa siapkan makan,mau"
__ADS_1
"Ga,temenin baring aja,ntar maemnya diliveri aja"
"Ya udah ayok Sifa temenin"
"Elus sin yah.."
"Manjanya"
"Manja sama istrinya kan ga papa"
Sifa tersenyum dan menuruti kemauan suaminya.
****
Baby nya Nisa sudah terlelap dipangkuan Nisa.
"Ga mau diboboin kayaknya udah nyenyak itu"
"Ga usah bentar lagi kami pulang aja.."
"Aku ga ijin kalian pulang"
"Eh ga bisa ga macem macem deh rangga"
"Oke aku akan antar kalian pulang yang penting kamu jawab jujur pertanyaan aku"
"Ya udah,kamu mau nanya apa"
"Tidurin dulu dedeknya"
"Udah gini aja"
"Ya udah gitu aja sampek pagi"
"Ih memaksa"Nisa memanyunkan bibirnya,Nisa mengatur gendongan untuk membuat bantal babynya..nisa menidurkan babynya disofa.
"Apa kamu mau nanya apa"
"Heemm oke"Rangga menghela nafas berat..
"Kamu bilang itu anak kamu kan"
"Heemm,dia emang anakku"
"Berapa usianya"
"1 bulan"
"Kamu ga seperti orang yang habis melahirkan"
"Hehehehe"Nisa tersenyum dan menutup mukanya dengan tangan,menyangga dagunya dengan satu tangan dan menatap rangga.
"Kamu."Rangga terlihat kesal.
"Kamu penasaran"
"Kalo ga penasaran mana mungkin aku bawa kamu kesini"
Ya Allah Rangga kamu lucu"
"Nisa kamu jawab apa aku nekat"
"Eeee stop stop ga usah maksa.iya aku cerita"
"Cepat"
"kamu mau tau tentang apa.,tentang babyku"
"Semua tentang kamu"
"Kamu mau aku mulai dari mana pak Rangga"
"Apa kamu punya pacar"
"Ga aku janda anak satu"
"Bilang gitu lagi aku nekat ni"
"Iya..iya sory.."Nisa tersenyum..
"Kamu kasih tau aku dia baby siapa"
"DIa dia baby kakakku"
"Hah kakak lalu dimana ibunya"
"Kakakmu meninggal waktu ngelahirin dia"
"Astaga kasihan sekali dia..."Rangga beranjak dari duduknya dan menghampiri baby mungil yang sedang tidur itu.
Rangga mengelus pipi anak itu.
"Lalu dimana ayahnya"
"Aku ga tau siapa ayahnya,kakak ga kasih tau"
"Astaga apakah mereka tidak menikah"
"Aku juga tidak tau,kakak pergi ke singapur empat tahun yang lalu ketika dia pulang dia sudah mengandung.,kakak ga cerita apapun tentang kehidupanya disana,aku jg ga berani bertanya tak ada satupun petunjuk tentang ayah bayi ini"
"Lalu bagaimana nanti kalo dia nanya tentang orang tuanya"
"Aku mama nya kan"
"Lalu papa nya"
"Nanti yang mau terima aku dan anaku..ya itu papanya"
"Apa aku boleh jadi papanya"
__ADS_1
????????
****bersambung****