
rezza sedang keluar negri...itu sebabnya nayla memeriksakan kandunganya sendiri..kandungan nayla ada sedikit bermasalah..karena terdapat kista dikandungan nayla..
dokter menyarankan pd nayla untuk tidak melanjutkan kehamilanya..
jika kista ini membesar maka dapat membahayakan nyawa dan janin yg dikandungnya.
nayla percaya hidup dan mati adalah milik ilahi..nayla pasrah...dia ingin buah hatinya merasakan indahnya dunia..dia ingin buah hatinya mengenal sosok daddynya yg sangat luar biasa..
nayla sudah memantapkan hatinya..nayla akan meneruskan kehamilanya..nayla akan merahasiakan ini dari suami dan juga keluarganya.
jika dia pergi nanti setidaknya kematianya insya allah khusnul khotimah.
saya hanya harus berdoa dan berusaha supaya tuhan memberi kesempatan untuk bunda melahirkanmu nak...sukur sukur tuhan memberi kesempatan pada bunda untuk merawatmu..ucap nayla dalam doanya.
nayla selalu bersikap biasa..dia tak pernah menunjukan rasa sakitnya pada siapapun
hanya saja dia menolak kalo rezza menginginkanya..
dia tau bahwa itu dosa besar..tapi dia harus melindungi bayinya dari goncangan..agar kista dirahimnya tidak pecah.
nayla selalu melakukan apapun nasehat dokter..dari mengkonsumsi makanan yg menghambat pertumbuhan kistanya..
tuhan memang baik padanya..bayi dikandungan nayla tumbuh dengan baik..sesui apa yg diharapkan.
sehingga dia agak sedikit lupa dengan kista yang sewaktu waktu dapat pecah dan membahayakan nyawa mereka berdua.
,"bun...bunda cantik kalo hamil"
"hah..daddy bisa aja"
"iya..masak cuma perut doang yg gede..badan ma ga da gemuk gemuknya bun...daddy kalo.lihat orang hamil kan pipinya ikutan cabi bun"
"ya namanya orang hamil kan beda beda dad"
"bunda ga pengen apa gitu"
"ga dad..bunda ga pengen pengen.
cuma bunda minta maaf daddy harus puasa dulu"
"jujur ya bun...kepala daddy sakit banget..aaa..
kalian tega sama daddy.."ucap rezza sambil senyum.senyum
"kalo dia lahir bakalan daddy gigit..dia udah suruh daddy puasa.."
"daddy lucu..gitu aja.."
rezza sangat menyayangi keluarganya..terutama istrinya.
"vano kok ga pulang pulang bun kerumah auty nya..dia ga kangen apa sama daddy"
"ntar sore minta dijemput dad"
"eemmm..ya udah daddy berangkat dulu ya..daddy minta asisten sama rico..bentar lagi bunda lahiran pasti daddy repot"
"iya..smg dapet ya baik ya dad"
rezza pun meninggalkan nayla dan berangkat ke kantornya..
dimengelus elus perutnya.."dek..semoga kita bisa melewati ini ya dek..semoga kita sama sama bisa menemani daddy dan abangmu"
jujur saja nayla takut jika apa yg dikatakan dokter itu terjadi.tapi dia selalu menguatkan hatinya..jika itu terjadi maka itu yang terbaik untuk ku dan kamu mas..
yang jelas kamu harus tau..aku selalu mencintaimu..nayla menangis dan memeluk foto pernikannya..
**vano memang memiliki iseng..dia sering membuat helen menangis
"vanooo...no...jangan iseng"tegur lintang.
"dia cengeng sekali auty..vano cuma cium..pipinya gembul sekali"
"dia cium cium momi..vano nakal"
"iya sayang...nanti momi kasih tau uncle biar vano dimarahi"
"wekk.."
"tu..mi dia ngledek"
gantian vano mengganggu justine..vano sangat suka pada justine..justine suka sekali jika vano datang..
__ADS_1
"auty vano kan pengen nanti kalo dedek vano lahir..justine dan helen bobo dirumah vano ya auty"
"boleh"
"ayo kita makan dulu"
tak lama davian dateng..
"asalamualaikum.."
"waalaikumsalam"..serentak menjawab salam davian
.helen langsung meninta gendong pada daddynya..dan mengadu.
"daddy...vano nakal"
"oh ya..vano cium helen lagi"
"iya daddy..dia juga cubit cubit pipi helen"
lintang tersenyum melihat kemanjaan putrinya.
"mana sini yg dicium..daddy hapus"davian mencium pipi gembul putrinya.
"mereka lucu ya mom"ucap davian sambil melepas dasinya..
"daddy berdih bersih dulu sana..nanti momi susul"
davian melangkah menuju kamarnya..lintang meminta pada para baby sitternya untuk menjaganya dulu.
"sini dad..momi bantu..lelah ga hari ini"
davian memegang pingang istrinya..lintang membuka kancing baju suaminya..
"ga sih mom..cuma ada masalah sedikit soal laporan keuangan..tadi udah suruh rio konfirmasi ke sandra."
"sini momi peluk.."lintang memeluk tubuh suaminya.
"dad...makasih banyak ya..daddy udah kerja keras buat momi dan anak anak"
"itu sudah jadi tugas daddy mom..buat nafkahi dan bahagian kalian..yang penting daddy jatahnya full"
"heemmm. daddy maunya"
lintang selalu bisa membuat davian tenang..
***
dilain tempat..
"mungkin bener ini rumahnya"ucap rio sambil melihat ponselnya..
coba aku tlp dulu
tutt..tutt..tutt
"hallo..rio ya"
"ia san..ini saya..bos suruh anter berkas ini..kamu dirumah kan"
"iya ada.."
"alamat kamu di jalan kenanga 3 no 41 kan rumah bercat unggu putih"
"he eh kamu bener"
"aku didepan ni"
"oiya..bantar aku bukain"
tak lama terlihat sandra keluar..sandra memang suka sekali berpakaian minim
kali ini sandra hanya memakai tanktop putih dan hotpen.
rio hanya geleng geleng..
"masuk aja yo..mobilnya masukin aja"
"hemm"
rio membawa berkas berkasnya dan masuk kerumah sandra.
__ADS_1
"kamu dirumah sama siapa"
"ga ada sendiri"
"eemmm..."
"kamu mau minum apa yo"
"apa aja"
sandra ke dapur rio mengikutinya.rio langsung memojokan sandra ke depan kulkas..
"rio kamu apa apan sih"
"kamu takut kan"
"rio awas..kalo ga aku treak ni"
"kamu janji dulu sama aku"
"janji apa.."
"kamu ganti pakaian kamu sekarang..dan jangan pakai pakaian kayak terbuka lagi aku ga mau"
"serah aku lah badan badan aku"
"oo..oke kalo itu mau kamu.."
rio langasung menarik tali tanktop sandra..dan menurunkanya.. terlihat dada sandra hanya memakai bra saja..
sandra menutupi dadanya yg hampir telanjang.
"kamu sekarang ngerti kan maksud aku"
"iya"
rio melepas jasnya dan menutupi tubuh sandra..rio memeluknya dan menenangkan sandra.
"maaf jika aku kasar...aku hanya ga mau kamu memperlihatkan anggota tubuhmu pada laki laki..itulah yg ingin mereka lakukan jika kamu memakai pakaian seperti ini..kamu paham kan"
"iya"
"mulai besok jangan pakai pakaian terbuka lagi"
"iya.."
rio memeluk sandra lagi..
"gantilah pakaianmu..aku tinggu"
sandra ke kamarnya dan menganti pakaian yg lebih sopan.rio menunggunya diruang tamu.
"maaf"ucap sandra
"ga papa..kamu harusnya tau aku kan laki laki"
"tapi aku ga punya pikiran buruk sama kamu yo"
rio tersenyum
"bukan pikiran buruk san..tapi kesempatan..kalo kamu kasih kami kesempatan buat nglakuin itu ke kamu ya pasti mereka lakuin"
sandra diam..
banyak pertanyaan dibenak sandra..tapi dia ga berani bertanya..sandra takut rio nekat.
"kamu periksa ini dulu nanti email ke aku ya.."
"he em"
"aku pamit..hati hati dirumah..jaga diri baik baik..kalo ada apa apa tlp aku ya"
"he em"
rio mengelus pipi sandra.sandra hanya diam..
dimobil
aiist...apa yg aku lakukan tadi..pasti dia takut padaku sekarang.
*mass rio..ada apa geranga**
__ADS_1
**bersambung***