Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
suamiku


__ADS_3

sifa masih belum berani bertanya apapun pada davian maupun lintang..bagaimana keadaan suaminya yg sebenernya..


ini sudah 2 minggu batin sifa..suamiku bagaimana keadaanmu..


sifa rindu pak...


davian kalo tlp hanya ngomong dengan lintang..lintang kadang ga mau cerita..


sifa hanya menangis dalam diamnya..


siang itu lintang mengajak sifa ke bandara untuk menjemput davian..


sifa sangat bahagia..itu berarti aku kan bertemu dengan suamiku.


mobil alpart silver yang mereka naiki pun sampai dibandara..mereka melewati jalan khusus pemilik jet pribadi..


terlihat pesawat sudah mendarat..lintang dan nayla tertawa lebar..tapi tidak dengan sifa..sifa masih berharap harap cemas..


davian keluar dari pesawat...beberapa ajudan sedang menggendong rezza dan menurunkanya di kursi rodanya.


lalu suamiku mana..batin sifa.. matanya masih mencari cari dan hatinya menanti nanti..


nayla dan lintang memeluk suami mereka masing masing..


mereka terlihat sangat bahagia..


tapi tidak dengan sifa..dia tak melihat suaminya..sifa ingin sekali membuka suaranya tapi semua terasa tertahan..


"sifa..ayo"lintang memberi intruksi..


sifa berjalan tapi matanya masih menoleh kepesawat itu..siapa tau suaminya masih ada didalam.


"kamu kenapa fa"tanya davian


"sifa ga apa apa pak"


"kamu cari bos kamu"


"iya."jawab sifa pelan


"rio sudah sampai dari kemarin fa..dia sekarang di rs xxx...dia sudah stabil sifa..hanya belum sadar"


"apakah sifa boleh menjenguknya pak"davian tersenyum..


"tentu sifa..ini kita mau kesana"jawab davian.


sifa yg mengetahui keadaan suaminya dan dimana rio berada sangat bahagia..walaupun itu belum bisa membuatnya tenang..


sifa terlihat gelisah dengan memainkan ujung kemejanya..


"fa..kamu kenapa"tanya lintang


"sifa ga kenapa napa bu"


"tapi kamu kelihatan gelisah"


"pak rio baik baik saja kan bu"


"iya fa..dia sudah melewati masa kritisnya..dia saya pulangkan dulu karena dia membutuhkan tim medis khusus..jadi ga bisa bareng sama saya"


"iya pak...apa pak rio parah"

__ADS_1


"dia terkena 2 tembakan fa"


bibir sifa gemetar..sifa menangis.lintang dan davian sangat heran..mereka saling melihat.


"fa..kamu ga papa"tanya lintang..davian masih heran


sifa hanya diam..sifa hanya menangis..


sesampainya dirumah sakit mereka langsung masuk keruang icu dimana rio dirawat..


sifa meminta ijin sama bosnya untuk masuk dulu.itu membuat nay dan davian heran..


"pak..boleh kah sifa masuk dulu"tanya sifa pada davian


"tentu saja sifa..masuklah"


atas ijin yg diberikan davian..sifa pun masuk..


"dad..sepertinya sifa menyukai rio"


"daddy jg ga tau mom..tapi biarlah"


.....


sifa menangis melihat keadaan suaminya..matanya tertutup..mulutnya dimasuki selang pernafasan..didadanya ada banyak alat alat deteksi..


ingin rasanya sifa menjerit..sifa mengelus rambut suaminya..sifa tersenyum..sifa mencium kening suaminya lalu kedua pipinya..adegan itu disaksikan oleh davian dan lintang.


"lihat dad..sifa menciumi rio"


"kita lihat saja mom..kalo kita banyak nanya nanti dia malu.."


sudah 2 jam sifa didalam...masih menangis dan memegang tangan rio..menempelkanya dipipinya..sesekali dia menciumnya..bicara apapun yg dia bisa.


"heeemmm"


lintang pun masuk..


"fa...kamu oke"


sifa menganguk..


"apa kamu mau tetap disini"


sifa menganguk..


"baiklah..nanti aku suruh orang untuk mengantar baju ganti dan makan untukmu"


"terimakasih bu"


"besok kami kesini lagi.."


"ya bu"


"kamu jangan nangis lagi..keadaan rio udah stabil hanya menunggu dia sadar"


"iya bu.."


sifa menangis lagi..spontan sifa berdiri dari duduknya dan mencium pipi rio lagi..lintang terbelalak..


hah... apa yg kamu lakukan sifa batin lintang..

__ADS_1


"ya udah kamu hati hatinya fa"


"iya bu"


lintang pun keluar dan menghampiri davian..


"dia mau disini sama rio katanya dad"


"ya udah ga papa mom.."


dimobil davian dan lintang masih memikirkan apa yg sifa perbuat tadi.


"saya rasa benar deh dad..kalo sifa suka sama rio"


"biar aja mom"


"bukan gitu dad..momi hanya takut..kalo rio tau dicium cium gt takutnya dia marah..daddy kan tau rio"


"heeemmm..."


tampak davian masih berfikir...aku kan yg berniat membuat mereka dekat..tapi kenapa aku resah..adakah yang aku tidak tau tentang mereka batin davian.


****


nayla masih menangis dan memegang tangan suaminya..rezza tersenyum..


"kenapa daddy tersenyum..apa daddy senang melihat bunda seperti ini"


"daddy sudah ga papa bun..yg harus kita khawatirkan adalah rio..bunda ga kabari orang tuanya"


"ibu sama ayah rio lagi ditanah suci dad..ntar sore aja momi kerumah sakit..ga papa kan dad..daddy bunda tinggal sebentar"


"iya bun..ga papa"


"apakah kaki daddy sakit"


tanya nay sambil menyeka air matanya..


"ga bun..kan tinggal pemuliha...apa bunda ga keberatan kalo ngrawat daddy kayak gini"


"t3ntu tidak suamiku..aku mencintaimu"


nayla bangkit dari duduknya dan menciumi suaminya...meluapkan segala ketinduan yg membuat sesak dadanya beberapa haro terahir ini.


nayla sedikit lega..namun berasa ingin gila melihat keadaan suaminya.


"dad..lain kali kalo bahaya gt jangan pergi"


"iya bun..daddy kan ga tau kalo mereka begitu"


"daddy tau bunda hampir gila rasanya melihat foto2 daddy"


"foto 2 apa bun"


nayla menunjukan ft 2 diponselnya kepada suaminya..rezza tersenyum


"sekarang mereka sudah ditahan semua bun..berkat relasi relasi davian kita selamat"


"kalian membuat kami khawatir daddy"


****

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2