Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
kesedihan lintang


__ADS_3

nayla masuk kedalam rumah rumah adek nya..nayla terkejut melihat seseorang di meja makan sedang berkutat dengan beberapa berkas dan laptopnya..


"siapa kamu"


"laki laki terkejut.."


laki laki itu menjawab nay dengan bahasanya..nay langsung menangkap bahwa laki laki bule ini tak begitu bisa bahasa indo


"maaf saya temanya lintang"


"temanya lintang..kenapa saya ga pernah melihatmu"


"sory saya baru datang dari amrik..belum lama disini"


"oo..dimana adek saya"


"dia dikamarnya"


nayla menatap tajam pada laki laki dihadapanya.banyak pertanyaan di benaknya..nayla langsung pergi menuju kamar adeknya.


biasanya pintunya tidak dikunci..ini kenapa..oo..mungkin karena ada orang tadi.


nay mengetuk pintu adeknya


tok..tok..tok..


"dek..ini kakak"


lintang mendengar ketokan dipintu..dan sepertinya itu suara kakaknya.lintang langsung membuka pintu dan memeluk kakaknya..davian melihat adegan itu.


nay langsung masuk kamar lintang dan menutup pintu.


"dek..ada apa"


"bara kak..hiks hiks hikss.."


"bara kenapa"


"bara sudah ga ada kak..bara ninggalin lintang..bara ga cerita kalo dia sakit..."lintang menangis menjadi jadi.


"apa...ga...ga..kamu salah pasti..siapa yang kasih tau kamu"ucap nayla menyelidik..


"abang nya bara kak yang kasih tau"


"abangnya bara"


"ini"


lintang menyerahkan surat bara pada nayla.nayla membacanya dengan sangat seksama..naila menutup mulutya tak percaya.


jadi selama ini bara sakit.


"dia sakit apa dek"


"leokimia kak"


"tapi dia ga terlihat sakit dek"


"dia memang pandai menyembunyikanya kak..bahkan saat bersamaku pun aku tak pernah melihatnya mengeluh..aku sungguh bodoh kak..sebagai kekasihnya aku ta peka dengan penderitanya"


"hhhsssttt..cukup sayang..bara hanya ga mau kamu khawatir.."


"lalu siapa laki laki bule yg kakak lihat tadi..dia bilang temanmu yg baru datang dari amrik"


"dia abangnya bara kak"


"hah..kamu percaya..beda baget lo..jangan jangan jangan dia nipu kamu"


"dia bilang beda ayah sama bara"


"dan kamu percaya..bisa aja dia nipu kamu"

__ADS_1


"bisa jadi kak...apa dia masih disitu "


"masih.."


"kita ketumui dia..kita minta bukti..dia bohong apa tidak..kalo kamu ga bisa bicara..biar kakak yg tanya.."


kakak beradik itu datang mengampiri davian..


"maaf jika kami mengganggu..boleh kami menanyakan sesuatu.."


"tentu"


davian merapikan pekerjaanya..dan menutup laptopnya..davian melipat tanganya dimeja.


"apa yang kalian ingin tau"


"jujur apakah kau benar benar abangnya bara"


"tentu"davian tersenyum


"kalian sama sekali ga mirip"


"kami beda ayah..berarti beda benih kan"


"kau tidak bohong.."tanya naila penuh selidik


"tentu.."


"bagaimana kami bisa percaya padamu"


"oke..akan ceritakan sedikit tentang ku agar kalian tak ragu"


"aku dan bara bertemu 7 tahun yang lalu..ayah dan ibuku bercerai ketika umurku 2thn...aku dibesarkan oleh neneku di california..entah darimana bara tau..dia mencariku disana..mungkin ibuku yang memberitahunya.kami bertemu di restoran tempat aku berkerja..disitulah kalo aku tau kalo aku punya adek.bara membawaku ke amrik bertemu ibu dan ayah nya.mereka menerimaku dan yaaa....kami dekat"


"bagaimana kami bisa percaya kata katamu..bisa saja kau ngarang"


"aku tidak mengarang nona..ckk..ya ampun..ada apa dengan hidupku..kenapa harus berurusan dengan wanita wanita seperti kalian"bara menghempaskan tubuhnya dikursi.


nay dan lin saling pandang..


"oke..aku akan kasih tau semua..tapi aku tanya setelah aku kasih tau..apakah adekmu yang galak ini bersedia menikah denganku besok..aku tidak mau bertele tele dengan kalian"


"kau gila"pekik lintang


"kalian yang membuatku gila"


"cukup..oke..kau kasih tau semua bukti ke kami..soal pernikahan akan kami pikirkan bagaimana deal"ucap nay mengulurkan tangan.


"bagaimana jika kalian ingkar"


"maksudmu"


"aku hanya ingin memenuhi permintaan terahir adiku untuk menjaga adikmu nona"


"hah..pernikahan bukan main main bung"ucap nayla


"aku tau..pernikahan itu sakral..tapi aku harus apa kalo adiku menginginkan itu disaat ter


erahirnya.dia ingin aku menjaga semua yg dia milliki..ibu ayah aset dan termasuk kekasihnya..dan apa kalian tahu demi itu aku harus meninggalkan kekasihku..kalian mau tau juga bagaimana hancurnya aku"


nay dan lintang terdiam


"bagaimana kau siap dengan pernikahan besok"


"astaga aku bisa gila..hanya minta bukti saja kenapa harus menikah. dengan priaa gilaa ini"


"aku tidak gila nona..kau bisaa cek kedokter kalo ragu"


mereka diam sejenak..lalu lintang menghela nafas panjang..dan mengulurkan tangan ke davian.


"oke tuan davian jika anda jujur dan bukti itu real besok juga saya bersedia menikah dengan anda"

__ADS_1


"oke..bagaimana nona"tanya davian pada nayla


"kamu gila lin.."mata nay melotot tak percaya dengan keputusan adeknya


"dari pada aku mati penasaran"


davian masuk kekamar dan mengambil.sebuah flasdisk.


davian mulai mengutak utik laptopnya.


"tunggu..kau yakin kau akan sanggup"


tanya davian pada lintang.


"ya..jangan bertele tele"


"kau janji ga akan menangis dan pingsan lagi"


"ya..aku kuat"


"sebaiknya lebih dekatlah dengan adikmu"


nayla menurut dn mendekati adiknya..nayla berdiri dibelakang adeknya.memegang pundak lintang.


bara mengusap mukanya kasar..jujurdia ragu..dia tak tega melihat muka lintang yg pasti akan shock.


video itu mulai berputar..disana terlihat bara sedang didorong mengunakan ranjang pasien..bara masih tersenyum..bara masuk keruang perawatan untuk melakukan kemo


"itu dia waktu kemo"


lintang terisak ssedih..wajah bara terlihat pucat.tapi masih tersenyum.


"apakah kamu yg mengambil gambar itu"


"heemmm..dia yg memintanya.."


davian menunduk menyembunyikan wajahnya..dia sendiri juga ga sanggup melihat rekaman itu apa lagi lintang.


direkaman terahir terlihat davian memegang tangan adeknya..davian menangis disana..bara memberikan pesan pesan terahirnya.bahkan nayla dan lintang men dengar sendiri bara menginginkan davian dan lintang menikah..lintang berdiri dan memeluk davian..lintang memukul mukul dada davian..


"kamu jahat..kamu bodoh aku benci padamu davian..kenapa kamu tak menjemputku waktu itu..davian....hiks hiks...aku benci padamu.."lintang terus memukul davian.davian memeluknya erat.davian mengelus rambut lintang yang acak acakan.


"kita sama sama kehilangan oke..kamu ga sendirian aku akan menjagamu..huusttt..jangan menangis lagi oke"


kata davian lembut ..nayla yg melihat adegan itu menjadi yakin.kalo davian laki laki yg tepat untuk adeknya.bara ga mungkin sembarangan memilih seseorang untuk orang yang sangat ia sayangi.


"istirahatlah..badanmu makin lemah..bara akan sedih kalo melihatmu sseperti ini"


bara menggendong lintang ala bridal stayl.nayla membukakan pintu untuk davian.


davian membaringkan tubuh lintang..davian menyibak rambut lintang agar tak menutupi wajahnya.davian mengambil air lalu memberi minum pada lintang..nayla hanya dia ditempat..dia laki laki yg baik batin nay


"udah jangan nangis lagi..kamu tidur ya"


davian melihat wajah lintang.lintang hanya diam tatapanya kosong.davian memberikan kecupan lama di kening lintang.


"kamu harus kuat..jika kamu kuat aku akan membawamu ke tempat peristirahatn terahir bara..oke"


"kamu janji"


"ya"


davian menyelimuti tubuh lintang berpamitan dengan nayla.


"titip dia ya"


"oke..maaf ya"


"ga papa"


davian keluar kamar lintang dan mengusap air mukanya kasar.

__ADS_1


ada apa denganku..davian melangkah pergi dengan geleng geleng kepala.


**bersambung**


__ADS_2