
acara resepsi pun usai.
rezza dan nay masuk kedalam kamar hotel yg sudah direservasi....kamar tersebut sangat indah dan mewah...kelopak bunga mawar merah bertaburan diatas sprei kasur king size itu..
semua tampak mempesona
tapi itu semua tak berpengaruh dengan susana hatii nay
saat ini dia hancur..
aku harus bagaimana..ya allah..
nay duduk di tepi ranjang..nay menangis..nay bingung jika nanti rezza bertanya..rezza masih membersihan diri dikamar mandi..dikamar mandi rezza yg awalnya merasa sangat bahagia sekarang...tapi juga ga tau harus berbuat apa.
rezza keluar kamar mandi dia hanya memakai handuk..nay meliriknya..alangkah sepurnanya suamiku..lalu untuk apa aku memikirkan yang lain..
"mas.."
"heemm.."
"peluk adek"
"oke"
rezza masih menggunakan handuk dipinggangnya...nay memeluk rezza yg bertelanjang dada.
"mas ga akan meminta hak mas sekarang sayang...mas ngerti.."
"mas..adek ga papa"
"ya udah...mandi sana"
"makasih mas.."
nay masuk kekamar mandi
"tapi dia kesusaha. membuka kancing baju pengantin nya..lalu dia keluar lagi
.."mas"
"ya"
rezza yg sedang memainkan hapenya menoleh kearah nay.
"kenapa"
"mas..eeemmm"
nayla masih diam.
"ya kenapa..kamu ga mau mandi..mau mas bantu mandinya"
"ah..ga..bukan itu....emmm..adek ga bisa buka kancing belakang nya"
"ooo..kirain"
rezza membuka kancing gaun nay..rezza menelan halus salivanya.
"udah dek.."
"makasih mas.."
nay masuk kekamar mandi dan membersihkan diri.
huufff...rezza mengacak rambutnya kasar...bagaimana aku bisa tahan.
sial..kenapa dia harus datang disaat seperti ini..rezza paham betul..bahwa dihati istrinya ada kebimbangan.
aku harus bagaimana..rezza mencoba memejamkan matanya.
nay keluar dari kamar mandi..nay hanya menggunakan kimononya.
nay membersihkan sisa sisa make upnya..lalu memakai skincarenya..handbody dan baju tidurnya..nay memakai piama barunya
nay belum berani memakai ligerlie yg di kasih mami nya rezza..dia memilih baju tidur yg dia bawa sendiri.
nay merebahkan tumbuh nya disamping rezza
"mas.."
__ADS_1
"hemm"
"mas udah bobo"
"heemm"
"mas marah sama adek"
rezza membuka matanya.
"mas ga tau dek..mas mesti gimana"
"maafin adek ya mas..tapi sungguh adek ga tau dia bakalan dateng..bukan adek nyang ngundang mas..serius"
"ya mas tau..sandra tadi bilang..kalo dia datang sama sandra"
"mas cemburu"
"jujur aja iya de..kamu nangis untuk laki laki lain"
"maafkan adek mas.."
"iya ga papa..mas ngerti kok"
"terus selanjutnya gimana"
"gimana apanya mas..kan sekarang adek udh jadi istri mas..dia udah ga penting lagi buat adek mas..bahkan sebelum dia datang adek sudah memberikan hati adek untuk mas kan"
"sungguh"
"tentu saja.."
"lalu kenapa tadi nangis"
"adek hanya bingung adek mesti gimana sama mas..sama dia..tapi adek sudah mantap dengan keputusan adek..mas satu satunya sekarang..dan sampai nanti
"kamu yakin dek"
"ehemm"
rezza tersenyum..rezza mengecup kening istrinya..lalu pipinya..rezza memandang wajah istrinya.
"makasih..mas juga tampan"
"dek..nanti kita tinggal diapertemn mas ya"
"terserah mas..adek ikut..terus rumah adek gimana"
"kan ada lintang..kasih dia aja"
"lintang ga mau tinggal dijakarta katanya"
"why"
"kayaknya ada masalah soal percintaanya..lintang lebih pendiam sekarang mas"
"iya mas juga ngrasa gitu..kayak ada yg disembunyiin dari kita"
"dek..mulai senin besok mas udah mulai kerja diperusahaan papi..mungkin mas akan lebih sering keluar kota bahkan keluar negri"
"ga papa mas..yang penting kita sama sama jaga hati..ya kan"
"iya dek..mas sayang kamu dek"
"adek juga mas...adek bahagia bisa kenal mas"
rezza mengecup bibir nay sekilas..mata mereka saling menatap..rezza memeluk istrinya.
sepertinya rezza tak mampu lagi menahan hasratnya..dibelainya rambut nay..dikecup keningnya berulang ulang.
"mas..."
"heemmm.."
"udah sholat"
"udah tadi pas kamu mandi"
rezza tak mau mendengar istrinya bicara lagi..rezza langsung memangut mesra bibir istrinya..lama kelamaan ciuman itu menjadi birahi yang tak terelakan lagi..tangan rezza pun tak tinggal diam
__ADS_1
tangan itu bergerilya kesana kemari.
rezza memindahkan ciumanya..yang semula hanya dibibir kini sudah berpindah keleher nay..dia meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana..kecupan kecupan rezza telah meruntuhkan pertahanan nayla..nayla hanya pasrah menerimanya.
tangan rezza yg semuala hanya mengelus rambut dan pundaknya kini sudah berada diatas dada nay..tangan itu meremas dengan lembut..nay tak mampu menahan lagi..ahirnya desahan nay pun lolos.
"ahh..mas..""
rezza semakin bersemangat mendengar suara nay yg memanggil namanya.
rezza melepas satu persatu kancing piyama nay....rezza melepas baju nay dan melepar kesembarang arah..dilihatnya gundukan gunung kembar nay yg menantang..walau masih di tutupi bra hitam tp itu sudah bisa membuat rezza kehilangan akal
rezza meremas lembut p******** nay..
rezza mendaratkan lagi bibirnya dibibir nay..sembari tanganya melepas bra yg melekat ditubuh nay..sekarang dua bukit kembar itu sudah tak berpengaman lagi..
rezza mulai memainkan p****g pink milik nay..rezza juga meciumi dada istrinya..tak lupa dia tinggalkan beberapa tanda kepemilikan disana.
rezza masih asik dengan dada istrinya..lalu tanganya turun kebawah..ia hendak melepas celana istrinya..tapi tanganya ditahan oleh nay..serentak rezza kaget.
"kenapa dek.."
"emm..mas.."
nay tersenyum nakal.
"kenapa kamu belum siap"
"bukan...bukan itu.."
"lalu"
"tamu adek datang..barusan"
"aaaaagggghhhhh..."teriak rezza frustasi..nay hanya senyum senyum.
"ya tuhaan kenapa mereka datangnyaa tak tepat waktu sih..tadi mantan sekarang tamu tak diundang"
nay tak mampu lagi menahan tawanya..haahaha
"maaf mas"
"taulaah..kaliaan bikin mas pusing"
rezza menutup tubuhnya. dengan selimut.
"mas.."
"apa lagi"
"maaf"
"hufffff..ssakit kepalaa maas dek"
"sini adek pijitin"
"mas haus dek"
"la kan tadi dah mimik susu..kok hauss"godaa nay
"dek..jangan mulai..mas serius.."
"oke tunggu adek ambilin"
nay melangkah mengambil bajunya..dan mengambilkan minum untuk suaminya..
nay hanya senyum senyum.
"jangaan senyum senyum kamu..awas ajaaa kalo udah selesai"
"takut"
"biasaanya berapa lama dek selesainya"
"bisaa. 5 atau 7 hari mas.."
"hahh..lamanyaaa...oh my god"
hahahaha...
__ADS_1
***bersambung**