
kebahagiaan lagi lagi menyelimuti keluarga kecil lintang dan davian.sebulan yang lalu ada seseorang datang memberikan putri kecil yg lucu..dia helena stevani..putri davian dan katrin..satu bulan kemudian disusul kehadiran baby boy putra davian dan lintang yg diberi nama justine alexander..keluarga besar lintang dan davian berkumpul..rio sekarang menjadi orang kepercayaan davian..lebih tepatnya jadi asisten pribadi davian.
davian tidak ingin melewatkan momen momen penting dalam hidupnya..untuk 2 minggu ke depan dia memilih stay di rumah.
rumah lintang menjadi sangat ramai..kemarin kedua orang tua lintang datang..disusul orang tua davian..nay rezza dan juga vano...rico n dina..dan itu siapa..gadis berpakaian minim yg terus berkutat dengan laptopnya..sama sekali tak perduli dengan keadaan disekelilingnya..
ia...dia adalah sandra..sepupu davian dan bara.sandra sekarang menjabat GM diperusahaan davian di jkt..
"san...mari makan dulu.."
"bentar nay....tanggung kalian makan aja dulu..big bosku bisa marah kalo aku ga on time"
"ga lah san..orang big bos nya ada disini"jawab lintang tersenyum pada davian.
davian emang sayang pada keluarganya..
tp dia sangat tegas pada para pekerjanya.
"heemmm kalian ma ga tau aja..kalo dia udah mengebrak meja..jangankan mau senyum..nafas aja susah.."protes sandra.
"bener dad"tanya lintang tak percaya..karena lintang sendiri tak pernah melihat davian marah.
"dia sama kamu aja lin bucin...sok romantis..tapi dia baik juga sih ama kariawanya..cuma kalo marah aja nakutin"
"sama no ama dia..kalo marah ngeri"ucap nayla mengarah pada rezza
serentak yg ada di ruangan itu tertawa.
suara tawa mereka berhenti setelah ada seseorang yg mengucap salam.
"assalamualikum"
"waalaikum salam"serentak menjawab..
"masuk yo..."suruh davian.
"udah beres kan..tinggal tanda tangan"
"iya pak..sebenernya sore ini kita meeting.."
"kamu aja yg handle..nanti hasilnya kamu email aja"
"baik pak"
semua mata melihat ke arah rio..nayla yg udah lama ga ketemu adek angkatnya jadi langsung sumringah..
"rio...masih ingat aku kah"sapa nayla
"mbakk..gimana lupa..baby gemes mana mana"
"didalam kamar lagi main sama adek adeknya"
"kamu makin keren udah punya cewek belum"
tanya nayla..
"apaan kak....dia ma banyak yang ngatri..jual mahal dia ma kak"goda lintang.
"kalo aku masih muda juga mau yo"goda nayla lagi
__ADS_1
"ehemmm...bunnn"rezza melirik
****** batin nayla
"ga..dad..kamu yang utama"jawab nayla mendekati suaminya..
sedari tadi ada sepasang mata yg memperhatikan rio..dia adalah wanita di tolong waktu itu..
"oia yo..sini aku kenalin dia GM dikantor pusat..san..kenalin.ini rio asisten baru aku"
sandra dan rio berjabat tangan
"sandra.."
"rio"
deg..dia kan orang itu batin sandra..
heemm..cewek bar bar..batin rio.
selesai makan malam mereka pun pergi ke hotel masing masing..rumah lintang ga mampu menampung mereka semua.
lintang memang belum mau pindah dari rumah lamanya..dan davian yg suka kesederhanaan juga ga masalah dengan itu.
diruang tamu hanya tinggal davian rio dan sandra yg masih sibux dengan berkas berkas mereka.
sedangkan lintang pasti sudah sibuk dengan kedua baby nya..
lintang tak membedakan kasih sayang diantara keduanya..itu mrmbuat davian makin mencintainya.
"oke..udah beres semua kan..kalian tingggal rapikan..aku mau lihat babyku dulu..jangan pulang sebelum makan"
goda sandra
"dua duanya..sirik aja..aku nikahkan kamu sama rio tau rasa"
rio terkejut
"kok saya diikut ikutin pak"
"bantah lagi aku tlp penghulu"
"astafiulah...pak pak..iya iya..maaf.."
sandra hanya diam dan merapikan meja yg penuh dengan berkas berserakan.
suasana di ruang tamu menjadi hening..
"jas kamu masih ditempat aku..maaf atas kejadian waktu itu..dan makasih udah nolongin"
"heemm"
ih..nyebelin banget sih..aku udah ngomong panjang lebar dia jawabnya cuma heeemm.
"boleh aku minta nomer ponsel kamu"tanya sandra
"buat apa"
"kok buat apa..kamu kan asisten bos ku..buat nanya jadwalnya lah..atau sesuatu yg penting gt"
__ADS_1
"oooo"rio mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada sandra.
sandra mencoba membuka hp rio.
"sandinya"
rio memberikan jari telunjuknya pada sandra...mata rio masib mentap laptopnya..
"ya ampun"batin sandra..
sandra memegang tangan rio untuk membuka ponsel rio.
sandra tertawa..hah..dia anak mami rupanya.
karena di wllp rio terlihat ftnya memeluk ibunya.
"kenapa"tanya rio tanpa melihat sandra..
"ga"
"terpesona sama saya"
"ga..hahaha"
"jangan buka macem macem"kata rio memperingatkan..
"ini ibu kamu"
"iya"
"kamu beruntung bisa ft bareng ibumu"
"emang kamu ga bisa"
"mami udah meninggal waktu aku sd kls 5"
"oo..aku turut sedih"
"ga papa..aku baik baik saja"
"kalo kamu mau..kamu boleh anggap ibu aki ibu kamu juga"
"aku kan belum ketemu"
"ntar aku kenalin"
"sebagai apa"
"calon istri"
kata rio to the poin..
"eror"
"kenapa..kamu ga mau sama aku"
"au ah"
rio tersenyum..lucu juga godain kamu.
__ADS_1
***bersambung***