
keesokan harinya rico datang lagi kerumah sakit..rico melihat abangnya via berada dikerumunan orang orang yang berseragam dokter.
deni menghampiri via..
"jangan khawatir dek..semoga ini yang terbaik untuk ibu"
via menangis sambil menganguk..kondisi ibu via sangat kritis..ada kemungkinan yg akan mereka terima..berusaha dengan dua kemungkinan menang dan kalah..tapi jika diam maka pilihanya hanya kalah.
abang via memilih opsi pertama.
dia meminta bantuan profesornya untuk membantu mengoprasi ibunya.
"pak rico..maaf kali ini aku merepotkanmu"
"tidak masalah dokter deni"
"tapi aku berjanji untuk mengembalikan uangmu"
"jangan bicarakan soal uang sekarang dokter..kita harus fokus pada ibu"jawab deni
aku ga perduli lagi
.walaupun seumur hidupku aku jadi juru masakmu aku rela batin livia sambil menatap rico.
"kenapa kau melihatku seperti itu...apa aku tampan"
livia hanya diam dan menghela nafas
"kira kira berapa tahun aku harus bekerja padamu tuan"
"kenapa kau bertanya begitu disaat seperti ini vi"
"aku hanya ingin mempersiapkan diriku..hutangku yg lama saja belum lunas dan sekarang tambah lagi"
"jangan memikirkanya.."
"tidak..hutang adalah hutang tuan..saya harus tetap membayarnya.."
"oke..jika itu maumu..maukah kau membantuku"
"apa itu"
"aku juga memiliki masalah yang sama besarnya denganmu vi..hanya kamu saja yang tidak tau"
"benarkah"
rico menunduk dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
"vii...maukah kau menjadi pengasuh keponakanku"
"pengasuh..memangnya kemana orang tuanya"
__ADS_1
"orang tuanya lagi ada masalah vi..jadi sekarang aku yang bertanggung jawab atasnya."
"berapa usianya"
"4.5thn..dia cowok..kamu mau melihatnya"
"mana"
rico membuka aplikasi hpnya danenunjukan pada via.
"masya allah...cakep banget.."
"kamu jangan jatuh cinta pada ponakanku..jatuh cinta sama unclenya aja napa"
"heemmm..maunya"jawab via tersenyum.
"gimana vi..kamu mau"
"bukan aku ga mau mas....apakah mungkin aku bisa membagi waktuku"
"kamu hanya perlu kerja diwaktu luang mu vi..selesai kuliah misalnya"
"aku harus ke kafe"
"berhentilah dari sana..dan bantulah aku..aku kasih gaji kamu 2xlipat dr gajimu dikafe..aku akan berikan bonus jika kerjamu bagus"
"kamu serius mas"
"okey diel...aku akan terima gaji satu bulanku dikafe dan satu bulanku potong saja untuk bayar utang..gimana"
"kamu perhitungan sekali vi"
"harus mas..aku kan bukan sepertimu..aku harus berjuang supaya bisa bertahan..biasanya ibuku dan abangku masih membantu membiayai kuliahku..sekarang aku harus berjuang sendiri kan"
"kami hebat vi...baiklah..masalah jas kamu ga usah pikirkan..aku sudah ga mau bahas itu lagi..lagian jasku dicuci juga bersih..maafkan aku vi udah ngerjain kamu"
"kamu jahat mas...aku kira jasmu memang semahal itu"
"harga jasku maa..lebih dari itu vi"
"oh ya...serius"
"aku ga bohong...tapi jangan berfikir aku sombong ya"
"heemmm...kira kira via harus kerja berapa taun ya mas...kalo bener bener mas minta ganti rugi"
"cukup jadi istriku aja hahaha"
"becandanya biasa aja..ga usah kelewatan"
ucap via sambil manyu..uuhhh manyunin aja terus tu bibir...lama lama aku cium kamu vi.
__ADS_1
"kapan aku bisa mulai kerja"
"kalo ibumu sudah keluar dari ruang oprasi..gimana"
"tapi aku harus menjaga ibuku dulu mas..bagaimana kalo lusa..aku gantian sama abang"
"boleh...ga papa"
e...eleh..babang rico..niat amat usahanya bang
*****
hari ini adalah hari pertama nayla bertemu dokter davit..
dokter davit sangat prihatin dengan keadaan nayla.
dokter davit menyarankan pada keluarga rezza untuk segera mencari rezza..rezza adalah obat satu satunya wanita ini.
"dia ga memerlukan obat apapun nyonya..hanya memakai baju dengan aroma rezza aja dia sudah terlihat tenang..matanya merespon apa yg kita bicarakan..hanya saja dia ga mau bicara..itu diakibatkan rasa kecewa dan kesedihanya yang berulang...hanya orang yang dicintailah yg mampu menyembuhkanya nyonya"ucap dokter davit pada mami rezza.
"kami sudah berusaha dokter..rezza benar benar keterlaluan"
****
rezza sangat bahagia dengan pekerjaan barunya..disana dia mengajar bahasa asing dan matematika.
rezza menjadi guru favorit di sekolah itu.yaaa...rezza masih muda dan juga tampan.
penyampaian pelajaranya juga mudah dimengerti.
jangankan murit..dia juga menjadi primadona guru guru disana..bahkan. banyak sekali ibu ibu wali murit disana yg rela menunggu hanya untuk melihatnya...astaga..dia memang tampan..apa lagi kalo mereka tau bahwa idola mereka seorang pilot..bisa bisa meleh atuuhhhh..
sejujurnya rezza sangat merindukan putra semata wayangnya.tapi rezza juga ga sanggup melihat nayla bersanding dengan laki laki lain..
memikirkan itu membuatnya stres..tapi dengan melihat anak anak didiknya rezza merasa ada sedikit beban dihatinya yang terangat.
"vano daddy kangen sayang..tunggu daddy selesai tugas ya nak..daddy pasti akan datang jemput kamu"
kali ini rezza berfikir untuk meminta hak asuh vano jatuh ketanganya.
"setelah ini lihat aja nay...aku akan merebut vano darimu"
****
visual babang rezza menurut author..hihihi..
itu mbak nayla juga menurut mbak nayla
__ADS_1