Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
rahasia rezza


__ADS_3

vano..anak kecil itu terlihat sangat dewasa.vano tak pernah merepotkan pengasuhnya..bahkan sangat mengerti keadaan.


livia sungguh pandai mengambil hati vano.mereka tidak terlihat seperti pengasuh dan anak yg diasuh..mereka lebih terlihat seperti teman.


sebulan sudah livia menjaga vano.vano tidak rewel. ketika livia harus kuliah atau pulang seusai menjaganya.


keluarga rico juga sangat menyayangi livia.


livia adalah gadis yg cerdas dan santun.


livia mampu mengajari vano bacaan bacaan sholat..membaca alquran dan bahasa asing yang dia bisa.


vano adalah anak yg cerdas.dia begitu cepat menangkap apa yg diajarkan livia.


suatu malam saat livia sedang membantu nayla mengganti pakaian..livia berinisiatif mengajaknya ngobrol.


"mbakk...apakah mbak ga ingin main sama vano.vano merindukanmu mbak..mbak tau kan kalo aku pengasuh vano"


nayla merespon..nayla menangis dan mengangguk..


bisanya jika dia diajak bicara oleh siapapun paling hanya melihat.


"mbak yang kuat ya..mbak yang sabar..via akan bantu jaga vano sebisa via..tapi mbak haru segera sembuh."


via keluar dari kamar nayla dan kembali kekamar vano..vano sudah terlelap.


via menuruni tangga...dibawah sudah ada orang tua rico dan rico duduk di ruang tamu.


via sudah membawa tas dan buku2 pelajaranya.dia ingin pamit pulang.


"bu...pak..mas..via pamit ya"


"udah malem vi...ya nginep aja..."kata mami rico


"via dijemput sama abang bu"


"dijemput abang mu...mana suruh masuk dulu ibu mau kenalan dong"


"boleh bu..biar via suruh masuk"


via menaruh tas dan buku bukunya di meja tlp.via memanggil kakaknya lewat telp..karena dr pintu gerbang kerumah sangat jauh.


"hallo bang..abang disuruh masuk dulu sama ibu..ibu mau kenalan sama abang"


"iya vi.."


pak satpam dirumah rico mempersilahkan abangnya via masuk.


"mari bang"


"asalamualaikum"


"waalaikumsalam masuk nak..sini duduk..vi kamu ambilin abangmu minum"


"ga usah bu..ga usah repot repot"


"ehhh..ga ada penolakan"


deni duduk di depan orang tua rico.rico memainkan hapenya.lalu meletakanya karena melihat via membawa minum dan cemilan.


"yang bener jangan pecicilan.."goda rico.


"ih..adek..jangan goda via terus.kamu ga takut ada abangnya.."


"ga ya bang kita kan frends"kata rico becanda..


"kamu sekarang kerja dimana nak"


"saya menundurkandiri jadi relawan bu...karena harus merawat ibu..sementara saya bantu bantu dipuskesmas di pinggiran kota"


"ooo...kamu beruntung lo punya adek kayak via..dia baik pinter dan juga sopan"


"dia memang begitu bu"deni tersenyum.


deni tak sengaja melihat ft keluarga rico..disana terlihat papi mami rico daannnn..

__ADS_1


orang yang ia kenal menggunakan sragam pilot.


"kenapa nakk...kok kamu begitu lihat foto keluarga kami..ada yg aneh"


"maaf bu kalo saya lancang.bolehkah saya tau siapa yg pakai baju pilot itu"


"ooo..itu abang nya rico"


"apa kamu kenal"


"sepertinya ga asing..boleh saya tau beliau ada dimana"


"ini sudah hampir tiga bulan nak..dia ga pulang"terlihat mami rico meneteskan air mata.


"apakah nama beliau rezza"


deg...serentak keluarga kaget..bahkan rico langsung menjatuhkan kakinya..


"bang..jangan becanda..kamu kenal masku"


"tentu saja..dia salah satu team relawan saya dikota A.."


"bang kita serius bang..saya ga becanda.."


"saya juga ga becanda mas rico..sini kalo mas rico ga percaya.."


deni terlihat mengotak atik ponselnya..dia memperlihatkan foto2 nya bersama rezza disana.


"ini saya..ini beliau kan"


"betul...mi..ini mas mi"


rico meminta ponsel deni dan menunjukanya pada mami dan papinya.


"bagaimana kamu bisa kenal dan dia bisa ikut denganmu jadi relawan nak"


"saya waktu itu habis pulang bikin tugas dari dosen saya..saya memilih terjun langsung untuk observasi..saya melihat pak rezza tergeletak ditrotoar..karena sepertinya dia mabuk dan habis dirampok..karena dompetnya dan ponselnya hilang..saya membawanya pulang..pas saya bilang saya mau pergi jadi relawan beliau langsung mengajukan diri untuk jadi guru"


"apakah dia masih disana.."


"jika kontrak belum selesai apakah akan dapat sangsi"


"kalo relawan biasanya tidak bu..tergantung alasan yg kita pakai pas dan bisa dipertanggung jawabkan"


"bang..maukah kau membawaku sekarang"


"kapan"


"kalo bisa malam ini juga bang"


"tapi pesawat kesana hanya ada disiang hari"


"pi..pinjamin rico jetnya ya pi.."


"boleh nak..bawa aja..kalian siap siap papi konfirmasi sama pilot dan pihak bandara"


"oke pi..mari bang"


via dan abangnya mlongo.keluarga yaang terlihat sederhana ini ternyataa sangat kaayaa.


malam itu juga rico daan deni pergi menjemput rezza.


"akan aku hajaar dia..liahat saja.."kata. rico setengah emosi


"apakah disana ga ada ponsel bang"


"ada..tapi paak rezza ga mau pakai..padahal disediakan"


"kurang ajaar sekali dia.."


"maaf..kalo boleh tau knp pak rezza memilih jalan ini"


"gara gara cewek laah bang aapa laagi..orang begok kayak dia harus dihajar..kalo udah cinta bucin banget giliran sakit sedikit ngrepotin semua orang"


"kita ga bisa nyalahi. dia ric..karena yg berurusan dengan hati itu hanyaa orang itu yang mampu mengambil keputusan."

__ADS_1


"sebelumya terimakasih banyak bang..saya ga tau gimana cara saya balas abang."


"jangan gitu ric..bantuanmu buat keluargaku juga aku belum bisa balikin"


"bang...boleh ga. kalo aku deketin via"


"hahahahah...jadi..lo modus ama adek gue..sial lo ric..hahah"


"bang gue serius"


"yang penting lo jaga dia aja..gue ma ngikut"


"serius bang.."


"iye.."


mereka sampai dibandara.sekali lagi deni takjup dengan kendaraan yg akan mereka tumpangi ke kota tujuan.


"mimpi apa gue ric..bisa naik ginian..paling herkules yg bawa gue kemana mana"


"hahaha...bisa aja lu bang"


"iye serius..gue kagak pernah naik pesawat sekalipun yg komersial..gue hanya naik pesawat herkules..itupun karena jadi relawan ric"


"biasanya kalo papi yg naik..bang rezza sendiri ya bawa"


"oh..ya...oh my god..pak rezza..gila..seriusan dia pilot"


"iya..kan tadi lihat sendiri dia pakek sragam pilot"


"wah..wah..kalo emak emak disono tau idola mereka seorang pilot saya jamin ga ada yg mau pulang dari sekolah"


"apa bang..fans mas rezza emak emak hahahahah"


rico ketawa ngakak sambil menghentak hentakan kakinya..dipesawat itu hanya ada mereka berdua tapi ramenya udah kayak orang se rt.


"lo tau ric...kalo pagi tu ya..banyak emak emak pada berjejer nungguin pak rezza lewat.."


"serius bang..."


"ya elah masak gue boong..dia sendiri yang cerita kalo diasrama..sampai kita ber 6 relawan disana julukin dia artis tau"


"mas gue emang pesonanya kuat bang..mami aja ampek kuwalahan dl waktu dia masih sekolah..ada aja temen temen ceweknya yg dateng..alasanya ini lah itu lah haha"


"oya ric..apakah pak rezza sudah berkeluarga"


"sudah bang..vano yg diasuh via itu putranya...mas rezza dan mbak ku ada kesalah pahaman sedikit lalu mereka divorce..mbaku mau dijodohkan oleh ortunya..abang tau..ya gitu jadi gendeng..dan karena mbak ku shock sekarang jadi depresi bang..via ada cerita ga"


"ga ric..serius aku ga tau apa apa..via ga pernah cerita apa apa soal keluarga lo"


"via gadis baik bang..dia mampu menjaga aib keluarga saya"


"kamu jangan bilang aib bung..anggap aja ini ujian"


"iya bang"


banyak sekali yg mereka obrolkan ketika dipesawat..


pesawat landing dengan selamat..di depan pesawt sudah ada sebuah mobil yg akan membawa mereka ke tempat tujuan..


kira kira 5jam lagi perjalanan mereka dari bandara menuju tempat tujuan.


"bang entar kalo gue hajar mas gue jangan dilarang ya"


"jangan gitu ric..bicarakan baik baik aja..lagian ntar kalo mbak mu lihat kekasihnya darah darah makin depresi.."


rico diam


"kita harus kasih pak rezA semulus mungkin biar mbak mu cepet sembuh"


"iya bang"


***sampai disini dulu ya beb**


sebenernya masih banyak ide..tapi jempolku pegel..heheh

__ADS_1


**bersambung**(


__ADS_2