Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
perjuangan nayla


__ADS_3

usia kehamilan nayla memasuki 36 minggu..nayla merasakan sakit yang luar biasa diperutnya..ini belum saatnya melahirkan batinya..


ya tuhan..apakah ini saatku batin nayla..


saat itu dirumah hanya ada vano..


vano mencoba menelpon daddy nya tapi tidak diangkat..


lalu vano menelpon autynya..untung lintang segera datang dan membawa nayla ke rumah sakit..sangking sakitnya nayla tak sadarkan diri..


dokter menjelaskan kondisi nayla..lintang sangat shock..


lalu lintang meminta tolong pada davian untuk menjemput rezza di kantornya.


lintang takut jika dia memberitahukan nya di tlp takut rezza shock dan malah menimbulkan masalah lain.


davian sangat tenang membawa mobilnya..


"bro..kamu mau ngajak aku makan siang atau apa jauh banget"


"sabar bro...ini yang nyuruh lintang"


rezza agak sedikit bingung kenapa davian memarkirlan kendaraanya di rs..siapa yg sakit..ataukah nay mau melahirkan..kan hplnya masih sebulan setengah batinya.


lalu davian meminta rezza tetap tenang..dan selalu berdoa..


"mass..."lintang memeluk rezza dan menangis..


"ada apa lin kenapa kamu nangis..kok peluknya saya bukan davian"


"kakak..mas"


"ada apa dengan istriku"


dengan isakan tangis lintang menjelaskan kondisi nayla..bagaimana nayla menutupi kondisinya selama ini..


rezza sangat shock..


"lalu dimana istriku sekarang lin"


"dokter sedang mengambil tidakan mas..kita hanya bisa berdoa"


kemudian dokter keluar dari ruang oprasi.


"maaf suami ibu nayla..bisa ikut saya"


rezza mengikuti dokter..rezza dipertemukan dengan nayla..nayla sudah siap dengan baju oprasinya..


keadaan nayla sangat bisa membuat rezA menangis..


"bunnn..kenapa.bunda ga bilang..daddy takut bunda"


"dad..ingat hidup dan mati itu allah yg punya..bunda ga bisa egois dad"


"tapi daddy ga mau kehilangan bunda..aku harap.bunda kuat..demi daddy..vano..dan calon bayi kita bund"


air mata nayla lolos dari sudut sudut mata nayla..nayla tetap tersenyum dalam tangisnya.


"doakan bunda ya dad"


"pasti bund.."


rezza mencium kening istrinya..mencium. kedua pipi istrinya..dan mencium bibir istinya yang pucat..


"i love u sayangku"


"love u to daddynya anak anak"


lalu beberapa suster membawa nayla ke ruang oprasi..


dokter sudah memberikan intruksi pada lintang dan davian untuk mencari donor darah..takut nanti terjadi sesuatu..


lintang mulai mencari siapa yag kira kira cocok dengan golongan darah nayla.

__ADS_1


sebenernya ayah nayla cocok..tapi ga mungkin ayah kan dijawa.


tak lama davian dapat tlp dari sandra yg mengatakan golongan darahnya sama dengan nayla..


"golongan darah saya sama dengan nayla dav"


"oke..thanks banget san..suruh rio antar ya..jangan nyetir sendiri.."


"baik"jawab sandra(kenapa harus ketemu rio lagi')


begitu sandra datang dokter langsung membawanya ke ruang tranfusi..rio dengan setia menemani sandra..rio memegang tangan sandra..jujur sandra sangat deg degan saat ini.


**disisi lain..dokter mondar mandir keluar masuk.


membuat rezza semakin kalut..rezza menangis khawatir


"suami macam apa aku lin..yg ga tau kondisi istrinya"


"kakak pasti punya alasan mas"


"tenang bro..kita doakan semoga nayla kuat dan menang melawan peperanganya"


"aku takut davian"


terlihat rico dan dina juga datang memberikan dukungan pada rezza.


lampu ruang oprasi sudah dimatikan pertanda oprasi telah usai..dokter keluar dari ruang itu dengan wajah sedih.


"pak rezza...putri anda selamat..tapi ibu.."


"bagaimana dengan istri saya dokter"ucap rezza sambil mencengkeram kerah baju sang dokter


rico dan davian menahan tangan rezza..tangan rezA sangat kuat ternyata.


"ibu...kritis pak..kami sudah berusaha semaksimal mungkin..saat ini kita hanya bisa berdoa pak..semoga ibu bisa melewati masa kritisnya"


rezza terduduk lemas..bahkan kehadiran bayinya pun tak mampu membuatnya bersemangat.


lintang shock..ditidak tau apa yg bisa dia lakukan untuk menyelamatkan kakaknya..dina memeluknya.


"sstt...tenanglah lin...kita harus berdoa semoga mbak nay selamat"


rezza terus saja menangis..


rezza diajak suster ditemani rico dan davian keruang perawatan bayi..


bayi yg berada didalam inkubator itu sangat kecil..terlihat lemah..rezA hanya boleh mengazaninya dari luar kaca pembatas..


adegan itu membuat davian dan rico ikut meneteskan air mata.


kedua orang yg rezza sayangi sedang berjuang antara hidup dan mati..


dan rezza tak bisa berbuat apa apa..jika seandainya boleh rezza ingin mengantikan posisi mereka..


"tuhan..tolong selamatkan mereka"ucap rezza dalam doanya.


nayla di pindah keruang ICU..dan beberapa alat menempel ditubuhnya.


hanya rezza yg boleh menjenguknya..rezza terus membisikan sesuatu ke telinga istrinya..


rezza terus mengajaknya bicara..bercerita seperti biasa..


"bun..masak vano tadi bilang mau gendong dedek bayi bun..kan belum boleh yak.."


"bun..nanti kalo udah dirumah daddy mau dibikinin nasi goreng seafoot yg pedes ya bun"


"bun..bobonya jangan lama lama..daddy kangen tau bun"


"bun..daddy laper..bunda laper ga..bunda ga mau kan kalo daddy sakit..makanya bunda bangun terus masakin daddy"


rezza menangis sampai tak terdengar suaranya..rezza ga mau nayla mendengar dia menangis..jika dia tak tahan dia akan keluar dan menangis sepuasnya..


setelah tenang dia akan masuk lagi menemani istrinya.

__ADS_1


**disisi lain..


rio mengantar sandra pulang..sandra masih lemas karena habis mendonorkan darahnya untuk nayla.


di mobil sandra hanya diam..ga tau kenapa dia sangat takut pada rio..


bukan takut kenapa?


sandra sendiri tak bisa mengerti perasaanya.


"kamu bisa jalan"


"bisa tenang aja"


soalnya pas di rs tadi sandra diantar perawat pakai kursi roda..


melihat sandra masih lemas rio langsung mengedong nya ala bridal staly..


"aku ga papa yo"


"iya aku tau.."


sandra diam..


"dimana kamar kamu"


"diatas..turunin aku di sofa aja"


"oke"


rio menurunkan sandra disofa..rio tersenyum menatap wajah sandra.


"kamu kenapa..takut sama aku"


"ga..iya"jawab sandra gugup


"ga ..iya..takut apa ga"


rio duduk disebelah sandra..dekat sangat dekat..rio tau sandra gugup..tumben dia gugup biasanya bar bar batin rio.


"kamu tenang aja..aku ga akan ngapa ngapain kamu..kamu kan udah pakek baju tertutup"


ucap rio agak nakal..matanya tertuju pada dada sandra..


sandra agak sedikit tidak nyaman..lalu membalikan badanya dan merapikan rambut panjangnya ke depan agar menutupi dadanya.


rio tersenyum.


"sekarang kamu tutupi..ntar kalo udah halal juga bakal aku lihat semua"


"apaan sih..ga jelas"


"mau dijelasin"


"au ah"


sandra manyun..


"bibir ga usah dimanyun manyunin..mau saya cium"


sandra menutup mulutnya sambil mengeleng.


rio tersenyum dan mengelus rambut sandra.


rio ga mau membuat sandra semakin takut padanya..lalu rio pamit.


"aku pulang dulu ya..kalo ada apa apa tlp aja..jaga diri baik baik..ntar aku pesenin makan..trs diminum vitaminya ya..biar cepet pulih..oke"


"he em"


rio mengelus pipi sandra dan pergi.


dia maunya apa sih batin sandra sambil menghela nafas dalam..

__ADS_1


*bersambun*...


__ADS_2