Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
lintang menepati janji


__ADS_3

nayla duduk ditepi ranjang..nayla menatap wajah pucat adeknya.


"dek..mau kakak peluk.."


lintang menganguk..


"apakah kamu mau mandi..kakak bantu ya"


lintang menganguk lagi


nayla sangat sedih melihat keadaan adeknya.nayla membantu adeknya membersihkan diri.membantu memakaikan baju.


"kak..."


"heeemmmm"


"aku mau menikah denganya"


"kamu yakin dek"


"ya kak..itu keinginan bara"


"kakak tau..tapi kamu tidak mencintainya"


"aku percaya bara kak"


"baiklah..siang ini aku balik..biar kakak yg kasih tau orang tua kita"


lintang mengangguk.


"kamu ga papa kakak tinggal sebentar".


lintang mengangguk lagi.


nayla keluar dari kamar.dan melihat davian berkutat di dapur.


"kau sedang apa"


"ini sarapan untuk kalian..apa dia baik baik saja"


"tidak ada yang baik baik saja untuk saat ini davian..maafkan kami karena udah salah sangka padamu"


"tak masalah"


"aku tau ini juga berat untukmu"


davian menutup mukanya.


"kau tau..aku hampir gila dengan semua ini"


"lalu dimana kedua orang tuamu davian"


"kenapa kau menanyakan itu"


"bukankah kau ingin menikah dengan adiku"


"daddy kandungku sudah meninggal setahun yang lalu..mommy dan ayah ada dijakarta sekarang"


"davian..kau yakin ingin menikahi adeku"


"tentu"


"apa kau bisa menyayangi dan mencintainya..bukankah kau bilang punya kekasih..berarti kau mencintai wanita lain"


"aku akan belajar mencintainya nay"


"davian kau sungguh baik"


"jangan memujiku seperti itu nay..aku tak mampu menyelamatkan adiku"nayla menagkap mata davian berkaca kaca.


"yang bisa kulakukan sekarang hanya menjaga apa yg dia miliki.."


"boleh aku tau..dimana bara beristirahat sekarang"


"kami membawanya ke indo..itu permintaanya..dia ingin beristirahat ditanah kelahiranya..mommy dan ayah juga ga mau balik ke amrik..mereka mau menemani adeku..kami pindah warga kenegaraan"


"apakah kamu juga"


"heemmm...aku orang sini sekarang"


"davian..kau kakak yang luar biasa"


"kau juga kan"


"harus bara..adiku segalanya bagiku..aku sangat sedih sekarang davian..linta g begitu terpukul.maukah kau menjaganya untuku"


"tentu.."


"jangan menyakitinya davian..sudah cukup penderitaanya..maaf kalo dia kasar..dia sebenernya bukan wanita yg seperti itu.dia selalu menghormati orang lain"


"aku tau..dia sedang marah dan kecewa."


"hari ini aku balik dulu..lintang mengatakan sudah siap menikah denganmu..aku akan membawa orang tuaku kemari..bagaimana dengan keluargamu"


"aku akan mengabarinya..mereka juga menantikan ini"


"semoga ini yg terbaik ya davian.


kalian bisa saling menyembuhkan..aku berharap suatu hari nanti kalian bisa saling mencintai"


"kau tak takut padaku"


"ga tau davian..kau tinggi sekali"


hahahahaha...davian dan nay tertawa.

__ADS_1


nayla tak tega melihat adeknya seperti ini..haruskah aku tak pergi..bagaimana kalo ayah dan mama aja yg kesini.


tutt...tutt..tuut..


"assalmualaikum "


"waalaikum salam..ma.."


"iya bagaimana adikmu nduk"


"nay ga bisa cerita di tlp ma...bisakah mama hari ini datang..nanti kakak carikan tiketnya..mama sama ayah siap siap ya"


"apakah gawat nduk.."


"mama sama ayah datang aja..nanti kakak ceritain"


*****


siang itu kedua orang tua nay dan lintang pun datang..mereka juga sangat shock mendengar kabar ini.


"itu sopo nduk"


"ya itu ma...abangnya bara..dia mau menikahi adek ma..untuk menjaganya"


"ya allah..piye iki pak"


"mau gimana lagi ma...bara juga ga mungkin sembarangan mengambil keputusan to..kita manut aja ma"


perbincangan mereka berhenti karena davian dan kedua orang tuanya datang.


"assalamualaikum"


"waalaikum salam"


mereka saling berjabat tangan.mamanya nayla berpelukan dengan mommynya davian..mama davian menangis dipelukan mama nayla.


"sudah bu..iklaskan..kita semua juga kehilangan sosok yang sangat baik..jujur..saya sendiri juga belum pernah ketemu sama ananda.tapi anak anak saya sering bercerita tentangnya"


"saya davian abangnya bara"davian bicara dengan bahasanya


"bocah kui omong opo to nduk(anak itu bicara apa nak)"


ingin sekali nayla tertawa..mommy nya davian yg asli jawa pun paham..


"dia davian bu..abang nya davian"


"ooooo...bagus temen to..tapi kok beda"mama nayla begitu polos.


"beda ayah bu mereka"jawab mommy nya davian.


davian mengerti kalo orang ngomong bhs indo.cuma agak susah jika mau menjawab.


ayahnya davian membuka suara.


"maaf bu pak..kedatangan kami kesini karena permintaan terahir anak kami.."


"lalu bagaimana keputusan bapak ibu"


"kami setuju saja pak..lintang juga sudah bersedia.kami yakin nak bara tidak akan sembarangan memilih orang..bagaimana dengan nak davian apakah bersedia menerima kekurangan dan kelebihan anak saya"


mommynya davian menjelaskan bahasa yg mungkin ga davian mengerti..davian bicara dengan mommy nya dengan bahasanya.


"anak kami sudahmenyetujuinya dari awal pak"


"baiklah.."


"kak..sebaiknya kamu panggil adekmu..kita dengarkan pendapat dia"


"baik yah"


nayla melangkah kekamar dan memanggil adeknya.


"monggo besan...diminum..ada nya cuma air putih"


"besan bisa saja"


"bu..maaf saya ingin bicara dengan davian secara pribadi..tolong terjemahkan.."ucap ayahnya nay


"baik pak"


mommy nya davian mengatakan sesuatu..dan davian mengangguk tanda setuju.


"emmm..nak davian..maukah kau berjanji..seburuk apapun anak saya nanti..semenyakitkan apapun anak saya nanti..maukah kau tidak melepaskanya..terus mengemgam tanganya..menjadi imam nya..dalam suka maupun duka"


mommynya davian mengulagi kata kata ayahnya nayla..lalu davian menjawab dengan bahasanya.


"davian bilang..dia berjanji pada anda bahwa permintaan anda adalah perintah.dia setuju pak"


"baik bu..terimakasih"


davian menjabat tangan ayah nay dan ciumnya.


mereka melihat nayla membawa lintang ke ruang tamu.mata lintang dan davian saling bertemu.


mama nayla memeluk putri bungsunya


"kamu ga papa nduk..kamu kuat"


"iya ma"


mereka pun membicarakan maksud dan tujuan mereka bertemu.


"piye nduk..kamu maunya pernikahanmu seperti apa"


"saya mau menikah sederhana saja ma..menikah dirumah ini saja..yang penting sah secara agama dan hukum"

__ADS_1


"bagaimana davian"


"ga masalah"kata davian mantap..


"bagaiman kalo kita nikahkan mereka besok..untuk surat surat biar pengacara kami yg mengurus"kata ayah davian.


"apa ga terlalu cepat pak besan"


"niat baik harus disegerakan"


mereka tertawa dan mengahiri perbincanganya.orang tua davian pamit dan kembali ke resort..


nayla membawa lintang kekamarnya.


disusul mamanya.


terlihat disana ayahnya nay dan davian hanya ngobrol dengan bahasa isyarat.


jujur saja..ayahnya nay ingin sekali tertawa..ngimpi opo oleh mantu bule..terus ga ngerti bahasane..lek aku arep ngakon piye jal..hahaha..ws ws..sabar..sabar.. (**mimpi apa saya dapat mantu bule. ga tau bahasanya lagi.kalo aku mau nyuruh gimana..sabar sabar"


***dikamar**


"kamu yakin nduk mau nikah sama bule"


"yakin ma"


"bojomu kui muslim kan"


"muslim ma.."


"rajin ora nduk sholate"


"belum tau ma..tapi dia selalu ngingetin lintang kalo belum sholat"


"yo ws nduk penting ngerti sama paham agama"


mereka terdiam


"ma tadi vano rewel ga dipesawat"


"ga nduk dia pinter.."


***


hari yg mereka tunggu pun tiba..dengan memakai kebaya sederhana lintang terlihat sangat cantik


"kamu gugup"tanya nayla


"sedikit kak"


mama mereka masuk kekamar..


"ws siap nduk"


"sudah ma.."


"jadi istri yang baik ya nduk..nurut sama suami..kalo ada apa dibicarakan dengan baik..jika suami minta haknya jangan menolak"


"insya allah bu"


pikiran lintang mengidik ngeri.."suami minta hak nya..masya allah"


mas bara..apa kamu bahagia sekarang.maaf jika lintang sekarang akan melupakanmu.lintang harus jadi istri yang baik dan mencintai suami lintang sepenuhnya.mencintai abangmu mas..maaf kan aku.


ucap lintang dalam hatinya.


nayla keluar kamar sambil mengandeng vano


mereka duduk rapi diruang tamu.


hanya ada kedua orang tua masing masing mempelai..pak penghulu lebih dahulu mengajari davian untuk menjawab ijab kabul..davian gugup tapi mampu menghafalnya dengan sangat baik.


"bagaimana semua siap"


"siap pak"


pak penghulu menjabat tangan davian.


"saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari lintang anastasya binti sutekno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 100 jt dibayar tunai"


"saya terima nikah dan kawinya lintang anastasya binti sutekno dengan maskawin tersebut tunai"


"bagaimana saksi..sah.."


"SAH"


penghulu membacakan doa dan memberi intruksi pada davian untukenjemput lintang.ditemani mama dan juga nayla davian menjemput lintang dikamarnya.


lintang mencium punggung tangan davian..daviam membacakan doa dikening lintang dan menciumnya hangat..


"kamu jangan sedih lagi oke"


"hemm"jawab lintang tersenyum


mereka melangkah keluar bersama untuk mempersilahkan menandatangani berkas berkas.


nayla mengambil beberapa foto davian dan lintang..davian tak melepaskan pinggang lintang sama sekali.davian terlihat posesif dengan miliknya.pikir nay.


"davian lintang semoga pernikahan kalian langgeng..sakinah mawadah dan warohmah sampai kakek nenek..sampai ahir hayat.


"amin..terimakasih kak.."


***


bagaimana malam pertama mereka ya..penasaran kan..nanti kita intip di bab selanjutnya ya gaes

__ADS_1


ditunggu like comen dan vote nya


**bersambung**


__ADS_2