
hari ini adalah pertama kalinya bara menjenguk baby vano...bara terlihat happy dan menikmati perannya..baby vano telihat lengket pada bara..nayla dan lintang hanya senyum senyum melihat tingkah lucu vano digendongan bara
"bara ga ada kerjaan dek"
"ada kak ntar habis makan siang.."
"bara dah cocok tu dek jadi daddy,"
"hehehe...kakak bisa aja"
"kamu masih lama ga disini..kakak mau keluar bentar beli keperluan vano"
"ya udah kakak pergi aja..biar lintang sama bara yang jaga vano kak"
"thanx u ya dek..ntar kalo vano rewel asinya dikulkas ya..adek rendem pakek air hangat aja..seperti biasa.."
"oke kak"
nayla pun pergi ke supermarket terdekat untuk belanja keperluan bulananya..dan juga beberapa potong baju untuk putranya.
nay agak sedikit santai..dia pikir kalo lintang ga tlp berarti vano aman..
**rumah nayla
"mas..bentar ya..adek ganti dulu ya..ga enak ni"
"iya tu de..beleberan gitu.."
"mana mas.."
lintang memperhatikan baju bagian belakangnya
"ahhh...mas..bo'ong"
"hehehe..."
menggoda kekasihnya adalah salah satu hal yg membahagiakan bagi bara
diruang tamu hanya ada bara dan baby vano
ting..tung..ting..tung
sepertinya ada tamu..siapa ya batin bara.
bara pun menggendong vano dan membukakan pintu untuk tamunya
bara terkejut..begitupun tamunya
"haaa...hayy bro"
"hay juga..sory bro..bener ini rumah nayla"
"iya bener..."
"naylanya ada"
"nayla nya lagi keluar.."
"eemmmm..kaliaaann"
"ohh..ga bro jangan salah sangka..masuk aja..ada lintang juga didalem"
"ohh..oke ga papa ni gue masuk"
"saya rasa ga masalah"
lintang keluar dari kamar
"siapa yang dateng mas.."
"oohh..ini"
bara m3nggaruk alisnya bingung mau bilang apa
"mas ezza.."
"iya lint..saya..kakak mu ada"
"kakak sedang keluar..masuk mas..silahkan duduk"
rezza duduk di ruang tamu..terlihat lintang dan bara saling sikut sikutan..lintang memberi kode bara supaya menemani rezza..bara juga ga sepede itu..
"itu anak kamu lint"
"oo..dia..kenalin mas dia baby vano"
"cakep banget lin..lucu.."
"thanx u.."
lintang ragu..mau panggil om apa daddy
"mau gendong bro"
"mau kalo boleh.."
"boleh...ni"
bara memberikan vano ke rezza..rezza terlihat antusias bersama baby vano..
lint dan bara saling pandang..mereka tersenyum melihat interaksi bapak dan anak itu
"mas mau minum apa"
"apa aja lin.."
lintang keberjalan menuju dapur lalu disusul bara
"beb...kok dia bisa kesini"
"iya kemarin pas dipesta dokter sindy kenalin kakak sama seseorang..seseorang itu mas rezza"
"oh ya..wow..terus"
__ADS_1
"mas kepo..kayak emak emak"
bara mengacak rambut belakang lintang
"ya kita pura pura ga kenal aja..trs ya kenalan lah"
"trs gimana kakakmu"
"yg jelas kakak shock lah mas.."
"huh..hubungan yg membingungkan"
"udah sono gi temenin..kasihan dia"
"oke"
bara melangkah menuju tempat rezza bermain dengan bara
"bro...eh dia bobo"
"iya ni..padahal gue ga apa apain"
"kayaknya dia nyaman ama elo bro"
"benarkah"..
lintang datang bawa jus dan cemilan
"wah...baby gemes bobo..."
"makanya tumben banget dia ya lint..biasanya kan rewel dia kalo sama orang baru"
"dia suka bau badanmu mas ezza"
"hah..bau badan..maksudnya"
"baby vano ni unik mas..kalo dia ga suka sama bau seseorang dia akan rewel..la ini cium ketek mas langsung teler"
hahahaha..mereka bertiga tertawa bersamaan..
terlihat sekali vano nyaman dipelukan daddy nya
terdengar suara mobil masuk garasi..kok rame rumah batin nay..biasanya kalo cuma bara sama lintang ga mungkin seheboh ini..nayla mengeluarkan belanjaanya..lalu masuk melalui pintu samping rumah..nayla meletakkan belanjaanya di meja gosokan..
lalu melangkah menuju ruang tamu
nayla terkejut melihat orang lain selain lintang dan bara..apa lagi melihat baby vano terlelap dipangkuan tamunya..
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam.."
mereka bertiga serempak menjawab salam nay..nay berjalan menuju tempat rezza duduk..rezza berdiri dan mengulurkan tangan pada nay..
"hay.."
nay juga mengulurkan tanganya..
"hay juga"
"kak..sory..udah sore lintang ada janji sama temen..lintang tinggal dulu ya"'
"oo..ya..."
"mas ezza..lintang cabut dulu ya..kalo pas ada jadwal ke bali mampir ya mas"
"okey thanx u dek"
"aku ikutan cabut ya nay..bentar lagi ketemu klien ni..kapan kapan aku mampir lagi..."
"oke..thanks ya udah mau aku repotin"
"ga papa santai aja.."
kata bara..
"lint..bareng aku aja.."tawar bara
"oke mas..lintang ambil tas dl"
lintang melangkah masuk kamarnya dan keluar membawa tasnya..
"baby gemes auty jalan dulu ya..baik baik jangan nakal"lintang mengelus pipi vano..vano masih terlelap digendongan rezza..
"sampai ketemu lagi ya bro..nay.."
"oke.."
"assalamualaiku"
"waalaikum salam"
nayla meninggalkan rezza dan baby vano untuk mengantar lintang dan bara kedepan
"kak..selesaikan baik baik oke"
"insya allah"
"yang sabar ya nay"ucap bara menguatkan
"insya allah"
nayla masuk kerumah..dan menghampiri rezza..
"sini mas..biar aku bawa ke kamar vanonya"
"ntar dia bangun..kalo ga keberatan dimana kamar vano biar aku antar"
"mari.."
nayla melangkah dan membawa rezza kekamar vano..lebih tepatnya kamar dia dan vano..
"dimana"
__ADS_1
"dibox nya aja mas..bisa ga"
"bisa.."
rezza membaringkan vano di box nya..lalu rezA menepuk nepuk paha vano supaya tak bangun.
"udah nay.."
"iya..makasih.."
nay keluar kamar dan diikuti rezza..
"mas udah makan.."
"belum"
"mau nay masakin"
"boleh kalo kamu ga keberatan"
"tunggu ya.."
nay berusaha bersikap sebaik mungkin pada mantan suaminya...nay ga mau bikin masalah lagi sama rezza..
nay membuatkan spagetty untuk rezza..
" mas..silahkan dimakan"
"thanx u nay..kamu ga makan"
"tadi usah pas dijalan"ucap nay bohong.
rezza menikati makananya..rezza berusaha menahan setiap kata yang ingin dia keluarkan untuk mantan istrinya ini..kenapa kamu baik banget sama aku nay..bahkan kamu masih sudi masak untuk mantan suamimu yang jahat ini
rezza menghabiskan makanannya dalam diam
"thank u nay"
"sama sama.."
nay hendak mengambil piring rezza..rezza melarang nay
"biar aku cuci sendiri aja nay"
"jangan mas..mas kan tamu"
hati rezza seperti dihantam benda besar..sakit nay..padahal hanya bilang dia cuma tamu.
rezza masih diam ditempatnya..
nay mengambil piring rezza dan mencucinya..rezza tak kuasa menahan gejolak didadanya...
rezza memeluk nay dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di tengkuk nay..rezza mencium bau tubuh nay yang sangat dia rindukan.
"maaf kan mas sayang"
nay terkejut dengan apa yg rezza lakukan..mulut nay masih diam..
"mas..jangan gini..kita harus jaga jarak"
rezza sangat paham dengan apa yang nay maksud..
"sebentar aja nay..aku mohon"
"cukup mas..ga boleh"
rezza melepaskan pelukanya..dan menjauh dari rezza..nay masuk kamar dan menguncinya menangis menjadi jadi..."dek..buka pintunya"
nay tetep tak menjawab..rezza duduk bersandar didepan pintu kamar nay.."dek..maafin mas..mas mohon buka pintunya..
nay duduk belakang pintu..nay masih mendengarkan rezza bicara..lama mereka berada diposisi seperti itu..sampai terdengar tangisan baby vano..nay bangkit dan mengge dong putranya..
nay memberikan asi pada vano..vano menolak..vano masih aja nangis..vano bertambah rewel ketika mendengar rezza mengetuk pintu....
"dek.,.vano kenapa"
nay masih tidak bergeming dan tetap saja berusaha menenangkan vano..
"dek..buka pintunya"
nayla membuka pintunya..vano masih menangis sesegukan
"vano kenapa dek.."
nay masih diam tak menjawab
"sini coba mas gendong"
nay. menyerahkan vano sama rezza
vano memeluk rezza..rezza berusaha menenangkan vano..vano terlihat nyaman dan langsung diem..rezza menciumi putranya..seperti ada ikatan batin diantara keduanya. nay menyiapan makan sore vano
..nay menyuapi vano..vano sangat tenang di
pangkuan rezza..
perhatian nay hanya tertuju pada vano..nay berusaha cuex dengan situasi ini..
nay masih tak mau bicara..rezza paham betul jika mantan istrinya itu marah..pasti tak mau bicara dan mengerjakan semunya pekerjaan tanpa memperdulikan apapun..
nay menyiapan keperluan mandi vano..nay mengambil vano dari daddy nya..nay melakukan semua nya tanpa bicara..vano. sudah bersih dan wangi..nay menyerahkan vano pada rezza lagi..lalu nay menarik tangan sebelah rezza agar keluar kamarnya..nay menutup kamar dan menguncinya..hufff..menyebalkan batin nay..nay merapikan kasur dan baju bekas putranya meletak kan semua perlengkapan vano ketempatnya..lalu nay mandi dan mengganti pakainya..nay memakai piyamanya..nay tak mau ambil pusing dengan apa yang akan rezza pikirkan tentangnya..
nay keluar kamar dan mengambil vano darri gendongan rezza.."waktunya vano ***** mas..mas masih mau tunggu apa mau pulang.."tanya nay ketus..
"mas mau lihat baby vano *****"
"ga ada..tunggu sini aja"
nay membawa vano kekamar dan memberikan asi..
rezza masih setia menunggu mereka..rezza memainkan hpnya..mengecek jadwal yg sudah diubah oleh sekertarisnya..
***gimana ya sikap nay selanjutnya..akan kan masih jutek dan dingin..ataukah babang ezza mampu meluluhkannya"
__ADS_1
ikuti terus ya..ditunggu comen like n vote nya ya"
**bersambung**