Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Rumah Mertua


__ADS_3

Rio sedang melakukan perjalanan keluar negeri, Davian meminta Rio untuk menemaninya. Rio memang telah berhenti bekerja dengan Davian, tapi tak pernah segan membantu jika Davian memintanya.


Siang itu dirumah mertua Sifa membuat anek kue untuk acara arisan emak emak komplek perumahan rumah ibu Nut, didapur mereka saling bercanda gurau, Sifa sangat bahagia karena dia merasakan memiliki orang tua.


Sifa dan Ibu Nut sudah bersiap untuk memyambut para tamu mereka, biasa kan emak emak kalo udah ngumpul,yang di omongin ga lain, pasti itu lagi itu lagi.


"Mbak yu, mantumu ayu lo, udah isi belum"Tanya teman bu Nut.


"Belum, doain ya "Jawab bu Nut


"Udah berapa lama nikah?."tanya nya lagi


"Baru mau setahun"Jawab Bu Nut.


"Itu udah lama lo mbak yu, suruh segera cek Siapa tau mandul, kan eman anaku gagah ngono mosok ga punya anak"Bujuk ibu itu,Sifa yang mendengar itu langsung meneteskan air mata dan memutuskan tidak keluar dari dapur, malas jika ke ruang tamu lagi, Bu Nut yang mendengar penuturan temanya agak terpancing.


"Nanti aku tak bilang sama Anaku,biar mereka sama sama periksa"Jawab Bu Nut.


"Kalo mantu Ibu mandul nanti suruh poligami aja bu,kan ga papa istri pertama kan ga diceraiin ini"bujuknya lagi.


Bagai disambar petir, hati Sifa berasa diremas remas, jika yang ngomong bukan teman mertuanya mungkin udah Author jambak jambak tu si emak.


"Ya coba nanti saya lihat kelanjutanya seperti apa"Jawab bu Nut.


Sifa terus melanjutkan pekerjaanya di dapur, Sifa merasakan perubahan mertuanya setelah mendapatkan bujukan dari teman arisanya, tapi Sifa bersikap seperti biasa, Sifa berharap nantinya Rio tidak terpengaruh, tapi jujur saja Sifa takut.


Baru juga setahun kenapa ribut anak


sih batin Sifa, Sifa sama Bapak aja Slow.Setelah menyelesaikan pekerjaanya Sifa memilih pamit pulang, sebenernya Ibu Nut masih ingin membicarakan masalah Itu dengan Sifa tapi Sifa memilih menghindar, Sifa takut akan kelepasan bicara mengingat mereka adalah ibu dari suaminya.


Diperjalan pulang pikiran Sifa kalut,dia takut suaminya nanti akan terpengaruh dengan mereka,tapi memang dia sama sekali belum pernah periksa keadaanya dengan dokter.


"Apa aku harus perisa ya".Guman Sifa.

__ADS_1


"Bareng bapak aja lah".


"Nanti kalo aku bener bener mandul gimana".


"Akankah bapak akan meninggalkan aku,Atau dia akan mengikuti permintaan orang tuanya untuk poligami"


Pikiran Sifa menjadi semrawut ga karuan,Sifa menangis, lalu Sifa tersadar,untuk apa aku menangisi sesuatu yang belum tentu terjadi,bodoh sekali.


.....


21.00 Jambi.


Rio merasakan kangen pada Istrinya, biasanya jam segini Sifa akan bermanja manja denganya, menceritakan kegiatanya hari ini,bahkan hari ini mereka belum saling bertukar kabar,kemana dia batin Rio.


Rio pun menghubungi istrinya lewat koneksi ponselnya.


"Assalamualaikum".Jawab Sifa disebrang telpon


"Kan semalem Sifa udah bilang pak,mau kerumah ibu, ada acara arisan teman teman ibu, bantu ibu bikin kue kan"Jelas Sifa.


"Oia lupa beb, gimana acaranya lancar?."Tanya Rio.


"Lancar kok pak,Bapak udah makan belum, sekarang dimana?".Tanya Sifa.


"Aku udah dihotel beb,cepek banget ni,udah makan tadi dibawah."Jawab Rio.


"Bapak Sifa kangen,bapak kapan pulang"Tanya Sifa


"Panggil sayang dulu besok aku pulang"Jawab Rio.


"Baiklah sayangku, besok pulang ya eemmuuahh"jawab Sifa.


"Duh Ademnya hati mamas dek"Balas Rio.

__ADS_1


"Dih,mamas,ngarep"Canda Sifa.


"Ya ga papa,kan ama istri ini"balas Rio.


Sifa tersenyum bahagia.


"Baiklah mamasku sayang, cepet pulang ya adek kangen"


"Aku mencintaimu bidadariku"Balas Rio.


"Adek juga mas"Balas Sifa.


"Met malem sayang, mimpi indah ya,jangan lupa doa"


"Mamas juga ya,jaga diri baik baik jangan lupa maem na"balas Sifa.


"Iya cintaku,mas akan jaga diri baik baik buat kamu,buat cinta kita,boleh ga mas minta sesuatu"Tanya Rio.


"Apa?".


"Aku mau kamu tetep panggil aku Mas,aku gq mau kamu panggil aku Bapak lagi"jawab Rio.


"Iya masku sayang,asal besok pulang"


"Insya Allah ya sayang,doain kerjaan mmas cepet kelar,pasti mas langsung pulang oke"jawab Rio.


"Good night cinta ku"


"Good night juga"


Mereka pun menutup telponya deengan hati yang berbunga bunga.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2