Haruskah Aku Merelakanmu

Haruskah Aku Merelakanmu
Berhenti Kerja


__ADS_3

Rio adalah anak satu satunya dari pasangan Bapak Kadiran dan Ibu Nut,orang tua RIo menyaksikan pernikahan dadakan antara Sifa dan Rio ketika mereka bertugas di kota Banjarmasin,dengan senang hati orang tua Rio menerima kehadiran Sifa.mereka berharap Sifa bisa menemani Rio dalam susah maupun senangnya dalam baik maupun buruknya.


Sebagai anak tunggal dikeluarganya tentu saja Rio menjadi harapan satu satunya untuk meneruskan usaha kuliner milik orang tuanya,sejak Kerja ikut Bara mantan kekasih lintang yang meninggal karena kanker darah,setelah itu dia kerja ikut Davian suami Lintang sebagai Asisten pribadinya.Rio rajin menabung dan membatu orang tuanya memperbesar usaha kuliner mereka,dan lagi Rio adalah pekerja yang ulet,jiwa pengusahanya bangkit ketika tabunganya mulai cukup untuk membeli beberapa aset,seperti kontrakan atau lahan kosong.


Kini nama Rio sudah terkenal disurabaya sebagai pengusaha kuliner dan kontrakan disana,saat orang tuanya pulang dari tanah suci mereka meminta Rio dan Sifa stay dirumah yang dibanggun Rio sendiri,Rio memang sudah merencanakan dari jauh jauh hari,jika dia sudah mempunyai tabungan yang cukup dan aset yang bisa diandalkan dia bertekat akan berhenti bekerja dan mulai menggeluti dunia usahanya sendiri.


Dengan berat hati Davian melepaskan Rio,tapi Davian sangat mendukung keputusan Rio,bahkan sesekali Davian masih meminta pendapat mantan Asisten pribadinya itu,mereka sudah seperti kakak beradik saja.


Sudah sebulan ini Rio dan Sifa tinggal dikota kelahiran Rio,Sifa sangat bahagia karena Rio sangat manjakanya,Rio sering mengajak Sifa menginap dirumah orang tuanya sehingga hubungan Sifa dan orang tua Rio semakin dekat.


"Beb,sini deh aku mau nunjukin sesuatu sama kamu"panggil Rio.


"Sifa ganti baju dulu lah pak"Jawab Sifa.


Sifa memang baru keluar dari kamar mandi dia juga masih memakai handuk dan rambutnya masih basah.


"Bantah ya,dosa lo mau dilaknat malaikat"Ucap Rio menggoda istrinya


"Kumat jiwa aroganya"Sifa menghampiri suaminya,Sifa memanyunkan bibirnya.


"Nyamperinya ga iklas ya"goda Rio lagi.

__ADS_1


"Iklas pak ya ampun"jawab Sifa.


Rio merasa menang,dia pun tersenyum menciumi lengan istrinya yang kini duduk dipangkuanya.


"Bapak mau kasih tau Sifa tentang apa"tanya Sifa.


"Tanah kita yang ada di pinggiran kota gimana kalo kita bangun jadi Perum beb,kamu setuju ga"Tanya Rio.


"Emang bapak ada tanah dimana lagi,kok Sifa baru tau"Ucap Sifa.


"Belum lama sih belinya,sebelum kita nikah,yang punya orang nya sakit,lagi butuh biaya buat berobat makanya dijual"jawab Rio


"Terus aja kamu ya bilang gitu,kalo seandainya aku cuma tukang nasi goreng pinggir jalan kira kira kamu masih mau ga sama aku"tanya Rio pada istrinya.


"Pak yang namanya cinta itu ga mikir apa yng bapak punya atau apa yang bapak ga punya,Lagian dulu yang Sifa tau kan,Bapak hanya Asisten pak.Davian,Sifa juga ga nyangka kalo gaji bapak ikut apak Davian segitu banyaknya"jawab Sifa.


"Apakah jika suatu hari nanti aku ga punya apa apa,apakah kamu masih mau menemaniku"tanya Rio


Sifa memegang kedua pipi suaminya dan mencium lembut bibir Rio,Sifa tersenyum manis.


"Suamiku,bagaimanapun keadaanmu aku ga akan pernah punya pikiran buat ninggalin bapak,Sifa pengen selalu sama bapak"jawab sifa,dia mengecup bibir suaminya lagi.

__ADS_1


"Kamu sekarang berat Sifa"goda Rio.


"Oh ya"Sifa langsung berdiri dari pangkuan Rio.Rio tertawa melihat tingkah istri cute nya.


"Pak,bapak serius Sifa beratan,Sifa gemukan ya pak"tanya Tanya Sifa sambil berjalan kearah cermin,Sifa memegang kedua pipinya,Sifa membuka handuknya,Rio yang duduk diranjang hanya tertawa geli melihat apa yang dilakukan istrinya.


"Sini aku tunjukin lemak kamu ada dimana aja"


Sifa masih tidak menyadari akal bulus suaminya,Sifa hanya menurut dan duduk lagi dipangkuan suminya.Rio membuka handuk Sifa dan mengecup dada Sifa.


"lemak kamu cuma ada dibagian itu sayang,kamu jangan takut."goda Rio


Seketika Sifa sadar kalo suaminya dari tadi hanya menggodanya.


"Bapak cuma godain Sifa ya"Tanya sifa


Rio hanya tersenyum,lalu dia memeluk istrinya.


"Istriku,apa kamu tau,kamu adalah surgaku,bidadariku,kamu mampu membuat hatiku yang hancur tersambung kembali,kamu adalah kebahagiaan hakikiku sayang,aku tau kamu lugu tapi bagiku kamu menggemaskan saya,tentu saja aku suka menggondamu,aku mencintaimu istriku,sangat"bisik Rio ditelinga Sifa,Sifa yang mendengar curahan hati suaminya merasa sangat bahagia.


**Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2