HUMAN 2075

HUMAN 2075
Dibinasakan


__ADS_3

Dua hari kemudian Ibunda Santiana sadar, lalu Ayah dan juga adik lelaki gadis cantik bermata biru itu sadar secara bergantian.


Bodohnya Dokter Demon malah kembali ke SYPUS dan menjelaskan bagaimana dia bisa sembuh dari Virus Danger 25 Ex. Tujuan dokter itu sangat bagus, dia ingin SYPUS mengadakan penelitian di Kota Dawas.


Namun yang terjadi adalah sebaliknya, yang dikirim oleh SYPUS adalah pasukan medis rahasia. Pasukan yang amat terlatih itu diperintahkan, untuk membawa semua orang yang berada di kota Dawas ke Pusat Lingkat Olio milik SYPUS.


Hari itu Joseph dan juga Arlo kembali berburu ke dalam hutan. Persediaan daging di rumah Bibi Noah sudah sangat menipis, sehingga mereka berdua harus berburu.


Tetapi setelah mereka pulang, mereka hanya mendapati kota kosong yang hancur.


Tak ada satupun bangunan yang berdiri utuh, asap hitam mengepul dari setiap sudut, puing-puing dinding berserakan tak tentu arah.


Tidak ada satu manusia pun yang dapat dilihat, entah dalam keadaan sehat, atau cedera, bahkan meninggal.


Di kota Dawas saat itu hanya tersisa suara angin kutub yang berhembus lembut, diiringi dengan suara api yang membakar sisa-sisa puing-puing.


"Apa yang terjadi?" Joseph yang baru sampai segera membuang hasil buruannya, lihat segera berhambur menghampiri pintu kota yang sudah hancur lebur.


Arlo juga tak kalah terkejut daripada Joseph, bahkan pemuda itu tidak dapat mengeluarkan kata-kata apa pun saat melihat betapa hancurnya, kota yang dia tinggali selama ini.


"Arlo, kenapa Kota kita bisa menjadi seperti ini?!" Joseph masih saja meratapi nasib kotanya, air mata bening sudah membasahi seluruh wajah tampannya.


Arlo hanya terdiam, tetapi di dalam kepalanya dia sudah memikirkan sesuatu.


Arlo dengan mudah bisa menebak, alasan kenapa kota yang dia tinggali kini, hancur berantakan sampai tak bisa dikenali lagi.


"Siapa yang berani melakukan hal ini kepada kotaku?! SIAPA??? Siapa kalian bajingan!" Joseph memakai udara yang berada di depannya.


Kota sederhana dengan penduduk yang sedikit, bagaimana bisa tempat terpencil seperti ini juga menjadi target keserakahan SYPUS.


Alio bukanlah warga asli kota Dawas, memang Ayah dan Ibunya berasal dari kota terpencil di kutub selatan itu namun dirinya lahir di Lingkar Olio milik SYPUS.


Arlo termasuk beruntung, karena kedua orang tuanya mengirimnya ke kota Dawas sebelum kedua orang tuanya ditugaskan oleh SYPUS, dan akhirnya meninggal dunia.


"Mereka membawa semua warga kota kita, Jo!" Arlo sama putus asanya dengan Joseph.

__ADS_1


"Siapa yang berani membawa mereka semua?!" Joseph meninggikan suaranya bukan bermaksud untuk membentak Arlo, tetapi karena amarahnya yang sudah sangat memuncak.


"SYPUS,"


Tiba-tiba sebuah suara wanita menengahi pembicaraan kalud mereka.


"Santiana?" Joseph dan Arlo terkejut, karena kedatangan Santiana yang tidak pernah mereka prediksi sebelumnya.


"Maafkan kami," Santiana hanya mengatakan itu langsung menangis tersedu-sedu.


Joseph dan arlo segera berjalan ke arah Santiana untuk menenangkan gadis cantik itu.


"SYPUS membawa semua warga Kota Dawas, ke Lingkar Pusat Olio untuk dijadikan bahan penelitian AntiVirus Danger 25 Ex!" jelas Santiana yang masih terisak karena merasa sangat bersalah "Harusnya kami tidak kembali ke Lingkar Olio dan menjelaskan apa yang kami alami di kota ini!" Isak tangisan Santiana semakin menjadi.


Dokter Demon diberi kewenangan khusus oleh SYPUS untuk meneliti warga Kota Dawas, setelah dirinya berhasil membuktikan bahwa dia dapat sembuh dari Virus Danger 25 Ex.


Tetapi semua berjalan tidak sesuai rencana Dokter Demon, karena yang menyembuhkan Virus Danger 25 Ex bukanlah manusia-manusia dari Kota Dawas.


Tapi sebuah tanaman yang amat langka yang hanya hidup di kota terpencil itu.


Lain halnya dengan Arlo dan juga Joseph serta Santiana, mereka bertiga berusaha keras untuk menerobos agar mereka dapat memasuki Pusat Lingkar Olio.


Santiana yang selalu terhubung dengan adiknya, selalu mendapatkan kabar terbaru di ruang laboratorium ayahnya. Dan saat Santiana mendapatkan kabar bahwa seluruh warga Dewas akan dibinasakan, mereka bertiga berusaha keras untuk masuk ke lingkar Olio yang pada waktu itu masih berjumlah satu saja.


Usaha mereka bertiga sama sekali tidak sia-sia, mereka dapat masuk ke dalam Pusat Lingkar Olio.


Tetapi mereka harus sembunyi-sembunyi agar mereka tak tertangkap. Sebab dulu ataupun sekarang Lingkar Olio mempunyai keamanan yang sangat luar biasa canggih.


Santiana yang hidup dari kecil sampai dewasa di Lingkar Olio, sudah menghafal Bagaimana cara kerja sistem keamanan di penjara para orang kaya itu.


"Kita harus cepat! Jika tidak, mungkin kita hanya akan melihat mayat-mayat mereka, setelah menemukan mereka!" Arlo yang sangat penyabar mulai tidak sabaran.


Lelaki itu sudah mulai bosan dengan tingkah romantis Joseph dan juga Santiana, yang sudah mengikrarkan sebagai sepasang kekasih.


"Ok, aku akan cepat!" akhirnya Joseph mengizinkan Santiana untuk ikut.

__ADS_1


Padahal tak perlu drama panjang lebar, Santiana memang harus ikut. Siapa yang akan menunjukkan jalan ketika mereka sampai di laboratorium nantinya.


Joseph yang pemarah dan tidak sabaran, bisa-bisanya berubah menjadi melankolis yang penuh drama. Cinta memang membuat seseorang berubah menjadi monster.


"Tuhan, aku tak ingin jatuh cinta!" ujar Arlo sungguh-sungguh, dia tidak dapat membayangkan dirinya akan berubah menjadi orang yang berbeda ketika jatuh cinta nanti.


"Semoga doamu terkabul, dan hiduplah kesepian selamanya!" Kata Joseph dengan nada meledek ke arah Arlo.


Karena mereka tidak mempunyai banyak waktu lagi, Arlo memutuskan untuk diam saja, tidak melanjutkan guyonan mereka yang sangat garing.


Karena Santiana adalah putri Dokter Demon yang menjadi salah satu kepala peneliti di laboratorium SYPUS pada waktu itu, masuk ke dalam laboratorium bukanlah perkara yang susah.


Arlo dan Joseph berpakaian seperti Bodyguard untuk menyamar sebagai pengawal Santiana. Ketegapan dan juga ketampanan visual mereka sangat mendukung, sehingga tidak ada yang curiga.


Tetapi meskipun begitu, Arlo dan Joseph tidak dapat masuk ke dalam ruangan rahasia yang hanya bisa dimasuki oleh para Ilmuwan SYPUS.


"Stop!" dua petugas keamanan menghentikan langkah Santiana, Arlo dan juga Joseph.


"Kalian berdua tidak diizinkan masuk ke dalam!" kata salah satu petugas keamanan itu dengan sangat tegas.


"BIARKAN MEREKA MASUK!"


Semua mata langsung menoleh ke arah asal suara wanita yang meminta agar Arlo dan juga Joseph, diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruang rahasia di Laboratorium Lingkar Olio.


"Tapi, Nona Gina!" petugas keamanan itu mencoba memprotes tapi mereka bisa apa.


Di hadapan mereka adalah sosok yang sangat berpengaruh di perusahaan SYPUS. Gina adalah putri tunggal dari Bryan Jack, pendiri dan juga pemilik SYPUS.


"Kalian mau membantah perkataanku?" kata Gina.


Meski Gina masih muda, namun kepintaran dan juga keanggunannya, membuat semua orang tunduk di bawah kakinya tanpa pamrih.


"Ayo masuk!" Gina mengajak Santiana dan juga Arlo untuk memasuki Ruang Rahasia Laboratorium. " Kalian pasti sangat merindukan keluarga kalian, kan?!".


Arlo sebenarnya curiga dengan perkataan Gina yang terakhir, tetapi satu-satunya cara untuk membebaskan warga Kota Dawas yang ditawan oleh SYPUS hanyalah masuk kedalam ruang rahasia itu, maka Arlo tidak ingin berpikir lebih panjang daripada ini.

__ADS_1


__ADS_2