
Raves
Luca turun dari mobil yang telah ia parkir, lelaki itu terlihat begitu cemas. Langkah kakinya tergesa, ia menoleh kesana-kemari untuk memastikan tak ada orang yang akan melihatnya keberadaannya.
Sebuah bangunan lawas yang terletak di pinggir kota, Luca mengunjungi tempat itu entah untuk apa.
Bangunan dua lantai, yang tak terawat. Dinding-dinding yang sudah kusam dan debu tebal menutupi seluruh area tempat itu.
Jika dibandingkan dengan bangunan di Olio Gen Akis yang lain. Bangunan yang dikunjungi Luca saat ini, amatlah berbeda.
Kumuh dan tak terawat, lebih mirip disebut bangunan terbengkalai. Tetapi, ada tujuan apa lelaki bermanik biru indah itu mendatangi tempat seperti ini.
Tentu saja karena ada sesuatu yang harus dia urus di sini. Namun apakah yang membuat Luca tampak begitu gelisah dan waspada, mencurigakan dan sangat tak lazim.
Luca tak menghentikan langkahnya sedikit pun, ia terus melangkah dan mulai memasuki teras bangunan yang atapnya sudah hampir roboh.
Luca mengedarkan pandangannya ke arah luar, sekali lagi. Dia memandang sekitar dengan jeli, tak boleh ada satu orang pun yang boleh melihatnya berada di area ini.
Karena area ini adalah di luar Lingkar Olio Gen Akis. Ada sebuah tempat yang dulu dihuni oleh pasukan keamanan SYPUS. Karena tanah yang di bangun menjadi Olio Gen Akis, adalah tanah yang dulunya dijadikan kuburan masal korban Virus Danger25.
Kuburan masal, dimana Juju pertama kali berkerja untuk SYPUS satu tahun yang lalu.
Semua hal cepat berubah, apa lagi tentang pembangunan. SYPUS bisa membuat kota, hanya dengan waktu satu malam saja. Karena SYPUS memiliki kecanggihan teknologi yang tak akan kalian bayangkan.
Dentuman langkah kaki Luca terdengar begitu tergesa. Lelaki itu berjalan cepat menyusuri ruang bawah, yang luas dan perkakas di dalamnya sudah usang dan berdebu tebal. Dia melewati tempat itu dengan cepat, lalu menuju tangga yang berada di tengah ruangan lantai satu.
Dia naik dengan setengah berlari, di lantai dua bangunan usang itu penuh dengan kamar-kamar kecil yang berjajar rapi di kiri dan kanan lorong.
Luca segera menghampiri salah satu kamar, dan mengetuk pintu itu dengan irama.
Tok tok tok
Tok
Tok
Tok
Luca menanti beberapa saat, ia menghela nafasnya dalam. Lalu menuleh ke arah jendela yang berada di ujung ruangan.
Jegrekkkkkkk
Sebenarnya Luca ingin melihat kondisi sekitar dari jendela itu. Luca benar-benar tak ingin ketahuan oleh siapa pun, karena telah datang ke tempat ini.
__ADS_1
Namun pengamatan terakhirnya ia urungkan, sebab dia yakin. Tak akan ada orang yang mengikutinya, tak ada manusia yang berani keluar dari Lingkar Olio.
SYPUS menanamkan ketakuatan yang begitu besar kepada warga Olio. Kenyataan yang tak sesungguhnya, mereka mengungkapkan jika wilayah bumi di luar lingkar Olio itu sangat berbahaya.
Pintu terbuka sedikit, tanpa banyak berpikir lagi Luca segera masuk.
Lelaki berambut pirang itu tampak santai saja, padahal di ruangan itu hanya ada kegelapan yang amat mencekam.
Luca hanya berjalan maju, dan ia mendapati pintu lagi. Dia membukanya, sebuah ruangan mirip laboratorium terpampang di depannya. Laboratorium terbengkalai tepatnya.
Tak ada yang tau siapa yang telah membangun tempat ini, namun Luca terus melangkahkan kakinya sambil meneliti setiap sudut tempat itu.
"Raves!" panggil Luca.
"Sudah kubilang, jangan pernah masuk ke Olio! Kenapa kau ke Olio?!" bentak Luca.
Seorang pria dengan pakaian compang-camping, bercak darah kering hampir memenuhi sekujur tubuhnya.
"Maafkan saya Tuan, saya ingin menemui keluarga saya!" ujar lelaki yang tampilannya sangat mengenaskan itu.
Luca yang melihat kondisi Raves, juga merasa tak tega. Ia menyembunyikan Raves karena dia ingin meneliti Raves. Tapi Jupiter malah berubah menjadi Zombie dan diturunkan pangkatnya.
"Apa kau tau? Masalah apa yang kau akibatkan di kota?" tanya Luca pada Raves.
"Kenapa? Kau mencoba memperkosa istriku?!" tanya Luca.
"Apa maksud Tuan? Aku tidak pernah bertemu istri anda, saat kembali ke Olio!" jawab Raves.
"Semalam kau pergi ke Olio--kan?!" tanya Luca, dahinya mengeryit, dan pandangannya fokus ke arah Raves.
Bahkan Luca berjalan ke arah Raves, tanpa rasa takut. Ia mendekati manusia yang telah terkontaminasi Virus Zombie itu. Lalu mencengkram kerah baju Raves yang kotor.
"Saya pergi ke Olio siang ini! Saya hanya bertemu dengan Seva di lorong pabrik!" ujar Raves.
Meski Raves memiliki kekuatan Zombie, namun lelaki itu masih mempunyai rasa hormat terhadap Luca. Sebab Raves berfikir, atasannya ini telah menyelamatkan hidupnya.
Karena Luca telah menyembunyikan Raves dari pemerintah. Sehingga manusia setengah zombie itu masih bisa menghirup udara segar, meski di dalam persembunyian.
"Lalu siapa yang telah menyerang Winda malam tadi?" tanya Luca.
Lelaki itu menurunkan tensi emosinya dan melepas cengkramannya di kerah Raves.
Luca tahu Raves tidak mungkin berbohong kepadanya. Bawahannya itu memiliki sifat yang bisa dipercaya. Sehingga Raves ditunjuk oleh Luca, menjadi tangan kanannya sebelum lelaki itu terjangkit Virus Zombie baru yang mengerikan.
__ADS_1
"Saya benar-benar tidak tahu Tuan!
"Saya keluar siang ini, karena ketika siang hari saya jarang berubah menjadi Zombie!" ujar Raves.
Memang benar Luca belum pernah melihat Raves berubah menjadi Zombie, karena Luca selalu datang di siang hari. Untuk memberikan stok makanan atau apa pun yang dibutuhkan oleh Raves. Meskipun lelaki yang terjangkit Virus Zombie itu, tidak terlalu banyak membutuhkan barang-barang manusia.
"Apa tadi kau menyerang Seva?" tanya Luca.
"Itu terjadi secara tiba-tiba Tuan!
"Saya merasa sangat ketakutan sekali saat melihat Seva, lalu saya merasakan tubuh saya berubah menjadi zombie.
"Tetapi saya masih sadar dan tidak menyerang Seva secara berlebihan!" jelas Raves.
"Kau bisa mengendalikan dirimu? Saat kau berubah menjadi zombie?" tanya Luca.
"Benar Tuan, saya sekarang sudah bisa mengendalikan diri saya ketika berubah menjadi zombie!
"Memang awalnya saya tidak bisa, tapi sekarang sudah bisa!" ujar Raves.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia ini, kenapa virus-virus yang menyerang manusia mempunyai dampak yang berbeda-beda di setiap individu.
Tetapi Luca tidak dapat mempercayai siapapun, apalagi percaya pada pemimpin-pemimpin di Gen Akis.
Karena para pemimpin di Gen Akis, selalu menganggap dirinya dan Jupiter adalah manusia rendahan yang tak pantas hidup di dunia ini.
Mereka selalu mempermasalahkan tentang asal-usul dirinya dan kembarannya. Yang sebenarnya tidak bukanlah hal yang penting.
Dirinya dan Jupiter terlahir menjadi manusia paling sempurna di Gen Akis. Namun sekarang Jupiter malah berubah menjadi zombie. Dan dirinya tidak bisa melakukan apa-apa.
Luca sama sekali tidak mempunyai rencana apa pun, namun dia berharap bisa menemukan anti-virus untuk Jupiter.
"Tuan, apa ada manusia lain yang terjangkit Virus Zombie seperti yang kuderita?" tanya Raves.
"Kurasa ada! Dia adalah Zombie yang menulari istriku saat serangan Zombi terjadi di tengah kota Gen Akis!" ujar Luca.
Luca sudah mencari zombie yang dia curigai, tetapi usahanya belum membuahkan hasil.
Luca curiga ada seseorang yang menjadi dalang, atas terjadinya musibah didalam Lingkar Olio Gen Akis.
Dan Luca sudah memantapkan diri untuk menangkap orang itu.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤