
"Jadi darah hijau itu, hanya ada di dalam darahku dan Zombie Nyonya Winda?" tanya Juju.
Juju dan Jupiter sekarang duduk di sofa, ruang kerja Jupiter.
Kantor yang cukup luas, dengan suasana monokrom. Sesuai dengan sifat Jupiter yang sedikit angkuh. Ruangan kantor Jupiter menghadap langsung ke arah Lingkar Utama SYPUS. Meski tidak terlalu jelas, namun kita bisa melihat menara utama SYPUS dari kantor Jupiter.
Ruangan yang dikelilingi oleh lapisan beton, namun di bagian tepian yang menjorok keluar dilapisi oleh kaca. Benar-benar ruangan kantor idaman semua orang.
Semua perabot kantor yang terlihat sangat berkelas, serta beberapa alat medis khas laboratorium. Dipajang di beberapa bagian sudut ruangan kantor itu. Menambah kesan, bahwa pemilik kantor ini adalah seorang ilmuwan.
"Molekulnya sama dengan darah manusia pada umumnya. "cuma aku tidak bisa mengidentifikasi, makhluk apa yang mempunyai darah seperti itu!" kata Jupiter.
Terlihat jelas matanya masih memerah, karena tadi dia menangis cukup lama di pelukan suaminya.
"Tadi kau bilang kloning manusia, yang dilakukan oleh Tuan Gayo berhasil?" tanya Jupiter pada Juju.
Juju hanya mengangguk pelan, seharusnya dia tidak mengatakan tentang kloning manusia itu kepada siapa--pun. Karena Tuan Gayo memintanya untuk tidak mengatakan hal itu kepada siapa pun.
"Tidak mungkin!" kata Jupiter.
Juju yang merasa kaget dengan ungkapan Jupiter barusan, segera menoleh ke arah istrinya itu.
"Metode dan juga penelitian yang dilakukan oleh Tuan di Mension pribadinya.
"Sama dengan yang dilakukan oleh Gen Akis dahulu, saat membuatku dengan Luca!" kata Jupiter.
Pandangan wanita itu berpikir keras dan mencoba mengingat setiap kejadian. Yang pernah ia lewati menyangkut penelitian penelitian tentang kloning di mension peribadi Tuan Gayo.
Jupiter pernah ditunjuk sebagai pemimpin penelitian itu sebelumnya, namun ia menolak karena penelitian itu dilakukan di Mension pribadi Tuan Gayo, bukan di laboratorium Gen Akis.
"Masalah terbesar di penelitian kloning itu adalah tabungnya.
"Kita tidak pernah bisa menumbuhkan bayi dengan baik ditabung rahim tiruan itu.
"Satu-satunya cara untuk melahirkan bayi adalah melalui rahim seorang wanita, dan itu tidak disebut dengan kloning!" kata Jupiter.
"Tapi para ilmuwan di situ bilang. Bahwa dari semenjak embrio sampai lahir, Gisel tumbuh di dalam tabung rahim tiruan!" jelas Juju.
Semua orang di laboratorium Mention pribadi Tuan Gayo, bilang seperti itu kepada Juju. Dan kenyataannya, bayi Gisel memang tumbuh dan besar di dalam tabung rahim tiruan itu.
"Kau tahu bagaimana sombongnya Tuan Gayo?
"Jika memang dia, berhasil melakukan kloning terhadap bayi itu!
__ADS_1
"Dia tidak mungkin diam saja sampai sekarang! Dia pasti akan langsung mengumpulkan semua petinggi SYPUS, dan merencanakan tentang kloning manusia besar-besaran!" kata Jupiter.
Juju merenungkan setiap kata yang jupiter ucapkan padanya, jupiter ada benarnya. Saat ini Bumi hanya dihuni oleh beberapa ribu manusia saja. Kloning yang berhasil Tuan Gayo lakukan, terhadap bayi Gisel. Pasti akan membuat sebuah perubahan baru untuk Bumi ini.
Bukankah keinginan terbesar Tuan Gayo adalah membuat bumi ini layak ditinggali, seperti 100 tahun sebelum hari ini.
Namun kenapa Tuan Gayo seperti berusaha menyembunyikan, tentang hasil kloning yang sangat menggemparkan ini.
"Tuan Gayo bilang padaku! Bahwa dia mengambil darahku, untuk menyempurnakan bayi kloning itu!" kata Juju.
"Itu artinya darah hijau yang ada di dalam tubuhmu, "Asal-usulnya! pasti Tuan Gayo masih mempunyainya!" kata Jupiter.
"Maksudmu?"
"Zombi Nyonya Wenda dan juga bayi Kloning itu, adalah percobaan kedua dan ketiga Tuan Gayo.
"Sedangkan kau adalah percobaan pertamanya, karena dia merasa berhasil pada dirimu maka dia ingin mencoba lagi kepada orang lain. Dengan metode yang berbeda!
"Tuan Gayo ingin mengetes darah hijau itu, apakah darah itu punya manfaat yang besar untuk manusia atau tidak!" jelas Jupiter.
Sepertinya Jupiter tak ragu lagi menumpahkan semua, apa yang ia pikirkan kepada Juju suaminya.
"Kurasa Nyonya Wenda adalah sebuah kesalahan!" lanjut Jupiter.
Juju memgerutkan dahinya, lalu memandang lurus ke arah Jupiter yang berada di sampingnya.
"Kurasa, Tuan Gayo menggunakan darah hijau itu untuk membangkitkan zombie-zombie di Lingkaran Olio Gen Akis, yang seharusnya tidak pernah terjadi kebangkitan di area ini!" kata Jupiter.
"Dari sekian banyak Gen Akis yang menjadi korban, kenapa hanya Nyonya Wenda yang mengalami hal ini?" tanya Juju.
"Ibu dari Nyonya Wenda adalah seorang Gen Uras level 10 seperti Anthony dan Tuan Gayo!" kata Jupiter.
"Gen Uras yang mempunyai level paling tinggi. Hanya mereka yang bisa menanggulangi racun dari seorang Gen Akis!
"Namun Nyonya Wenda terlahir dengan darah Gen Akis yang dominan!" jelas Jupiter.
"Hanya keturunan campuran, yang mungkin bisa terkena infeksi seperti Nyonya Wenda!" kata Juju.
"Gen Akis memang tidak mempunyai banyak keturunan campuran, tapi Gen Uras dan Gen Sia.
"Hampir semua populasi mereka adalah Gen campuran," ujar Jupiter.
"Anak kita nanti juga adalah Gen campuran!" kata Juju.
__ADS_1
"Anak kita belum jadi!" kata Jupiter.
"Bagaimana kau tahu, kalau belum jadi?" tanya Juju.
"Aku belum pernah mendengar wanita yang langsung hamil, setelah berhubungan badan dengan seorang pria, sekali saja!" jelas Jupiter.
"Kalau begitu, biar bisa jadi harus berapa kali?" tanya Juju.
"Yang pasti, harus lebih dari sekali!" jawab Jupiter.
Kedua suami-istri yang duduk berjejer itu, saling berpandangan dengan sorot mata penuh n.afsu. Jemari Juju sudah bergerak ke arah rahang Jupiter, lelaki itu sudah siap melancarkan aksi-aksi nakal pada istrinya.
Kedua struktur kulit itu saling bersentuhan, kulit jemari Juju dan kulit rahang Jupiter. Elusan lembut jemari Juju itu membuat Jupiter memejamkan matanya. Reaksi lampu hijau yang diberikan oleh Jupiter segera membangunkan, antena sinyal berkembang biak milik Juju.
Secepat kilat Juju segera mengecup bibir Jupiter dengan rakusnya. Jupiter juga tanpak tak diam saja, instingnya sudah tumbuh untuk membalas apapun yang Juju lakukan padanya. Membuat gadis itu tak punya rasa malu lagi.
Gerakan ciuman mereka semakin intens dan membuat mereka tak sadar dengan apa yang terjadi di sekitar mereka.
Dokter Daniel dari laboratorium tiga, ijin memasuki ruangan.
Suara robot elektronik yang mengatakan bahwa seseorang akan masuk ke dalam ruangan kerja Jupiter saja tidak, terdengar oleh mereka. Alhasil dokter yang membawa hasil tes darah Juju dan juga Nyonya Wenda menyaksikan adegan intim mereka.
Ehemmmmmmm
Lelaki yang tampak lebih muda dari Juju itu, sepertinya ingin mengganggu aksi mereka berdua. Karena lelaki itu tetap berdiri diam di sana, dia memilih menunggu Juju dan Jupiter selesai berciuman.
"Ohhhh Dokter Daniel!" kata Jupiter.
Ketika Jupiter menyadari bahwa ada orang lain di dalam kantornya. Jupiter segera melempar tubuh Juju yang sudah hampir menindihnya. Sampai tubuh pria kekar itu hampir berpelanting turun dari kursi sofa. Sanking kuatnya tenaga Jupiter.
"Maaf jika saya mengganggu, tapi saya hanya mengantarkan dokumen yang anda minta. Nyonya!" kata Dokter Daniel. Kata-katanya mungkin merasa bersalah, tapi wajahnya masih saja datar tanpa ekspresi.
"Terima kasih Dokter Daniel! Anda bisa kembali ke pekerjaan anda sebelum!" kata Jupiter.
Dokter muda itu segera pergi dari hadapan Jupiter dan juga Juju.
"Apa dia robot, kenapa sangat kaku seperti itu?" tanya Juju.
"Kau masih belum bisa membedakan robot dan manusia?" tanya Jupiter.
"Bisa kok!" kata Juju bohong.
Juju masih bingung untuk membedakan kedua makhluk penghuni Olio SYPUS itu. Namun ia tidak mau mengakui hal itu di depan Jupiter, karena merasa malu.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤