HUMAN 2075

HUMAN 2075
Jatuh Cinta


__ADS_3

Juju dan Lisa duduk di kursi pesawat kebesaran pemimpin SYPUS. Suami-istri itu duduk saling berhadapan.


Ruang pesawat yang luas, dengan berbagai fasilitas yang mewah. Menjadi sebuah keistimewaan bagi para petinggi SYPUS, pesawat yang hanya diproduksi beberapa unit saja.


Kendaraan khusus yang hanya bisa dinaiki oleh para petinggi SYPUS ini, amat sangat mewah. Dengan segala mesin canggih di dalamnya, selain Lisa dan juga Juju di pesawat ini juga ada Tyfan dan beberapa awak kabin.


Namun saat ini Juju dan Lisa, hanya duduk berdua di sebuah ruangan yang paling besar di dalam pesawat mewah ini. Juju yang tengah sibuk dengan tablet pintarnya sementara Lisa pura-pura membaca sebuah buku.


Mata indah gadis belia itu terus menyusuri setiap visual yang disajikan oleh Juju suaminya.


'Pria ini benar-benar sangat sempurna, aku harus mendapatkannya bagaimana pun caranya!' pikir Lisa.


Siapa yang tidak terpesona dengan ketampanan serta kepintaran Juju. Lelaki tampan pintar, kuat dan memiliki segalanya. Sosok yang benar-benar jauh dari kata realistis. Namun pria itu sekarang berada di depan Lisa.


Pria tampan itu sedang duduk tenang, memperhatikan tabletnya. Meski hanya melakukan hal-hal sederhana semacam itu, tebaran pesona maskulin yang alami dari Juju sangatlah kuat.


Hingga Lisa yang belum pernah merasakan sentuhan intim dari lawan jenis itu membayangkan banyak hal tabu. Wanita mana yang bisa bertahan dari pesona Juju yang begitu kuat.


Meskipun sudah bertekad, namun Lisa masih tidak tahu bagaimana cara memulai mulai menarik perhatian Juju. Gadis itu masih terlalu polos dengan urusan semacam ini.


Apa lagi setelah naik ke dalam pesawat, Juju tampaknya menjadi sangat dingin kepada Lisa. Sejak tadi suaminya itu hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan Lisa tidak bisa mendengar suara nafas Juju saking lirihnya.


"Berapa usiamu?" tanya Juju tiba-tiba, Hal itu membuat Lisa sedikit kaget.


"Hehhhh, usiaku?" Lisa malah balik tanya kepada Juju.


Hasil perhatian Juju beralih ke wajah Lisa yang sedikit kebingungan. Seolah tak mau terjadi kontak mata di antara mereka berdua. Juju segera mengalihkan pandangannya dari wajah Lisa.


"Usiaku 18 tahun!" ujar Lisa dengan nada sama sekali tak percaya diri.


"Kudengar kau adalah adik dari Dhan!" kata Juju.


Karena pandangan mereka yang bertemu tadi, membuat Juju sedikit salah tingkah. Lelaki itu menggaruk-garuk kepala belakangnya yang pasti tidak gatal.


"Benar, saya adalah adik dari Dhan pengawal anda!" kata Lisa.

__ADS_1


Suasana hening kembali menyergap di ruangan itu, Juju sudah tidak punya bahan untuk mengajak Lisa bicara lagi. Juju juga bukan lelaki yang mempunyai pengalaman kencan sebelumnya. Dia dan Jupiter bisa dikatakan, hubungan mereka bukanlah berawal dari kencan.


"Apa yang Tuan suka?" tanya Lisa. Gadis manis itu terlihat sangat gugup saat menanyakan pertanyaan sederhananya pada Juju.


"Yang kusuka???


"Kurasa aku tidak pernah memikirkannya, tapi aku menyukai sesuatu yang indah!" kata Juju.


"Lalu apa ada hal yang, Tuan tidak suka?" tanya Lisa.


Juju menerawang sebentar ke dalam pikirannya, dia mencoba mencari jawaban pertanyaan Lisa.


"Yang paling tidak kusuka adalah, melihat seseorang menangis!" kata Juju.


Calon pemimpin SYPUS itu mengingat kembali momen dimana ia membuat Jupiter menangis. Hatinya benar-benar terasa sakit, saat melihat Jupiter menangis tersedu-sedu karena bentakannya.


"Kalau begitu, aku tidak akan pernah menangis di depan anda!" kata Lisa dengan senyuman yang menawan.


Saat melihat Lisa tersenyum seperti itu, Juju menjadi benar-benar bingung. Senyum Lisa telah mengalihkan dunia Juju, Juju merasa pergi ke alam mimpi saat melihat senyum Lisa. Manis senyum Lisa benar-benar seperti bukan kenyataan, bahkan terlalu manis dari sebongkah gula yang amat langka.


Karena saat mengatakannya, lelaki itu itu dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar. Senyuman Lisa memang bisa membius siapa saja yang melihatnya. Apalagi senyumnya itu mirip sekali dengan senyuman ibu kandung Juju.


Kata-kata Juju barusan adalah kata-kata manis, pertama yang Lisa dengar dari seorang pria yang bukan dari keluarganya.


Tentu saja bisa juga merasa terharu dengan perkataan tulus Juju barusan. Saat semua lelaki hanya mengukur perempuan dari kekuatan Gen mereka. Juju dengan gamblangnya mengatakan tak akan membuat Lisa menangis.


Untuk pertama kalinya kedua insan muda itu merasakan bagaimana bunga yang kuncup mekar di dada mereka masing-masing. Menyemburkan keharuman yang menyesakkan dada, menimbulkan gejolak yang luar biasa.


.


.


.


.

__ADS_1


Setengah hari sudah Nyonya Wenda tak berubah menjadi Zombi. Wanita itu sudah tidak dibelenggu di atas ranjang rawat lagi. Namun dia dikurung di sebuah ruangan yang mempunyai fasilitas seperti kamar manusia pada umumnya.


Meski kamera mengintainya di setiap sudut ruangan itu, namun terlihat jelas bahwa Nyonya Wenda lebih nyaman di tempat ini. Dari pada di ruang kaca yang sempit tempat isolasi korban virus Danger25.


Di ruangan lain Jupiter sedang memperhatikan gerak-gerik Nyonya Wenda melalui rekaman CCTV di sebuah komputer.


Nyonya Wenda makan dan minum selayaknya manusia biasa, emosinya juga terkontrol dan dia bisa diajak komunikasi dengan sangat baik.


Namun Saat ditanya bagaimana dia membunuh orang yang ada di benker galeri seni dan juga korban-korban lainnya. Yang ia hisap darahnya di ruang isolasi. Nyonya Winda tidak akan mengingat hal itu.


Jupiter selalu memikirkan hal itu, Kenapa Virus Zombi itu mempengaruhi tubuh dan juga otak Nyonya Wenda. Pemicunya juga tidak jelas, dan sekarang Nyonya Wenda malah terlihat seperti akan sembuh.


"Ketua, apa Nyonya Wenda sudah sembuh dari Virus Zombie?


"Tampaknya, beliau sangat baik-baik saja hari ini!" ujar Dokter Daniel asisten Jupiter.


"Aku belum bisa mengatakan hal itu secara langsung.


"Kita harus mendapatkan sampel darahnya terlebih dahulu dan mengeceknya beberapa kali sebelum memutuskan!" kata Jupiter.


"Jika Nyonya Wenda benar-benar sembuh. Apakah kita dapat memproduksi antivirus untuk Virus Zombie?" tanya Dokter Daniel.


"Semoga saja bisa!" ujar Jupiter.


Siapa yang tidak ingin memproduksi antivirus untuk Virus Zombie yang sangat menakutkan itu. Jika antivirus, Virus Zombie bisa diproduksi secara massal. Maka tidak akan ada manusia lagi yang berubah menjadi Zombie meski pun sudah digigit oleh Zombie.


Gen Sai dan Gen Akis akan mempunyai kekebalan yang cukup untuk menanggulangi virus mematikan itu. Nama antivirus untuk Virus Zombie sangat susah untuk dibuat. Setahun penuh Jupiter dan para petinggi Gen Akis meneliti tentang Virus Zombie.


Namun belum pernah mereka bisa memutuskan membuat antivirus jenis yang bagus untuk Gen Akis dan Gen Sai sendiri. Mereka baru bisa memproduksi antivirus untuk manusia tanpa Gen dan juga Gen Uras.


Karena sistem kekebalan tubuh pada manusia tanpa Gen memiliki mutasi yang sederhana. Sedangkan Gen Sai dan Gen Akis, mutasi metabolisme tubuh mereka cukup sulit untuk dideteksi secara akurat. Marena cara kerja tubuh mereka berbeda-beda setiap orangnya.


Namun kasus seperti Nyonya Wenda ini sulit untuk dijelaskan dengan ilmiah. Bagaimana Virus Zombie bisa timbul-tenggelam di dalam tubuhnya dan sangat sulit mengetahui pemicunya.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2