HUMAN 2075

HUMAN 2075
Demi Tanggung Jawab


__ADS_3

Kenapa Luca begitu kasar pada Nyonya Wenda. Apa hanya karena itu, apa karena hanya Nyonya Wenda telah berubah menjadi Monster.


"Apa aku begitu menakutkan?" tanya Nyonya Wenda.


Wanita itu sudah memakai helm motor milik Luca. Untuk jaga-jaga, Luca tak mau Jupiter adiknya. Mendapatkan masalah yang serius nantinya.


"Aku yakin kau pasti akan sembuh. Jangan khawatir!


"Aku pasti bisa mencari obatnya!" kata Jupiter.


Perkataan gadis tercantik di dunia itu, benar-benar membuatnya Nyonya Wenda merasa sangat tenang. Wanita bangsawan itu, sudah tidak sanggup lagi. Menghabiskan sisa hidupnya menjadi Monster. 


Dia ingin cepat sembuh dan kembali normal beraktifitas seperti biasanya. Mengurus keluarganya, mencintai suaminya. Dan jalan-jalan di luar, tanpa ada orang yang memandangnya curiga.


Hal-hal itu dulu tampak sangat sederhana, namun mulai sekarang Nyonya Wenda menganggapnya. Sebagai hal yang sangat istimewa, hal yang mungkin akan sangat sulit didapatnya di kemudian hari.


"Kita harus cepat!" ujar Jupiter.


Segera kedua perempuan itu masuk ke dalam salah satu mobil terbang, yang di dimiliki oleh keluarga Ferdinan.


"Apa aku benar-benar bisa sembuh?" tanya Nyonya Wenda.


Jupiter dan Wenda duduk bersebelahan. Sebenarnya Jupiter juga memendam rasa takut, terhadap Nyonya Wenda.


Apa lagi Jupiter sempat menyaksikan, bagaimana proses Nyonya Wenda berubah menjadi zombie. Lalu melihat betapa rakusnya zombie Nyonya Wenda, yang menghisap darah dari tubuh manusia secara langsung.


Gambaran-gambaran menyeramkan itu, masih jelas teringat di otak Jupiter. Namun sebagai kepala laboratorium Gen Akis, Jupiter harus menekan rasa takutnya. Memenuhi tanggung jawab yang harus dia emban, dengan bijaksana dan tenang.


"Percayalah padaku, kak!


"Aku tidak akan pernah menyerah, untuk mencari Vaksin Virus Zombie untuk Gen Akis Kita!" ujar Jupiter.


Wanita cantik itu begitu percaya diri, saat mengatakan hal itu. Jupiter memang sosok wanita, yang tidak pernah mengenal rasa menyerah.


Gadis cantik itu, tidak mengijinkan dirinya kalah dalam bentuk apa pun. Meski dia tidak yakin, bisa memproduksi Vaksin Virus Zombie untuk Gen Akis.


Puluhan kegagalan telah menderanya setahun terakhir. Selama itu, setiap hari. Sambil merawat Juju, yang waktu itu menjalani tes pemilihan Calon Pemimpin SYPUS. Jupiter selalu berusaha, untuk menemukan AntiVirus Zombie untuk Gennya.


Namun dia harus menenangkan hati Wenda, agar wanita itu tidak berubah menjadi zombie ketika masih berada di dalam mobil terbang bersamanya. Sebab tekanan emosi yang tinggi, dapat memicu Wenda untuk berubah menjadi zombie kembali.


"Bagaimana jika aku tidak pernah sembuh, apa kalian akan membunuhku?" tanya Nyonya Wenda.

__ADS_1


Keadaan di sekitar mereka seolah membeku, Nyonya Wenda lahir dan dibesarkan oleh Pemimpin Gen Akis. Dia bukanlah wanita bodoh polos, yang hanya tahu menghabiskan banyak uang keluarga kaya rayanya.


Nyonya Wenda adalah wanita yang terpelajar, pintar dan juga anggun.


Wanita bangsawan itu pasti tahu banyak tentang, apa yang dilakukan oleh Gen Akis di balik SYPUS.


"Aku tidak tau, aku tidak sekuat itu! Mempunyai wewenang pada nyawa, kakak!" kata Jupiter.


Jupiter tidak mungkin bisa menyembunyikan fakta itu, bagaimanapun Nyonya Wenda masih manusia, dia mempunyai hak atas nyawanya sendiri.


"Jika nanti, kalian harus membunuhku. Bolehkah aku minta satu syarat!" kata Nyonya Wenda.


Jupiter yang sedang fokus menyetir, tidak ingin memberikan jawaban apa pun kepadanya Nyonya Wenda.


Jupiter bisa merasakan kesedihan di hati Nyonya Wenda. Dia juga seorang manusia dan memiliki suami serta keluarga. Meskipun semua itu seperti hal yang semu bagi jupiter, yang berstatus sebagai manusia kloning.


"Jangan biarkan Luca menyentuhku, sampai aku mati!" kata Nyonya Wenda.


Akhirnya Jupiter menoleh ke arah Nyonya Wenda. Dibalik helmnya, wanita bangsawan itu pasti sedang menangis sedih.


"Kenapa?" namun Jupiter masih bisa menanyakan, alasannya kepada Nyonya Wenda.


"Aku tidak akan sanggup! Melihat dia terluka, karena diriku!" kata Nyonya Wenda.


"Aku akan ingat itu!" ujar Jupiter. "Tapi kakak jangan menangis di sini! Karena gejolak emosi di dalam dirimu.


"Juga memicu terjadinya perubahan terhadap...!"


Perkataan Jupiter kepada Nyonya Wenda belum selesai. Kata-kata Jupiter terhenti karena, manik matanya melihat jari-jemari Nyonya Wenda sudah mengalami perubahan.


Jemari Nyonya Wenda, yang awalnya mempunyai warna segar itu. Kini sudah mulai berubah membiru.


"Kak Wenda tenanglah! Jangan berubah di sini!" ujar Jupiter.


Mungkin zombie di dalam dirinya Nyonya Wenda, sudah mengambil alih seluruh tubuh wanita bangsawan itu. Karena setelah Jupiter mengatakan hal itu kepada Nyonya Wenda.


Reaksi tubuh Nyonya Wenda terhadap virus zombie, bukannya berkurang malah bertambah. Kuku wanita bangsawan itu mulai memanjang dan berwarna hitam.


Jupiter yang tahu akan situasinya, berusaha untuk mencari tempat mendarat. Dia tidak mungkin, berada di dalam mobil bersama zombie seorang diri. Kebetulan tempat yang ia lewati saat ini adalah pusat kota.


Pasukan keamanan Gen Akis pasti sudah disebar oleh Luca kakaknya, di area ini. Jadi Jupiter tidak perlu merasa takut, jikalau Nyonya Wenda menyerang beberapa manusia di sini.

__ADS_1


Pasukan keamanan Gen Akis pasti langsung, menangani masalah ini dengan baik.


Jupiter akan mendaratkan mobil pesawatnya, secara darurat di jalan raya. Hari sudah cukup malam, jadi suasana jalan raya di pusat kota Gen Akis pun juga sepi.


Jupiter sudah bersiap untuk mengarahkan kemudi mobil pewawatnya ke arah bawah. Namun tangan kirinya, mendapat cengkeraman kuat dari tangan Nyonya Wenda.


Jupiter bisa merasakan kuku-kuku tajam yang menghitam milik Nyonya Wenda. Telah menusuk ke dalam jaringan epidermis kulitnya.


Kain jaket kulit tebal yang ia kenakan, seolah hanya sehelai jaring laba-laba. Kuku-kuku Nyonya Wenda dengan mudahnya menembus, mengkoyak dan menusuk jauh ke dalam jaringan kulit tangan Jupiter.


"Akkkkkkkkk!!!


"Kak! Tolong sadarlah!" kata Jupiter.


Gadis cantik itu berkata sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di lengannya.


Hanya geraman dan desisan lirih yang keluar dari mulut Nyonya Wenda.


Gubrakkkkkkkkk


Biangggggggggg


Jeduarrrrrrrrr


Siatttttttttt


Karena tak dikendalikan dengan benar, pesawat mobil yang dikendarai oleh Nyonya Wenda dan juga Jupiter. Terjatuh, melesat menghancurkan beberapa benda yang dilewati oleh mobil terbang itu.


Beberapa benturan dialami oleh zombie Nyonya Wenda, dan juga Jupiter. Beruntungnya, Nyonya Wenda memakai helm di kepalanya dan juga sit belt di tubuhnya. Jadi zombie itu tidak terlalu menyerang Jupiter dengan membabi-buta.


Tubuh Jupiter yang dilindungi oleh gelembung-gelembung plastik udara. Yang secara otomatis terbuka ketika mobil terbangnya mengalami kecelakaan.


Setelah mobil terbang yang dikendarai oleh Jupiter tidak bergerak lagi. Gadis cantik itu, berusaha untuk keluar dari dalam mobil yang sudah tak karuan posisinya itu.


Dengan susah payah, sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Jupiter akhirnya bisa keluar dari mobil terbangnya. Yang kini berada di pinggir jalan, dengan posisi belakang mobil yang menghancurkan separuh sebuah toko roti.


Wanita berambut hitam panjang itu, segera keluar dari dalam toko roti yang telah hancur.


Jalannya masih sempoyongan dan tangan kanannya yang menopang tangan kirinya. Luka akibat cakaran tangan Zombi Nyonya Wenda benar-benar menyakiti Jupiter.


Wanita tangguh itu sampai terduduk di aspal tengah jalan. Rasa sakit, dan gambaran akan nasib kedepannya. Pasti sudah melumpuhkan semangat hidup pemimpin laboratorium Gen Akis tersebut.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2