HUMAN 2075

HUMAN 2075
Mau Makan Apa


__ADS_3

Mau Makan Apa


Rambut panjangnya yang hitam nan lurus terurai, membingkai wajah pucat cantiknya. Manik matanya yang hitam legam itu, mengarah ke depan dengan tatapan kosong yang begitu hampa.


Lingkaran menghitam di area netranya, tampak sangat jelas. Tangannya terjuntai lemah, dipangku di kedua pahanya yang selonjoran di atas ranjang rawatnya.


Di masing-masing pergelangan tangannya, terdapat besi yang melingkar. Dengan rantai panjang, terikat kuat di kerangka besi yang mengelilingi ranjang tersebut.


Entah apa yang dipikirkan oleh Jupiter, namun Gadis itu terlihat benar-benar seperti mayat hidup sungguhan.


Ia tidak mau makan, ataupun minum. Bahkan gadis cantik itu, menolak darah segar yang sudah disiapkan oleh para medis di laboratorium Gen Akis.


Jupiter tidak ingin disentuh oleh siapapun, mantan pemimpin laboratorium Gen Akis itu tidak ingin bertemu dengan manusia lagi.


Sementara Juju masih setia memperhatikan istrinya yang sedang sakit dari luar kamar isolasi. Raut kesedihan terpancar jelas di wajah Juju. Dia tentu saja tidak tega melihat keadaan Jupiter yang semakin memburuk.


Siang ini adalah waktunya Jupiter untuk makan. Jadi seorang paramedis dengan pakaian mirip astronot, masuk ke dalam ruang isolasi Jupiter.


"Aku sudah bilang. Tidak ada yang boleh masuk ke dalam sini. Selama aku masih hidup," kata Jupiter dengan nada rendah yang cukup lemah.


"Tapi Nyonya harus makan! Jika tidak, kesehatan anda pasti akan menurun!" ucap paramedis tersebut.


Dengan sangat tenang paramedis itu mendekati ranjang Jupiter.


"Aku bilang pergi dari sini!" tiba-tiba Jupiter berteriak.


Wajahnya yang pucat-pasi, kini memerah. Karena menahan emosi di dalam dirinya.


Jupiter membayangkan bagaimana dia berubah menjadi zombie seperti halnya Nyonya Wenda. Melukai banyak orang dan meminum darah mereka tanpa sadar.


Jupiter tidak ingin menjadi monster, dia lebih baik mati saja.


Paramedis itu kaget dan tersentak. Hingga makanan yang ia bawa di atas nampan, hampir tumpah akibat hal itu.


"Nyonya...,"


"Aku akan berubah sekarang!!!" Jupiter mengancam.


Padahal ia baik-baik saja, gadis cantik itu menakuti para medis yang akan melayaninya. Tentu saja para medis yang tak tau apa-apa itu, segera keluar dari ruangan isolasi Jupiter.


Tapi satu hal yang tak disangka oleh Jupiter. Gadis cantik yang telah terkontaminasi virus Zombie itu tak menyadari. Jika suaminya, dengan setia memantau keadaannya secara langsung.


Di balik kaca dua sisi di ruangan itu.


Jupiter baru sadar, ketika dia melihat Juju masuk kedalam ruangan itu dengan langkah tergesa.

__ADS_1


Tanpa menggunakan pengaman apa pun, Juju melangkah tanpa rasa takut ke arah ranjang Jupiter.


Jupiter tidak bisa mengatakan apa pun, karena dia sangat terharu dengan apa yang Juju lakukan untuknya.


Juju bisa saja memerintahkan, untuk membunuhnya. Namun lelaki itu malah memilih mempertahankan hidup Jupiter, yang sudah tidak berharga lagi.


"Kau harus makan, agar cepat sembuh!" kata Juju.


"Aku bukan bocah TK yang bisa kau tipu Juju. Aku tahu aku tidak akan sembuh!" ujar Jupiter dengan air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya.


Apa yang dikatakan oleh Jupiter, bukanlah hal yang salah. Sampai saat ini, Calon Pemimpin SYPUS itu juga belum tahu bagaimana caranya menyembuhkan Jupiter yang sudah terkontaminasi Virus Zombie baru.


Tetapi Juju tidak ingin mengakui bahwa dia gagal. Dia bahkan belum berperang, kenapa harus menyerah. Juju harus tetap optimis agar Jupiter juga tidak putus asa.


"Kita pasti bisa menemukan anti-virus untuk virus ini.


"Kau sendiri--kan, yang bilang! Bahwa kita harus menemukan anti-virus ini, secepatnya!" ujar Juju.


"Aku tidak yakin, bisa menemukan anti-virus untuk Penyakit ini!


"Aku berbohong padamu. Agar kalian tidak membunuh Nyonya Wenda," jelas Jupiter.


"Tapi kau harus bertahan sampai kita menemukan anti-virus itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkanku, sampai kapanpun!" ucap Juju.


Mata keduanya sama-sama berkaca-kaca. Mereka sama-sama merasakan kesedihan yang amat mendalam. Namun mereka harus sama-sama menguatkan diri juga. Karena tampaknya mereka tak bisa hidup, tanpa satu sama lain.


"Sekarang makanlah! Aku akan menyuapimu," kata Juju.


Juju mengambil nampan makanan, yang dibawa oleh para medis. Nampan itu ditinggalkan begitu saja oleh petugas paramedis tersebut, di atas meja yang yang berada di dekat pintu masuk ruangan ini.


Tak lupa Juju juga mengambil kursi, untuk dia buat sebagai tempat duduk untuk dirinya sendiri. Tak mungkin dia menyuapi Jupiter, dengan berdiri tegak.


Jupiter benar-benar terharu dengan perlakuan Juju kepadanya. Dia tidak menyangka, bahwa suaminya ini benar-benar sangat lembut padanya.


Dia berpikir Juju akan langsung membuangnya, ketika dia sudah tidak berguna lagi. Namun kenyataannya, Juju masih mau setia disampingnya. Bahkan merawat Jupiter dengan begitu telaten.


"Bukankah kau pernah merawatku yang sedang koma?!


"Sekarang giliran aku, yang merawatmu sampai kau sembuh. Seperti kau merawat aku dulu!" ujar Juju.


"Tapi aku tidak ingin melukaimu Juju!" kata Jupiter.


"Kalau begitu Jangan melukaiku!

__ADS_1


"Apa lagi, dengan cara seperti ini.


"Kau tahu, aku sangat terluka. Saat melihat kau rapuh seperti sekarang ini!" jelas Juju.


"Maafkan aku, karena aku sangat ceroboh!" kata Jupiter.


Gadis cantik itu benar-benar sangat terharu dengan perlakuan Juju terhadapnya. Air matanya tidak mau berhenti menetes, dari pelupuk matanya. Karena saking terharunya Jupiter, kepada perlakuan Juju.


Uwekkkkkkkkkk


Nasi yang akan disuapkan oleh Juju ke dalam mulut Jupiter, baru sempat menyentuh bibir gadis itu. Namun Jupiter sudah mulai mual dan ingin muntah.


"Apa kau merasa sakit?" tanya Juju kepada Jupiter yang mencoba menahan mual di perutnya.


"Aku hanya mual saja!" kata Jupiter.


Perutnya tadi baik-baik saja, tapi setelah mencium bau makanan. Perut Jupiter langsung mual-mual tak karuan.


"Kurasa aku tidak bisa makan, makanan itu!" kata Jupiter.


Dia menatap makanan yang berada di nampan Juju dengan sangat jijik.


"Apa kau mau makan daging segar?" tanya Juju.


"Kau pikir aku hewan buas?" tanya Jupiter dengan nada kesal.


Sebelum Juju menjawab perkataan Jupiter, tubuh wanita cantik itu bergetar sangat hebat. Lalu kedua tangannya mulai berubah bercakar.


Juju mundur untuk menaruh makanan yang membuat Jupiter mual. Lelaki itu diam menghadap meja, dia tidak tega melihat Jupiter yang sedang berubah menjadi zombie.


Geraman, desisan dan juga suara gemeretak gigi dan juga besi-besi yang membelenggu tubuh Jupiter. Karena keagresifan Zombie yang ingin mencari makan, juga dialami oleh Jupiter.


Berbagai suara itu menggema di seluruh ruangan, mengambarkan betapa ngerinya perubahan Jupiter saat menjadi Zombie. Namun Juju tidak membalik tubuhnya ke arah Jupiter.


Siapa yang tega melihat istrinya, berada di kondisi seperti itu. Meskipun Juju Bukan Manusia Biasa, namun lelaki tampan itu. Masih mempunyai hati, seperti manusia pada umumnya.


Suara keras yang menggema di ruangan isolasi Jupiter itu, mulai berangsur berhenti. Mungkin hanya sekitar 5 atau 6 menit saja, tetapi hal itu mampu memporak-porandakan hati seorang Juju.


Lelaki tampan yang amat gagah itu, menata emosi di wajahnya. Dia tidak ingin terlihat sedih, di depan Jupiter yang sudah kembali normal.


Setelah dirasa tidak ada kesedihan yang ia sembunyikan lagi, Juju segera berbalik ke arah Jupiter.


Wanita cantik itu masih mengatur nafasnya, dan menahan tangisnya karena dia sadar. Baru saja dia berubah menjadi zombie di depan suaminya.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2