HUMAN 2075

HUMAN 2075
TKP kejahatan


__ADS_3

Salah satunya tempat yang paling aman di bumi adalah Lingkar Olio Gen Akis. Bahkan para petinggi SYPUS yang berasal dari Gen lain, tidak bisa sembarangan keluar masuk area ini.


Selain mereka takut akan resiko dan tuntutan dari warga Gen Akis. Para manusia dari Gen lain juga merasa enggan untuk berhubungan langsung dengan Gen paling unik di bumi ini.


Alasannya tak klise. Kenyataan bahwa Gen Akis, bisa membunuh manusia lain dengan darah mereka sendiri. Serta mereka adalah penanggung jawab utama untuk urusan vaksin di bumi.


Kedua alasan itu sudah cukup untuk membuat semua manusia menjauhi Gen tersebut. Mana ada manusia, yang ingin membuat masalah dengan Gen Akis.


Jadi semua orang membatasi diri, untuk berhubungan dengan Gen Akis secara naluriah. Dan Gen Akis yang merasa disingkirkan pun, tahu diri. Mereka juga membatasi pergaulan mereka, dengan Gen lain.


Dampaknya, Gen Akis mendapatkan satu Lingkar Olio khusus sebagai tempat tinggal para Gen Akis.


Sehingga Juju dan Sava memutuskan, untuk menggunakan laboratorium Gen Akis sebagai markas rahasia mereka.


Markas rahasia yang akan mereka gunakan untuk mengelola misi, tentang Virus Zombie baru yang menjangkit oleh Jupiter.


Tuan Benjamin ayah dari Nyonya Wenda, selaku Pemimpin tertinggi Gen Akis. Serta Tuan Ferdinan yang yang menjadi pemimpin laboratorium, setelah Jupiter terjangkit Virus.


Mereka semua sepakat. Untuk merahasiakan tentang Virus Zombie baru, yang yang menjangkit Jupiter dan juga Nyonya Wenda yang sudah meninggal.


Hari pertama mereka adalah, mencari pemuda yang telah dilukai oleh Nyonya Wenda ketika Nyonya Wenda kambuh. Sebelum wanita bangsawan itu kembali ke rumah pribadi keluarga Ferdinan, untuk menemui Luca.


Juju menugaskan Seva untuk menyisir setiap CCTV yang ada di area pusat kota Olio Gen Akis. Selain untuk menghapus bukti, bahwa semalam terjadi sedikit pertempuran di area itu. Seva juga dapat mencari lelaki yang dilukai oleh Zombie Nyonya Wenda, ketika memeriksa CCTV nanti.


Ruang monitoring Pusat Kota Olio Gen Akis, Seva sudah ada di sana.


Semua staf yang biasa bekerja di tempat itu, diperintahkannya untuk menjauhi ruangan itu. Seva hanya bertiga diruangan yang cukup luas itu.


Ruangan yang terletak paling tinggi, di menara pusat komunikasi Lingkar Olio Gen Akis. Ruangan yang menyimpan semua data, tentang seluk-beluk Lingkar Olio yang Khusus dihuni oleh Gen Akis saja.


Seva, Luca dan seorang ahli komunikasi dan teknologi bernama Haru. Luca memaksa ingin ikut, karena dia sedang sedikit santai dari pekerjaan utamanya. Sebagai pengawal utama Calon Pemimpin SYPUS.


Ketiga pasang mata mereka terus menyusuri, secara fokus ke arah layar monitor di depan mereka. Harapan mereka bertiga sama dan hanya satu, yaitu menemukan pria yang sudah dilukai oleh Nyonya Wenda.

__ADS_1


Setelah cukup lama, mencari di setiap rekaman. Mereka menemukan tempat dimana Nyonya Wenda menyerang lelaki gagah itu. Dan terlacaklah kemana arah lelaki itu kabur.


"Kau tunggu di sini! Kabari aku jika ada sesuatu!


"Aku harus mencari lelaki itu secepatnya!" ujar Luca.


Luca sudah bersiap untuk keluar, tapi dia dicegah oleh Seva.


"Biar aku saja!" kata Seva.


Luca tampaknya tak mau mengalah, ia tetap ingin keluar untuk mencari lelaki aneh itu.


"Jika kau berkeliaran di keramaian kota, kau akan menjadi pusat perhatian!" bentak Seva.


Luca yang hampir memyentuh pintu, seketika mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan itu.


"Kenapa kau jadi bodoh, apa kau merasa bersalah karena telah membunuh istrimu sendiri?" kata Seva dengan nada mengejek.


Kedua bocah ini selalu saja bertengkar jika bertemu. Bahkan sejak mereka di akademi, Seva dan Luca hampir setiap hari berseteru. Entah karena hal yang sangat sepele atau hal teremeh sekalipun. Mereka selalu saja berantem.


"Pokoknya jangan memperkeruh suasana! Pikiranmu sedang tak tenang!" Seva menghampiri langkah Luca yang masih berdiri di depan pintu.


Lelaki bermata biru itu tak berani lagi berbicara banyak. Dia membiarkan Seva keluar dari ruangan itu tanpa perlawanan apa pun. Karena apa yang dikatakan Seva terhadapnya, memanglah benar.


Luca sedang tak tenang, dia sangat terpukul. Dia tak tau apa yang terjadi dengan dirinya sendiri, kenapa dia menjadi tak fokus begini.


Dia bahkan tak bisa tidur dan terus memikirkan tentang Wenda di otaknya. Sulit sekali baginya untuk memejamkan matanya, karena setiap ia memejamkan mata. Maka Luca akan melihat Wenda di renung hatinya.


Melihat bayangan mengerikan, saat istrinya itu menjadi Zombie dan menghantuinya dimanapun.


Saat ini pun lelaki berambut pirang itu terasa hampir gila, dia tak bisa lagi berada di ruangan seorang diri. Karena jika dia melakukan hal tersebut, maka dia hanya akan membayangkan Zombie istrinya akan menyerangnya terus-menerus.


Jadi pemuda yang amat gagah itu segera menghampiri Haru yang masih sibuk dengan memeriksa CCTV, dilayar paling besar di ruangan itu.

__ADS_1


Seva sudah berada di mobil terbangnya, dengan kecepatan yang cukup tinggi. Gadis setengah robot itu menyetir di tengah kota yang padat. Kelihaian Seva dalam mengoprasikan mesin mobil yang bisa terbang itu, sama sekali tak ada yang menandinginya di Olio ini.


Dia terus melaju, sambil mengamati sekitar. Seva berharap segera mendapatkan petunjuk untuk khasus ini.


Tak lama, Seva sudah sampai di TKP dimana Nyonya Wenda menerkam seorang lelaki semalam.


Luca tak sempat memeriksa area itu sebelumnya karena dia mendapatkan kabar tentang Jupiter. Yang kecelakaan ketika berusaha membawa Nyonya Wenda, ke laboratorium Gen Akis.


Setelah memarkirkan mobil terbangnya di tempat yang tempat. Seva segera turun, Gadis itu segera memeriksa seluruh sudut tempat kejadian perkara yang membuat gempar seluruh dunia. Jika sampai terungkap.


Lorong kecil di antara dua bangunan pabrik, Untung saja tempat ini terletak di pinggiran kota. Sehingga tidak terlalu banyak orang yang berlalu-lalang.


Sava mengambil beberapa sampel darah, yang tercecer di tempat tersebut. Dia sangat yakin, jika darah yang tercecer itu adalah darah milik pria yang diserang oleh Nyonya Wenda.


Karena melalui tes darah, mereka juga bisa mengidentifikasi pria itu. Para petugas keamanan di Lingkar Olio Gen Akis, tampaknya belum memahami cara kerja badan keamanan pada umumnya.


Memang badan keamanan yang dimiliki oleh Lingkar Olio Gen Akis ini, dibuat belum lama. Karena orang-orang di Gen Akis, juga tidak tahu seluk-beluk tentang badan keamanan. Mereka terkesan kurang cekatan, dalam menghadapi masalah.


Bisa dipahami, karena semenjak badan keamanan Lingkar Olio Gen Akis ini di pegang oleh Gen Akis sendiri. Baru kali inilah terdapat masalah yang cukup rumit.


Sava mengamati sekitar dan merasa sedikit curiga, dengan sesuatu. Jadi ia mengeluarkan kacamata di tas pinggangnya, lalu memakainya.


Kacamata sensor, yang dapat mengenali setiap objek yang direkamnya. Hampir semua petugas keamanan di SYPUS mempunyai alat ini.


Saat memakai kacamata itu, Seva dapat melihat lebih jelas. Pola-pola darah yang berhamburan di tempat itu.


Noda cakaran yang cukup besar, seperti cakaran binatang buas yang sangat besar. Bekas cakaran itu tertoreh di dinding dan tertutup oleh darah.


Sebelumnya Nyonya Wenda sampai di tempat itu, sudah ada seorang makhluk yang berada di tempat ini.


Kemungkinan besar pria yang diserang oleh Nyonya Wenda, sudah terjangkit virus baru ini terlebih dahulu.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2