HUMAN 2075

HUMAN 2075
Awal Mula


__ADS_3

Sesuatu ketika, seseorang mempunyai ambisi dan diberikanlah kekuasaan yang tinggi. Maka dia tak akan pernah punya batasan sampai ia mati, dia akan selalu melakukan keinginannya tanpa tau kata gagal.


Kedamaian. Dulunya kata itu menjadi sebuah alasan bagi Tuan Gayo. Tetapi semakin hari, keinginannya semakin bertambah dan dia lupa akan alasan awalnya.


Dunia tidak akan damai jika masih ada manusia yang serakah, sedangkan serakah adalah sifat dasar dari setiap manusia. Tak ada yang bisa menghilangkan sifat serakah dari diri manusia, kecuali manusia itu sendiri.


Perlu diingat, jika tak ada yang bisa merubah dunia ini kecuali manusia.


Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan akal pikiran yang bisa berkembang. Tujuannya hanya satu, membuat dunia menjadi lebih sempurna.


Tetapi apa yang dilakukan oleh manusia saat ini?


Mereka malah membeda-bedakan manusia sesuai golongan, yang sebenarnya tidak penting. Seharusnya mereka bersatu, jika ingin bumi yang mereka tinggali selalu tentram dan damai.


Semua berawal dari hari itu, saat sebuah negara menggunakan virus Enza19 sebagai senjata biologis mereka.


Virus itu memang terdengar sangat ringan dan seperti tidak bisa membunuh siapapun. Tetapi kenyataannya, virus itu telah membunuh 10% dari populasi di bumi pada saat itu.


Setelah bencana yang diakibatkan virus Enza19 itu mereda. Beberapa negara malah berperang, alasannya adalah untuk melindungi teritorial mereka.


Awalnya perang itu terjadi di satu titik di belahan dunia. Tetapi gara-gara perang itu terjadi, banyak negara-negara Adi kuasa yang pamer kekuasaan dan kekuatan mereka di bidang militer.


Seperempat wilayah bumi rata dengan tanah di tahun 2030. Dan mulai saat itu, virus-virus aneh yang yang diduga bocor dari sebuah laboratorium. Karena perang, telah menghancurkan laboratorium tersebut. Mulai menjangkit beberapa pasukan tentara yang ikut berperang.


Banyak tentara yang meninggal sebelum mereka sempat mengangkat senjata mereka untuk berperang pada saat itu. Alhasil setelah hari itu perang berhenti karena ada fenomena bencana yang lebih mengerikan.


Tiba-tiba sebagian besar manusia mati secara mendadak, tanpa diketahui gejala atau penyakit yang membuat mereka tiba-tiba meninggal tanpa alasan.


Orang-orang yang berjalan santai di jalan, pekerja yang sibuk melakukan pekerjaan mereka atau pengangguran yang hanya duduk-duduk saja di rumah. Semua manusia bisa mati kapanpun, tanpa mereka tau apa penyebab kematian mereka.


SYPUS berdiri pada tahun 2010, disebuah negara berkembang yang dianggap tidak penting. Awalnya SYPUS hanya memproduksi obat-obatan seperti perusahaan farmasi pada umumnya.


Tetapi perusahaan yang berkembang di bidang Farmasi itu, mengeluarkan sebuah obat yang digadang-gadang bisa menyembuhkan atau menghindarkan manusia dari kematian mendadak di tahun 2031.

__ADS_1


Seorang ilmuwan yang bekerja di SYPUS, sebagai pengembangan obat baru menciptakan anti-virus pertamanya. Tapi anehnya tak ada seorangpun yang tahu nama ataupun asal-usul ilmuwan tersebut.


Dan ilmuwan itulah yang menciptakan alat untuk mendeteksi darah seseorang dan memilah-milah manusia sesuai DNA mereka. Karena setiap golongan DNA, mempunyai daya tahan tubuh yang berbeda-beda.


Saat manusia sakit, anti-virus yang dibutuhkan pun juga berbeda-beda untuk setiap gen golongan.


Sejak saat itulah SYPUS memiliki kekuasaan yang luar biasa di dunia ini. Bahkan untuk saat ini SYPUS menjadi perusahaan yang mengendalikan dunia, melalui ekonomi, militer dan juga medis.


Seluruh dunia bergantung kepada SYPUS.


.


.


.


.


Suara detak jantung Jupiter terdengar sangat normal dari dalam komputer. Wanita yang sekarang sedang hamil bayi dari seorang ayah Gen Horo itu tengah tertidur pulas.


Tak ada satu hal pun di dunia ini yang tak bisa berubah. Apa lagi manusia, mereka akan berubah sesuai keadaan dan lingkungan yang mereka tinggali.


Virus Zombie yang bisa bermutasi, bisa mengalahkan semua sel di dalam tubuh orang-orang yang telah terkontaminasi olehnya. Menguasai tubuh manusia, dengan cara membusukkan seluruh bagian tubuh manusia itu.


Seva dan Raves yang memandang Jupiter dari balik kaca tebal yang melindungi kamar rawat Jupiter. Mereka tampak tak bisa menyembunyikan raut kekhawatiran dari diri masing-masing.


Raves tau betul betapa sakit dan tersiksanya tubuh manusia yang dia miliki, ketika dia berubah menjadi Zombie. Rasanya tulang-tulang di tubuhnya hampir putus karena meregang secara tiba-tiba. Lalu otaknya serasa terhimpit oleh sesuatu yang keras, hingga dia hampir kehilangan kesadarannya.


Tetapi bagusnya setelah hal itu selesai Raves kembali mendapatkan kesadarannya sebagai manusia.


Awalnya Raves juga sangat kaget saat dia mendapati tubuhnya telah berubah menjadi Zombie, setelah merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Dia menghancurkan satu gedung terbengkalai karena frustasi. Gedung itu terletak tak jauh dari gedung yang dia tempati beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Dari awal Luca memang sudah tahu, bahwa Raves telah terkontaminasi Virus Zombie yang diderita oleh Nyonya Wenda istrinya.


Raves mau saja dikurung oleh Luca atasannya, sebab dirinya juga tidak ingin melukai orang lain. Dia berpikir dia pasti akan berubah menjadi zombie-zombie yang pernah muncul di Lingkar Olio Gen Akis.


Menggila seperti hewan buas, menyerang manusia-manusia yang tidak berdosa, menghancurkan apa pun yang ada di sampingnya. Raves tidak mau menyakiti orang lain dengan cara seperti itu.


Dia lebih baik terkurung di tempat tersembunyi atau bahkan dibunuh oleh Luca, daripada harus membahayakan kehidupan makhluk lain di luar sana.


"Bagaimana bisa Nyonya Jupiter kontaminasi Virus Zombie?" tanya Raves tanpa mengalihkan fokus pandangannya dari diri Jupiter, yang tengah tertidur pulas di atas ranjang. Dengan rantai-rantai besar yang membelenggu kedua tangan dan kaki wanita cantik tersebut.


"Ceritanya panjang!" ujar Seva, dia menghela nafas panjang karena telah putus asa. Melihat kondisi Jupiter yang semakin memburuk membuat Seva kehilangan harapan.


"Kurasa Nyonya Jupiter...Tak bisa mengendalikan Virus Zombie seperti diriku!" ujar Raves.


"Kau benar!" kata Seva tanpa mengangguk, memandang ke arah Raves yang berdiri tegak di sampingnya. "Ngomong-ngomong Sudah berapa hari kau tidak mandi?" tanya Seva.


"Dua mingguan!" ujar Raves.


"Pantas saja bau di tubuhmu mirip tumpukan mayat Zombie, di arena setelah perang!" ujar Seva.


"Aku sebau itu?" tanya Raves, lelaki gagah perkasa itu mengendus-endus tubuhnya untuk memeriksa, apakah benar bau badannya seperti yang dikatakan oleh Seva.


Nampaknya Raves juga mencium bau badannya yang sangat tidak enak itu.


"Kalau begitu, saya izin kekamar saya terlebih dahulu!" kata Raves.


"Aku akan mengawalmu!" Seva malah berbalik ke arah Raves yang sedang meminta izin darinya.


"Mengawal...Ku?" tanya Raves keheranan.


Dibandingkan dengan Seva, Raves hanyalah prajurit keamanan biasa, yang bahkan lima tingkat lebih rendah daripada Seva. Jadi dia tidak enak hati, jika dikawal oleh seniornya yang sangat luar biasa itu.


"Iya!!! Orang yang bisa teleportasi tadi. Mungkin dia akan muncul didekatmu kembali!" ujar Seva. "Aku merasa orang itu, mempunyai rencana yang tidak baik untukmu!" lanjut Seva.

__ADS_1


"Tidak papa Nona Seva, saya bisa menjaga diri saya sendiri kok!" kata Raves sesopan mungkin.


"Apa kau sekarang jadi sombong? Hanya karena memiliki kekuatan seorang Zombie?" Seva mendesak Raves dengan sindiran.


__ADS_2