
Keadaan di danau air payau tampak terang benderang. Karena puluhan lampu sorot dari pesawat keamanan SYPUS menyinari area itu.
Pria bermata merah dengan wajah runcing yang licik, Anthony. Sedang berdiri di pinggir danau, dengan suasana hati yang sangat kesal.
Harusnya setelah perjanjian antara Benua Aust dan juga SYPUS dirampungkan. Dia bisa beristirahat tenang, sambil menikmati suasana pantai dengan matahari yang cerah.
Namun malam ini, dia harus berkutat dengan cuaca dingin dan juga monster-monster laut yang mengerikan.
Pintu masuk air danau, yang terhubung langsung dengan laut sudah diblokir. Apa pun yang berada di dalam danau air payau ini, tidak akan bisa melarikan diri lagi. Selain melompat ke darat.
Tetapi pasukan SYPUS sudah siap di posisi masing-masing, mereka berjajar rapi dengan jarak yang sama rata. Sehingga tidak ada satu pun makhluk hidup, yang bisa lolos dari pengawasan mereka.
Pasukan keamanan SYPUS, yang sudah dilengkapi oleh senjata lengkap ini. Tidak akan membiarkan satu makhluk hidup pun, berhasil lolos dari tajamnya peluru mereka.
"Juju benar-benar sangat mengada-ada.
"Mana mungkin, jasad Lisa masih tersisa. Kalau hanya tulang jari kelingkingnya saja. Mungkin!" kata Anthony dengan nada yang sangat kesal.
Memerintahkan seseorang, untuk mencari jasad manusia lain. Yang dimakan oleh hewan buas, seperti ikan lentera yang terkena virus Zombie. Di danau air payau yang terhubung langsung ke laut lepas.
Bukankah itu seperti menyuruh seseorang mencari jarum, di dalam sarang ular berbisa.
Kemungkinan besar, orang yang diperintahkan-nya. Tidak akan mendapatkan jarum tersebut, tapi malah meninggal gara-gara digigit oleh ular berbisa yang memiliki sarang itu.
Namun Anthony harus bersabar, menghadapi seorang pria yang sedang galau karena wanita. Memanglah sangat mengerikan. Karena sedikit banyak dirinya pernah mengalaminya.
Waktu ia dicampakkan oleh Jupiter, yang lebih memilih menikahi Vie. Dirinya bahkan pernah melakukan hal yang lebih gila, daripada menguras sebuah danau air payau yang terhubung langsung ke laut.
Saat itu Anthony benar-benar sangat frustasi dan hanya memikirkan, bagaimana caranya menghancurkan SYPUS.
Dia memimpin sebuah pasukan rakyat Malio untuk mencuri vaksin dari Olio. Anthony mengakibatkan banyak kerusuhan di Olio, dia sama sekali tak peduli dengan hal lainnya. Sampai akhirnya berita kematian Vie diumumkan.
Pria yang sedang galau memang sangat mengerikan. Apalagi jika pria yang sedang galau itu mempunyai kekuasaan yang cukup tinggi, seperti Juju ataupun Anthony.
Pria-pria itu pasti akan melakukan hal-hal yang sama sekali masuk akal.
"Tuan Anthony, kami akan segera menurunkan Pompa airnya!
"Bisa dipastikan, ikan lentera akan muncul secara tiba-tiba dari dalam air! Jadi berhati-hatilah!" kata Leon.
Kepala tim monitoring, di Pasukan yang dipimpin oleh Anthony ini. Tampaknya merasa khawatir dengan keadaan yang buruk mungkin bisa menimpa tim mereka.
"Ini memang kali pertama, kita bertarung dengan hewan!
__ADS_1
"Tapi apakah hewan lebih mengerikan, daripada manusia?" tanya Anthony pada Leon.
"Banyak manusia, yang takut kepada hewan di zaman dulu!" kata Leon.
"Benarkah? Selama aku hidup, aku tidak pernah melihat hewan apa pun!
"Selain anjing yang dipelihara, oleh Seva!" kata Anthony.
Kegiatan Anthony setelah keluar dari Akademi keamanan SYPUS, hanyalah berperang melawan zombie. Karena itu, meski 10 tahun yang lalu masih ada beberapa spesies hewan yang masih hidup di bumi. Anthony tidak pernah melihat hewan-hewan tersebut secara langsung.
"Kami akan segera memulainya Tuan!" izin Leon.
Permintaan izin resmi dari Leon, hanya ditanggapi oleh Anthony dengan anggukan pelan.
"Kita mulai sekarang!" kata Leon di mikrofon yang di bawa.
Agar semua pasukan yang berada di area danau itu, mendengar perintah darinya.
Mesin penyedot air raksasa itu sudah mulai di nyalakan. Mesin yang biasanya menyedot air dari dalam tanah itu. Perlahan-lahan dengan kuatnya menghisap seluruh volume air di dalam danau.
Seperti yang diprediksi oleh tim Anthony, ikan-ikan lentera yang masih kelaparan mulai merangkak naik ke atas tanah.
Ikan-ikan besar itu melompat dari dalam air seperti lumba-lumba, yang bermain air di dekat kapal 50 tahun yang lalu.
Hal itu juga sesuai prediksi, karena Juju memberikan intruksi seperti itu kepada Leon.
Pasukan harus berdiri di jarak 15 m dari air, karena jika terlalu dekat. Maka ikan lentera akan menerkam mereka, saat ikan lentera itu mendarat ke tanah.
Suara puluhan senjata api yang tengah menembak menggema di udara. Para penembak jitu, menembak tiada henti. Karena ikan lentera itu terus muncul dari dalam air.
Beberapa pasukan lain juga sedang menyiapkan meriam-meriam canggih di tenk perang mereka.
Usaha pasukan Anthony untuk membasmi ikan lentera, benar-benar sangat total. Tampaknya mereka tidak meremehkan, keberadaan ikan lentera yang terpapar Virus Zombie itu.
"Kau baru saja menghubungi Jupiter, untuk menjemputmu?" tanya Seva.
Gadis setengah robot itu, baru saja dari ruang belakang. Ia membuatkan kopi hangat untuk Juju dan dirinya.
"Kurasa ada beberapa masalah yang terjadi di Lingkar Olio Gen Akis!
"Jadi dia pasti sangat kekalahan! Aku bisa pulang sendiri nanti!" kata Juju.
"Kelihatannya kau sudah benar-benar jatuh cinta kepada Jupiter!
__ADS_1
"Lalu? Untuk apa kau menolaknya kemarin-kemarin?!" goda Seva.
Wajah tampan Juju seketika memerah. Dia kembali mengingat, bagaimana dia menghindari Jupiter selama ini. Namun akhirnya dia jatuh juga ke dalam pelukan wanita cantik tersebut.
"Tempatnya, kau sudah berhenti bersikap jual mahal terhadapnya!" Seva sepertinya benar-benar menikmati, caranya mengoda Juju.
"Kupikir Jupiter adalah wanita yang sombong, yang hanya peduli akan kekuasaan saja.
"Namun ternyata dia cukup manis!" jawab Juju.
"Maafkan aku, dulu aku sempat memintamu untuk tidak jatuh cinta kepada Jupiter!" ujar Seva. "Jupiter memang seperti itu, dia aslinya adalah wanita yang sangat baik.
"Namun karena tekanan dari keluarga angkatnya dia menjadi sedikit agak angkuh sekarang!" jelas Seva.
"Beban yang ditanggungnya, sangat luar biasa besar! Dan aku baru sadar tentang hal itu!" kata Juju.
"Tapi dia adalah wanita yang tangguh, Jupiter pasti akan bertahan dengan situasi apa pun!" kata Seva.
Tidak ada yang menyangka jika Jupiter tengah menghadapi situasi yang sangat luar biasa mengerikan. Karena luka cakaran Nyonya Wenda di lengan kirinya.
Tuan Gayo dan Amana makan berdua, di ruang makan rumah pribadi Tuan Gayo. Mereka berdua tampak sangat akrab, karena Amana duduk amat dekat dengan ayah mertuanya itu.
"Jadi Lisa sudah meninggal?" tanya Amana.
Gadis cantik bermata biru itu, melirik mesra kearah Tuan Gayo.
"Seperti itulah, kabar yang kuterima!" kata Tuan Gayo dengan nada yang lembut.
"Apa anda juga akan membereskan Jupiter, untukku?" tanya Amana, nada bicaranya tak kalah mesra dari tatapannya.
"Tentu saja, aku akan membereskan semua benalu dari putraku!" kata Tuan Gayo.
Kedua pasang mata, yang dari tadi sudah bertemu itu. Tampak merubah maksud, pandangan mereka masing-masing. Pandangan mereka sama-sama dalam, dan penuh hasrat yang terpendam.
"Seandainya aku bisa memberimu anak...!" kata Tuan Gayo.
Jemari telunjuk Amana sudah menempel di kedua bibir Tuan Gayo. Menghentikan perkataan menyedihkan, dari pemimpin SYPUS itu.
"Putra anda akan memberikan seorang anak kepadaku dan anda bisa memberiku kenikmatan yang tiada tara, seperti dulu!" ujar Amana.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1