HUMAN 2075

HUMAN 2075
Kebencian


__ADS_3

Kebencian


Juju sampai di rumahnya, ia melihat Luca berdiri tegak di halaman rumahnya. Lelaki itu memandangi langit yang sama sekali tidak ada bintangnya.


Tampak sekali ada banyak kegundahan yang terlukis di dalam dirinya. Mungkin lelaki itu sedang merenung tentang apa yang dia inginkan, atau sedang mengingat beberapa peristiwa di masa lalunya.


"Sudah lama, Kak?" tanya Juju yang berjalan tergesa ke arah Luca.


"Tidak juga!" jawabnya, setelah melihat wajah adik iparnya yang tampak sangat antusias.


Dia tidak percaya akan mempercayakan Jupiter pada sosok pria muda di depannya ini. Meski dia terlihat dingin dan tidak peduli kepada Jupiter, tetapi Luca sangat memperhatikan Jupiter.


Dirinya merasa sangat terluka saat melihat kondisi Jupiter saat ini. Sebab sedikit banyak, apa yang terjadi kepada Jupiter saat ini adalah salahnya.


Jika saja waktu pertama kali dia menemukan Wenda, ia langsung membunuh istrinya itu, mungkin saja Jupiter akan baik-baik saja.


Tetapi nasi telah menjadi bubur, Luca tidak dapat kembali ke masa-masa itu. Dia harus fokus di masa sekarang dan berusaha sebisa mungkin, untuk menyembuhkan Jupiter.


Luca memberikan selembar kertas kepada Juju, tertuliskan alamat di mana Zombie Raves berada.


"Dia adalah anak buahku yang digigit oleh istriku, saat kami pertama kali menemukan Wenda di galeri seni!" ujar Juju.


"Apa dia tidak berubah?" tanya Juju, wajah tampannya sangat penuh harapan.


"Dia berubah, tapi dia bisa mengendalikan perubahan di dalam dirinya!" ujar Luca. "Satu lagi! Ada manusia setengah zombie lain, yang berkeliaran dilingkar Olio Gen Akis!" tambah Luca.


Juju mengamati tulisan di atas kertas yang diberikan oleh Luca. Lalu ia mengeluarkan pematik api dari sakunya, ia membakar kertas itu untuk mengubur jejak mereka berdua.


"Apa hanya kita berdua yang tahu tempat ini?" tanya Juju.


"Aku memberi tahu Seva juga!" ujar Luca. "Dia akan memindahkan Raves besok pagi. Tapi kau harus mengawasinya!" tambah Luca.


"Apa kau masih tidak mempercayainya?" tanya Juju.


"Aku tidak pernah percaya pada siapapun, bahkan diriku sendiri!" pandangan Luca kembali menatap ke langit. " Aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun dalam proses ini,

__ADS_1


"Karena aku sedang mempertaruhkan segalanya yang kupunya!".


Gen--nya, adiknya dan bahkan jabatan yang ia punya di SYPUS, bisa hilang begitu saja. Jika sampai pihak Tuan Gayo tahu, bahwa Luca menyembunyikan tentang fakta Jupiter yang telah berubah menjadi manusia setengah zombie.


"Aku akan memastikan semua baik-baik saja! Aku juga tidak ingin Jupiter dilukai orang lain," ujar Juju.


Setelah Luca pergi dari rumah Juju, Juju memasuki rumah mewahnya. Tubuhnya sudah sangat lelah dan dia ingin beristirahat dengan tenang di sana. Tetapi lelaki itu jadi kesal lagi karena melihat wajah istri keduanya.


"Boleh aku bertanya, kenapa kau begitu membenciku?" tanya Amana yang menghentikan langkah Juju, yang hendak langsung menuju ke kamarnya.


Juju awalnya tidak ingin mengubris Amana, yang sedari tadi menunggu Juju di ruang tamu rumah utama milik lelaki itu.


Juju juga tidak tahu kenapa dia sangat membenci wanita di depannya ini, mungkin karena masalah yang menimpa Jupiter dan juga Lisa. Dia menjadi sangat sensitif jika berhadapan dengan wanita yang agresif.


"Aku tidak membencimu, aku hanya butuh waktu untuk sendiri!" ujar Juju.


Lelaki itu ingin meneruskan langkah kakinya tapi lagi-lagi Amana menghentikannya, wanita seksi itu menekan kedua bahu Juju dengan kedua tangannya.


"Aku tahu kau tidak menyukaiku! Tapi memangnya kita berdua bisa apa?" Amana memandang ke arah mata Juju dengan tatapan mautnya. "Jika kau ingin aku cepat pergi dari sini! Kau harus cepat menghamiliku!" ujar Amana, Gadis itu mempertahankan tatapan mautnya ke arah mata Juju.


"Apa kau bisa menungguku sedikit lagi? Malam ini aku sedang tidak ingin melakukan apa pun.


"Tubuhku sangat lelah, karena seharian aku harus bekerja menggantikan Tuan Gayo di Kantor Pusat SYPUS," kata Juju.


Kelihatannya Amana bisa menerima alasan yang diberikan oleh Juju, untuk menolaknya malam ini.


Wanita itu pun mundur dari hadapan Juju. "Kuharap, kau benar-benar tidak membenciku!" ujar Amana, setelah menundukkan pandangannya. Ia mengubah tatapan seksinya menjadi tatapan lembut yang penuh makna.


Juju yang sudah lepas dari belenggu Amana, hanya mengangguk pelan ke arah gadis itu dan melanjutkan langkah kakinya untuk memasuki kamarnya.


Amana terdiam sambil melihat punggung Juju yang semakin menjauhinya. Hatinya yang sempat membeku, entah kenapa bisa bergejolak kembali saat berdekatan dengan laki-laki itu.


Tangan kanan Amana mengelus leher jenjangnya, wanita itu sedang mencoba mengusir pikiran-pikiran mesum yang sudah menguasai otaknya. Seketika dia langsung bisa memikirkan tentang adegan-adegan bercinta dengan Juju, hanya dengan menghirup aroma tubuh suaminya yang sangat khas.


"Ada apa dengan diriku?" gumam Amana frustasi.

__ADS_1


Kenapa dirinya yang malah di mabuk kepayang, harusnya dia yang membuat Juju tergila-gila padanya.


Untuk mengusir segala gejolak mesum di dalam dirinya, Amana memutuskan untuk kembali ke rumahnya sendiri yang terletak di sebelah kanan rumah besar Juju.


Baru saja Amana menutup pintu depan rumah miliknya, seseorang telah memeluk tubuh indahnya dari belakang.


"Kau ditolak lagi!" gumam suara maskulin yang serak dan lirih itu.


Amana tau benar, siapa yang berani dan mampu menyusup ke dalam rumahnya, lalu melakukan sentuhan intim seperti ini kepadanya.


"Tuan Gayo!" ujar Amana sedikit tersentak.


"Kenapa kau kaget begitu?" tanya Tuan Gayo yang sudah menyusuri leher belakang Amana, dengan kecupan-kecupan mesra.


"Anda bisa memanggilku, jika...Akhhhhh!" Amana tak bisa melanjutkan ucapannya, karena Tuan Gayo sudah menyusupkan kedua tangan kakarnya ke dalam pakaian yang dikenakan oleh Amana.


Hari ini Amana menggunakan crop top tanpa lengan dan rok lebar yang cukup pendek. Niatnya dia ingin menggoda Juju dengan kemolekan tubuhnya. Tetapi malah Ayah mertuanya, yang menikmati seluruh suguhan yang Amana tujukan kepada Juju.


Amana mencoba untuk tidak bersuara terlalu lantang, dia sangat takut. Dia takut suaminya memergokinya, meskipun hal itu tidak mungkin terjadi.


Wajah cantiknya mendongak, pandangan matanya timbul tenggelam. Karena menikmati sentuhan-sentuhan lembut dari kedua tangan Ayah mertuanya, yang sangat aktif di area dadanya.


Namun pikiran Amana jadi menggila, dia berfantasi ria jika orang yang saat ini sedang meraba tubuhnya adalah Juju suaminya.


Amana membayangkan malam ini dia sedang bersetubuh dengan suaminya yang masih muda dan penuh dengan tenaga.


Dia bisa meluapkan segala hasratnya jika terus begini.


Amana memejamkan matanya dan mulai menikmati setiap sentuhan pemanasan yang Tuan Gayo berikan di tubuhnya. Dia tak keberatan saat, satu-persatu baju yang ia kenakan tertanggal dari tubuh indahnya.


Tuan Gayo, juga bisa merasakan semangat membara yang keluar dari diri Amana. Lelaki paruh baya itu semakin girang karena lawan bercintanya malam ini, sungguh akan memuaskan dahaganya akan cinta.


Mereka terus melakukan rangsangan, pada bagian tubuh lawan-lawan mereka. Saling menyentuh dengan sentuhan yang tak terlupakan, menikmati leindahan masing-masing dengan n.a.f.s.u bercinta yang membara.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2