HUMAN 2075

HUMAN 2075
Pusat Keramaian


__ADS_3

Pakaian putihnya berlumuran darah, kakinya yang pincang karena patah sudah sembuh total. Melompat dari lantai tiga, jika tak terluka tentu saja Nyonya bukan manusia.


Meski dia terjangkit Virus Zombi, namun Nyonya Wenda masih manusia biasa yang bisa terluka. Lukanya memang bisa sembuh total ketika Nyonya Wenda berubah menjadi Zombi.


Rambut panjangnya ia urai, berusaha menutupi noda darah disekujur tubuhnya. Tapi tetap saja orang-orang melihatinya dengan tatapan bingung dan curiga.


Hidup ditengah pandemi hebat yang menjangkit bumi. Bukan hal yang wajar berkeliaran dengan bau amis darah dan juga gaun putih yang ternodai warna merah kental.


Beberapa orang di sekitar, mulai sibuk melakukan panggilan pada pihak keamanan SYPUS. Keberadaan Nyonya Wenda di tengah keramaian Lingkar Olio Gen Akis, tampaknya membuat banyak warga Gen Akis tak nyaman.


Nyonya Wenda sadar, dia memang bukan manusia normal. Orang-orang di sekitarnya akan mencurigainya dan mungkin akan memburunya.


Jika sampai Pasukan Keamanan SYPUS hadir untuk menangkapnya. Maka bukan hanya dia sendiri yang akan celaka, seluruh Gen--nya pasti akan ikut disalahkan.


Nyonya Wenda harus mencari cara untuk pergi dari pusat keramaian. Setidaknya Nyonya Wenda harus bersembunyi jauh dari manusia. Agar ia tidak menularkan Virus Zombi di dalam dirinya.


Laboratorium Gen Akis menjadi tujuannya, karena hanya di sana Nyonya Wenda merasa aman. Paling tidak akan ada banyak orang yang berpengalaman, untuk menghentikannya jika ia berubah menjadi Zombi lagi.


Nyonya Wenda mengedarkan pandangannya, ia mencari arah. Dia harus secepatnya pergi dari pusat Olio Gen Akis itu.


Kakinya yang telanjang tanpa alas, terus melangkah. Dia belum menemukan petunjuk apa pun, sebab Nyonya Wenda tak pernah pergi ke area paling ramai di Olio Gen Akis ini.


Biasanya para kaum elite menjauhi kawasan ramai. Karena daerah yang ramai pasti terdapat banyak manusia, dan manusia yang memghuni kawasan ramai adalah manusia dengan tingkat Gen yang rendah.


Mereka mudah terpapar Virus dan kekebalan tubuh mereka kurang bagus. Maka dari itu meski sekelompok Gen tinggal di satu lingkaran yang sama. Mereka tetap membedakan kaum di Gen mereka sesuai Level kekebalan tubuh mereka.


Nyonya Wenda memilih berhenti sejenak di sebuah gang sempit. Gang yang memisahkan dua buah bangunan itu terlihat sangat gelap. Namun Nyonya Wenda membuang rasa takut dihatinya. Dirinya lebih menakutkan dari apa pun saat ini.


Manusia setengah Zombie, jika ada orang lain yang mendengar tentang penyakitnya. Mereka pasti akan langsung kabur, atau mengajukan senjata ke arahnya.


Jadi sebuah lorong gang yang gelap, bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti oleh Nyonya Wenda.


"Dimana aku sekarang?" tanya Nyonya Wenda pada dirinya sendiri.


Krosakkkkkkkkk


Gubrakkkkkkkkk


Nyonya Wenda tersentak karena bunyi riuh barusan. Kedua matanya memicing fokus, ke arah dalam gang yang sangat gelap itu.


Namun mata manusia yang dia punya, tentu saja tidak dapat menyuguhkan gambaran jelas tentang siapa yang telah membuat suara itu.

__ADS_1


"Siapa disana?" tanya Nyonya Wenda.


Suara itu berhenti, namun juga tidak ada yang menjawab pertanyaan wanita bangsawan itu.


"Mungkin saja hanya kucing liar," kata Nyonya Wenda.


Wanita itu berusaha menenangkan dirinya sendiri. Meski ada sosok monster yang bersemayam di diri Nyonya Wenda. Wanita itu masih mempunyai rasa ketakutan, seperti manusia pada umumnya.


Nyonya Wenda kembali berpikir tentang, bagaimana caranya ia bisa kembali ke laboratorium Gen Akis.


"Astaga!" teriak Nyonya Wenda.


Sebuah tangan kekar sudah mencengkeram pundaknya, lalu menarik paksa Nyonya Wenda baru ke dalam kan sempit yang gelap itu.


"Tolong lepaskan saya!!! Jangan sampai saya melukai anda!" teriak Nyonya Wenda.


Namun lelaki pemilik tangan kekar itu, tak menghiraukan sama sekali perkataan yang terlontar dari mulut Nyonya Wenda.


Buakkkkkkkkkkk


Mata Nyonya Wenda tidak dapat melihat apa pun, karena sejauh matanya memandang. Ia hanya bisa melihat kegelapan.


"Tolong lepaskan saya, saya mohon!" pinta Nyonya Wenda dengan nada iba.


"Saya mohon, jangan lakukan apa pun pada saya!!!


"Saya ini bukan manusia!" ujar Nyonya Wenda.


Kini nada bicaranya meninggi, Nyonya Wenda bener-bener tidak bisa membayangkan. Bagaimana dia akan menyakiti orang lain lagi.


"Apakah kau Zombie?! Tapi aku tidak keberatan, jikalau kau Zombie!


"Karena kau sangat cantik sekali!" ujar suara lelaki perkasa itu.


Siapa yang akan percaya dengan perkataan Nyonya Wenda, yang menyebut dirinya Zombie. Paras dan juga tubuhnya masih terlihat seperti manusia sempurna.


Krakkkkkkkkkk


Gaun putih berlumuran darah yang dipakai oleh Nyonya Wenda, terkoyak oleh tarikan lengan kekar pria itu.


Telapak tangannya tak kasar, hampir seluruh Ras Gen Akis tidak melakukan pekerjaan yang berat. Telapak tangan pria itu mulai menyapu setiap detail tubuh Nyonya Wenda.

__ADS_1


Bercinta dengan lawan jenis adalah sebuah hal yang mewah di jaman ini. Maka dari itu, tak banyak wanita yang berkeliaran sendirian. Di tempat umum, yang ramai seperti tempat ini.


Meskipun penampilan Nyonya Wenda yang sangat berantakan, namun dia pasti dapat dikenali sebagai sesosok wanita yang cantik.


Pria yang menangkap Nyonya Wenda tidak bisa disalahkan, karena pria itu mungkin saja belum pernah bercinta sebelumnya. Atau bahkan, pria itu belum pernah melihat wanita semenjak dia hidup.


"Aku bilang hentikan!" ujar Nyonya Wenda.


Suara desisan dan geraman pelan, serta gemeratak gigi yang terbentur mulai terdengar dari mulut Nyonya Wenda.


Bukannya menuruti perintah Nyonya Wenda, lelaki itu dengan buasnya. Malah menenggelamkan wajahnya, ke arah leher wanita yang sudah mau berubah menjadi Zombie itu.


Degusan pria itu pasti hanya mencium bau anyir darah yang sudah mulai mengering. Namun lelaki itu tak kehilangan birahi bercintanya, meski mencium bau yang tidak enak dari lawan mainnya.


Seolah-olah indra penciumannya tidak berfungsi dengan baik.


Guarrrrrrrrr


Bukannya merasa kegelian atau birahinya naik, Nyonya Wenda malah menahan rasa dahaga di tenggorokannya. Setiap ia mencium bau keringat manusia, Nyonya Wenda merasa sangat haus.


Dan ketika wanita itu merasakan rasa hapus, dia tidak bisa mengendalikan dirinya kembali.


Nyonya Wenda tak bisa bertahan lagi, perempuan itu segera merubah posisinya. Dengan begitu mudahnya Nyonya Wenda mengangkat tubuh kekar pria di atas tubuhnya.


Gubrakkkkkkkk


Kini posisi mereka berbalik, suara desisan dari mulut Nyonya Wenda terdengar di telinga lelaki itu.


"Ternyata kau buas juga ternyata?!" kata lelaki yang telah ditindih oleh tubuh ramping Nyonya Wenda.


Lelaki itu masih tak curiga dengan kekuatan yang dimiliki Nyonya Wenda. Sampai Nyonya Wenda membuka mulutnya di atas wajah lelaki itu dengan suara geraman yang nyata.


Wuarrrrrrrrr


Lelaki itu tak bisa kabur lagi, tengorokannya sudah terkoyak. Dia ingin menjerit untuk meminta tolong, tapi tak ada suara apa pun yang keluar dari mulutnya.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


Maaf atas keterlambatan Upnya yaaa...

__ADS_1


Lagi sembuh dari sakit autornya...😁😁😁


__ADS_2