HUMAN 2075

HUMAN 2075
Obrolan Ayah dan Anak


__ADS_3

Ini bukan pertama kalinya Juju masuk ke Lingkar Utama Olio SYPUS, namun dia masih saja merasa terheran-heran dengan semua yang dia lihat.


Bangunannya yang begitu megah dan tak bisa dihitung biyaya yang dikuluarkan untuk membuatnya. Serta kendaraan terbang yang berlalu-lalang tanpa takut bertabrakan. Kesibukan disini begitu elegan, teratur dan sangat indah untuk dipandang.


Namun selalu saja, apa yang kita lihat tak bisa menjadi sebuah patokan penilaian. Karena keberadaan Lingkar Utama Olio SYPUS ini punya sejarah yang amat kelam. Tak semua orang mengetahuinya, kejadian 50 tahun lalu di mana manusia masih berada di jumalah milyaran.


Virus Enza19 yang menjangkit Bumi dan merubah segala-galanya. Kejadian yang semoga tak terulang lagi.


Sekarang kondisi telah berubah, Virus Zombi bukanlah hal yang sama dengan Virus Enza19. Namun perusahaan SYPUS yang sudah melewati banyak bencana, membuat mereka cukup tangguh dan bisa diandalkan dalam menghentikan Virus ini.


.


Pria gagah itu memasuki bangunan paling megah dan paling besar di Lingkar Utama Olio SYPUS. Langkah kaki Juju mengikuti arahan dari sopir yang mengantarnya ke sini. Karena ia tidak mungkin bisa menemukan ruang kerja Tuan Gayo jika tidak dipandu.


Saat sampai di lantai, dimana ruang kerja Tuan Gayo berada. Langkah Juju dan sopirnya dihadang oleh dua orang yang berpakaian pasukan militer SYPUS.


"Dia adalah Calon Pemimpin! berani sekali kau menghadang kami?!" tanya sopir yang tidak diketahu namanya oleh Juju itu, kepada salah satu pasukan militer SYPUS yang menjaga ruang kerja Tuan Gayo.


"Tuan Gayo memintaku datang ke sini!" kata Juju.


Tanpa mengatakan apapun, salah satu dari mereka melangkah pergi dari hadapan Juju dan sopirnya. Mungkin salah satu pasukan itu, melaporkan kedatangan Juju kepada Tuan Gayo.


Setelah pasukan itu kembali, dia memberi isyarat pada Juju agar mengikutinya.


Mereka berdua berjalan di lorong menuju ruang kerja Tuan Gayo. Lorong panjang yang bernuansa kayu yang hangat ditapaki oleh Juju. Pandangannya terus mengedar dan mengamati detail lorong itu.


Dahulu Juju memang pernah melewati lorong ini, namun dia tidak memperhatikan karena keberadaan Tuan Gayo yang selalu mengajaknya mengobrol.


Saat mereka tiba di depan pintu ruang kerja Tuan Gayo, pasukan penjaga SYPUS itu membukakan pintu untuk Juju. Di dalam ruangan yang megah itu, ternyata sudah ada Dhan di dalamnya.


"Kau juga diundang kemari?" tanya Dhan.


Lelaki berwajah oriental, dengan rambut hitam panjang itu. Memandang sekilas kearah Juju yang baru memasuki ruangan.


"Iya!" jawab Juju.


Mereka berdua akhirnya duduk berhadapan di atas sofa di ruang tunggu.


"Kudengar kau sangat hebat, saat di Benua Aust?!" kata Dhan.


Kalimat yang dilontarkan oleh Dhan, bukan pertanyaan jadi Juju tidak berusaha untuk menjawabnya.


"Apa kau sedang bertaruh untuk sebuah posisi?" tanya Dhan.


Wajah oriental nya masih datar itu, membuat Juju sulit mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Dhan.

__ADS_1


"Aku hanya mengerjakan apa yang ada di depanku.


"Aku sama sekali tak peduli dengan hal yang lain," kata Juju.


Kini pandangan Dhan tertuju pada manik mata Juju, yang memandang ke arahnya.


"Kau harus punya ambisi, agar kau bisa bertahan hidup!" kata Dhan.


"Tentu saja aku punya!" ujar Juju.


"Sepertinya apa ambisi yang kau miliki?" tanya Dhan.


"Aku ingin manusia hidup, selayaknya manusia!" kata Juju.


Dhan terdiam, dia semakin intens memandang ekspresi di wajah Juju. lalu dia mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekat ke arah Juju.


"Kau pikir itu bisa?" tanya Dhan.


Pria berwajah oriental itu pasti lebih tahu kondisi bumi saat ini dari--pada Juju. Namun Juju merasa bawa dia bisa, melunasi ambisi yang dia buat bersama Jupiter.


"Meski aku harus bekerja keras sepanjang hidupku. Aku akan mewujudkan hal itu!" ujar Juju.


"Semoga kau berhasil!" ujar Dhan.


Percakapan mereka terhenti karena suara pintu terbuka, Tuan Gayo sudah datang. Mereka bertiga berpindah tempat, menuju sebuah ruangan di lantai yang sama. Karena sudah waktunya makan siang, mereka pun makan bersama.


"Mereka pasti menginginkan Lingkar Olio yang baru. Keamanan laboratorium serta banyak hal akan menjadi tuntutan mereka!" jawab Dhan.


Pasti Dhan sudah mengevaluasi seluruh kerugian dan bagaimana Gen Akis bereaksi tentang hal ini. Kemampuan Dhan memang tidak bisa diragukan lagi dia cerdas dan tanggap dengan semua hal.


"Mereka pasti meminta tempat yang aman dan sangat dirahasiakan, untuk membangun Lingkar Olio khusus Gen Akis yang baru!" ujar Dhan.


"Apa kau sudah memilih tempat, yang menurutmu sesuai dengan kehendak mereka?" tanya Tuan Gayo.


"Saya sudah menyiapkan tiga lokasi, yang memungkinkan dipilih oleh Gen Akis.


"Lokasinya saya pilih agar tidak menyusahkan SYPUS, saat membangun lingkar Olio nantinya!" jelas Dhan.


Seperti yang diharapkan Dhan selalu teliti.


"Kuserahkan masalah diskusi dengan Gen Akis ini padamu!" kata Tuan Gayo.


"Baik Tuan!" Dhan menunduk hormat pada Tuan Gayo.


Mereka melanjutkan acara makan siang bersama, dengan mengobrol tentang Juju yang berada di Benua Aust. Setelah makan siang selesai Dhan meminta undur diri, karena dia masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.

__ADS_1


Tuan Gayo dan Juju masih duduk di kursi mereka.


"Aku punya kejutan untukmu!" ujar Tuan Gayo.


Juju hanya memandang ke arah Tuan Gayo, mencoba menerka kejutan apa yang akan diberikan oleh ayah angkatnya itu.


"Kau pasti suka dengan kejutan yang sudah kusiapkan untukmu!" ujar Tuan Gayo.


Juju hanya tersenyum sekilas, dia tak yakin dengan kejutan yang akan diberikan Tuan Gayo padanya. Karena Juju menebak kejutan itu pasti ada sangkut-pautnya, dengan harta--benda atau tahta di peusahaan.


Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka di dalam mobil terbang. Mereka naik mobil terbang, menuju ke Mansion pribadi Tuan Gayo yang berada di tengah laut.


"Apa kau sudah mulai menyukai Jupiter?" tanya Tuan Gayo.


Juju memandang ke arah  wajah Tuan Gayo, lalu mengangguk pelan.


"Ternyata Gadis itu, memang sangat luar biasa!" ujar Tuan Gayo.


"Mungkin tak lama lagi. Dia akan memilih beberapa istri tambahan untuk!" ujar Tuan Gayo.


Manik mata Juju melebar, dia tampak sedikit bingung dengan perkataan Tuan Gayo.


"Maksud Tuan?" tanya Juju.


"Jupiter adalah wanita yang sangat sibuk.


"Dia punya tanggung jawab yang besar di laboratorium SYPUS dan Gen--nya!


"Dia tidak akan bisa melayanimu setiap hari!" jelas Tuan Gayo.


'Emangnya siapa yang mau dilayani setiap hari' jawab Juju di dalam hatinya.


"Aku yakin, kau mempunyai stamina yang sangat luar biasa.


"Satu wanita tidak akan cukup membuatmu merasa puas," ujar Tuan Gayo.


Bulu kuduk di sekujur tubuh Juju meremang berdiri tegak. Dia merasa pembicaraan ini melenceng dan menjurus ke arah yang tidak sehat. Bagaimana ayah dan anak membicarakan tentang kepuasan stamina bercinta. Topik yang menurut Juju terasa aneh dan tidak bisa dia terima.


"Kau suka wanita yang cantik dan mempunyai tubuh yang bagus--kan?" tanya Tuan Gayo.


Manik mata Juju tambah membesar, apa iya seorang ayah boleh menanyakan hal itu kepada putranya.


"Aku juga menyukai wanita dengan dada yang besar!" kata Tuan Gayo.


Juju sudah mulai gelisah karena dia membayangkan. Bentuk, volume dan kepadatan sebuah benda yang disebut dengan 'dada besar'.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2