HUMAN 2075

HUMAN 2075
Kabur


__ADS_3

"Apa kau bilang?" tanya Juju.


Keterkejutan sudah menguasai raut di wajah tampannya. Panggilan suara yang dilakukan oleh Jupiter dari pusat laboratorium Gen Akis, membuat Juju membeku seketika.


"Nyonya Wenda menggigit salah satu pelayan di rumahnya.


"Setelah itu ia kabur entah kemana!" ujar Jupiter.


"Apa kau tak bisa melacaknya?" tanya Juju.


Setahu calon pemimpin SYPUS itu, seluruh penduduk di Olio. Memiliki chip khusus yang dipasang di tubuh mereka agar bisa dilacak secara rahasia oleh SYPUS. Tentu saja dengan dalih, untuk kepentingan penelitian atau keamanan.


"Para petinggi dan juga beberapa orang istimewa tidak dipasangi chip itu!" ujar Jupiter.


Wanita itu juga khawatir setengah mati. Otaknya sudah memikirkan banyak reka adegan berdarah-darah, yang bisa terjadi karena ulah Nyonya Wenda yang masih dalam kondisi terpapar Virus Zombie.


"Kalau begitu, aku akan segera kembali ke Lingkar Olio Pusat!" kata Juju.


"Kau tidak perlu buru-buru pulang! Nenikmati bulan madu mau dengan istri barumu," ujar Jupiter.


Ada sedikit nada cemburu di dalam perkataannya.


"Kami mengalami sebuah kecelakaan, yang merengut nyawanya!" kata Juju.


Gambaran mengerikan, bayangan bagaimana cara kematian Lisa yang dicabik-cabik oleh Ikan Lentera yang menggila. Kembali berputar di otak Juju.


"Apa yang terjadi?" tanya Jupiter.


"Kupikir area laut juga sudah terkontaminasi dengan Virus Zombie!" ujar Juju.


"Apa kau terluka?" tanya Jupiter nada bicaranya sangat khawatir.


"Tidak, tapi aku telah membunuh Lisa!" ujar Juju.


Juju tak bisa menutupi, rasa sedihnya atas kematian Lisa yang cukup mengerikan.


"Kau tak membunuhnya, itu pasti hanya sebuah kecelakaan!" ujar Jupiter.


Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Jupiter, untuk menghibur suami tercintanya. Meski Jupiter ingin menanyakan tentang kronologi, bagaimana Lisa bisa meninggal. Namun ia mengurungkan niatnya, Jupiter bisa mendengar Juju sangat sedih saat ini.


"Aku akan segera kembali, akan kuurus masalah Nyonya Wenda setelah sampai di sana!" ujar Juju.


Meski Juju ingin larut dalam kesedihannya, karena kehilangan Lisa. Namun masalah kaburnya Nyonya Winda bukanlah sesuatu yang bisa diabaikannya begitu saja.


"Jangan salahkan dirimu sendiri, karena sesuatu hal yang tidak berjalan sesuai rencanamu!


"Jangan menyiksa dirimu sendiri, hanya karena kau bukan orang yang sempurna," nasehat Jupiter.


Perkataan Jupiter benar-benar masuk akal, namun tanggung jawabnya sebagai seorang calon pemimpin dunia. menuntut Juju, agar tidak menerima sedikit pun cela dalam dirinya.

__ADS_1


Karena sedikit kesalahan saja, bisa merubah dunia ini menjadi lebih mengerikan daripada sekarang.


"Aku akan kembali!" kata Juju.


Juju tak ingin menceritakan lebih banyak hal pada istri tercintanya. Selain karena perbincangan mereka hanya melewat saluran telepon, Juju juga tidak mau membebani Jupiter karena masalah yang dia buat.


"Aku akan menunggumu di rumah, hati-hati dijalan!" ujar Jupiter.


Panggilan ditutup oleh Juju. Lelaki itu masih menunduk lesu, dengan pandangan kosong yang tanpa arti.


"Semua akan baik-baik saja! Kau tidak perlu khawatir!" Seva masih setia di dekatnya untuk menghibur Juju.


"Tapi aku harus segera pulang!" ujar Juju.


"Apa kau akan pulang malam ini juga?" tanya Seva.


"Kurasa begitu!" Juju benar-benar sudah tidak sabar untuk pulang.


"Kalau begitu, aku sendiri yang akan membawamu ke Lingkar Olio Utama SYPUS!" ujar Seva.


Meski Seva hanyalah seorang manusia biasa tanpa Gen, namun Seva dan manusia-manusia lain di dalam pasukan khusunya adalah orang-orang pilihan.


Lolos seleksi ketat yang dilakukan oleh tim keamanan SYPUS , dan mempunya kemampuan bertarung yang bahkan melebihi manusia dengan Gen.


"Trimakasih!" ujar Juju.


Dia tentu saja merasa terhormat, karena ia bisa menarik Seva untuk mendukungnya. Seva adalah sebuah simbol bagi manusia biasa di Malio. Dukungan wanita ini pada Juju, akan dilihat semua orang sebagai dukungan seluruh rakyat Malio ke pada Juju.


Suasana penuh bahagia, suara tawa bayi menggema di seluruh kamar Tuan Gayo. Nuansa kamar yang awalnya sangat maskulin itu telah ternodai dengan beberapa barang feminim berwarna merah muda.


Rasa bahagia di hati Tuan Gayo seakan tak akan bisa surut. Karena kehadiran Gisele di dalam hidupnya yang kesepian.


Namun pekerjaan yang ia ambil, benar-benar tidak bisa membiarkan ia santai meski hanya sejenak. Baru saja Tyfan memasuki kamar pribadinya dan pemuda patuh itu sedang membawa berita terkini tentang Juju.


"Apa ada masalah pada Juju--ku?" tanya Tuan Gayo.


"Putra anda baru saja selamat dari serangan maut, hewan-hewan buas dari laut dalam.


"Tampaknya habitat laut sudah tercemar Virus Zombi juga!"


"Tuan Juju memerintahkan semua orang untuk menjauhi laut. Untuk beberapa hari kedepan!" kata Tyfan dengan nada tegas dengan penuh kepatuhan.


"Bagaimana mungkin, habitat laut bisa tercemar juga?" Tuan Gayo tampak kebingungan juga.


"Mungkin, karena kita menggunakan tubuh Zombi yang sudah mati.


"Untuk mengirim Virus itu ke Benua Aust!" terka Tyfan.


"Harusnya aku lebih hati-hati. Bagaimanapun komoditas laut sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia!

__ADS_1


"Kenapa kau sangat gegabah dan menggunakan cara-cara yang bodoh seperti itu?!" bentak Tuan Gayo ke arah Tyfan.


Padahal Tyfan hanya melakukan apa yang disuruh oleh Tuan Gayo padanya. Namun atasannya itu malah menyalahkannya, ketika dia membuat kesalahan.


Lelaki patuh itu tampak tidak ingin membantah perkataan Tuan Gayo, yang cenderung memojokkannya. Sepertinya sudah sangat biasa jika Tyfan disalahkan oleh Tuan Gayo, atas hal-hal yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab pengawal kepercayaan Tuan Gayo itu.


"Apa Juju--ku terluka?" tanya Tuan Gayo.


Lelaki itu belum beranjak dari posisi duduk nyamannya, di ranjang tidurnya. Sambil memangku bayi Gisele yang terus tertawa kecil.


"Calon pemimpin SIPUS baik-baik saja, namun Nyonya Lisa gugur dalam serangan mendadak itu!" ujar Tyfan.


"Mereka diserang oleh ikan lentera yang sudah terkontaminasi Virus Zombie.


"Saat mereka akan melakukan bulan madu, di rumah tengah danau air payau di


Benua Aust!" jelas Tyfan.


"Danau air payau itu adalah permintaan Lisa!


"Jika Gadis itu mati di sana, itu sudah menjadi kewajibannya. Sebagai seorang istri calon pemimpin SYPUS," ujar Tuan Gayo.


"Tuan Juju juga, memberikan permintaan solusi pada Gen Akis. Untuk menyisir laut dan membersihkan virus Zombie dari seluruh lautan!" Tampaknya laporan Tyfan kepada Tuan Gayo sangat panjang.


Tugas Tyfan adalah memata-matai Juju dan para petinggi SYPUD. Dia harus memberikan semua informasi  jangal yang dia dapatkan, dari pekerjaan kotornya itu.


"Kenapa Juju tidak mengadakan rapat para petinggi terlebih dahulu.


"Kenapa dia langsung menunjuk Gen Akis untuk memecahkan masalah ini!" nada bicara Tuan Gayo meninggi karena dia sangat kesal.


Tangisan Gisele pecah, bayi itu kaget terhadap suara membentak yang dikeluarkan oleh Tuan Gayo.


"Emely, tolong bantu aku merawat Gisele!" teriak Tuan Gayo.


Seorang wanita body seperti model dan wajahnya hampir mirip Gal Gadot, masuk ke dalam kamar pribadi Tuan Gayo. Dengan cekatan Emely mengambil bayi Gisele dari pangkuan Tuan Gayo.


Setelah Emely membawa pergi bayi Gisele dari ruangan itu. Tuan Gayo kembali melanjutkan perkataannya kepada Tyfan.


"Kita harus membuat pertemuan para petinggi SYPUS diadakan.


"Aku tidak bisa membiarkan siapapun menangani masalah ini!


"Bagaimana jika kedok kita terbongkar, kedudukan dan juga kehormatan yang uumiliki pasti akan hilang begitu saja," ujar Tuan Gayo.


"Saya akan mencari cara, agar kita dapat menangani masalah Zombie laut ini sendiri. Tuan Gayo!" Tyfan berjanji dengan nada yang sangat tegas.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2