HUMAN 2075

HUMAN 2075
Introgasi


__ADS_3

"Siapa namamu?" Tyfan bertanya pada Lisa.


Kedua manusia super buatan Tuan Gayo itu, sudah berada di ruangan khusus yang mirip dengan ruang introgasi penjahat kelas kakap.


Ruangan dengan dinding beton yang dilapisi baja, tanpa ventilasi udara dan beberapa kamera pengawas mengawasi mereka dalam berbagai sudut.


"Lisa!" jawab Lisa, dengan nada datar sekali.


Pandangan matanya hanya tertuju pada Tyfan, tapi terlihat sekali dia begitu kebingungan ketika memandang lelaki di depannya itu.


"Siapa orang tuamu?" tanya Tyfan lagi.


Mereka duduk berhadapan dengan mata yang saling memandang. Tyfan tau Lisa saat ini sedang linglung, tapi ia masih belum yakin 100% jika gadis ini tak menginggat seluruh identitasnya.


Pasalnya Lisa adalah Manusia Gen Sia dengan Level Delapan. Biasanya manusia dengan Tipe Gen di atas Lima akan mati, jika disuntikkan darah hijau Makhluk Mars.


Lisa adalah keajaiban.


Gadis ini akan menjadi bencana, jika sampai Juju tau istri ketiganya belum mati. Tyfan sadar Juju bukan bocah ingusan yang polos, Calon Pemimpin SYPUS itu cerdik dan pintar.


Tetapi sayang Juju tak berada di kubu yang sama dengannya, dan itu adalah sebuah masalah bagi Tyfan. Sebab siapapun yang yang membahayakan keberadaan Tuan Gayo, orang itu akan menjadi musuhnya secara otomatis.


Tyfan bisa membaca, gelagat Juju yang aneh dan cenderung menyembunyikan banyak hal dari Tuan Gayo.


Lisa tidak menjawab pertanyaan Tyfan, dia memandang sekilas kearah lain untuk berpikir sejenak. Lalu menggeleng pelan karena Lisa benar-benar tidak ingat siapa orang tuanya.


"Kau tahu tentang Gen Sia?" tanya Tyfan kepada Lisa lagi.


Dan Lisa kembali menjawab pertanyaan Tyfan dengan menggelengkan kepalanya perlahan.


Mungkin saja selama proses mutasi genetik, Lisa mengalami kerusakan otak.


Tyfan kembali mengingat bagaimana dia bisa membawa Lisa ke tempat ini.


Lisa sudah lama menjadi incaran Tuan Gayo, tapi entah kenapa gadis manis dari Gen Sia malah terpilih menjadi istri Calon Pemimpin SYPUS.


Hanya Gen Sia yang tidak memiliki orang-orang level Gen bawah Lima. Tak ada yang tahu bagaimana Gen Sia melakukan hal itu. Bagaimana mereka bisa memanipulasi setiap keturunan, agar mempunyai Tipe Gen di atas Enam.


"Juju! Apa kau pernah mendengar nama itu?" Tyfan langsung menanyakan Suami sehari Lisa.

__ADS_1


Juju adalah titik sakit bagi Lisa, karena bagaimanapun alurnya, Juju--lah orang terakhir yang Lisa lihat sebelum ia sampai di tempat ini dan menjadi manusia eksperimen Tuan Gayo.


Lisa terdiam sejenak, namun pandangan matanya masih saja kosong dan kebingungan. "Juju...," kata Lisa dengan nada datar yang biasa saja.


Gadis itu merasa, nama itu menginggatkannya akan sesuatu hal. Tapi Lisa tak bisa menginggat apa pun meski sudah berpikir.


"Iya Juju!" Tyfan yang melihat perubahan gelagat Lisa segera memajukan tubuhnya, dan menelisik ke dalam ekspresi wajah manis Lisa.


"Juju itu siapa?" Lisa malah balik tanya dengan polosnya.


"Kau tak ingat Juju?!" Tyfan meninggikan suaranya.


Lisa menggeleng lagi, gadis itu benar-benar telah kehilangan semua ingatannya.


"Jangan berulah, aku akan meninggalkan kau di sini sementara waktu!" Tyfan berdiri dari duduknya, dia rasa sudah cukup mengintrogasi Lisa.


Tetapi Lisa malah berdiri dan menghadang kepergian Tyfan.


"Juju, apa dia orang yang penting bagiku?!" tanya Lisa pada Tyfan.


"Iya dia sangat penting!" jawab Tyfan. "Dia adalah satu-satunya orang di dunia ini, yang ingin membunuhmu!" lanjut Tyfan.


Tyfan segera pergi dari ruangan Introgasi Lisa, karena ada yang lebih penting dari pada, berduaan dengan gadis cantik yang hilang ingatan.


Masalah Alan yang pingsan di salah satu ruang Penjara Kaca, membuatnya tak bisa santai dan menikmati harinya.


Seseorang sudah menyambut Tyfan di pintu keluar Ruang Introgasi Lisa, lelaki itu disambut salah satu anak buahnya yang berpenampilan tak terlalu mencolok. Seperti pengawal-pengawal SYPUS pada umumnya.


"Apa Alan sudah sadar?" tanya Tyfan pada pengawal itu.


"Masih belum, Tuan!" jawaban pengawal itu membuat hati Tyfan gundah gulana.


Salah satu manusia eksperimennya yang berhasil, sedang dalam kondisi yang baik. Kekhawatirannya tak bisa ia sembunyikan, karena ini--lah tujuan hidup Tyfan.


Alasan Tyfan sangat setia pada Tuan Gayo hanyalah satu hal. Tyfan percaya Tuan Gayo dapat membuat perubahan pada Bumi.


Ia tak ingin ada kejenjangan sosial antar manusia. Wilayah miskin dan kaya, Malio dan Olio, Tyfan tak menyukai hal itu.


Jika manusia dari Malio punya kekuatan lebih besar dari manusia-manusia dari Olio. Maka para manusia yang terlahir dengan Empat Gen hebat tak akan merendahkan manusia biasa lagi.

__ADS_1


Maka dunia akan berjalan tanpa ada penindasan lagi, rakyat Malio juga bisa hidup tanpa bergantung dengan berbagai jenis Vaksin SYPUS yang sangat mahal.


Tubuh Alan yang amat kurus, tergeletak di atas ranjang rawat dengan beberapa selang dan kabel yang terpasang di berbagai titik vital tubuhnya. Semua alat vitalnya dipantau melalui satu komputer canggih yang akan memberi tahu, jika ada yang salah. Namun tak ada tanda-tanda keanehan yang terjadi, layar komputer tampak tak mendeteksi keanehan apa pun di tubuh Alan.


Sudah seharian Alan pingsan. Terlalu janggal, manusia dengan mutasi genetik Makhluk Mars bisa melemah selama itu.


Salah satu sifat Genetik Makhluk Mars adalah memperkuat tubuh manusia yang dapat menyerap kekuatannya. Alan harusnya tak mengalami hal ini, apa lagi tak ada alasan pasti akibat ia pingsan.


"Apa kau sudah melihat rekaman di Penjara Kaca?" tanya Tyfan pada bawahannya yang masih dengan setia mengikuti Tyfan memasuki ruang rawat Alan.


"Tak ada yang mencurigakan, Tuan!" ujar anak buah Tyfan dengan tegas.


Perlawanan yang dilakukan oleh Edward, bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan perlawanan manusia-manusia lain yang dikurung di penjara kaca.


Manusia-manusia dari Malio mempunyai kemampuan bertahan hidup yang sangat luar biasa. Biasanya manusia-manusia dari Malio mempunyai keahlian bela diri yang hebat dan fisik yang lebih kuat. Sebab selama setahun terakhir mereka harus berjuang melawan Zombie untuk bertahan hidup.


Perlawanan Edward terhadap Alan, terbilang sangat ringan. Setelah Alan pingsan, Edward juga tidak menyerang Alan. Karena itulah bawahan Tyfan, tak menganggap hal yang terjadi di dalam ruang penjara kaca Edward adalah sebuah ancaman untuk Alan.


"Aku akan memeriksanya sendiri!" kata Tyfan.


Kondisi Alan yang amat memprihatinkan membuat Tyfan, tak bisa tinggal diam. Apalagi rencana pemberontakan yang direncanakan oleh Tuan Gayo, akan dilakukan sebentar lagi. Mereka harus membuat pasukan eksperimen sebanyak mungkin.


Karena bagaimanapun musuh mereka adalah Tiga Gen yang mempunyai pengalaman berperang.


.


.


.


.


Juju berdiri di depan jendela kaca tebal yang dipasang di ruangan kurungan Jupiter. Jendela yang memang berfungsi untuk memantau apa saja pergerakan penghuni di dalamnya itu, menjadi penghalang kerinduan Juju pada istri tercintanya.


Gadis itu semakin lemah, Jupiter sama sekali tak mau makan apa pun semenjak menjadi Zombie. Meski pun Jupiter tampak lemah saat di wujut manusia. Tapi ketika ia berubah menjadi Zombie, kekuatan yang dimiliki wanita cantik yang kini tampak mengenaskan itu, amat sangat kuat.


Sebab itulah, rantai-rantai besar masih membelenggu kaki dan tangannya yang tampak memucat.


Tubuh lunglai Jupiter masih terbaring di atas ranjang yang sudah tak terlihat seperti ranjang. Berantakan, dan noda-noda darah serta lendir-lendir hijau yang bau tersebar di sana.

__ADS_1


__ADS_2