
Lisa dan Amana duduk saling berhadapan di ruang tamu rumah Juju, yang tentu saja sudah dibereskan oleh para robot pembersih. Kedua wanita berbeda ras itu saling memandang tajam, mereka mengobarkan api permusuhan dari kedua sorot sinar mata mereka.
Lisa gadis manis yang masih berusia 18 tahun, namun kecerdasannya yang ia miliki tidak perlu diragukan lagi. Statusnya sebagai adik sepupu Dhan serta keluarganya yang merupakan pemimpin Gen Sai. Membuatnya menjadi wanita muda, yang paling terkenal di bumi saat ini.
Amana adalah kerabat jauh dari Tuan Gayo. Gadis bermata biru itu adalah Gen Uras level 8. Sebenarnya masih banyak gadis lain dari Gen Uras yang menempati level 9. Namun hanya Amana yang mempunyai kecantikan luar biasa di bumi ini, setelah Jupiter tentunya.
"Bukankah kau punya pacar? Kenapa kau datang ke sini?" tanya Lisa pada Amana.
"Memangnya kita bisa memilih untuk tidak datang?" tanya Amana pada Lisa.
Meskipun Amana terlihat datang ke sini bukan karena keinginannya sendiri, namun Lisa merasa bahwa Amana tetaplah saingannya di tempat ini.
"Kudengar. Calon pemimpin mempunyai selera yang sangat unik menyangkut perempuan!" ujar Lisa.
"Jika dia tidak tertarik padaku dan juga padamu! Dia pasti tidak normal!" jawab Amana.
"Kau benar!" Lisa mendukung perkataan Amana.
"Lalu bagaimana jika dia tidak normal?" tanya Amana pada Lisa.
"Mungkin kita akan mendapatkan keturunan dari proses medis!" kata Lisa.
"Itu lebih baik!" kata Amana.
"Bukankah harusnya, Calon Pemimpin sudah pulang?" ujar Lisa.
"Kurasa dia menghindari kita.
"Tuan Juju bahkan pergi ke Benua Aust, untuk menghindari Nyonya Jupiter!
"Jadi kita, tidak perlu berharap banyak pada lelaki itu!" ujar Amana.
"Aku akan berusaha, supaya Tuan Juju menyukaiku!" kata Lisa dengan percaya diri.
"Apakah pernah, bercinta dengan lelaki sebelumnya?" tanya Amana.
"Belum, kau sudah?" tanya Lisa.
Akhirnya Amana menyungingkan senyum di wajahnya, gadis itu sedang mengejek Lisa. Gen Sai memang terkenal, cukup kuno dalam hal pergaulan. Gen Sai yang didominasi dengan orang-orang dari belahan bumi bagian timur, masih sangat menjunjung tinggi norma-norma kemanusiaan.
Gen Sai terkenal sangat setia pada pasangannya. Mereka menetapkan umur minimal dan maksimal pada warganya untuk menikah. Semua orang dari Gen Sai masih percaya bahwa, hubungan S.E.X hanya boleh dilakukan setelah pernikahan.
__ADS_1
Hal itu--lah yang membuat Gen Sai, berada di urutan paling belakang di dalam kasta per-Gen-an. Selain karena masalah daya tahan tubuh dan kekebalan.
"Tentu saja aku pernah, aku bahkan melahirkan seorang putri yang cantik!" kata Amana.
Bisa mengandung dan melahirkan seorang manusia dalam keadaan sehat, adalah sebuah pencapaian yang sangat tinggi di jaman ini. Perempuan yang sudah pernah melahirkan bayi manusia, pasti akan menjadi rebutan para pria. Karena secara genetik, wanita yang yang sudah melahirkan akan dinilai lebih unggul. Dari pada wanita yang belum pernah melahirkan anak.
"Wahhhh, kau hebat sekali! Bukankah usia kita sepantaran?" tanya Lisa pada Amana.
Lisa sangat iri kepada Amana, dia merasa menjadi wanita paling lemah di rumah Juju. Meski Jupiter belum pernah berhasil melahirkan seorang anak, namun perempuan seksi itu memiliki Gen dan juga kepintaran yang tidak bisa di tanding oleh perempuan mana pun saat ini.
Amana adalah perempuan muda dari Gen Uras yang sudah pernah melahirkan seorang putri. Kemungkinan besar Amana akan hamil, meski hanya ditiduri oleh Juju sekali saja.
Sedangkan Lisa tidak tahu bagaimana nasib kedepannya, apa dia akan berhasil mendapatkan bayi dari Juju atau tidak.
"Kau tidak perlu berkecil hati seperti itu. Kudengar Calon Pemimpin suka, gadis yang manis sepertimu!" Amana menghibur Lisa.
"Benarkah?" tanya Lisa polos.
"Sebaiknya kita istirahat! Kurasa Tuan Juju tidak akan datang ke sini malam ini!" kata Amana.
Gadis berambut ikal yang amat indah itu, bangun dari posisi duduknya dan mulai berjalan menyusuri lorong samping rumah Juju.
.
.
.
.
Juju baru saja selesai mandi, dia meneliti isi ruang pakaian Jupiter. Rasanya hal ini terlalu aneh bagi Juju, menginap di kamar wanita.
Meski furniture di dalam kamar Jupiter tidak terlalu terkesan feminim, namun Juju begitu merasakan atmosfer wanita di kamar ini. Aroma di kamar ini persis sekali dengan aroma tubuh Jupiter. Hal itu membuat Juju merasa rindu kepada istri pertamanya itu.
"Jika aku menghubunginya, aku akan mengganggu dia tidak yaaa?" tanya Juju pada susunan gaun-gaun milik Jupiter yang digantung rapi di ruang pakaian.
"Juju! Apa kau di dalam?" teriak suara lelaki yang amat keras.
"Apa itu ayah Jupiter?" desah Juju bingung.
Juju segera membenarkan piyama satin biru muda yang ia kenakan. Lalu berjalan cepat ke arah pintu untuk menyambut Ayah Angkat Jupiter.
__ADS_1
"Kau di sini rupanya!" kata Ayah Angkat Jupiter.
Juju segera menghampiri Ayah Angkat Jupiter, ia menunduk sopan kepada mertuanya itu.
"Kenapa kau menundukan kepala kepadaku?" tanya Ayah Angkat Jupiter.
Juju tidak bisa menjawab pertanyaan Ayah Angkat Jupiter itu, baginya membungkuk sopan kepada orang yang lebih tua adalah sebuah kewajiban.
"Jika di luar jangan pernah membungkuk kepada siapa pun! Karena kau adalah orang nomor satu di dunia ini, ingat baik-baik pesan ayah!" nasehat pria yang kepalanya sudah dipenuhi oleh uban itu.
Juju hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, meski dia tidak tahu, dia pura-pura tahu saja.
"Ayo kita makan bersama, Luca sudah menunggu kita!" kata Ayah Angkat Jupiter.
Juju tak pernah menyangka, jika dia akan makan bersama dengan mertua beserta kakak iparnya secepat ini. Baru tadi pagi dia merasakan rasanya menjadi pengantin baru. Lalu Tanpa ia sangka dia malah mempunyai dua istri lagi. Dan sekarang Juju harus duduk bertiga dengan pria-pria hebat yang belum pernah ia kenal.
Juju mengikuti langkah Ayah Mertuanya menuju ruang makan keluarga. Rumah yang ditempati oleh keluarga Jupiter sama mewahnya dengan rumah pribadi Tuan Gayo. Meski di rumah mertuanya ini, Juju hanya bisa melihat warna monochrome di semua parabotan dan warna perak yang mendominasi dinding dan lantai seluruh ruangan.
Untuk sampai ke meja makan, mereka harus melewati sebuah ruangan yang cukup luas. Mungkin ini adalah ruang tamu, meski tampaknya terlalu luas. Karena luas ruangan ini, lebih luas dari pada lapangan bola basket.
"Ayah sering mengundang beberapa kerabat berkumpul di sini, saat akhir pekan!
"Kau dan Jupiter harus bergabung di pertemuan pekan ini!" kata Ayah Mertua Juju.
Tentu saja jujur tidak bisa mengatakan kata 'iya', karena dia mempunyai jadwal kepergian ke Benua Aust. Dia harus kesana untuk menandatangani perjanjian dengan Benua yang baru saja ia kuasai itu.
"Meski kau sibuk, luangkan waktu untuk datang sekali-kali!
"Karena kau sudah menjadi keluarga kami, kau harus datang meski hanya sekali!" pinta Ayah Angkat Jupiter itu.
Lisa
Amana
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1