HUMAN 2075

HUMAN 2075
Serangan Ikan Lentera


__ADS_3

Juju berhasil menghubungi Seva yang berjaga di pinggir danau.


"Seva tolong lakukan evakuasi sekarang juga!" perintah Juju, wanita bermata bulat itu menautkan kedua alisnya dan melempar sendok di tangannya.


Pemimpin pangkalan Militer SYPUS Malio ujung selatan itu, sedang makan malam saat Juju menghubunginya.


"Memangnya ada apa?" tanya Seva.


Meski di otaknya Seva, dia meragukan perintah yang baru saja dikatakan oleh Juju. Wanita tangguh itu langsung merasa khawatir dengan keadaan Juju.


"Sepesies laut dalam, mengepung tempat ini. Tampaknya mereka dipengaruhi oleh sesuatu!" jelas Juju.


Apa yang baru saja Juju katakankan dibalik panggilan teleponnya, tidak bisa langsung diterima oleh akal sehat Seva. Bagaimana mungkin spesies laut dalam bisa berada di danau air payau. Dan kenapa ikan yang terkenal mempunyai visual yang menyeramkan itu, mengepung rumah terapung yang berada di tengah-tengah danau.


Jika perkataan itu keluar dari mulut Anthony, Seva pasti bisa langsung menembak bahwa hal itu adalah sebuah lelucon yang dibuat pria bermanik mata merah itu.


Namun kata-kata yang tak masuk akal itu keluar dari mulut Juju. Lelaki yang tidak pernah sekali pun bercanda dengan hal-hal mengerikan.


"Baiklah, aku akan segera kesana. Jangan tutup teleponnya!" kata Seva.


Jawaban dari Seva itu membuat Juju dan juga Lisa sedikit bernafas lega. Mereka berharap Seva dan pasukannya, bergerak cepat agar bisa menyelamatkan mereka tepat waktu.


Karena di lantai bawah, dimana kaki mereka berpijak. Suara dentuman benda tumpul yang menghantam kaca, menjadi lebih banyak dan bertubi-tubi.


Lisa yang ketakutan sudah hampir pingsan, namun Juju mengengam kedua tangan gadis belia yang amat manis itu.


"Aku mohon bertahanlah!" kata Juju dengan penuh ketulusan.


Lelaki itu memindahkan genggaman tangannya ke kedua pipi Lisa yang sudah memerah karena ketakutan.


"Aku akan melindungimu, apa pun caranya!" ujar Juju dengan sangat meyakinkan.


Meski hal itu mustahil, Lisa berusaha percaya. Apa yang dikatakan oleh Juju benar-benar membuatnya Lisa merasa sedikit tenang.


Tercabik karena dikunyah oleh gigi panjang yang tajam, menahan rasa sakitnya sampai mati.


Bayangan itulah yang sebelumnya tergambar di otak Lisa. Namun saat gadis itu mendengar ucapan Juju yang akan melindunginya, kesetika itu juga Lisa merasa rela menjadi santapan ikan lentera yang menggila itu. Asalkan Juju mencintainya.


"Kau tenang, ya! Kita berdua pasti akan selamat!" kata Juju.


Blummmmmmmmmmmm


Salah satu dinding kaca di ruangan bawah pondok terapung itu, berhasil digempur oleh beberapa ikan lentera yang besarnya hampir sebesar anak manusia yang berusia lima tahun.

__ADS_1


Air sungai itu dengan cepat memenuhi ruangan di bawah kaki Juju.


Lisa dan Juju menjauhi tangga, mereka mencari pijakan yang jauh dari jalan akses ke lantai bawah itu.


Namun air sudah merembes di lantai pijakan mereka, sehingga kegugupan dan juga rasa takut pasti menghantui keduanya.


Lisa terus saja menggenggam salah satu tangan Juju, gadis itu sepertinya tak mau melepaskan tangan suaminya itu.


"Kenapa ikan lentera yang habitatnya di bawah kedalaman laut, bisa nyasar sampai di sini?!" tanya Lisa di tengah rasa takutnya.


Kakinya yang putih mulus beralaskan sepatu hak tinggi yang indah sudah terendam air setinggi 5 CM.


"Kurasa beberapa sepesies laut, mengalami evolusi selama beberapa tahun terakhir dan mereka juga diserang oleh Virus Zombi!" terka Juju.


Apa yang membuat ikan pendiam yang selalu sembunyi dari sang surya itu muncul tiba-tiba di permukaan laut. Mereka bahkan jauh-jauh berenang kemari.


Satu-satunya alasan yang masuk akal hanyalah satu. Ikan-ikan dilaut sudah terkena Virus Zombi, hal apa yang bisa membuat mahluk hidup menggila kecuali Virus Zombi.


Meski Juju tak bisa menebak, bagaimana bisa sepesies yang hidup laut dalam bisa terkena Virus Zombi. Namun Juju tak bisa memikirkan kemungkinan lain.


Mereka berdua tersentak.


Klepakkkk


Klepakkkk


Klepakkkk


Ujung lampu yang terbuat dari kaca melingkar itu, seketika pecah menghantam ikan lentera yang kembali terlempar ke tempat ia muncul.


Juju tidak beranjak dari tempatnya berdiri, kedua tangannya masih memegang besi lampu hias. Ia bersiap dengan kuda-kuda seperti pemukul baseball, yang hendak memukul bola yang  dilempar oleh pelempar.


Sedangkan Lisa mencoba agar tidak berteriak. Saat dia melihat bagaimana bentuk ikan lentera, yang berhasil melompat keluar dari air. Gadis itu tidak bisa membohongi dirinya lagi, mereka saat ini benar-benar dalam keadaan yang sangat berbahaya.


"Kita harus keluar!" kata Lisa.


Meski gadis imut itu dikuasai oleh rasa takut, namun ia tidak mengabaikan Juju yang sedang berusaha keras untuk melindunginya.


Telinga Juju yang cukup sensitif, dapat mendengar mesin pesawat milik Seva mulai mendekati area rumah terapung.


"Keluarlah terlebih dahulu!


"Pergilah dengan pesawat yang akan datang sebentar lagi!" perintah Juju.

__ADS_1


Juju mengatakan hal itu tanpa melihat ke arah Lisa. Perkataan Juju itu membuat Lisa benar-benar seperti melayang di angkasa. Dia merasa sangat beruntung, karena mempunyai suami yang begitu bertanggung jawab seperti Juju.


"Kita pergi bersama. Aku tidak akan pergi dari sini tanpa dirimu!" ujar Lisa.


Juju mendengar apa yang dikatakan oleh Lisa, namun lelaki itu terfokus pada ikan lentera yang tiba-tiba muncul dari arah tangga dan melompat ke arahnya.


Buakkkkkkkkkkk


Sekali lagi Juju berhasil memukul mundur ikan menyeramkan yang sudah menggila itu.


"Dengarkan aku Lisa! Pasukan Seva hanya membawa satu pesawat untuk mengantar kita kesini!


"Pergilah terlebih dulu, aku bisa bertahan sampai kau ditarik ke atas!" kata Juju.


Penampilan Juju yang tidak seklimis tadi, membuat Lisa sejenak terpaku. Bahkan saat dalam ke adaan genting dan berantakan, Juju masih sangat mempesoan di mata gadis manis itu.


"Aku mohon keluarlah sekarang dan naik ke atap!" pinta Juju.


Buakkkkkkkkkk


Sekali lagi, tongkat yang masih dipegang dengan erat oleh Juju. Menghantam mulut ikan lentera, yang penuh dengan gigi-gigi panjang yang tajam.


Beberapa gigi ikan lentera yang patah tampak berceceran di lantai yang sudah tergenang.


"Baiklah!" kata Lisa.


Sebenarnya gadis itu sangat takut, dia tidak ingin pergi jauh dari Juju. Namun demi memiliki masa depan yang indah, bersama suaminya yang sangat mempesona itu.


Lisa menjadi berani, gadis itu melangkahkan kakinya dengan mantap ke arah ruang tamu rumah terapung itu. Ruang tamu yang lantainya di desain lebih tinggi dari pada lantai ruang TV, tampak belum tersentuh oleh air danau.


Lisa segera menghampiri pintu dan membuka pintu itu. Saat pintu itu terbuka.


"Akkkkkkkkkkkk!" gadis manis itu berteriak sekuat tenaganya.


Juju yang masih di dalam rumah segera menoleh ke arah teriakan Lisa. Lelaki gagah perkasa itu baru sadar, tentang kemungkinan yang bisa hadapi Lisa saat ini.


Di luar bangunan ini hanya ada, lantai teras dari kayu tanpa penghalang yang kuat. Beberapa ikan lentera pasti sudah berhasil menaiki teras kayu itu.


Kemungkinan besar lisa berteriak karena, dia bertemu salah satu ikan lentera di depan pintu. Tapi ada kemungkinan lain yang lebih buruk.


Lisa sudah diserang oleh beberapa ikan lentera yang menggila dan juga kelaparan.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2