
Juju sedang berada diruang Monitoring dia sibuk melihat situasi di perkotaan yang semakin kacau ketika malam hari.
"Bagaimana situasi di situ?" tanya Tuan Gayo pada Juju melalui panggilan telepon.
"Situasi masih terkendali!" jawab Juju.
Meski situasi di tengah kota kacau karena, banyaknya Zombi yang keluar. Tapi evakuasi masih dilakukan meski dengan cara yang lebih hati-hati.
Beberapa Jet tempur juga sudah dikerahkan, untuk menghancurkan Zombi-Zombi di kota dengan bantuan geranat dan rudal.
"Kau jangan terlalu memaksakan diri, istirahatlah jika lelah!" nasehat Tuan Gayo.
"Baik, Tuan!" Juju tau dia harus mematuhi perkataan ayah angkatnya itu.
Tapi dia juga harus menyelesaikan misi ini dengan keberhasilan 100%.
"Jika kau butuh batuan, akan kukirim pasukan lagi!" kata Tuan Gayo.
"Tidak perlu Tuan Gayo, jika terlalu banyak pasukan keluar dari area Malio.
"Takutnya jika ada Zombi yang bangun lagi di area itu. Maka SYPUS akan kesusahan!" ujar Juju
"Kau benar!" kata Tuan Gayo.
"Tentang Zombi yang siang tadi menyerangmu, apa kau tak terluka?" tanya Tuan Gayo.
Juju sama sekali tak membahas hal itu dengan Tuan Gayo bagaimana ayah angkatnya itu bisa tau jika ada Zombi yang menyerangnya.
Apa Tuan Gayo punya mata-mata di dalam pasukan untuk menjangkaunya.
Itu tak penting sekarang. Juju tau betul hidupnya kini hanya untuk SYPUS, tak lebih. Maka jika pun ada mata-mata Tuan Gayo yang ditempatkan di dalam pasukan, untuk memata-matainya. Itu adalah hal yang sangat wajar.
"Aku baik-baik saja!" kata Juju.
"Jaga dirimu! Dan cepat pulang. Aku punya kejutan untukmu!" kata Tuan Gayo.
"Baik, saya akan berusaha menyelesaikan masalah di sini dengan cepat dan tuntas!" kata Juju.
.
.
.
.
Anthony kembali ke tengah kota dengan pesawat jet tempurnya. Kali ini dia sedang menembakkan ratusan peluru ke arah Zombi-Zombi yang baru berani keluar.
"Jangan terbang serendah itu Anthony!" Seva mengingatkan Anthony yang sedang terbang dengan Jet--nya yang hampir menyentuh tanah.
Seva melihat ke bawah dan mengawasi Jet temannya itu dari atas.
__ADS_1
Kelakuan Anthony tak pernah berubah, pria itu sama sekali tak takut dengan maut. Dia begitu nekat dan sangat berani jika bertempur melawan Zombi.
"Bantu aku kenapa, dari pada cerewet begitu!" ujar Anthony.
Pria itu sudah tampak kualahan, karena sudah ada satu Zombi yang naik ke atap Jetnya.
Seva pun membuka atap Jetnya dan menembak Zombi yang berada di atas pesawat Anthony, dengan senapan laras panjang secara manual. Karena jika Seva menembak dengan senjata di Jetnya, jika salah sedikit saja. Maka Jet Anthony akan meledak.
Satu Zombi malah melompat dari atap gedung dan meraih sayap kiri Jet Seva, membuat Jet Seva oleng.
Seva merasakan goyangan kasar itu, segera melihat ke arah sayap kiri Jetnya. Zombi itu merangkak cepat ke arahnya, karena tak mungkin menutup atap Jet dengan cepat. Seva memutuskan untuk keluar, setelah memasang mode melayang pada Jetnya.
Gadis setengah robot itu berdiri di sayap kanan Jetnya dan segera memenembak Zombi menjijikan yang merangkak di Jetnya itu. Tapi Rombongan Zombi lain malah datang dari atap gedung itu.
Seva yang sudah tak punya cara lain hanya bisa menembaki Zombi-Zombi yang sudah mengelilinginya.
Tapi jumalah mereka terus saja bertambah, dan membuat Seva tak bisa mengalahkan mereka semua dengan satu senapan laras panjangnya.
Tapi sebuah sinar terang memancar ke arah Jet Seva dan para Zombi mundur perlahan-lahan. Saat Seva sudah mau masuk lagi ke kursi kemudi Jetnya, satu Zombi melompat dan langsung menerkam tubuh Seva yang berada di kursi kemudi Jetnya.
Tanpa pikir panjang, Juju yang menyaksikan itu segera turun dari pesawat yang menyinari Jet Seva tadi.
Juju dan Leon memutuskan untuk turun langsung mengunakan pesawat khusus milik Tim Monitoring. Pesawat yang biasanya digunakan di kondisi darurat, untuk menganalisa banyak hal saat pertempuran.
Calon Pemimpin SYPUS itu hanya menenteng dua katana di punggungnya, yang dia pakai untuk mengalahkan Zombi besar di ruang pertemuan tadi. Tanpa senjata lain lagi.
Dengan cepat Juju turun menuju Jet Seva. Pria muda itu meraih Zombi di atas tubuh Seva hanya dengan tangan kosong.
Juju mengangkat Zombi itu dengan mudahnya dan membantingnya di tubuh Jet besi itu.
Gubrakkkkkkkkkkk
Dengan beberapa tinjunya saja Juju berhasil meremukkan kepala Zombi itu.
Setelah Zombi itu tak berdaya lagi, Juju segera melihat ke arah Seva yang masih bisa tersenyum.
Juju segera mengambil kotak AntiVirusnya dari dalam kantung celanaya. Dia segera menyuntikkan, satu botol ke nadi Seva.
"Trimakasih!" kata Seva.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Juju.
"Dia belum sempat mengigitku, tenang saja!" kata Seva.
Gadis setengah robot itu kembali berdiri agar Juju merasa yakin.
Setelah itu Seva kembali ke duduk di kursi kemudi Jetnya.
"Naiklah lagi!" perintah Seva.
Juju malah masih disana, memandangai sekitar untuk melihat situasi. Tapi lelaki muda itu hanya melihat Jet Anthony yang menembaki ke arah Zombi-Zombi di atap gedung yang sempat menyerang Seva.
__ADS_1
Dengan brutal dan membabi-buta, Anthony tampaknya sangat marah pada para Zombi-Zombi tanpa otak itu.
Setelah Seva menutup kembali atap Jetnya Juju baru naik lagi ke atas mengunakan tali yang tadi dia gunakan untuk turun.
Seva segera terbang lebih tinggi dan memasang mode melayang lagi di Jetnya.
"Kau yakin baik-baik saja Seva?" tanya Juju dari earpiecenya.
"Aku baik-baik saja Calon Pemimpin!" ujar Seva.
Tapi raut wajah gadis robot itu setengah menegang, dia membuka beberapa kancing seragamnya.
Dia melihat bahunya yang mendapat bekas gigitan Zombi.
"Kenapa masih bisa tembus!?" tanya Seva.
Gadis itu segera mengambil pisau lipat di salah satu kantung rompinya.
Seva menyayat sendiri bahunya.
"Ahkkkkkkkk!" pekik Seva.
Seva melepas alat penghubung komunikasinya sejenak, dia tak bisa tak berteriak saat menyayat bahunya sendiri dengan pisau.
Darah segar keluar dari dalam luka sayatan yang dibuat Seva. Luka itu cukup dalam dan lebar, rasa sakitnya masih bisa dirasakan oleh Seva.
Tapi bibir Seva malah tersenyum, rasa sakit yang masih dapat dia rasakan itu menandakan bahwa Seva gagal terkontaminasi Virus Zimbi.
Seva terus menekan luka sayatannya dengan sekuat tenaganya. Gadis robot itu harus mengeluarkan darah hitam yang mulai menggumpal di area luka gigitan Zombi itu.
Darah hitam yang mengumpal itu adalah Virus yang berhasil ditangkal oleh Anti Virus yang Juju suntikkan ke pembuluh darah Seva tadi.
"Akkkkkkkkkkkk!"
Pekik gadis itu, dia masih mencoba menahan rasa sakit di bahunya.
Bagi Seva ini hanyalah luka ringan, dia pernah memotong kaki dan tangannya sendiri saat bertempur. Meski menyakitkan tapi Seva berhasil melewati semua rasa sakit itu.
"Seva dengarkan aku, jika kau terluka segera pergi ke kapal induk!" perintah Juju.
"Aku bisa mengatasinya sendiri Tuan!" kata Seva.
Gadis robot itu mengenakan alat komunikasinya lagi.
"Kau yakin?" tanya Juju lagi.
"Hanya luka gigitan dangkal, dan anda sudah menyuntikku dengan AntiVirus yang paling bagus.
"Anda tak perlu khawatir, AntiVirus itu membekukan darah Zombi itu!" kata Seva.
Gadis itu kembali membenarkan lagi pakaiannya, dia sudah siap bertempur lagi.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤