HUMAN 2075

HUMAN 2075
Physeter macrocephalus


__ADS_3

Saat memasuki bangunan satu lantai di tengah danau yang kini ditempati oleh Juju dan Lisa. Pandangan mata Juju langsung tersita dengan gaya arsitektur bangunan yang tampak unik sekali.


Jarang sekali manusia di tahun 2075 menggunakan bahan baku kayu untuk membuat rumah. Namun bangunan yang tampak mengapung di dalam air ini, hampir semua bagiannya di dominasi dengan bahan baku langka tersebut.


Ruang tamu dengan kursi dari kayu dan jendela kayunya yang dibiarkan terbuka. Serta atap yang terbuat dari daun yang tak pernah Juju lihat sebelumnya.


Di depan bangunan ini juga ada gazebo kecil yang terbuat dari kayu juga, di sanalah Juju menghabiskan sorenya untuk melihat matahari terbenam.


Di ruangan berikutnya, ada ruangan luas dengan nuansa serupa. Banyak kursi kayu dan beberapa meja kecil yang didandingkan. Tak ada benda canggih milik SYPUS di sini, hanya ada beberapa benda elektronik yang masih menggunakan perangkat keras lama.


TV digital yang berlayar datar, yang dilengkapi kabel untuk menghubungkan ke panel listrik. Juju tak asing dengan benda-benda yang di anggap orang-orang di Olio kuno itu. Karena sewaktu Juju masih tinggal di Malio ujung selatan, Juju cukup sering menjumpai barang-barang semacam itu.


Karena di Malio, tempat kelahiran Juju. listrik masih mengunakan tenaga PLA. Namun untuk saat ini, semua area yang yang berada di dunia, kecuali Benua Aust. Energi Listriknya sudah menggunakan tenaga surya atau pun nuklir.


Pertimbangan pemanfaatan energi nuklir dan surya sebagai pembangkit listrik adalah penghematan penggunaan sumberdaya Dunia, mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi, batubara dan gas bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, serta meningkatkan ketahanan dan kemandirian pasokan energi untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang.


Rumah ditengah danau yang terlihat hanya memiliki satu lantai saja itu ternyata, mempunyai dua lantai. Karena lantai di bawahnya berada di dalam danau, dengan dinding kaca dan beton yang mengelilinginya.


Di lantai bawah itulah, terletak kamar mereka berdua.


.


Tercium di indra penciuman Juju, aromanya yang lembut sekaligus tajam menyerupai aroma jeruk yang bercampur dengan bau-bau lain yang sangat asing di hidung Juju.


Langkah kaki Calon Pemimpin SYPUS itu mencari asal muasal aroma nikmat itu.


Aroma yang ia cium semakin kuat, saat Juju melangkah ke arah dapur. Di sana gadis manis yang tadi mengecup pipinya tengah asik dengan aktifitas memasak.


Rambut coklatnya yang Lisa ikat tinggi, poninya yang ia biarkan menghiasi wajah imutnya. Celemek bunga-bunga yang ia jadikan tameng dari segala kotoran yang mungkin bisa menciprat ke baju mahalnya. Serta gerakan gadis itu tampak sangat luwes saat memasak.


Sekali lagi Juju hanya bisa tertegun, baginya pemandangan ini lebih indah dari apa pun.


Lisa yang sedang menyiapkan makanan untuknya, dengan segala keriwehan yang terjadi di dapur kecil rumah di tengah danau itu.


"Apa yang anda lihat Tuan?" tanya Lisa pada Juju.

__ADS_1


Karena gadis itu merasa risih namun senang, saat mengetahui ada pria setampan Juju memperhatikannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Juju.


Juju mencoba menyembunyikan rasa gugupnya. Karena dia telah ketahuan oleh Lisa.


"Aku memasak makan malam!" lagi-lagi, Lisa mengatakan perkataannya dengan senyuman di bibirnya.


Siapa yang tak akan luluh-lantah dengan kemanisan, yang disuguhkan Lisa untuk Juju.


"Apa ada yang bisa kubantu?" tanya Juju.


"Memang anda bisa memasak?" tanya Lisa.


Juju menilik jauh kedalam ingatan di dalam otaknya, dia tau benar dia tak pernah memasak apa pun sebelumnya. Bahkan setelah kematian ibunya dia hanya makan makanan yang disediakan oleh kemp SYPUS tempatnya bekerja dulu.


Sedangkan saat ibunya masih hidup, Juju selalu makan masakan yang disiapkan oleh ibunya.


Akhirnya Juju mengeleng pelan, namun lelaki itu tetap melangkahkan kakinya untuk mendekati Lisa yang berada di dapur.


.


.


Semakin dalam kita menjelajah, lautan menjadi semakin gelap. Di bawah twilight zone, ada midnight zone dengan kedalaman antara 3.280 kaki (1 km) hingga 13.125 kaki (4 km). Zona ini sangat gelap sehingga cahaya hanya diproduksi oleh hewan laut itu sendiri. Tekanan air pada kedalaman ini sangat besar, yaitu 5.850 pon per inci.


Uniknya, meski tekanan air besar, masih ada hewan yang bisa ditemukan di sini! Paus ****** diketahui bisa menyelam hingga ke midnight zone untuk mencari makanan. Selain itu, makhluk yang hidup di zona ini antara lain adalah angler fish, ikan tripod, teripang, cumi-cumi vampir, black swallower dan lain sebagainya, tutur Missouri Botanical Garden.


Semua hewan yang jarang dijumpai oleh manusia itu, tampak masih hidup dikedalaman laut di jaman ini. Jumlahnya mungkin tak banyak, tapi beberapa hewan laut yang berbentuk sangat menyeramkan itu tumbuh lebih besar dari ukuran biasanya.


Seonggok daging yang membiru melayang-layang di kedalaman laut, dengan arus yang cukup deras itu. Daging busuk itu terus mengikuti arah arus dan masuk ke dalam mulut paus ******.


Paus Sperma atau Paus Kepala Kotak (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus ****** yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype).


.

__ADS_1


.


.


.


Jupiter merengangkan tubuhnya, dengan mengerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Sudah satu hari-satu malam ia meneliti setiap sample darah Zombi, yang ia dapat dari berbagai macam daerah yang pernah diserang oleh wabah ini.


Lagi-lagi Jupiter tidak menemukan sampel darah yang cocok dengan darah Nyonya Wenda. Jelas sekali bahwa apa yang menyerangnya Nyonya Wenda adalah virus baru. Karena setelah diteliti secara mendalam, virus yang menyerang Nyonya Wenda bukankah Virus Zombie seperti biasanya.


"Nyonya Jupiter, Tuan Benjamin menerobos masuk ke dalam ruang penelitian!" ujar Daniel.


Asisten dokter yang berwajah imut itu, baru saja masuk ke dalam ruang laboratorium yang di pakai Jupiter.


Jupiter segera melepas sarung tangan dan juga kacamata khusus yang ia kenakan. Tuan Benjamin mungkin adalah pemimpin Gen Akis, namun lelaki tua itu sama sekali tidak mengerti tentang bagaimana cara kerja laboratorium.


"Di mana dia?" tanya Jupiter kepada dokter Daniel yang masih berdiri di sampingnya.


"Tuan Benjamin berada di ruangan tempatnya Nyonya Wenda diisolasi!" kata Dokter Daniel.


Segera saja Jupiter pergi ketempat itu, dia tidak mau Tuan Benjamin melakukan sesuatu hal yang merugikan banyak orang nantinya.


Siapa yang bisa memungkiri tentang kasih sayang orang tua kepada anak kandungnya.


Saat ini Tuan Benjamin pasti tidak memikirkan hal apa pun, lelaki itu hanya peduli dengan cintanya terhadap putri semata wayangnya.


Pria tua itu memang terkenal sangat memanjakan Nyonya Wenda dan menuruti semua keinginan yang diinginkan oleh putrinya.


Hari ini, Tuan Benjamin pasti akan membawa pergi putrinya dari tempat ini. Lelaki itu tidak pernah mengenal kata menyerah, jika menyangkut tentang Putri semata wayangnya.


Jupiter harus menyiapkan diri agar dia tidak kalah dalam perdebatan yang menegangkan nantinya.


Nyonya Wenda belum sembuh dan dia bisa kambuh setiap saat. Jika sampai wanita itu keluar dari laboratorium Gen Akis, bencana kedua pasti akan terjadi.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2