HUMAN 2075

HUMAN 2075
Kebimbangan Juju


__ADS_3

Di depan Jupiter sudah terdapat seonggok mayat, korban rasa haus Nyonya Wenda. Tubuh pria yang sudah membiru hampir menghitam itu, tergeletak di atas ranjang penelitian.


Meski sudah mati, untuk mengurangi resiko. Tubuh kekar yang sudah dingin itu, tetap dibelenggu dengan tali khusus di beberapa bagian tubuhnya.


Jupiter yang sudah siap dengan sarung tangan dan Facelift, segera memeriksa luka yang didapat mayat lelaki didepannya. Lukanya cukup panjang dan lebar, hampir setengah punggung bagian atas dari lelaki ini. Mengalami luka gigitan yang sangat parah, daging di atas lukanya seperti dicacah oleh pisau yang tajam.


Bisa dipastikan bahwa struktur gigi Wenda berubah juga saat dia menjadi Zombie.


Seorang staf laboratorium mendekati dan membisikkan sesuatu di telinga gadis cantik itu. Entah apa yang dikatakan staf perempuan itu, namun ekspresi datar Jupiter langsung berubah terkejut.


Jupiter melangkah mundur dari ranjang penelitian, dia memencet sebuah tombol yang berada di di sisi lain ranjang. Sebuah kubah kaca perlahan-lahan turun, menutupi semua sisi ranjang yang ditempati oleh mayat Zombie.


Alat itu berfungsi untuk mendinginkan mayat agar tidak cepat membusuk. Karena penelitian yang dilakukan Jupiter terhadap mayat korban Nyonya Wenda itu, belum sepenuhnya rampung.


.


.


"Benua Auts meminta kau, untuk menandatangani perjanjian mewakili SYPUS!" kata Tuan Gayo.


Mereka berdua masih berada di laboratorium dimana bayi Gisel dirawat. Juju yang dari tadi asyik dengan Gisel yang berada digendonggannya, seketika memandang ke arah ayah angkatnya itu.


"Mereka meminta aku melakukannya?" tanya Juju heran.


Selama ia di Benua Aust, dia amat dijauhi oleh petinggi Benua itu. Juju tidak tahu alasan mereka saat menjauhinya, tapi dia juga tidak bisa mengerti alasan mereka mendekatinya dengan cara seperti ini.


"Pergilah kesana!


"Sudah waktunya kau melakukan tugas, sebagai calon pemimpin yang sebenarnya!" kata Tuan Gayo.


Namun pandangan Juju, serasa mau lepas dari bayi mungil yang ia gendong.


"Kau sudah jatuh cinta padanya?!" kata Tuan Gayo.


Lelaki itu menertawakan kedua anaknya, yang mempunyai selisih waktu kelahiran selama 24 tahun.


"Meski aku tak mau meninggalkan Gisel, Ayah tetap menyuruhku pergi--kan!" kata Juju.


Pria itu mulai berbicara santai pada ayah angkatnya, dia melupakan semua kecurigaan kepada Tuan Gayo. Karena merasakan kelembutan yang diberikan oleh Tuan Gayo. Membuat Juju berpikir bahwa, tidak akan mungkin, Ayah angkatnya itu melakukan sesuatu yang buruk terhadap manusia manapun.


"Jangan bertingkah seperti balita! Kau sudah dewasa Juju!" kata Tuan Gayo dengan santainya.


Untuk pertama kalinya Juju merasa punya seorang ayah, di sisi ini dia merasa betapa bahagianya disayangi oleh seorang ayah.


Keromantisan keluarga buatan itu, diganggu oleh sebuah dering ponsel yang berasal dari kantung jas yang dikenakan oleh Juju. Segera Juju menyerahkan bayi Gisel ke tangan ayah angkatnya.

__ADS_1


Lelaki itu dengan cekatan mengambil ponsel di saku dalam jasnya dan melihat layar bening itu, ternyata Jupiter yang memanggilnya.


"Istriku!" gumam Juju ke arah Tuan Gayo.


Juju terlihat sangat bangga saat bergumam kepada ayahnya, dia merasa sombong karena dia punya istri. Dia tahu apa yang akan dibicarakan Jupiter padanya. Pasti sesuatu hal yang intim dan pribadi, jadi Juju memilih untuk sedikit menjauh dari jangkauan pendengaran Tuan Gayo.


Akan sangat malu jika ayah angkatnya mendengar tentang percakapan, keintiman hubungan ranjang mereka nantinya.


"Hallo!" sapa Juju.


"Kamu di mana?" tanya Jupiter pada Juju melalui panggilan telepon.


"Aku berada di Mansion pribadi Tuan Gayo!" kata Juju Jujur.


"Bisakah kau pergi ke Lingkar Olio Gen Akis sekarang juga?" tanya Jupiter dalam sekali tarikan nafas.


Juju melihat sekilas ke arah Tuan Gayo, yang sedang menghibur Gisel di dalam pelukannya.


"Apa ada masalah penting?" tanya Juju.


"Aku merindukanmu!" kata Jupiter.


Juju terlihat memejamkan matanya, dahinya mengernyit dan satu tangannya mengusap seluruh bagian wajahnya dengan kasar.


"Kita bisa bertemu di rumah nanti!" ujar Juju.


"Ayahku sedang pergi bekerja. Kakakku dan juga istrinya sedang pergi jalan-jalan!" kata Jupiter bohong.


Juju menggaruk alisnya yang tidak gatal, dia sedang mempertimbangkan sebuah pilihan yang sulit. Menemui istrinya atau bercengkrama dengan adik bayinya.


Tentu saja membuat bayi, lebih enak daripada bercengkrama dengan bayi. Sehingga Juju memutuskan untuk segera mendatangi Jupiter saja.


"Oke aku akan kesana! Tapi tidak papa jika kau menunggu sedikit lebih lama?


"Aku harus minta izin dulu kepada Tuan Gayo!" kata Juju.


Di pikiran lelaki itu sudah dipenuhi dengan adegan mesum, yang bakal dia lakoni dengan Jupiter istrinya.


"Tidak apa-apa aku sedang berendam di dalam bathtub saat ini! Jadi kau tidak perlu buru-buru!" kata Jupiter.


Seketika otak Juju semakin terisi penuh oleh hal-hal yang dianggap orang tabu di tahun 2021. Hanya dengan perkataan eksotis yang lembut Jupiter katakan padanya, membuat Juju terpancing dan terkapar.


Kewarasannya seakan hilang, namun saat Juju melihat kearah Tuan Gayo lagi. Dia merasa bahwa memang dia harus punya anak.


"Tunggu aku! Jangan pergi kemana--pun!" ujar Juju.

__ADS_1


.


.


.


.


Dibalik panggilannya pada suaminya itu, ternyata Jupiter masih berada di dalam laboratorium Gen Akis. Wanita berpakaian jas dokter itu berdiri di depan jendela, yang berada di belakang ruang penelitian tentang darah manusia.


"Ternyata dia mudah sekali dipancing!" gumam Jupiter setelah memutus panggilan teleponnya kepada Juju.


Tidak ada raut kelicikan diwajah Jupiter, Dia terpaksa membohongi suaminya untuk datang padanya. Jupiter tidak mungkin mengatakan kepada Juju, tentang apa yang terjadi di laboratorium Gen Akis. Dia tahu benar bahwa suaminya itu tidak pandai berbohong.


Jika Jupiter mengatakan hal yang sebenarnya kepada suaminya, maka Juju akan ketahuan berbohong oleh Tuan Gayo. Meski terlihat biasa saja, tapi Tuan Gayo adalah orang yang sangat teliti. Jupiter tidak mau menanggung resiko, dan membuat Gen--nya dalam masalah.


.


.


Tidak sampai setengah jam Juju sudah sampai di laboratorium Gen Akis. Pria itu bahkan menyetir sendiri mobil terbangnya, orang yang mempunyai n.afsu birahi yang tinggi ternyata bisa jadi pintar dalam seketika.


Jupiter sudah menyambut Juju di pintu masuk ke laboratorium Gen Akis.


"Dimana bathtubnya?" tanya Juju pada Jupiter.


Jupiter hanya memandang ke arah suaminya dengan senyum yang mengembang, dia merasa bersalah juga telah membohongi suaminya.


"Maafkan aku!" kata Jupiter wanita itu terlihat cukup merasa bersalah kepada Juju.


"Di sini ternyata hancur sekali! Seharusnya aku tahu kau berbohong padaku!" kata Juju.


Pria itu bahkan tidak memikirkan tentang bencana yang baru saja dialami oleh Gen Akis. Harusnya Juju tidak berpikir tentang hal-hal mesum di saat seperti ini.


Namun dia adalah pria normal yang berada di usia produktif. dengan peningkatan hormon yang signifikan. Jadi memikirkan hal yang mesum adalah wajib baginya, agar proses berkembang biaknya cepat terjadi.


[Lu pikir ayam Thor]


"Ada yang harus kau lihat! "Tapi tidak bisa kubicarakan di dalam telepon, jadi aku mengundang kamu ke sini secara khusus.


"Kau tahu tidak ada orang lain dari Gen manapun yang bisa masuk ke dalam laboratorium Gen Akis ini, kecuali Gen kami sendiri.


"Tapi semua petinggi setuju agar kau melihat hal ini! Jadi kau sangat istimewa Juju!" kata Jupiter.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2