HUMAN 2075

HUMAN 2075
Mahluk Mars


__ADS_3

Mahluk Mars


"Kenapa anda merahasiakan keberadaan mahluk Mars itu?" tanya Juju.


Satu-satunya hal yang harus Juju lakukan adalah mencari tau sendiri. Kebenaran apa yang disembunyikan oleh Tuan Gayo darinya.


"Aku memang adalah Pemimpin SYPUS, tapi aku bukan pemilik perusahaan itu.


"Jika aku membuat kehebohan tentang Mahluk Mars itu sekarang.


"Mahluk itu tak akan bisa hidup sesuai keinginannya!" ujar Tuan Gayo.


Padahal makhluk Mars itu sekarang, juga tidak hidup seperti keinginannya sendiri.


Dia terkurung di sebuah ruangan kaca yang cukup sempit untuk ukuran makhluk Mars yang besar tubuhnya melebihi tubuh manusia.


"Tuan, Tyfan sedang menunggu anda di ruang kerja anda!" kata seorang pelayan yang muncul belum lama.


"Kuharap kau, bisa menjadi putra yang kubanggakan!


"Dan bisa meneruskan apa yang sudah kumulai!" ujar Tuan Gayo.


Lelaki setengah baya yang masih amat sangat gagah itu, tampak sangat terburu-buru untuk menemui seseorang bernama Tyfan itu.


Begitu sangat pentingkah lelaki yang bernama Tyfan itu. Sehingga Tuan Gayo meninggalkan Juju seorang diri di taman kebun ilalang miliknya.


Juju yang dari awal mempunyai tujuan khusus, untuk datang ke tempat ini. Tidak ingin memikirkan tentang lelaki bernama Tyfan itu. Juju harus memanfaatkan kelonggaran yang diberikan oleh Tuan Gayo kepadanya, untuk mendekati makhluk Mars yang berada di tengah bangunan Mansion ini.


Juju segera bangkit dari tempat duduknya, dia berdiri dan menyapukan pandangannya ke arah beberapa pengawal yang berjaga di sekitarnya.


Tuan Gayo ternyata tidak bodoh, lelaki itu tau jika Juju belum berdiri dipihaknya sepenuhnya. Jadi Tuan Gayo masih menjaga jarak yang tepat untuk berhubungan dengan putra nagkatnya tersebut.


Juju mendekati salah satu pengawal di sana, dia berbicara beberapa hal tentang tempat ini. Lalu meminta untuk diantar ke toilet.

__ADS_1


Untung manusia masih membutuhkan pergi ke toilet di jaman ini, jadi Juju bisa memanfaatkan hal ini untuk melancarkan aksinya.


Awalnya Juju tak ingin bergerak terlalu kentara ini. Tetapi situasi memaksanya, Juju tak punya banyak waktu. Dia harus cepat, karena jika sampai ke adaan Jupiter makin parah. Maka anaknya yang berada di dalam perut Jupiter akan sulit untuk diselamatkan.


Pengawal itu mengantar Juju ke toilet, namun Juju menarik pengawal itu masuk ke dalam toilet secara pakasa. Lalu...


Buakkkkk


Bukkkkkk


Bekkkkkk


Pengawal itu berhasil dilumpuhkan oleh Juju dengan mudah. Juju segera menukar pakaian yang dikenakan oleh pengawal itu, dengan pakaiannnya. Lalu mengambil kartu akses penggawal itu di tak lupa memindai kornea dan sidik jadi mata pengawal itu.


Juju membutuhkan ketiga hal itu untuk sampai di laboratorium pribadi Tuan Gayo tanpa membuat keributan. Pria gagah itu harus bergerak cepat sebelum Tuan Gayo menyadari tentang apa yang dia lakukan.


Lelaki tampan nan gagah itu bergerak sealami mungkin, karena dia menjalani pelatihan dasar kemiliteran di SYPUS. Juju tau banyak tentang tata-cara dan norma-norma yang harus dia jalani sebagai angota keamanan SYPUS.


Tujuan Juju adalah laboratorium pribadi Tuan Gayo yang berada di lantai tiga Mention itu. Juju harus naik lift, namun di depan Lift ada beberapa pengawal dan pelayan yang akan mengunakan benda tersebut.


Juju mengindari setiap CCTV di tempat itu agar tak merekam wajahnya. Karena wajahnya adalah identitasnya di tempat ini. Jika sampai ada kamera CCTV yang merekam wajah tampannya maka sisitem akan langsung mengenalinya. Lalu mengirim data ke pusat dan melaporkan keberadaan Juju yang mencurigakan pada Tuan Gayo.


Dengan mulus dan tanpa diketahui oleh siapa pun sejauh ini. Juju dapat menerobos dengan baik menuju pintu masuk Laboratorium pribadi milik Tuan Gayo.


Ilmuwan di dalam sana, tampak sangat sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi keberadaan Juju seperti tidak diawasi oleh siapapun. Hal itu membuat Juju lebih leluasa bergerak dan segera menuju ke ruang berikutnya. Yaitu ruang kaca yang menjadi tempat tinggal makhluk Mars.


Juju menelisik ke dalam ruang kaca, dia mencari keberadaan makhluk yang berkulit hijau lumut itu dengan seksama. Karena di dalam ruang kaca itu, terdapat taman seperti hutan. Jadi Juju sulit membedakan warna makhluk itu dengan warna-warna tumbuhan di dalamnya.


Namun saat Juju sedang menelisik dan memata-matai ruang kaca di depannya. Datang beberapa rombongan ilmuwan dari arah lain, selain pintu dari laboratorium.


Perhatian Juju segera beralih ke arah para ilmuwan yang baru saja masuk ke dalam ruang kaca. Ternyata mereka membawa makhluk dari Mars itu di atas ranjang rawat. Sepertinya mereka baru saja melakukan sesuatu pada makhluk Mars itu.


Jadi Juju memutuskan untuk bersembunyi dari penglihatan para ilmuwan. Juju menjadi semakin curiga dengan Tuan Gayo.

__ADS_1


Lelaki paruh baya itu bisa mengatakan kepada Juju, bahwa keamanan dan juga kenyamanan makhluk Mars itu menjadi taruhan. Jika pemimpin SYPUS itu, membocorkan tentang keberadaan makhluk Mars yang dia simpan sendiri.


Tetapi mungkin kenyataan tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan oleh Tuan Gayo. Karena baru saja Juju melihat, makhluk Mars itu dimasukkan lagi ke dalam kandangnya dalam kondisi pingsan.


Mungkin makhluk Mars itu sedang sakit, atau memang dibuat pingsan secara sengaja.


Setelah dirasa makhluk Mars itu aman, semua ilmuwan kembali keluar. Namun dengan sigap, Juju menghalangi pintu menuju ruang kaca itu tertutup rapat. Tentu saja agar lelaki itu bisa masuk tanpa harus menghancurkan kaca-kaca tebal yang mengitari seluruh taman.


Juju berjalan dengan langkah perlahan-lahan, dia tidak mau mengganggu ketenangan makhluk Mars. Yang mungkin tidak terganggu karena masih pingsan.


Lelaki gagah itu bisa melihat makhluk Mars yang tergeletak tak berdaya, di atas sebuah batu lebar yang dialasi oleh daun-daun.


Dengan langkah yang hati-hati dan juga perasaan yang gugup Juju mendekati makhluk Mars itu. Pandangan matanya, tak pernah lepas dari sosok wanita berkulit hijau lumut di sekujur tubuhnya tersebut.


Juju tahu makhluk Mars itu mungkin bisa menyerangnya kapan saja. Jadi Juju harus mempersiapkan dirinya jika nanti makhluk Mars itu menyerangnya.


Juju sudah hampir mendekati tubuh makhluk dari Mars itu namun dia malah terjungkal karena kaget. Karena makhluk Mars itu malah bangun secara tiba-tiba hingga membuat Juju kaget.


Makhluk Mars itu memandang ke arah Juju dengan intens, begitu juga Juju. Lelaki itu amat sangat ketakutan, karena baru kali ini dia berada didekat makhluk hidup yang lebih besar dari tubuhnya.


Juju sampai tidak bisa berkata-kata, dia begitu amat ketakutan. Dia tidak bisa kabur dari tempat ini karena tujuannya.


"Aku bukan orang jahat!" kata Juju.


"Aku tau!" ucap makhluk dari Mars itu dengan nada yang amat jelas.


Juju tidak menyangka, dia akan berkomunikasi selancar ini dengan makhluk dari planet lain itu.


"Baru saja...Kau dari mana?" tanya Juju dengan nada terbata yang bergetar.


Makhluk Mars itu tidak mengatakan jawaban apa pun untuk peetanyaan yang diajukanoleh Juju. Dia malah memandang kearah mata Juju dengan sangat tajam.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2